BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
Sudah berapa menit Bianca tak datang membawa kayu yang diminta oleh Samudra. Keempat pemuda itu mulai mencari Bianca, tapi tak menemukan di mana Bianca berada.
"BIANCA!!" teriak Edgar di taman belakang sekolah yang biasanya Bianca duduk. Suaranya keras dan penuh kekhawatiran.
"Ed, Aksara dan Wilona ngak ada di kelas, Ed!!" teriak Kelvin dan Vellix menghampiri Samudra. Mereka semua terlihat khawatir dan tak tenang.
"Maaf, ini semua gara-gara gue," ujar Samudra merasa bersalah. Wajahnya terlihat sedih dan penyesalan.
"Udah, kemarin lebaran Idul Fitri aja Lo ngak mau minta maaf," ujar Vellix dengan wajah yang tak percaya.
"Ho'o ngak terima permintaan maaf dari Lo," ujar Kelvin dengan wajah yang jijik.
Edgar tak peduli dengan perdebatan mereka. Dia terus mencari Bianca dengan wajah yang khawatir dan mata yang tajam. Tiba-tiba,ia menoleh ke arah teman-temannya dengan tatapan yang sedingin es.
"Kenapa Lo pada diam? Bantuin gue!!" ujar Edgar
"Oke, kita cari Bianca," ujar Samudra dengan wajah yang serius.
"Tadi aja gue ngak cinta sama Bianca, Bianca cuman bahan pancingan, Lo lama-lama mirip Kelvin garang di luar lembek kalo sama cewek," gumam Vellix, ia mengira bahwa Edgar tidak mendengar apa yang dia katakan.
Tapi tiba-tiba, Edgar menatap wajah Vellix Dengan tajam. "Apa kata Lo?"
"Ka-kagak, bos, ini gue katain Kelvin kemarin dia lembek sama Varsya, sekarang aja garang bet," ujar Vellix dengan wajah yang ketakutan nyali nya langsung mengkiyut.
Vellix langsung pucat pasi, ia menoleh ke samping dengan tersenyum manis karena sekarang dia mendapatkan tatapan maut dari Kelvin.
Kelvin tak bisa menahan diri lagi, ia merangkul pundak Velix dengan kesal "Lo kalo mau gue banting bentar yah, sehabis gue temuin Bianca," desis Kelvin dengan wajah yang mengancam.
Sementara samudra pemuda itu tersenyum tipis melihat ke tiga temannya tetapi lebih mengarah ke Edgar, kayaknya temannya ini sudah bisa melupakan sepupunya
"lihat noh samudra noh"Sengol Velix "giy meleciy berseliy bingiyt semiy Binciy, kalo yang satunya lagi,giy cumiy jadiykin. diyi bihiny pencingin "Velix memonyongkan bibirnya
"EDGAR, SAMUDRA NIH SIH VELIX NIH NGEJELEKIN KELIAN BERDUA NIH!!"adu Kelvin dengan suara keras
"NG-NGAK JANGAN PERCAYA,"teriak Velix"fitnah lebih kejam dari pada pembunuh yah Lo Kel" ujar Kelvin
...----------------...
Bruk
"DIAM"bentak seorang gadis yang tak lain adalah Wilona gadis itu melempar Buku paket sehingga mengenai kepala Bianca
"SIALAN GILA LO!!"bentak Bianca merasa kepala sakit
Bianca ingin melawan tetapi tak bisa tangannya di ikat dengan tali ke belakang, mulut dan hidung Mancung Bianca mengalir darah segar karena Wilona dan Askara memukul nya habis habisan jika gadis itu memberontak
Bianca di sekap di sebuah gedung, gedung yang tak asing baginya,yah setelah Bianca ingat ingat ini di lantai 4 lantai di mana dulu ada siswa yang tewas tapi kelas yang mana Bianca tak tau
Askara pemuda itu melihat Bianca menatap tajam ke arah nya, mendekat menarik kerah baju Bianca "kenapa, hahahaha mau marah kerena gue bikin Lo begini,Lo cuman cewek murahan"
Cuih
Askara melotot kan matanya tak percaya, Bianca meludahi nya kemudian menatap nya dengan wajah yang merendahkan.
