NovelToon NovelToon
Zandra Van Houten ( Cahaya Untuk Zayd )

Zandra Van Houten ( Cahaya Untuk Zayd )

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Cerita tentang dua keluarga hebat, bersatu melalui penerus mereka. Yang mana Zayd, dari keluarga Van Houten. Dan si cantik Cahaya, dari keluarga Zandra...

Ingin tau kisahnya?? Cuss... otewe keun guys🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Sarah

Ini merupakan pengalaman pertama untuk Cahaya, melihat masa lalu arwah. Meski ia bisa melihat masa depan naas seseorang, tapi berbeda dengan ini. Karena yang di lihat olehnya, tak bisa ia ubah.

'Maafkan aku sudah memperlihatkan mu, cara tragis kematianku.' arwah itu sudah merubah panggilan lu gue, menjadi aku kamu.

"Apa alasanmu memperlihatkan putriku hal itu?" tanya Sigmund, yang masih memeluk putrinya

DEG

'A-anda..

"Ya, aku bisa melihatmu juga." potong Sigmund, membuat Zayd kebingungan. Karena hanya dia, yang tak bisa melihat sosok itu.

'Aku ingin meminta tolong, untuk makam kan jenazahku dengan layak. Dan.. Carikan keadilan atas kematianku' jawab Sarah

"B-bukankah kamu sudah membalasnya langsung? Bahkan kini, dia sudah masuk rumah sakit bukan?" tanya Cahaya sesenggukan

'Aku tidak membuatnya mati, hanya membuatnya cacat. Aku ingin dia tetap mendapatkan hukuman, dengan melaporkannya ke pihak berwajib. Dan.... tolong beritahu keluargaku, juga suamiku.' jawab nya, dengan tatapan sendu

Cahaya melerai pelukannya, saat ia sadar bila wajah tunangannya sudah seperti habis minum cuka satu drum. EAAAAAA

"Aku akan membantumu, meski ia cacat. Tetapi ia tetap harus mendapatkan hukuman yang setimpal, apa kamu tau rumah pria yang bernama Galih?" Zayd langsung menatap tajam Cahaya, ia melipat bibirnya ke dalam

'Bisa-bisa nya Cahaya menyebutkan nama lelaki lain, siapa Galih?' ucap Zayd dalam hati

"Kita ke sana" ucap Cahaya, saat melihat Sarah mengangguk. Cahaya mendekat Zayd, ia menggenggam tangan Zayd

"Jangan marah, nanti akan Cahaya ceritakan. Hmm?" ucap Cahaya lembut, tanpa ia sadari. Sudah membuat ayahnya cemburu, ck... Cahaya Cahaya...

"Ehem" Cahaya melepas genggamannya, membuat Zayd merasa kesal. Ia melihat tangannya, yang kini telah kosong.

"Kalian bisa menyelesaikannya? Butuh bantuan ayah?" tanya Sigmund, ia sadar berada di antara dua orang bucin.

"Bisa ayah, ayah sebaiknya pulang. Ibu pasti mencari ayah, jangan bilang sama ibu kalo Cahaya pingsan." Sigmund mengangguk, ia menatap sini Zayd, Zayd hanya tersenyum.

"Kalau begitu ayah pulang, kalian hati-hati." Cahaya dan Zayd mengangguk, tak lupa mereka mencium punggung tangan Sigmund

"Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikum salam"

Sarah yang melihat pemandangan di depannya, merasa iri dan juga lucu. Iri karena ia sudah tak bisa, merasakan bercanda dengan orang-orang terkasihnya. Lucu, karena melihat kecemburuan dua pria beda usia tersebut.

.

.

"Jadi kita sekarang mau gimana dulu?" tanya Ezra, setelah Cahaya selesai menceritakan apa yang dia lihat.

"Kita ke rumah pria yang bernama Galih, dia adalah saksi dan juga sempat membantu membawa Sarah." jawab Cahaya, yang tangannya di genggam oleh Zayd. Zayd kesal, karena tadi genggamannya terlepas.

