Gimana rasanya,saat kalian udah punya cowok yang udah perfect tapi tiba-tiba perasaan kalian goyah dengan kehadiran sahabat pacar kalian yang juga udah punya pacar?
Ini yang tengah terjadi pada Aya dan juga Rey.lalu apa yang akan mereka pilih, bertahan dengan pasangan mereka masing-masing atau memilih berpisah dan memulai kisah mereka yang baru?
gaes..gaes...ini lapak aku yang baru..tetap temanya masalah cinta ya gaes..
yuk mampir kesini dan ikuti kisah mereka.
jangan lupa tulis kritik dan saran kalian dikomen ya.. suwun 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon s_m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34
Aya mencoba melepaskan genggaman tangan Rey.seperti biasa,Rey tak menggubrisnya.ia malah mempererat genggamannya.
"masuk!."perintah Rey dengan tatapan mengintimidasi saat sampai di mobilnya.
Aya diam tak mengindahkan perintah Rey.Aya tetap berdiri disamping mobil Rey.tak punya niatan untuk masuk kedalam mobil itu.
Rey menghela napas sejenak,dengan cepat tangan Rey menggapai pintu mobil dan membukanya,lalu tangan Rey beralih sedikit mendorong tubuh Aya masuk ke dalam mobilnya.
"kak Rey benar-benar kelewatan,tau gak?."dumel Aya, tampak raut kesal menghiasi wajah cantik gadis cantik itu.
Aya pikir,tamparan yang ia berikan pada Rey tadi bisa membuat Rey sadar,ditambah lagi seharian ini Aya sudah berusaha menghindari Rey.tapi nyatanya Reynan tetap lah Reynan.cowok itu semakin keras kepala dan menjadi-jadi.harusnya masalah pribadi seperti ini gak dibawa masuk dalam pekerjaan.entah harus bersikap seperti apa nantinya saat dirinya bertemu dengan rekan-rekannya yang lain.Aya merasa sungkan dan tentu malu atas kejadian ini.
"kakak sukses bikin images gue persis kayak pelakor."kata Aya lagi,kali ini penuh dengan penekanan.
"siapa suruh terus memberontak."balas Rey tak mau kalah.
Tangan Rey dengan cekatan memasangkan sabuk pengaman ditubuh Aya.setelah memastikan Aya aman,Rey bergegas melajukan mobilnya pergi dari area parkiran dan melewati rekan-rekannya begitu saja.Aya sendiri tak tinggal diam,dia terus memberontak.
"bisa diam gak!."gertak Rey,yang malah jengkel dengan sikap berontak Aya.
Disepanjang jalan,tak terdengar suara dari dalam mobil.Aya menoleh kesamping, melihat kearah luar jendela mobil.sedangkan Rey fokus menyetir.
Rey sendiri juga tahu kalau apa yang dia lakukan akan sangat beresiko terutama untuk Aya.tapi logikanya kalah dengan perasaannya.Rey memilih hancur saat ini untuk bisa memulai dengan Aya walaupun akan banyak cemooh an yang nantinya dirinya dan Aya dapatkan.tapi Rey tetap dalam posisi tengah memperjuangkan Aya apalagi mengetahui ada kemungkinan Arjun juga berbuat tidak baik dibelakang gadis itu.hal itu membuka peluangnya bisa bersama dengan Aya.
Aya yang tersadar Rey melajukan mobilnya melewati jalanan yang menuju penginapan mereka, seketika menoleh kearah Rey.
"kita mau kemana? penginapan kita kelewatan kak."tanya Aya, bingung.
"ke hotel."jawab Rey singkat.
"apaa?ngapain ke hotel?."Aya cukup tercengang dengan jawaban Rey, wajah terlihat mulai panik.
"bikin anak."ceplos Rey dengan senyuman smirk nya.
"kak."pekik Aya,sebel menghadapi kegilaan Rey.
drrrrtttt.... drrrrtttt...
Baru saja Aya mau mengamuk,Handphonenya malah bergetar, terlihat nama Aurel tengah melakukan panggilan telepon terpampang dilayar handphonenya.
"Aurel?."gumamnya lirih.
Set...
Rey langsung merebut handphone Aya dan dengan cepat meng non aktifkan handphone Aya.lalu melemparnya ke belakang mobil.
"kak!."Pekik Aya lagi, matanya melotot kala melihat Rey melempar handphonenya seenaknya.
"nanti aja yank kalau mau teriak-teriak."balas Rey malah menggoda Aya.
"gue mau turun disini! cepetan minggirin mobilnya."pinta Aya sambil menggedor-gedor pintu mobil Rey, semakin panik.
Melihat Aya makin memberontak,Rey melajukan mobilnya semakin kencang.Aya tersentak kaget kala mobil Rey melaju dengan kecepatan tinggi.
