Berawal dari sebuah desa, Seorang ibu telah membuat perjanjian dengan wanita iblis.
Dia meminta kekayaan untuk dirinya yang sudah lelah dihina oleh semua orang yang memandangnya dengan sebelah mata.
Anaknya yang ternyata memiliki rahasiapun sedang diambang kematian.
Dia adalah Sumitri yang membuat perjanjian dengan wanita iblis harus membayarnya dengan tumbal darah perawan di setiap malam bulan purnama.
Sumitri menyanggupinya dan tumbal demi tumbal telah ia berikan pada wanita iblis itu, Sampai di suatu hari wanita iblis itu meminta pada sumitri untuk menumbalkan anaknya.
Lalu bagaimanakah kelanjutan nasib anaknya?? Dan rahasia apa yang dimiliki oleh anaknya??
Cerita ini hanyalah fiktif belaka.
semoga dapat menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERASAAN YANG TAK BISA DIPAKSAKAN.
Dita kembali membuka pintu pagarnya dan mengatakan pada Leo kalau Ayu sedang berada di rumah sakit.
Leo dan Dita pergi bersama menggunakan motor Dita.
"Dit, gue nggak ada niat buat nyakitin Ayu,"
"Nanti jelasin aja sama Ayu, dan lo harus inget gue nggak suka cara lo, sekarang fokus aja nyetir motornya buruan!" ucap Dita.
Leo mendengus sebal karena Dita sangat sulit di ajak berbicara.
Leo sudah menyukai Dita sejak pertama kali melihatnya, Leo terus menyukai Dita walaupun Dita tak pernah melihatnya bahkan perasaan itu semakin hari semakin dalam hingga akhirnya Leo sudah tidak bisa menahan rasa itu lagi.
Leo berusaha mendekati Dita dan menyatakan perasaannya. Dita menolak karena Dita tahu betul kalau Ayu menyukai Leo, Dita tidak ingin melukai perasaan Ayu.
Leo fikir dengan mendekati Ayu dan mencoba meminta restu dari Ayu akan membuat hubungannya dengan Dita akan berjalan lancar. Namun sayangnya semua berbalik dari harapan Leo.
Sudah sampai di rumah sakit yang dituju keduanya turun dari motor, "Gue nggak yakin kita masuk berdua," ucap Dita pada Leo.
"Ck, lo bisa nggak sih mikirin perasaan sendiri aja,"
"Nggak bisa, Ayu teman gue jadi gue harus jaga perasaannya," ucap Dita dengan melepaskan helmnya.
"Lagian kan lo nggak nanya gimana perasaan gue buat lo," ucap Dita dalam hati.
Dita berjalan mendahului Leo yang masih berdiri mematung di motornya, Leo melihat Dita yang sibuk mengibaskan pundaknya lalu Leo berlari mengejar Dita dan merangkul Dita.
Dita lebih memilih di rangkul oleh Leo dari pada harus di rangkul hantu Fira.
Fira pergi menghilang setelah Leo merangkul Dita kemudian Dita melepaskan rangkulan Leo dari pundaknya.
"Hufftt," dengus Leo.
__________
Di kamar Ayu, Dinda sedang menyuapi Ayu, Ayu masih terlihat pucat. Beruntung Ayu selamat dari insiden itu, "Mas Abi dimana Din?"
"Mas Abi sedang membantu Wendy mengurus pemakaman Sarah,"
"Dari awal udah ngeri gue sama tuh cewe,"
"Udah, jangan gibahin orang yang udah nggak ada, dosa,"
"Ck," decak Ayu.
Ayu masih ingat betul saat dirinya sedang menggeliat diatas ranjang dan melihat bayangan seseorang sedang mengayunkan tangannya yang memegang pisau, Ayu berbalik badan dan berteriak lalu, "Jleebb," Sarah menusuk Ayu.
"A..ayu," ucap Sarah dengan menarik pisau kemudian melepaskan pisau yang berada di tangannya.
Bayangan itu tak mau pergi dari ingatan Ayu.
....
"Assalamualaikum," ucap Dita yang sudah sampai di pintu kamar Ayu, "Dita," ucap Ayu dengan seulas senyum, namun senyum itu harus hilang setelah melihat Leo yang mengekori Dita.
Dinda merasa tidak enak harus berada di situasi seperti ini dan Dinda bersyukur saat ponselnya berdering, tetangga Dinda yang menelepon.
"Hallo,"
"......."
"Baiklah, Terimakasih saya akan segera pulang," ucap Dinda.
Dinda memberikan mangkuk bubur yang berada di tangannya pada Dita, Dita memberikan mangkuk itu pada Leo sedangkan Ayu terus melihat dimana mangkuk itu terus berpindah, Ayu masih lapar.
"Ayu, aku harus pulang dulu ya nanti balik lagi,"
"Gue ikut, Din," ucap Dita mengejar Dinda,
Sedangkan Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ayu dan Leo sama-sama merasa canggung.
