NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lima ratus tahun yang lalu, Lin Chen adalah Kaisar Pedang Ilahi yang berdiri di puncak Alam Dewa. Namun, saat ia mencoba menembus batas tertinggi kultivasi, ia dikhianati oleh tunangannya, Dewi Teratai Salju, dan saudara seperjuangannya, Kaisar Naga Hitam. Tubuhnya hancur, dan jiwanya tercerai-berai.
​Kini, lima ratus tahun kemudian, jiwa Lin Chen terbangun di Benua Langit Biru, di dalam tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama. Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Terbesar" di Kota Daun Musim Gugur karena meridiannya cacat sejak lahir. Namun, mereka tidak tahu bahwa di dalam lautan jiwanya, Lin Chen membawa Sutra Pedang Kehampaan, sebuah teknik kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap energi alam semesta.
​Dimulailah perjalanan Lin Chen untuk merangkai kembali takdirnya, menginjak jenius arogan, menaklukkan naga suci, dan kembali ke Alam Dewa untuk menuntut darah para pengkhianatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Gravitasi Kematian

​Raungan sang Tetua Akademi masih menggema di lembah, namun ribuan peserta tidak menunggu lebih lama lagi. Bagaikan lautan manusia yang kelaparan, mereka berhamburan maju, berebut untuk menjadi yang pertama menginjakkan kaki di atas Jembatan Penilaian.

​"Minggir! Tempat Murid Inti itu milikku!"

"Siapa yang menghalangiku akan kubunuh!"

​Bruk! Bruk! Bruk!

​Namun, euforia itu hanya bertahan selama beberapa detik. Tepat ketika barisan pertama melangkah melewati batas sepuluh meter di atas jembatan batu kelabu tersebut, puluhan pemuda tiba-tiba jatuh berlutut. Wajah mereka seketika pucat pasi, memuntahkan darah segar.

​KRAK!

​Beberapa dari mereka yang memiliki fisik lemah langsung terdengar suara tulang rusuknya retak. Mereka terkapar di lantai jembatan, tak mampu mengangkat bahkan satu jari pun, seolah-olah ada bongkahan batu raksasa yang tak kasat mata menimpa punggung mereka.

​"Gravitasinya... ini gila! Baru sepuluh meter dan tekanannya sudah dua kali lipat dari tarikan bumi!" teriak salah satu peserta yang merangkak mundur dengan susah payah, menyerah sebelum ujian benar-benar dimulai.

​Melihat pemandangan mengerikan itu, kecepatan kerumunan seketika melambat. Arogansi para jenius muda ibu kota langsung menyusut. Ujian Akademi Bintang Jatuh tidak pernah sekadar formalitas; ini adalah seleksi alam yang brutal.

​Di tengah kekacauan dan erangan kesakitan itu, sesosok pemuda berjubah hitam berjalan dengan ritme yang sangat santai, seolah-olah ia sedang menikmati tamasya di taman bunga.

​Lin Chen melangkah melewati para peserta yang merangkak dan mengerang di lantai. Topi bambunya telah ia lepas, membiarkan rambut hitamnya terurai bebas tertiup angin lembah. Pedang Berat Penelan Bintang di punggungnya, yang pada dasarnya sudah memiliki berat 500 kilogram, kini terasa semakin berat seiring bertambahnya gravitasi.

​Namun, alih-alih merasa terbebani, seulas senyum puas justru terukir di wajah Lin Chen.

​"Bagus... Tekanan gravitasi dari formasi purba ini bekerja seperti palu raksasa yang memukul tubuhku dari segala arah. Sisa khasiat dari Darah Kera Iblis dan Teratai Tulang Putih yang bersembunyi di kedalaman sumsum tulangku kini dipaksa menyatu sepenuhnya dengan sel-selku."

​Bagi orang lain, jembatan ini adalah neraka. Bagi mantan Kaisar Pedang ini, tempat ini adalah tungku penempaan surgawi gratis yang disediakan oleh akademi!

