Malam pertama bagi setiap pasangan Yang saling mencintai adalah suatu malam Yang paling terindah. Berbagi cinta kasih dengan penuh kemesraan tanpa adanya hukum Yang membatasi setiap ungkapan sayang tuk melampiaskannya.
Berbeda dengan pasangan Kapten Jiandra bersama sang bos mafia Yang terlibat dalam sebuah kasus, Yang mengharuskan keduanya untuk saling mengikat janji suci tanpa ada perasaan Yang tercipta di hati keduanya.
bagaimana kisah kapten Dan si bos mafia menjalani cerita hidup berumah tangga mereka...?!
Akankah malam pertama Yang indah bisa mereka rasakan..?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessica Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hantu Lagi
Ibra melepaskan pelukannya, bergegas keluar dan mengitari mobil untuk membukakan pintu buat nayla. Ibra lalu mengambil bayi ciara dari pelukan nayla.
Tempat pertama yang ingin dikunjungi ibra saat mereka masuk kedalam pusat perbelanjaan itu adalah toko perhiasan.
"Kita ngapain kesini? "tanya nayla
"untuk beli perhiasan lah, masak beli popok ciara. "ledek ibra
"Iya. aku tau, tapi kenapa beli perhiasan, kan kita kesininya mo beli perlengkapan ciara. "ujar nayla
"Kita beli cincin buat kita dulu, abis itu ke toko bayi. kamu pilih dulu mau yang mana"
"ih... kita belinya nanti aja, kamu gak capek gendong ciaranya? "
"gak capek, bayi kecil kayak gini gak buat aku capek, "ucap ibra
"Ya udah, aku mo liat-liat dulu. "nayla akhirnya mengalah, ia pun sibuk memilih cincin yang pas buat mereka.
"Gimana kalo yg ini, untuk ceweknya bermata kecil namun sangat elegan, untuk cowoknya polos ajah. mbak boleh saya coba yang ini? "pinta nayla kepada mbak pelayan.
"cantik"ucap ibra saat melihat nayla memasangkan cincin yang tadi di jari manisnya. Nayla tersenyum sembari memamerkan tangannya yang sedang memakai cincin.
"Ya udah mbak kita ambil yang ini yah"
Setelah membeli cincin, mereka segera ke toko bayi. Barang yang utama dipilih ibra adalah gendongan, Biar lebih mudah menggendong ciara sambil memilih pakaian yang cocok buat ciara.
"Wah pasangan yang serasi banget, bayinya cantik sekali yah bu. seperti wajah bapaknya"ucap seorang ibu yang kebetulan sedang membeli di toko yang sama.
"makasih bu"ucap nayla seraya tersenyum dan memandangi ibra. .
"Emang sama? "tanya ibra sembari mengangkat baby ciara keatasnya. di tempelkan ibra pipi ciara ke pipinya.
Nayla ikut memindai wajah ibra dan baby ciara. Ia menyunggingkan senyumnya ..
"udah ah.. ayo kita lanjutkan belanjanya, aku udah keburu lapar"
"Ade gak lapar haaaa... hmmm"ucap nayla ke ciara sambil menoel pipi cabi bayi mungil itu
ciara hanya bisa tertawa geli sambil berusaha menjangkau nayla.
"Ade nyaman sama ayah, bunda cepetan milih-milihnya, mumpung ciaranya belum rewel"ujar ibra..
"iyah ih.. bawel.. "nayla mengelak, ia masih risih dengan panggilan bunda yang di ucapkan ibra.
Lagi asyik-asyiknya memilih pakaian ciara, tiba-tiba baby ciara menangis histeris. matanya ditutupnya seolah anak itu sedang ketakutan.
"hei kamu kenapa sayang, cup.. cup.. haus yah, tunggu ayah ambil minumnya dulu. "ibra berusaha menenangkan baby ciara, ia menggoyang goyangkan badannya biar ciara dalam gendongannya ikut bergoyang. ia mengambil botol susu ciara yang sudah disiapkan nayla tadi dari rumah. Ibra pun berusaha meminumkan susu kepada ciara namun ciara menolaknya, ia terus menangis.
"eeehhhh ciara kenapa sayang, sini sama bunda, "nayla yang mendengar tangisan ciara nayla pun akhirnya mengambil ciara dalam gendongan ibra. namun saat ia berusaha menenangkan baby ciara nayla tak sengaja melihat ke arah yang di tunjuk-tunjuk baby ciara. Tempat yang di tunjuk itu adalah sudut ruangan yang terletak di lorong depan pintu kamar mandi.
Ada sosok anak kecil disitu. Ia sedang menangis, wajahnya pucat, kaki dan tangan kanannya hancur dan kepala bagian kanannya mengucurkan banyak darah di lantai. Tentu saja yang bisa melihat bocah itu hanyalah nayla dan baby ciara. maklum masih bayi jadi pandangannya masih jelas.
Nayla lalu menutup mata bayi ciara. Ia pun mengalihkan pandangan bayi itu dengan memutar badannya. Ia masih berusaha menenangkan ciara. segala cara ia lakukan untuk meredakan tangisan bayi mungil tersebut. Setelah menimang nimang ciara agak lama, akhirnya bayi ciara tertidur. nayla lalu memberikan ciara kepada ibra.
"bra tolong jagain ciara disini, jangan ikuti aku, kalo dia bangun lagi coba kasiin susunya ato kalo gak mau kamu timang-timang kayak tadi, tunggu aku disini yah. kamu bisa bacain doa buat ciara, bisikin di telinga kanannya kalo dia masih gak mau diam. Surah Al fatihah 7 kali di telinga kanan. "
"kamu mau kemana? tadi ciara kenapa emang"tanya ibra penasaran.