"kak...plis...stop!jangan begini!gue takut."Aya teriak-teriak,panik sambil menutup mata dan telinganya.tubuhnya pun mulai bergetar,suara tangisan juga mulai terdengar dari mulut Aya.
Sial..
Rey mengumpat kesal lalu dengan cepat dia membelokkan mobilnya,minggir kesamping.dan...
Ciiiitttt...
Rey mengerem mobil nya mendadak.
awwww...
Aya merasakan sakit kala kepalanya kepentok dasboard mobil Rey karena ulah Rey yang mengerem, mendadak.
huuufft...
Rey malah memejamkan matanya sejenak menahan kesal karena Aya terus memberontak dan tak bisa diajak kompromi.penolakan demi penolakan yang dia terima dari gadis itu,terus memancing emosinya.
Aya mengatur nafasnya.dia mengigit bibirnya menahan perasaannya yang terasa menyesakan dada sekarang.tenaganya seakan terkuras habis hari ini.bukan hanya fisiknya yang lelah.tapi lebih ke batin dan mentalnya yang capek di perlakukan seperti ini sama Rey.
"gue capek kak.plisss...hentikan sekarang juga!."ujar Aya lirih.sambil mengusap air matanya yang sudah dari tadi membasahi pipinya.
"apa loe pikir gue juga gak capek?."balas sinis Rey.
"makanya,gue bilang stop.akhiri semua sandiwara kakak.gue akan maafin kakak.tapi tolong hentikan semua ini."pinta Aya yang berderai air mata.
"gue gak mau nyakitin kak Arjun,kak.dia pacar gue.gue gak mau menghianati dia.gue sayang banget sama dia."ungkap Aya.yang begitu terdengar pilu kala mengungkapkan rasa penyesalannya pada sosok Arjun,sang kekasih.
"cowok modelan kayak gini yang sekarang loe lagi belain?."balas Rey sambil menunjukkan handphonenya pas di depan muka Aya.
Aya yang semula menatap lurus kedepan, akhirnya pun menoleh, melihat layar handphone Rey yang dihadapkan ke mukanya.
Mata Aya yang berair,cukup mempengaruhi penglihatannya.dengan pelan Aya mengusap matanya lalu lebih mempertajam lagi penglihatannya.
Sebuah foto terpampang di layar handphone milik Rey.dengan cepat tangan Aya merebut handphone Rey agar bisa lebih jelas melihat foto apa itu.
Beberapa detik Aya terdiam sambil terus mencermati foto yang ternyata memperlihatkan 2 orang sedang berpelukan.salah satu dari dua orang itu jelas wajah Arjun, kekasih.
Damm...
Aya seperti tercekat ketika melihat Arjun tengah memeluk seseorang yang hanya terlihat punggungnya itu.
"ini..."Aya berhenti sejenak, tenggorokannya seperti tercekik hanya sekedar mengeluarkan suara.
"jangan bilang ini editan!karena Alvin bukan orang pengangguran yang banyak waktu cuma hanya ngikutin cowok loe."sambar Rey yang seperti mengetahui apa yang ada dipikiran Aya.
"loe bilang gue brengsek.ya,gue brengsek.tapi lebih brengsek mana gue sama cowok loe itu?."lanjutnya dengan nada meremehkan.
"kalau terbukti cowok loe selingkuh dibelakang loe.jangan harap loe bisa lepas dari gue!."kata Rey yang terdengar seperti sebuah ancaman.
"kalau kak Arjun gak terbukti selingkuh.apa kakak siap mundur dan gak ganggu gue lagi?."sela Aya akhirnya membuka suara.Mereka seperti sedang melakukan negosiasi.
"iya,gue siap mundur.gue akan ngubur perasaan suka gue ke Lo."jawab Rey,lantang.mengiyakan keinginan Aya.
"gue tagih janji kakak."balas Aya penuh penekanan.
"kalau gue bisa buktiin perselingkuhan cowok loe,kita nikah.deal!."putus Rey sepihak.terdengar ada nada optimis disana.
Aya diam tak menanggapi,wajahnya menoleh ke arah jendela mobil Rey lagi.saat ini dirinya tak ada tenaga untuk hanya sekedar membalas ucapan cowok itu apalagi harus meladeninya.
Rey hanya tersenyum smirk dengan terdiamnya Aya.karena secara tidak langsung Aya memberikan dirinya kesempatan untuk membuktikan kebenaran mengenai Arjun,yang tak lain sahabatnya sendiri.
Apakah Rey bisa membuktikan tuduhannya pada Arjun?atau malah Rey sendiri yang akan terjebak dengan situasi yang ia buat?
Next episode ya guys.
Ditunggu kritik dan sarannya.suwun🙏
up nya yg sering² ya kak
selalu ditunggu
si Arjun pun blm ketahuan aja tuh
perifun iki?
Ayoklah semungguuttt!!!!!
. hihi