​Tiga ratus meter pertama terlewati. Gravitasi kini telah mencapai empat kali lipat. Dari ribuan peserta, hanya tersisa kurang dari separuh yang masih sanggup berdiri. Sebagian besar berjalan terbungkuk-bungkuk, menguras energi spiritual mereka hanya untuk menahan beban.

​"Tikus Desa! Jangan pikir kau bisa lari dariku!"

​Sebuah raungan buas membelah deru angin di atas jembatan.

​Lin Chen tidak mempercepat langkahnya, ia hanya menoleh ke belakang dengan tenang. Di sana, Chu Kuangren melangkah lebar-lebar layaknya beruang yang sedang mengamuk. Fisik Chu Kuangren yang sangat besar memberinya keuntungan di tahap awal jembatan ini. Ia memegang dua palu godam raksasa di tangannya, matanya merah menyala menatap punggung Lin Chen.

​Para peserta di sekitar Chu Kuangren buru-buru menyingkir, tak ingin terjebak dalam amarah si Orang Gila Chu.

​"Lin Chen, Keluarga Chu kami tidak akan pernah membiarkan orang yang telah melukai anggota kami hidup lebih lama dari matahari terbenam!" Chu Kuangren melompat ke udara, mengabaikan tarikan gravitasi empat kali lipat. Qi dari Ranah Kondensasi Qi Tingkat 8 Puncak meledak, menyelimuti palunya dengan pendar cahaya merah darah.

​"Palu Pembantai Gunung!"

​Dua palu raksasa itu diayunkan lurus ke arah kepala Lin Chen, membawa kekuatan yang cukup untuk menghancurkan sebuah bukit kecil. Angin yang dihasilkan oleh ayunan palu itu bahkan membuat beberapa peserta di dekatnya terlempar ke pinggir jembatan.

​Di ujung jembatan yang lebih jauh, dua sosok jenius ibu kota berhenti melangkah untuk menonton. Mereka adalah Pangeran Xiao Tian yang berpakaian emas, dan Mu Hongling, sang Iblis Merah yang mengenakan gaun sutra api.

​"Orang gila itu langsung menggunakan kekuatan penuhnya," gumam Mu Hongling sambil memainkan sejumput api di ujung jarinya. "Sayang sekali, pemuda berbaju hitam itu cukup tampan. Dia pasti akan berubah menjadi daging cincang."

​Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat api di jari Mu Hongling padam seketika.

​Di bawah bayang-bayang kematian dua palu godam raksasa itu, Lin Chen bahkan tidak mencabut pedangnya. Ia hanya memutar tubuhnya, menapakkan kaki kanannya kuat-kuat ke lantai jembatan hingga meninggalkan jejak retakan, lalu melontarkan satu pukulan lurus ke atas.

​Ia tidak menggunakan teknik bela diri. Ia hanya melepaskan tenaga fisik murni dari tubuhnya yang telah disempurnakan oleh Cairan Penempa Tubuh ekstrem.

​DUAAAARRR!

​Tinju Lin Chen, yang terlihat kecil dan pucat dibandingkan palu raksasa itu, beradu langsung dengan kepala palu baja milik Chu Kuangren.

​Suara ledakan logam yang memekakkan telinga bergema melintasi jurang. Gelombang kejut menyapu kabut di sekitar mereka hingga bersih.

​"A-Apa?!"

​Mata Chu Kuangren nyaris melompat keluar dari rongganya. Palu baja tingkat spiritual yang ia banggakan tidak hanya gagal menghancurkan kepalan tangan Lin Chen, melainkan tertahan sepenuhnya di udara seolah menabrak dinding dewa yang tak tertembus.

​Sesaat kemudian, retakan halus muncul di permukaan palu tersebut.

​KRAK... PRANGGG!

​Dalam pandangan ngeri ribuan pasang mata, kedua palu godam raksasa itu meledak menjadi ribuan serpihan besi yang berhamburan ke segala arah!