"ntar aku jelasin, kalo jelasinnya sekarang bakalan keburu ciara bangun lagi. "
"ya udah, kamu hati-hati, cepat kembali kalo udah urusannya" nayla hanya mengangguk.
Ia lalu keluar toko itu dan berjalan menuju kamar mandi. kamar mandi itu terletak di antara himpitan toko mainan sama toko perhiasan. letaknya yang di pojokan membuat kamar mandi itu sedikit menyeramkan. apa lagi di depan pintu-pintu kamar mandi itu ada pintu darurat yang mungkin jarang di gunakan.
Nayla terus berjalan mendekat ke arah anak kecil yang sedang menangis itu, tak lupa nayla memperhatikan keadaan sekitarnya. Setelah di rasa cukup sepi, nayla pun berjongkok di depan bocah tadi, biar tingginya sama. Nayla mengelus kepala hantu kecil itu. seketika bocah itu menoleh kepada nayla.
"Ade kenapa menangis? tanya nayla, Ibra memperhatikan tingkah nayla dari kejauhan. Ibra sudah bisa mengira bahwa nayla sedang berinteraksi dengan hantu lagi.
"Ade mau pulang tapi ade kasian sama mama.."ucap bocah tadi
"kenapa dengan mama ade,? "
.
"Mama jatoh disitu sama ade"ucap bocah tadi sembari menunjuk ke arah pintu darurat.
"Astaga"nayla seketika langsung berdiri. Ia lalu mengambil tisu di sakunya, dengan beralaskan tisu nayla mencoba membuka pintu darurat. Ia lalu berjalan pelan menuruni tangga. Terus memperhatikan langkahnya, nayla mengedarkan pandangannya mencari sosok yang di ucapkan hantu bocah tadi. sampai nayla menemukan dua sosok mayat yang tergeletak di ujung bawah tangga. seorang ibu muda yang kepalanya pecah,matanya terbuka dan mengeluarkan banyak darah sedangkan anak kecil tadi yang kedua kaki dan tangan bagian kanannya yang hancur, diduga kedua orang tersebut jatuh dari tangga atas.
Nayla menjerit namun ia menutup mulutnya rapat-rapat. Air matanya jatuh melihat kedua mayat tersebut. Mereka tak di temukan karena tempat jatuhnya mereka merupakan tempat yang sangat jarang di lalui oleh pengunjung.
Nayla buru-buru keluar dari tempat itu, ia lalu menelpon ibra. sambil berjalan ia masih berusaha menelpon ibra.
"Halo bra.. kamu tolong bayar dulu belanjaan kita yang tadi sudah aku pilih, uangnya ambil di dompetku dalam tas ciara. abis itu tunggu aku di mobil ajah, hiks.. hiks"nayla sesegukkan mengingat keadaan kedua mayat tadi.
"hei sayang kamu kenapa? tenang... tenangkan dirimu... "ibra yang panik tapi masih berusaha menenangkan nayla.
Nayla menghembuskan nafasnya. mencoba menenangkan dirinya sendiri.
"Aku tadi nemu mayat di tangga darurat, sekarang aku mau ke tempat security,nanti aku ceritain semua di rumah, kamu jagain ciara baik-baik"ucap nayla masih terus berjalan. Belum di jawab ibra nayla sudah memutuskan sambungan telponnya saat ia menemukan ruangan petugas keamanan tempat perbelanjaan itu.
"Assalamualaikum pak, saya mau melapor, ada... ada... ada mayat ibu dan anak di tangga darurat di lantai 2 pak"nayla terbata-bata mengucapkan informasinya.
"Astagafirullah, mayat lagi"ucap security seraya memandangi temannya yang satu lagi
"Lagi? nayla mengerutkan keningnya saat security itu mengucapkan kata lagi, Berarti sebelum mereka berdua sudah ada korban lain. nayla membatin
"Bu mohon tenangkan diri ibu, supaya tidak mengundang kegelisahan pengunjung yang lain, teman saya akan menghubungi pihak kepolisian.ibu tau dari mana ada mayat di tempat itu.?bukannya tempat itu sepi?
"saya indigo pak, dan tadi saya sempat berbicara dengan hantu anaknya. makanya saya bisa menemukan mereka.
Pak security bergidik mendengarkan penjelasan nayla. Setelah menelpon kepala keamanan itu lalu menyuruh nayla kembali, mereka akan menangani masalah ini selanjutnya bersama pihak kepolisian.
Nayla menyempatkan diri ke kamar mandi sebelum ia menemui ibra di mobil nanti. Ia berwudhu dulu, buar aura negatif dari hantu tadi hilang dari tubuh nayla.
"sayang kamu baik-baik saja kan? "tanya ibra saat nayla masuk ke dalam mobil.
"iya,, kita pulang aja yuk. "
"kamu sudah gak lapar emangnya? tanya ibra lagi
"lapar.. kita makan di restoran lain aja, yang penting kita tinggalkan tempat ini. aku gak tahan, mereka sangat banyak disini,aku takut mereka mengganggu ciaraku" ucap nayla sembari mengambil ciara dari ibra. Ia pun mendekap erat dan mengecup lembut pipi bayi gembul itu.
"ya udah kita pulang yah, makanannya nanti kita take away aja. " nayla mengangguk.
ibra membiarkan nayla menenangkan diri dulu. Ia pun melajukan mobilnya meninggalkan mall tersebut
****
TBC
penasaran nih
lama Bgt nunggu nya