NovelToon NovelToon
AMANDA [ A Happy Marriage ]

AMANDA [ A Happy Marriage ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Annida Rahman

Kobalt Ostman pria paruh baya yang rela menjual tiga putrinya kepada rekan binis demi perusahaan miliknya yang hampir bangkrut.

Amanda Ostman wanita berusia 24 tahun terpaksa menemui seorang kakek yang telah membelinya demi perusahaan ayahnya yang diambang kehancuran.

Arthur Smith pria berusia 28 tahun pewaris tunggal perusahaan Smith Company dipaksa menikah terlebih dahulu sebelum dia mengambil alih semua aset berharga kakeknya Tony Roberto Smith.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Pengawal yang menunggu didepan ruang inap Arthur menatap jam ditangan nya

"Sudah satu jam "

Dia mengeluarkan ponsel nya dan menelpon Johan

"Hallo Tuan"

"Ada apa? "

"Pria itu masih ada didalam"

"Ck kamu awasi dia, aku akan segera kesana"

"Baik Tuan"

Pengawal tersebut meletakkan kembali ponselnya kembali kedalam saku dan membuka pintu kamar, dan saat dia membukanya saat itu juga Buddy keluar dengan wajah tidak senang menatap nya

"Sana aku mau lewat" Kata Buddy dengan tatapan terganggu, pengawal tersebut menggertak giginya marah, dia dari tadi sudah kesal pada pria tua tersebut

"Kenapa masih diam, aku mau keluar"

Pengawal tersebut menahan amarahnya dan menggeser tubuhnya hingga Buddy bisa lewat, Buddy menatap sinis pengawal tersebut dengan ekor matanya sebelum dia pergi dari sana

Salah satu teman pengawal tersebut tertawa pelan saat melihat temannya dibuat kesal oleh pria tua

"Kenapa kamu tertawa? " Kata pengawal tersebut dengan kesal

"Tidak, hanya sedikit lucu melihat mu seperti itu"

"Aku sungguh ingin menghabisi pria itu"

"Kalau begitu kenapa tidak kamu lakukan"

Pengawal tersebut menatap temannya dengan tajam

"Sebelum aku menghabisinya aku akan menghabisi mu lebih dulu"

Temannya merasa sedikit takut dan tersenyum canggung

"Santai, aku hanya bercanda"

"Lebih baik kamu tutup mulut mu sebelum aku menarik ludahmu keluar"

Teman nya tersebut langsung diam, dia mengalihkan pandangannya dan memaki di dalam hati

" Berengsek "

Pengawal tersebut menegakkan tubuh nya saat melihat Johan datang mendekat

"Tuan Johan"

"Dimana pria tua itu? "

"Dia baru saja keluar Tuan"

Johan berdecak kesal mendengar nya

"Aku datang kesini dengan tergesa-gesa dan dia sudah pergi apa kamu mempermainkan ku"

"Tidak Tuan, dia sungguh baru saja keluar"

"Ya sudah jaga ruangan ini"

"Baik Tuan"

Johan pergi dari sana, dia ingin kembali minum minuman yang belum sempat dia selesai kan.

**

Amanda duduk dengan gelisah saat Lisa tidak kunjung kembali, dia sudah satu jam lebih menunggu didalam restoran

Tak lama dia melihat Lisa datang bersama Naomi sambil tertawa menatap kearah nya seakan ada sesuatu yang lucu tentangnya

"Kamu ikut saya" Kata Lisa dengan nada kasar, Amanda menurut dan mengikuti Lisa dan Naomi yang berjalan lebih dulu

Naomi memalingkan wajah nya dan menatap Amanda yang berjalan di belakang nya, dia tersenyum dengan aneh hingga Amanda merasa wanita itu mungkin ada gangguan dengan otaknya

Amanda tersenyum sangat lebar saat mereka akan memasuki ruangan Arthur dirawat, Lisa berbalik dan menunjuk Amanda dengan jarinya

"Ingat dengan janjimu"

"Aku ingat Nyonya" Kata Amanda dengan cepat, dia sudah tidak sabar untuk melihat suaminya, Naomi tersenyum miring saat Amanda memanggil Lisa dengan sebutan Nyonya

"Mama aku ingin melihat Arthur" Kata Naomi dengan nada manis, Lisa tersenyum dan menarik lembut Naomi untuk masuk lebih dulu

Amanda menarik sudut bibir nya merasa sedikit kesal karena Naomi memanggil ibu mertua nya dengan sebutan Mama, sedangkan dia harus memanggil Lisa dengan sebutan Nyonya, bukankah itu terasa tidak adil?

