NovelToon NovelToon
Aisyah Aqila

Aisyah Aqila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:198k
Nilai: 4.9
Nama Author: Auriel zeta

Pernikahan adalah pengikatan janji sakral yang dilaksanakan oleh dua orang yang saling mencintai. Tapi tidak dengan Aqila.

Aisyah Aqila adalah seorang gadis yang cantik, baik, pintar dan manja. Tetapi juga berani. Berumur 18 tahun dan baru lulus sma.

Aqila adalah salah satu murid terpintar dan bintang sekolah di sma nya dulu. Karena kepadaiannya, ia ingin sekali melanjutkan kuliah, tapi keadaan yang membuat nya mundur.

Hingga nasib buruk menimpanya.
Aqila harus menikah dengan orang yang tidak dia kenal dan bahkan orang yang ditakuti dikota itu.
umurnya pun jauh berbeda 10 tahun lebih tua darinya.
Hanya karena ayahnya tidak bisa membayar hutangnya yang bunganya sangat besar.

"Saya akan membebaskan hutang-hutang kamu Hendra, tapi dengan satu syarat," ucap Edwin menggantungkan kata-katanya yang terakhir.

"Kamu nikahan saya dengan gadis bodoh ini?" sambil menunjuk Aqila.

Aqila bingung, di satu sisi ia tidak ingin menikah dengan orang itu, tapi disisi lain keadaan yang membuatnya harus bilang iya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auriel zeta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 34 Es Krim

Edwin menghubungi sekretarisnya.

"Saya pulang. Kalo ada apa-apa handle kamu dengan Riko." perintahnya.

"Baik tuan,"

Edwin kemudian pulang kerumah.

.

.

Ditengah perjalanan pulang, Edwin ingat dengan pesanan Aqila.

"Mampir ke supermarket." ucap Edwin kepada supirnya.

"Baik tuan," jawab supir itu.

"Tumben banget tuan Edwin disupermarket sendiri, biasanya nyuruh para pelayan," gumannya dalam hati.

Sampai disupermarket.

Pak supir membukakan pintu untuk Edwin.

Lalu Edwin turun dan berjalan menuju supermarket.

Hari ini Edwin tidak dikawal oleh beberapa bodyguardnya. Karena dia memerintahkan bodyguardnya untuk dirumah menjaga Aqila .

Edwin masuk ke supermarket.

Ibu-ibu yang berbelanja terpesona melihat ketampanan Edwin.

Tujuan pertamanya adalah es krim.

Lalu kemudian ia melihat-lihat beberapa es krim. Dia bingung kesukaan es krim Aqila.

Edwin mencoba menghubungi Aqila tapi tidak aktif.

Dia memanggil kasir.

"Saya mau beli ini semua." ucapnya.

"Apa anda yakin tuan?" tanya penjaga supermarket itu yang tidak percaya.

"Apa saya harus mengulangi ucapan saya lagi?"

"Oh tidak tuan, baik tuan saya akan suruh penjaga yang lain untuk mengantar ke rumah tuan Edwin,"

"Oke." jawab Edwin.

Para pekerja disupermarket itu langsung mengerjakan tugas dari Edwin.

Sebelum membayar, Edwin memgambil minum. Karena dia kehausan.

Setelah itu, ia membayarnya.

"Berapa semua?" tanya Edwin.

"Ini tuan," ucap kasir.

Edwin menyerahkan kredit cardnya.

Setelah selesai membayar, Edwin keluar dan pulang kerumah.

.

.

Sampai dirumahnya, Edwin masuk kedalam rumah. Disana masih ada Aqila dan Alisya yang masih capek karena habis berantem dengan Clariksa.

"Om udah pulang?" tanya Aqila.

"Sudah." jawab Edwin. "Kalian berdua kenapa?" tanya Edwin yang pura-pura tidak mengerti apa-apa.

"Habis olahrga sedikit om," jawab Aqila.

"Iya kak, udah lama nggak olahraga makanya jadi capek," sahut Alisya.

"Oo..."

Aqila clingukan melihat Edwin.

"Oh ya om, om lupa sesuatu ya..."

