NovelToon NovelToon
Antagonist Yang Menghindari Takdir

Antagonist Yang Menghindari Takdir

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Obsesi / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:589.5k
Nilai: 3.8
Nama Author: Aplolyn

Saat tragedi mengambil jiwanya, Syifa menemukan dirinya yang masuk ke dunia novel sebagai seorang antagonis yang secara obsesif mengejar protagonist pria bahkan berencana untuk menghancurkan hubungannya dengan sang kekasih.

Pada akhirnya dia akan mati terbunuh karna alur itu, oleh sebab itu untuk menghindarinya, dia selalu menghindari pria itu.

Namun bagaimana jika tiba-tiba alurnya berubah, pria itu malah memperhatikannya..

"Tidak! ini tidak ada dalam plot!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Taruhan Hari Ke-3

Hari ketiga datang dengan keheningan yang mencurigakan.

Tidak ada pesan dari Kayden sejak pagi. Tidak ada bayangan mobilnya di seberang jalan kos. Syifa berdiri sebentar di depan gerbang, pura-pura mengecek ponsel padahal matanya refleks mencari satu sosok tertentu.

Tidak ada.

“Bagus,” gumamnya. “Dia akhirnya ngerti.”

Namun entah kenapa, langkahnya terasa lebih berat saat menuju kampus.

Di kelas, suasana biasa saja sampai dosen membuka pengumuman.

“Hari ini presentasi kelompok dimajukan. Kelompok yang belum siap, silakan cari bantuan literatur tambahan.”

Syifa menegang. Kelompoknya belum sepenuhnya siap—data kemarin masih setengah mentah. Ia dan dua temannya langsung saling pandang panik.

“Perpus lama,” ujar salah satu temannya. “Referensinya lengkap di sana.”

Syifa mengangguk. “Sekarang.”

Perpustakaan lama terletak di sayap kampus yang jarang dilewati—gedung sunyi dengan rak-rak tinggi dan lampu kekuningan. Saat Syifa masuk, bau buku tua menyambutnya.

Dan di sanalah Kayden.

Duduk di meja pojok, laptop terbuka, tumpukan buku referensi di sampingnya.

Syifa berhenti mendadak. “Kamu ngapain di sini?”

Kayden menoleh, tampak sedikit terkejut. “Aku lagi nyari jurnal.”

“Untuk?”

“Topik yang kamu kerjakan.” Ia menutup laptop setengah. “Aku dengar dosen kamu majuin presentasi.”

Syifa mendengus. “Kamu nyimak banget hidup aku.”

“Aku cuma denger.”

Syifa ragu. “Aku nggak minta bantuan.”

“Aku tahu.” Kayden mendorong satu buku ke arahnya. “Makanya aku nggak nawarin. Aku cuma nyiapin.”

Syifa menatap buku itu. Referensi yang tepat. Sangat tepat.

Temannya berbisik, “Syifa, ini yang kita cari.”

Mereka duduk terpisah satu meja kosong. Kayden tidak mendekat, tidak mengintip layar mereka. Ia bekerja sendiri, sesekali menyelipkan kertas catatan berisi poin penting tanpa komentar.

Dua jam berlalu.

Presentasi berjalan lancar. Kelompok Syifa lolos tanpa kritik berarti. Saat mereka keluar kelas, temannya berbisik penuh semangat.

“Sekarang Kayden effort banget sama kamu ya Fa, kamu pasti senang karna cintanya udah di balas”

Syifa tidak menjawab.

Di lorong sepi, Syifa menghentikan langkah. “Kayden.”

Ia menoleh. “Iya?”

“Kamu nggak harus ngelakuin itu tau.. pendekatan macam apa ini?"

Kayden menunduk sedikit. “Aku tahu. Aku cuma mau memastikan kamu nggak kerepotan.”

“Masalahnya,” suara Syifa lebih pelan, “kamu yang aku repot tau?!.”

Kayden mengangkat pandangannya. “Aku minta maaf kalau begitu.”

“Bukan minta maaf yang aku mau.”

“Lalu apa?”

Syifa terdiam. Ia sendiri tidak tahu jawabannya.

Di depan gerbang kampus, Wenda berdiri bersama beberapa mahasiswa lain. Tatapannya bertemu dengan Syifa—singkat, tajam, penuh penilaian.