"gue murahan?,Lo lupa lo yang murahan ngejar ngejar gue cih,ngak tau malu hi rendahan"decih Bianca membuat emosi Askara seketika meledak
srekkk
Askara merobek seragam sekolah nya, Bianca memberontak tetapi usahanya nihil, karena ia di tahan oleh Wilona, Askara memegangi pipinya Bianca berusaha meraih bibir Bianca, sialan lelaki di depannya ini berensek
Bianca memejamkan mata tubuh mungilnya bergetar hebat bersuha membuang muka, namun Askara malah berubah mendekati wajah nya
Plak,plak,plak
"SEBENARNYA GUE GAK AKAN BUAT LO KAYAK GINI CA!!,KALO LO NGAK DEKATIN EDGAR!!"Bentak Wilona suaranya meninggi
Tamparan keras mengenai pipi mulus Bianca, Askara membuka seragam nya sendiri melepaskan ikat pinggangnya.tamat lah sudah riwayat Bianca
"lo,tau siswa yang tewas di kelas ini di kursi ini,dia kakak gue yang gue bunuh kerena berani' dekatin Edgar, sekarang giliran Lo"suara Wilona terdengar seperti orang yang sudah kehilangan kewarasannya
"jadi Lo,Lo pembunuh?"tanya Bianca "sayang nya gue udah tau Lo berdua pembunuh,kalo emang Lo mau Edgar ambil Wil gue ngak butuh cowok berensek kaya dia !!"teriak Bianca
"ambil Lo bilang ambil,Lo Uda ambil dia ca,dan siapapun yang buat Edgar jadi milik dia ngak bakalan gue ampuni,mati Lo harus mati!!"teriak Wilona seperti orang kerasukan
"cepat sa, Puasin diri Lo pake tubuh Nya"perintah Winola
Askara tersenyum lebar Mulai menghampiri Bianca lagi,"ayoh lah sayang sebelum Lo mati, Puasin gue dulu"kata Askara
serekkk,serekkk
Seragam Bianca di robeknya lagi sehingga tank top hitam gadis itu kelihatan dengan liar, Aksara mencium leher Bianca.
"BERENSEK!!"teriak Bianca mencoba memberontak
Askara melepas kan baju nya melempar ke samping,dan ingin membekap bibir Bianca dan dirinya nya
BRUK
"BERENSEK,!!"Teriak Edgar saat membuka pintu Pemuda itu mengepalkan tangannya kuat
Urat-urat lehernya menonjol, matanya memerah napasnya naik turun karena marah, Askara pemuda itu berbalik matanya melotot sempurna bagaimana tidak Seorang Edgar di depannya sekarang apalagi Wilona
"Lo Apain cewek gue BERENSEK!!"bentak Edgar menghampiri Askara
Bugh Bugh Bguh
tanpa Aba aba Edgar langsung memukuli Askara dengan membabi buta melempar Keket nya menutupi tubuh Bianca
Wilona gadis itu pucat Pasih ketakutan, karena samudra mulai mendekatinya dengan tatapan mata tajam
"Lo bunuh Ailiy?"tanya Samudra pelan, Wilona menggelengkan kepalanya "LO BUNUH LO PEMBUNUH LO BUNUH KAKAK KANDUNG LO SENDIRI LO MANUSIA APA BINATANG SETAN!!"bentak samudra
"GUE IYA GUE PEMBUNUH, GUE LAKUIN INI KARENA EDGAR!!"teriak Wilona
"bawah Bianca lix"perintah samudra kepada Velix
Velix membantu melepaskan ikat dari tangan Bianca, sedang Kelvin pemuda itu merogoh kantong nya mengambil ponsel milik entah menelpon siapa
Bugh Bguh Bguh Bguh Bguh
"LO UDAH BUNUH AILIY"
"ASAL LO TAU AILIY ARAH HIDUP GUE, AILIY NAPAS GUE, AILIY SEGALANYA UNTUK HIDUP GUE"
"DAN DENGAN TEGA NYA LO BUNUH AILIY "
"GUE BALAS DENDAM UNTUK AILIY "
Bugh Bguh Bguh
"LO BUNUH TUNANGAN GUE!!!,GARA GARA LO TUANGAN GUE MATI !!"
Bugh Bguh Bguh
"LO BAJINGAN NGAK PUNYA HATI,LO TAU AKIBAT BERBUAT LO GUE KEHILANGAN ARAH UNTUK HIDUP!!"
Bugh Bguh Bguh
"MATI LO HARUS MATI, NYAWA HARUS DI BAYAR NYAWA!!"
Edgar terus memukuli Askara dendam pemuda itu semakin terlunasi,wajah Askara sekarang tak bisa di kenali lagi karena darah, Bianca hanya menatap kosong ke arah nya
"dia kesini bukan nolongin gue, gue hanya bahan pancingan dari tadi yang di sebut nama Ailiy Ailiy dan Ailiy"Batin Bianca menatap Edgar
"Ca, hiks hiks hiks Lo ngaapapa kan?"tangis ketiga temannya pecah karena melihat keadaan Bianca sekarang
"iya bawah gue"ujar Bianca