​Kekuatan hantaman dari tinju Lin Chen tidak berhenti di situ. Energi kinetik yang tak terbendung itu menjalar menaiki gagang palu, langsung menghantam kedua lengan Chu Kuangren.

​"AAAAAARRGGGHH!"

​Chu Kuangren menjerit histeris. Tulang di kedua lengannya hancur berkeping-keping di bawah kulitnya, mengubah tangannya menjadi seperti untaian tali yang basah. Tubuh raksasanya terlempar ke belakang, memuntahkan darah segar yang membentuk busur merah di udara, sebelum akhirnya menabrak pagar batu jembatan dengan keras.

​Keheningan mutlak menyelimuti Jembatan Penilaian. Bahkan suara angin seolah berhenti bertiup.

​Chu Kuangren, jenius tingkat 8 puncak yang ditakuti karena fisiknya yang setara monster... lengannya dihancurkan hanya dengan satu pukulan tangan kosong oleh seorang pemuda Tingkat 7!

​Pangeran Xiao Tian menyipitkan matanya tajam, cengkeramannya pada kipas gioknya mengerat. "Fisik macam apa itu... Bahkan monster spiritual pelindung kerajaan tidak memiliki tubuh sekeras itu."

​Lin Chen menarik kembali tinjunya, merapikan debu imajiner di lengan jubahnya, dan melangkah perlahan mendekati Chu Kuangren yang merosot tak berdaya di tepi jembatan.

​Chu Kuangren menatap Lin Chen dengan mata yang kini dipenuhi oleh teror murni. Kesombongan dan amarahnya telah menguap tak berbekas, digantikan oleh ketakutan akan dewa kematian yang sedang berjalan ke arahnya.

​"K-Kau... Jangan bunuh aku..." Chu Kuangren gemetar hebat, memuntahkan darah setiap kali ia berbicara. "Aku adalah penerus Keluarga Chu... J-Jika kau membunuhku, kakekku akan..."

​"Kakekmu?" Lin Chen menghentikan langkahnya tepat di depan pria raksasa itu. Ia memiringkan kepalanya sedikit, menatap dengan belas kasihan yang sangat dingin. "Jika kakekmu berani datang, aku akan mengirimnya untuk menemanimu di neraka. Kalian bisa menangis bersama di sana."

​Lin Chen mengangkat kakinya dan menendang dada Chu Kuangren dengan santai.

​Gerakan itu terlihat ringan, namun bagi Chu Kuangren, itu adalah akhir dari segalanya. Tubuhnya terdorong melewati pagar batu jembatan yang rendah.

​"TIDAAAAAK!"

​Jeritan Chu Kuangren menggema panjang saat tubuh besarnya jatuh ke dalam jurang kabut tak berdasar di bawah Jembatan Penilaian, menghilang selamanya ditelan kegelapan.

​Tidak ada satu pun peserta yang berani bernapas terlalu keras. Membunuh sesama jenius di atas ujian terbuka, dan melakukannya dengan cara yang begitu merendahkan!

​Lin Chen berbalik, pandangannya menyapu sisa peserta yang menatapnya dengan gemetar. Tatapannya kemudian berhenti sejenak pada Xiao Tian dan Mu Hongling di kejauhan. Sebuah senyum tipis penuh provokasi terukir di wajahnya, sebelum ia kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri jembatan.

1
Eddy S
kecewa cerita tanpa kelanjutan episode nya
Anonim: sabar lah bos ya kali langsung tamat
total 1 replies
Eddy S
pasti cerita ga ada kelanjutan nya 🤣🤣🤣cape deh
Albiner Simaremare
lanjut thor
Zero_two
👍👍👍👍
Zero_two
Dewi teratai udah terpesona sama 'kekuatan' terpendam si naga hitam kayaknya/Doge//Doge//Doge//Blush/
Romansah Langgu
Mantap thor,,, bar bar..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!