Dinda dan Dita sudah sampai di parkiran dan keduanya bertemu dengan Yuda.
Dinda menyapa Yuda ramah sedangkan Dita biasa saja, Dita sebal melihat Yuda, sebenarnya Dita sebal lagi melihat tuyul-tuyul Yuda yang berada di bawah kakinya.
Tuyul itu mendekat pada Dita membuat Dita merasa geli dan meminta Dinda untuk cepat menaiki motor Dita. Dita melajukan motornya meninggalkan parkiran.
________
Di kamar rawat Monic, Yuda datang dengan membawa aneka makanan yang menyehatkan untuk Monic.
Namun sayangnya tuyul-tuyul itu tidak rela apabila sang majikan harus memakan makanan yang enak, tuyul tuyul itu mengambil sari makanan terlebih dulu sehingga akan terasa hambar oleh Monic.
"Pih, nggak mau semua nggak enak, mamih mau pulang aja pih," rengek Monic dengan mendorong buah-buahan yang sudah di siapkan oleh Yuda.
Yuda belum berani membawa Monic pulang kerumah karena Salimah belum juga ditemukan, Yuda yakin Monic akan marah besar apabila mengetahuinya.
Belum lagi soal Yuda yang menabrak seseorang hingga tewas.
____________
Dinda sudah sampai di halaman rumahnya yang sederhana, Dinda langsung membuka pintu rumahnya dan, "Blaaakkk," wajah Dinda terkena pujulan pantan panci.
"Aaaaaaa," teriak Salimah setelah memukul Dinda.
"Heh, siapa lo ngapain di rumah Dinda, pergi nggak lo," bentak Dita yang menangkap Dinda saat Dinda terhuyung.
Salimah meminta maaf dan memohon untuk tidak diusir. Salimah takut kalau akan tertangkap lagi oleh Yuda.
Mendengar nama Yuda saja membuat Dita sebal, "Duuuhh, pusing," lirih Dinda dengan memijit kepalanya.
Dita membawa Dinda masuk kedalam dan duduk di sofa.
Dinda memanggil Salimah untuk duduk bersama, Dinda mendapat telepon yang mengatakan kalau di rumahnya seperti ada orang tetapi setahu tetangganya itu Dinda sedang tidak berada dirumah.
Salimah mulai bercerita tentang pekerjaan Yuda yang memelihara tuyul, "Hah, tuyul?" ucap Dinda.
"Iya tuyul, Yuda hanya menggunakan kami hanya untuk kedoknya saja," tutur Salimah.
"Pantesan uang di laci sering ilang, ternyata perbuatan tuyul," batin Dinda.
"Kamu Dit kok nggak bilang sih," ucap Dinda menyalahkan.
Dita yang tidak mau di salahkan pun mengatakan kalau dirinya pernah mengingatkan Dinda.
Salimah meminta tolong pada Dinda dan Dita untuk membebaskan para lansia di panti jomponya.
Dita mengatakan tidak ada urusan, "Saya juga sudah tidak urusan disana, tapi saya kasihan sama mereka yang masih disana," ucap Salimah.
Dinda merasa kasihan dan mengatakan akan membantu.
Salimah senang mendengar jawaban Dinda.
____________
Leo sedang menyuapi Ayu, awalnya Ayu menolak dan meminta Leo untuk pergi tetapi Leo menolak.
Leo juga meminta maaf pada Ayu, "Tidak ada yang perlu dimaafkan, perasaan nggak bisa di paksa," jawab Ayu, walau perih Ayu tetap mencoba tersenyum dengan tangan yang mengusap air mata di pelupuk matanya.
______________
Mirna sedang duduk di kursi bersama Isabella, Mirna merasa heran dirinya bisa bertemu kembali dengan Isabella.
Mirna berfikir kalau dirinya sudah meninggal dan menyusul Isabella.
Isabella mengusap punggung tangan Mirna, "Mir, aku meminta maaf telah membuat hidupmu berantakan dan menjadi pribadi yang pendendam, kamu juga tau kan Mir bagaimana rasanya kehilangan anak, aku mohon biarkan Dinda hidup. Hidupnya sudah menderita setelah dirinya terpisah dari orang tua kandungnya." ucap Isabella.
Bukannya menjawab perkataan Isabella, Mirna berbalik tanya, "Apakah aku sudah mati?"
"Tidak, mungkin umurmu masih panjang, mintalah ampun dan mengakui kesalahanmu, pria itu tidak bersalah dan sekarang apa kau memikirkan penderitaan mereka?" tanya Isabella dengan menunjuk pada istri pria botak yang sudah dibunuhnya.
terlihat wanita itu sedang mengorek sampah dengan menggendong seorang anak perempuan yang ternyata lumpuh.
Mirna menangis melihat itu dan menyesal dirinya sudah berbuat terlalu jauh hingga mengorbankan orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan balas dendamnya.
tumbal lagi dan lagi... iblis2