Amanda juga masuk dan matanya jatuh pada sosok Arthur yang terbaring di atas ranjang dengan kepala yang diperban

"Arthur" Amanda mencoba mendekati suaminya tapi terhenti ketika mendengar perkataan Lisa

"Hei berhenti di sana"

Amanda berhenti melangkah dan menatap penuh harap pada Lisa, agar dia diperbolehkan untuk melihat lebih dekat suaminya

"Jangan menatap ku seperti itu, surat yang ada didalam tas ku masih menunggu tanda tangan darimu"

Mendengar itu Amanda seketika lemas dan mundur beberapa langkah, melihat itu Lisa tersenyum puas dan menatap Naomi

"Sayang, kamu harus melakukannya dengan baik ya? "

"Iya"

Amanda sungguh penasaran dengan apa yang mereka berdua rencanakan, karena Amanda juga tidak merasa Naomi dokter yang baik

Amanda tidak memperdulikan dua wanita yang berbincang sambil tertawa tidak jelas, dia lebih memilih menatap Arthur meskipun dari kejauhan

Amanda mengerutkan dahinya saat melihat Arthur menggerakkan tangannya, dan tak lama Arthur membuka matanya dengan pelan

"Arthur" Lisa dengan cepat mendekat dan menangis, Naomi juga mendekat dan tersenyum dengan manis

Amanda sungguh ingin mendekati Arthur dan menggenggam tangan nya dengan erat.

**

Arthur sedang diperiksa oleh dokter untuk memastikan kondisi nya sekarang

"Pasien baik-baik saja, dia berhasil melewati masa kritis nya" Dokter Frans menatap mata sayu Arthur yang menatap kearahnya

"Kamu sungguh pandai berakting Tuan Arthur"

"Syukur lah" Kata Lisa dengan raut bahagia

"Pasien perlu 2 minggu untuk pemulihan dan harus dirawat di rumah sakit"

"Saya mengerti Dokter, Terima kasih"

"Sama-sama, kalau begitu saya permisi" Dokter Frans permisi dan keluar dari sana

Arthur menatap Lisa dan memanggil nya dengan sebutan Ibu

"Mama" Lisa tersenyum bahagia dan memeluk Arthur

"Iya sayang ini Mama"

"Mereka berdua siapa? " Tanya Arthur dengan suara yang lemah

Lisa melepaskan pelukan nya dan menatap Naomi dengan lembut

"Ini Naomi tunangan mu"

Amanda tersentak mendengar nya dan hendak memberitahu kebenarannya tapi dia memilih diam

"Aku harus bertahan, cepat atau lambat Arthur akan mengingat ku lagi yang terpenting aku tidak boleh berpisah dengan nya dalam keadaan Arthur yang sekarang"

"Tunangan? "

"Iya"

"Tapi aku.... "

"Sayang, kamu mengalami kecelakaan yang parah saat pulang dari perusahaan dan kepala mu terbentur sangat keras hingga dokter bilang kamu akan melupakan ingatanmu beberapa tahun terakhir"

" Aku Hilang ingatan... " Arthur menyentuh kepalanya dan mengernyit kesakitan, Lisa yang melihat itu mulai bersikap khawatir

"Sudah sayang lebih baik kamu istirahat, jangan terlalu dipikirkan, ingatan beberapa tahun bukanlah sesuatu yang penting untuk diingat"

Amanda merasa sesak mendengar nya, dia mungkin tidak akan bisa bertahan lebih lama di sana jika kata itu keluar dari mulut suaminya