'BUCIN' ucap ketiga sahabat Cahaya

"Kita akan bernegosiasi dengannya, berharap mau memberikan kesaksian untuk Sarah. Meski ia pun sepertinya harus di tahan, karena sudah membantu pelaku. Tapi bila dia mengaku, hukumannya pasti akan lebih ringan. Kita bisa gunakan ibunya, bukan aku memanfaatkan kelemahan orang lain. Hanya saja, Sarah juga membutuhkan keadilan. Aku akan menjamin, keselamatan dan juga pengobatan ibunya." lanjut Cahaya, keempatnya setuju

"Bang, bisa minta tolong. Untuk mengambil jenazah dari kampus?" Zayd mengangguk, ia pun menghubungi pihak-pihak yang bertanggung jawab.

"Dimana alamat jenazah? Biar di antar langsung ke rumahnya." tanya Zayd, Cahaya menanyakannya pada Sarah

Setelah mendapatkan jawaban, Zayd melanjutkan percakapannya.

"Sudah" ucap Zayd

"Sebaiknya kita ke rumah Sarah dulu, beritahukan semuanya pada pihak keluarga." saran Zayd, Cahaya mengangguk

Mereka pun bangun dari duduknya, melangkahkan kaki ke kendaraan masing-masing.

.

.

"J-Jadi maksud kalian, putri kami... Sarah.. sudah tiada?" tanya seorang wanita paruh baya, yang ternyata ibunya Sarah

"Iya tante" jawab Cahaya lirih

"Nggak, Nggak mungkin... sudah berhari-hari kami mencarinya, kami belum menemukan jasadnya. Itu artinya, putriku Sarah masih hidup. Iya kan ayah?" ucap wanita tersebut, meminta agar suaminya meyakinkan ucapannya

Belum suaminya bicara, terdengar suara ambulance dari luar. Serentak semua orang bangun, termasuk dengan Rohman suami Sarah. Meski tubuhnya terasa lemas, setelah mendengar berita kematian sang istri. Ia meyakini dirinya, bila semua itu tidaklah benar.

Semua orang berdiri, di depan pintu. Orang tua Sarah paling depan, di samping ibu Sarah ada Rohman.

Petugas ambulance, mengeluarkan keranda. Yang mana isinya adalah... Sarah.

Ibunya Sarah mundur satu langkah, genggaman tangannya pada sang suami terlepas.

"Tidak... itu... ga mungkin... NGGAAAAK... ITU BUKAN SARAH, ITU BUKAN PUTRIKU" teriak ibunya Sarah histeris, Sarah hanya bisa menangis, menyaksikan tiga orang yang ia cintai terpuruk.

Tubuh Ibunya Sarah jatuh terduduk, ia menutup wajahnya. Sang Ayah dan Rohman, mereka menghampiri petugas. Untuk memastikan jasad, setelah melihatnya. Ternyata benar, bila itu adalah Sarah. Karena mereka melihat tanda lahir, di belakang telinga Sarah yang berbentuk bulan sabit.

"YA ALLAH SARAAAHHH" teriak ayahnya tak percaya, ia memeluk putrinya yang sudah kaku. Rohman hampir saja limbung, seandainya tak di tahan orlah tetangga.

"Sabar Man, sabar" ucap tetangganya, Rohman pun menangis tergugu. Mereka baru menikah 4 bulan, tapi ia harus di tinggalkan istrinya. Dengan cara tragis seperti ini, seluruh wajahnya di tutup perban. Namun luka di tubuhnya, tak bisa di tutupi.

Tangisan pilu seluruh keluarga pecah, membuat semua orang yang ada di sana. Ikut menangis, begitu juga dengan Ansika. Ia menangis di pelukan sang kekasih, Grisha menatap datar melihatnya.

"Nasib... nasib..." gumam nya pelan

Zayd memeluk Cahaya, ia menepuk pelan punggung tunangannya.

.

Jenazah sudah di mandikan dengan layak, kini sedang persiapan hendak di sholati. Ibunya Sarah duduk lemas, dengan menyandarkan kepalanya pada sang suami. Tatapannya kosong, ke arah jenazah. Dengan air mata, yang masih belum berhenti mengalir. Sang ayah dan sang suami dari Sarah, bisa mengendalikan diri. Keduanya tengah membacakan Yassin, di dekat jenazah.