Kayden refleks berdiri sedikit lebih dekat ke Syifa. Tidak menyentuh. Hanya.. ada.

Syifa menyadarinya dan langsung menjauh, baginya ini sangat berbahaya, dia sudah di incar oleh Keyden secara terang-terangan dan sekarang Wenda juga memperhatikannya dari jauh.

Tinggal tunggu saja Hansen, pasti dia juga memiliki rencana lain.

“Besok,” kata Syifa pelan, “jangan muncul tiba-tiba.”

Kayden mengangguk. “Yasudah, hubungi aku kapanpun kamu butuh aku.”

Syifa menatap punggung Kayden yang menjauh di antara kerumunan mahasiswa.

Ada rasa lega, tapi juga sesuatu yang tidak nyaman, seperti udara sebelum hujan turun.

Ia menghela napas dan melangkah keluar gerbang kampus lebih dulu. Langkahnya dipercepat, ingin segera sampai di rumah dan mengakhiri hari yang terasa terlalu penuh.

Namun baru beberapa meter berjalan, ponselnya bergetar.

Nomor tak dikenal.

Syifa berhenti. Jarinya ragu sesaat sebelum mengangkat.

“Halo?”

"Halo.. Apa ini dengan Syifa? Aku Hansen yang kemarin bantuin kalian"

'Nah kan.. masuk juga nih cowok gila'

Meski kesal karna dugaan Syifa terjadi sangat cepat dari yang dia harapkan namun Syifa dengan tenang menjawab, "Ya.. aku masih ingat.. ada apa ya?"

"Besok kamu ada waktu? Aku mau minta tolong sesuatu"

'Huh.. kayaknya besok aku harus bawa pisau kecil buat jaga-jaga'

1
Suhana Sulaiman
dh tau alur yg tetap tapi masih bodoh ya mati 2 kali.
Atoen Bumz Bums
perasaan di cerita lain kok enak bener ngempaskan koruptor di perusahaan sendiri
beda cerita kalau di negara Konoha pasti kayak gini melipat-lipat taruhannya nyawa🤭
Atoen Bumz Bums
mc-nya mengecewakan
pengen jadi kaya tapi sifatnya sifat miskin
Atoen Bumz Bums
masa nggak sadar sih ada yang aneh
Atoen Bumz Bums
kok jijik ya bodoh dari tadi nggak ngomong-ngomong diem aja di sudutkan
Hibatul Wafiroh
lama lama alurnya membosankan kan
Hibatul Wafiroh
huuh aku kira keren sifa tuh...gak taunya lelet ngomngnya ga tegas
Pipit Ayu
masa ga ada pembelaan diri sedikitpun? kebangetan bgt nyiptain karakternya
ea
aneh jln ceritanya, ada org baru kenal minta tolong ngebujuk soal bisnis , eh dia mau bkn nya langsung nolak
ongkoh takut, tp diladenin trs, dibantuin jg /Sweat//Speechless/
ea
setengah 7? td aja c'kayden jemput kan jam 6.55 trus syfa jg sarapan dl sblm brngkt ma kayden?? authornya linglung or gmn nih? bnyk yg ngaco atau ga fokus jln ceritanya kdg ga nyambung
ArlettaByanca
Syifa lancarin aja lah Wenda n Kayden....
embun senja
mertua gue juga kerja disawah,tapi pas udah pulang langsung mandi dia dandan lohhhh,dengan gincu kebanggaannya dan selalu dipamerin... gintu elisabet katanya yg merah merona kek abis makan cabe sekilo🤣🤣🤣
ina
🤭🤭🤭
saputri
cerita sampah g jls
Retno Palupi
ini Zayn ada d cafe apa d rumah kok jd bingung aq
Retno Palupi
zayn itu suka Sifa dari dulu ya
Nadia Ulfani
karakter syifa ada bodoh’ nya yah
Latifah nurraini tijani
menye² banget ni fl bacanya juga monoton malah kesel, buat author juga baca lagi deh dari eps awal banyak kata typo juga, sorry buat baca juga aku berhenti alurnya kek gimana gitu
Shen
halo, kak! pembaca baru. ironisnya namanya sama sama aku. aku juga Syifa 🤣
Jumaidah Nasution
iya, syifa jiwa baru kok terlalu lembek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!