"Sayang, benar kata Mama kamu istirahat saja"

Amanda mungkin bisa menerima perkataan Lisa tapi perkataan Naomi sungguh membuat nya merasa jijik, bagaimana mungkin wanita itu memanggil suaminya dengan panggilan sayang didepan nya tanpa rasa malu

"Wanita ini sungguh membuat ku kesal, berani nya dia memanggil suami ku dengan panggilan sayang"

Arthur tidak menjawab dan memilih memejamkan matanya

"Rencana apa yang dilakukan Lisa dan Naomi? Dan kenapa Amanda hanya diam saja melihat orang-orang rendahkan ini menipu ku, maaf sayang aku harus Pura-pura melupakan mu agar aku bisa mencari tahu bukti kalau mereka yang meracuni kakek, mereka mungkin terlibat dalam pembunuhan ayahku dan aku juga ingin tahu dimana mereka mengubur mayat ibuku kandung ku".

**

Naomi menyuapi Arthur makan layaknya seorang kekasih yang perhatian, tapi mata Arthur menatap Amanda yang duduk disudut ruangan sambil menatap kearah nya dan Naomi

" Siapa dia? " Tanya Arthur, Naomi menatap arah yang dituju Arthur dan menatap tidak senang wajah Amanda

"Dia hanya pelayan baru di rumah"

Arthur menggenggam selimut yang dia kenakan saat mendengar Naomi menyebut istrinya sebagai pelayan

"Benarkah? Tapi wajah nya terasa sangat familiar, aku seperti sudah mengenal lama dirinya"

Naomi mendengus kesal mendengarnya dan kembali menyuapi Arthur

"Aku sudah kenyang" Kata Arthur menolak suapan tersebut, Naomi tersenyum dan memberikan segelas minuman

"Minumlah"

"Terima kasih"

"Kalau begitu bagaimana kalau kamu memberiku sebuah kecupan sebagai ucapan Terima kasih".

**

Besok Up ya kak❤😘😘

Ditunggu ❤❤❤

Je T'aime!!!

1
Hasanah Ana
novelx bagus banget
Iwan Lam Rantoe
kok cerita nya jadi bodoh Thor.
Arthur kan tau Amanda dijual ayah nya tpi knpa dia baik sama ayah Amanda
Rosikh Nurhayati
terima kasih atas karya yg luar biasa semoga sehat selalu dan ide2 cemerlang untuk membuat karya yg luar biasa
Rosikh Nurhayati
good job artur
Rosikh Nurhayati
ngakak guling2
Rosikh Nurhayati
ooh ternyata dia bukan ibunyaa
Rosikh Nurhayati
baru baca langsung syuukaaa
r.ayu ningsih
terimakasih telah membuat cerita ini
Ruk Mini
gerahhhhh...ohhh Thor..kau luar biasa..walau singkat tpi padat crita y ga muter2 sukaaa bgt..tq thorr d tgg karyamu lgi y
ℓ ι ƒ ι α 💕
🤣🤣🤣🤣 hah. busyet 20 menit 🤦‍♀️😅
Hamokitsi Run
hahahaha bagus.....
Hamokitsi Run
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗manisnyaaa
Hamokitsi Run
jangn mau Artur kamu bkalan d jadiin sapi perah bwt muasin keserakahan dy istri dan anak2 trinya... huft

.
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Hamokitsi Run
kanh mOduss.. blng aj pengen.. pake bawa2 kakek segala🤣🤣🤣🤣🤣
Hamokitsi Run
ishh... aneh mlh sayang sma anak tirinya dan nyiksa anak kandung nya
Dewi Sartika
so sweet, happy
Atieks Syaiful Bahri
wkwkwkwkkk kena karma berjamaah 🤣🤣🤣🤣
Atieks Syaiful Bahri
good langsung to the point*aku bukan pacarnya,,aku jg bukan kakaknya,,,AKU SUAMINYA.😅😅😅
Atieks Syaiful Bahri
baru mampir thor langsung sreg ceritanya kyknya menarik🤭
Ixora_Javanica
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!