"Lupa apa?" tanya Edwin yang tidak mengerti.

"Hais, tau ah. Aqila ngambek sama om," ucapnya dengan wajah cemberut.

Edwin menaikan alisnya. Ia bingung dengan Aqila.

"Om nggak peka banget sih, masak om lupa Aqila pesen..." belom sempat meneruskan ucapannya.

Bodyguard Edwin memberikan laporan kepada Edwin.

"Maaf tuan, didepan ada kurir es krim," ucapnya dengan bisik-bisik.

"Suruh masuk."

"Baik tuan,"

Bodyguard itu mengantar masuk kurir es krim.

Kurir itu membawa satu frezeer es krim. Berisi macam-macam rasa.

Aqila dan Alisya yang melihatnya tidak percaya.

"Maaf tuan Edwin, ini ditaruh dimana ya?" tanyanya.

"Sana," tunjuk Edwin disamping kulkas.

"Baik tuan," kurir itu membawa frezeer nya dan menaruh disamping kulkas. Sesuai yang diperintahkan Edwin.

"Maaf tuan, silahkan tanda tangan disini sebagai tanda bahwa sudah diterima oleh tuan," ucap kurir yang satunya lagi. Yang tak henti-henti menatap Aqila.

Edwin yang dari tadi melihat bahwa orang itu sedang memperhatikan Aqila, ia sangat geram.

Edwin langsung menandatanganinya.

Edwin memperhatikan kurir itu yang dari tadi melihat Aqila. Dia tidak sadar bahwa Edwin sedang melihatnya.

"Sudah puas melihat istri saya?" ucap Edwin.

Seketika kurir itu langsung menunduk.

Edwin berjalan mendekati kurir itu. Dan menyuruhnya berdiri.

Bruk

Edwin menonjok kurir itu hingga jatuh terpungkur dilantai.

"Kamu pergi dari sini sekarang. Sebelum kesabaran saya habis!" teriak Edwin.

Kurir itu mencoba berdiri. Dan meminta maaf kepada Edwin

"Maaf kan saya tuan, saya tidak tahu kalo itu istri tuan," ucapnya.

Aqila yang melihat Edwin emosi seperti itu, ia menjadi takut.

"Om galak banget sih, padahal kan cuma lihat Qila aja nggak ngapa-ngapain," batinnya.

"Bawa dia pergi dari sini! Saya muak melihat mukanya!" perintah Edwin kepada bodyguardnya.

"Baik tuan,"

Bodyguard itu menyuruh ketiga kurir itu pergi dari rumah tuannya.

"Om galak banget sih, kasian tauk,"

"Kenapa kamu kasihan sama dia? Apa kamu juga suka sama dia?" cemburu Edwin yang berlebihan.

"Ih, om aneh banget sih. Kenal aja nggak, apalagi suka..."

"Bagus. Ingat! Kamu milik saya." ucapnya.

Lalu pergi meninggalkan Aqila dan Alisya.

"Kak Edwin aneh banget sih, masak iya dia cemburu sama kurir," guman Alisya.

"Tau tu, mending kita makan es krim aja..." ajaknya. "Hehehhe, dari tadi udah ngiler banget nih,"

Aqila dan Alisya memakan es krim.

"Qila, gue makannya di kamar aja ya..." ucap Alisya.

"Ya udah, gue juga makan dikamar aja, bye..."

Mereka berdua berpisah.

Alisya ke kamarnya dan Aqila ke kamar Edwin.

Sampai dikamar Edwin.

Aqila melihat Edwin yang lagi duduk disofa dan sibuk memainkan handponenya.

"Om..." ucap Aqila dan duduk disebelahnya.

Tapi Edwin tidak menghiraukannya.

"Om mau nggak?" sambil memberikan es krimnya. "Ini enak banget loh om,"

"Saya nggak suka." jawab Edwin.

"Ya udah, Qila makan sendiri aja..." berdiri dan hendak ingin pergi dari kamarnya. Namun ditahan oleh Edwin.

"Duduk."

Aqila pun duduk lagi.

"Om mau?"

Edwin menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Terus?" tanya Aqila.