Setelah shalat jenazah, jenazah Sarah di makam kan. Ibunya berkali-kali pingsan, bahkan saat jenazah akan di turunkan ke liang kubur. Ibunya Sarah kembali berteriak histeris, ia belum bisa menerima kepergian Sarah. Setelah berhari-hari hilang, saat sudah di temukan. Putrinya hanya tinggal nama, juga jenazah yang terbujur kaku.

.

"Bagaimana tante, om?" tanya Cahaya

"Dokter baru memberikannya obat penenang, sekarang dia sedang tidur." jawab ayahnya Sarah, Cahaya mengangguk

"Maaf bila om menahan kalian di sini, masih banyak yang ingin om tanyakan." Cahaya dan yang lainnya mengangguk

"Bagaimana kalian bisa menemukan jenazah putri om? Dan apakah pelaku sudah di temukan?" Cahaya menatap Zayd, Zayd yang paham pun mengangguk

"Mungkin om tidak akan percaya, namun semua ini nyata. Tunangan saya, bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sarah." ucap Zayd, seraya menoleh menatap Cahaya

Meski sebenarnya, hal itu baru untuk Cahaya. Tapi ya sudahlah...

DEG

"K-kamu... kamu bertemu dengan Sarah?" Cahaya mengangguk

Giliran Ansika dan Grisha, menceritakan apa yang di ceritakan Cahaya tentang Sarah. Ekspresi wajah ayah dan suami Sarah berubah-ubah, terakhir wajah mereka terlihat sangat marah.

"DIMANA BAJINGAN ITU?"

...****************...

Jangan lupa masukin ke favorit, like, komen, gift sama vote nya yaaaa ❤️❤️❤️❤️

1
Adi Ningsih
bagus banget
ule_keke (IG: ule_keke26): terima kasih kak🙏
total 1 replies
Salma Suku
Hadir lagi thor
Cia Sanu
luar biasa
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️
total 1 replies
irena
luar biasa ceritanya thor.. seperti novel novel yg lain yg sudah saya baca thor.. semua bagus bagus ceritamu thor..
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️
total 1 replies
Ayuk Witanto
ih gemes deh
Ayuk Witanto
wah enaknya
Yati Jenal
bagus bgt gk da lanjutan nya gitu thor
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak🙏
belum kepikiran😅
total 1 replies
Yati Jenal
trs si pembunuhnya gk di apa apain gitueya
Yati Jenal
🤣🤣🤣 nyai atuh klo buya tau bakal di skor angkat kaki pegang telinga loh 😂😂😂
Yati Jenal
wah nyai pun ternyata jagoan jga 🤣🤣🤣
Yati Jenal
biar ja di ambil jantung nya si Florentina ngeyel di kasih tau benci gue
Yati Jenal
emang ini satu keluarga ajib gk tua gk muda bikin kaku pelut 🤣🤣🤣
Yati Jenal
palelan itu pangeran ya mbul 🤣🤣🤣 jdi ngakak deh
Yati Jenal
ahirnya ketemu jga ma novel ini awal bca keluarga Van Houten lama2 inget jga asik ini anak zara udah gede aja
Sopi Yani
sangat luar biasa
ule_keke (IG: ule_keke26): Makasih kak❤️❤️❤️
total 1 replies
Wiwin Winarti
pasangan terkocak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wiwin Winarti
selalu mengikuti author,swmangat terus kak,biar bisa mengeluarkan cerita2 baru lagi🥰🥰🥰🥰
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak Wiwin❤️
total 1 replies
Tyah Misnifah
👍👍👍
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️
total 1 replies
Yanuaretnaning Sekar Laras Laras
ih.. sama kayak aku, umur 7tahun kelas 3 SD, bedanya bukan karna jenius... tapi emang kecepatan sekolah🤭🤭
Siti Musyarofah
aku pengen banyak duit biar bisa kayak cahaya😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!