velisia naina Mahendra harus menerima perjodohan yang telah disetujui kakeknya sebelum ia terlahir, dan disisi lain seorang vino lelaki yang mempu mengusik hatinya, tapi perjodohan salah paham yang membuat naina membenci lelaki itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidak akan mundur
sudah dia hari ini naina tidak ada kabar dan itu membuatku jadi gelisah akhirnya aku memutuskan untuk pergi kerumah naina setelah pulang dari kuliah
setelah tiba di rumah naina ketika aku akan mengetuk pintu ternyata seseorang dari dalam telah membukanya dan itu adalah bunda lasmi "vino"
aku langsung tersenyum dan mengalami bunda " naina nya ada bun? " tanyaku pada bunda
"iya ada dia di taman belakang vin masuk aja sekalian bunda mau titip naina ya" kata bunda yang sepertinya sudah siap mau keluar rumah
"bunda mau kemana.? " tanyaku lagi
"bunda mau ke WO kalian mau liat liat masih ada yang kurang ngak kan bentar lagi kalian mau nikah" mendengar itu aku mengangguk
"bunda jalan ya vin"
"iya bunda hati hati" setelah melihat kepergian bunda aku langsung menuju ke taman belakang dan benar saja naina sedang duduk sendiri
"hey" sapaku dengan senyum ketika aku duduk disamping naina
namun ia hanya melihatku sekilas dan itu membuatku binggung " ada apa hem.? " tanyaku dengan menghadap naina
namun naina tidak menjawab pertanyaan ku aku langsung berjongkok di depan naina "hey ada apa.? em "
naina masih menundukan kepalanya " apa kita tunda saja pernikahan nya? " ucapan naina membuatku kaget
"hey kok ngomongnya gitu.? " tanyaku dengan lembut ya semenjak aku bertunangan dengan naina aku menjadi lebih dewasa karna tidak hanya naina nanti yang akan menjadi tanggung jawabku tapi anak anak kami nanti
" kamu masi berhubungan dengan aira" tanya naina dengan air mata yang entah sejak kapan sudah membasahi pipinya
Aku yang mendengarnya menjadi binggung " aku ngak ada hubungan apa apa dengan aira" belaku
"Ini apa?" naina menunjukan intagram aira yang memfosting foto ku dan ya aku tau photo ini di ambil ketika aira ke kantorku tiga hari yang lalu
sekarang aku mengerti kenapa naina uring uringan beberapa hari ini "hey dengar aku cuma cintanya sama kamu sayang sama kamu dan aira itu cuma sebatas teman " aku berusaha menjelaskan pada naina dengan lembut supaya naina tidak marah
"Ya ampun kenapa mendekati hari pernikahan banyak masalah sih" kataku dalam hati
"kamu percaya kan sama aku.? " tanyaku lagi yang masih setia berjongkok didepan naina
"Loe dek kok nangis?" suara bang dimas mengalihkan perhatianku
bang dimas berjalan ke arahku dan naina masih lengkap dengan pakaian kerja
"Wa lo parah vin bikin adek gue nangis lagi" tuduh bang dimas dengan geleng geleng kepala
aku berdiri "Bang nai cuman salah paham" jelasku
"Nai masi mau nikah ngak sama vino?" pertanyaan bang dimas yang membuatku kaget begitu pun dengan naina
"Bang jangan gitu dong" kataku kesal
"Tau bang nai kesel" lalu naina pergi kekamarnya
"Sabar ya vin maklum sindrom pernikahan" kata bang dimas dengan menepuk pindakku memberikan kekuatan
xxxxxxxxxxxxxxx
Setelah kejadian dirumah naina tiga hari yang lalu naina ngak ada kabar bahkan jika bunda bila ada vino naina engan menemuinya seperti sekarang ini
"Nai turun selasain masalah kalian, kalian udah mau nikah loe" kata bunda membujukku
"Iya bun" aku turun untuk melihat vino yang duduk manis di ruang tamu
"Ada apa?" tanya ku tampa perduli perasaan vino
"Nai kamu apa kabar?" tanya vino berusaha senyum
"Baik"
"Plis nai jangan diemin aku kayak gini pernikahan kita tinggal beberapa hari lagi " kata vino dengan memutar cincinya