"Apa kamu nggak tahu kalo saya sedang marah? Saya sedang marah dengan kamu Aqila..." ucap Edwin yang geram dengan Aqila karena tidak peka.

"Hahahah, om marah sama Qila? Mana Qila tahu kalo om marah sama Qila, om marah sama nggak sama aja sih, sama-sama dingin. Makanya om ngomong dong kalo marah sama Qila... biar Qila ngerti, hehehe," jawab Aqila.

"Dasar gadis bodoh,"

"Tapi om kenapa marah sama Qila? Emang Qila salah apa om?" tanya Aqila yang bingung.

"Oh ya, es krimnya makasih ya om... enak banget, tapi... Aqila cuma minta dua om, kenapa om beli banyak banget?"

"Saya nggak tahu apa es krim kesukaan kamu, makanya saya beli semuanya." jawab Edwin.

Cup

Aqila mencium pipi Edwin dengan refleks karena bahagia.

"Makasih ya om..."

Pipi Edwin memerah. Ia sangat senang sekali.

"Kenapa saya bahagia sekali dicium gadis bodoh ini? Padahal saya sudah biasa diperlakukan seperti ini dulu sama Clariska." batinnya.

"Kamu berani banget."

"Maaf om, habis Aqila tuh seneng banget om beliin Aqila es krim sebanyak ini. Om tahu nggak kalo es krim itu kesukaan Aqila dulu,"

Aqila meletakkan es krimnya diatas meja, kemudian mengambil tisu dan mengelap pipi Edwin yang bekas dia cium tadi.

"Maafin Qila ya om... Qila udah lancang nyium om," gumannya sambil mengelap pipi Edwin.

"Kenapa malah kamu lap pakai tisu Qila? Justru saya bahagia sekali kamu nyium saya. Cuma saya gengsi mengakuinya." gerutu Edwin dalam hati.

"Udah Qila lap om, jadi udah bersih hehehe. Tuh kan, es krim Qila jadi cair gara-gara om," rengek Aqila.

"Masih banyak dibawah."

"Terus yang ini gimana?"

"Buang."

"Ih, mubazir tauk om, nggak boleh. Kalo gitu kita makan berdua aja om, Aqila suapin,"

Aqila menyuapi Edwin. Tapi Edwin menolaknya.

Aqila cemberut karena Edwin menolaknya.

Terpaksa Edwin memakan es krim itu.

"Gitu dong om, hehheh,"

Akhirnya mereka berdua memakan es krim sampai habis.

1
Rahma Inayah
wajr aja di julukin edwin bodoh mmg bodoh gk peka dia ns cemburu tp dia gk bs liat edwin cemburu..gak peka
Lizaz
Aku mampir thor

mampir juga di karya aku
mari saling mendukung 🤗
R_armylove ❤❤❤❤
like disini
R_armylove ❤❤❤❤
mampir lagi
R_armylove ❤❤❤❤
semangat buat kamu
R_armylove ❤❤❤❤
mampir lagi ka
Agustina RS
ceritanya bagus, sudah saya kasih bom like👍
semangat terus Thor,mampir juga di karyaku

Ustadz Idolaku

terimakasih 🙏
kicauan.merdu
kok nggak dilanjutkan sih Thor? author lagi Hiatus ya?
R_armylove ❤❤❤❤
semangat buat nulisnya
R_armylove ❤❤❤❤
mampir lagi ya
P.Aisyah
mampir dengan 5 like😁
salam manis dari " PERJUANGAN DALAM PERNIKAHAN "
Intan Komalasari
lanjuttttt
R_armylove ❤❤❤❤
like
R_armylove ❤❤❤❤
bawa 3 like ya
R_armylove ❤❤❤❤
ka...aku blik lagi
coco
like mendarat .
jangan lupa mampir
Ulfa
3 like mendarat kak tetap smangat
silviaanugrah
hai thor, aku datang bawa 15like.
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya 😉✨
unknown
Like mendarat kakak, semangat berkarya ya... Salam dari My Husband, King Of Trouble 😘🤗❤
By_Ana
Next thor...ceritanya seru😄

salam dari _Pesona Pocong Cantik_🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!