"Aku ngak tau vin aku capek" kataku lalu ingin pergi
"Tunggu nai" lalu vino melepas cincinya "ini jika kamu sudah siap menikah dengaku tolong pasangkan lagi aku ngak mau kamu menikah denganku karna terpaksa" setelah mengucap itu vino pergi dari rumah ku
aku diam aku memikirkan semua kejadian dari awal aku bertemu vino hingga sekarang aku melihat cincin dalam gengamanku tampa sadar air mata sudah turun " apa aku se egois ini vin"
bunda mendekat ke arahku yang masih diam di ruang tamu lalu ia memeluku " Nai bunda mohon pikirin dulu semuanya disini bukan hanya kamu tapi vino juga, kamu harus bersikap dewasa nai jangan mau dikalahkan oleh egoh" kata bunda menasehatiku panjang lebar
"Nai ngak tau bun apa yang harus nai lakuin " tanyaku pada bunda
"Apa kamu akan membiarkan aira menang dan berhasil menghancurkan pernikahan kalian?" tanya bunda yang langsung ku jawab gelengan kepala
"Kalo bunda jadi kamu bunda ngak akan menyerah apalagi vino sudah menyiapkan rumah bahkan ia rela memecat pegawainya agar kamu bahagia coba kamu pikir pikir lagi" kata bunda lalu pergi meninggalkan naina sendiri
Aku tau aku kekanak kanakan aku tau vino hanya sayang dengan ku mulai dari perhatian dari sekolah hingga ia rela memecat kariawanya bahkan ia rela menuruti semua kemauannya tampah membantah
aku membulatkan tekat ku " biarin gue yang berjuang vin lagian kalo gue ngak nikah mubazir dong itu rumah" kataku bicara sendiri
xxxxxxxxxxx
Aku berjalan gontai menuju kamarku jangan tanya keadaanku beberapa hari ini
"than gimana?" tanya mama
"Maaf ma fathan ngak berhasil bujuk naina" ucapku dengan lesu
"hey anak mama jangan nyerah dong ah masa nyera sih" kata mama yang memberi ku semangat
"Ya mau gimana lagi ma pernikahan 5 hari lagi tapi aku dan naina seperti ini "
"Trus rumah kamu gimana WO dan yang lainnya gimana?" tanya mama
"fathan ngak tau ma fathan mau sendiri dulu " lalu ia masuk kekamar dan menguncinya
"than fathan anak ini udah nyerah aja " kata sulas lalu ia turun untuk ke kamar nya namun ia melihat pembantunya bicara sama orang lain
"Siapa bik?" tanya mama sulas
"Ini buk ada non naina" kata bibik lalu pamit ke belakang
"Ma maafin nai" kata naina yang langsung memeluk calon mertuanya
"Udah sayang jangan nangis" kata mama sulas membelai rambut naina laku mengajaknya duduk
"Tapi naina udah jahat sama vino" kata naina sedih
"Udah ngak papa nanti mama yang bujuk vino" kata mama dengan senyumnya
"Ma mama masi mau kan naina jadi mantu mama?" tanya naina polos
"Ya ampun nai kamu bicara apa mama cuma mau kamu jadi mantu mama ngak yang lain"
"Makasih ma" kata naina dengan tersenyum
"Ma bantu nai minta maaf sama vino ya"
"Iya sayang, mama pasti bantu kalian " mendengar itu naina bahagia beruntung ia memiliki ibu mertua yang baik seperti sulas
"apa mama punya ide? " tanya naina karna jujur ia binggung bagaimana cara ia minta maaf dengan vino
"bagaimana kalo kita bikin kejutan pas hari nikah kalian?" usul mama
"Bagus tu ma idenya" setuju naina
"Tapi apa vino ngak marah nantinya sama naina?" tanya naina lagi
"Tenang biar mama yang ngatur vino" kata mama lalu memeluk naina dengan erat
ditunggu kehadirannya.
Terima kasih🤗🤗🙏🙏🙏
klo berkenan mampir di karya aku ya.
jangan tersinggung ya Thor..cuma memberi masukan 🙏💖💖
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkan prfil q ajaa yaa😍
vielen danke😘
buat temen-temen aku kasih saran cerita yang menarik nih judulnya Mencintai bayangan dan psikopat cantik..
jangan lupa singgah ke ALICE yah k