Ayda adalah wanita muda berusia 30 tahun yang mempunyai sifat lembut dan penyayang. Ia menerima pinangan pria bernama Fattah dan menjalani kehidupan yang bahagia.
Hingga sebuah kekecewaan Fattah dan kehadiran wanita dalam kehidupan mereka membuat keadaan rumah tangganya jauh dari kata harmonis. Ayda merasa Fattah semakin jauh darinya dan lebih dekat dengan Anita.
Akankah Ayda mampu menerima keadaan baru itu dan apakah Fattah mampu mengembalikan keutuhan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRIO A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
" Fat , tumben baru habis magrib kamu sudah ke sini , biasanya nungguin anak - anak tidur baru main ke sini " kata Yono sambil membuka sanghai yang dibeli Fattah di warung depan.
" Pengen aja , lagian mereka asyik main sama Om juga Nekyut mereka " balas Fattah sambil membuka botol minuman dingin yang baru dia beli.
" Oh ... , berapa hari kamu gak main ke rumah ? tanya Fattah sambil mengambil beberapa butir sanghai di tangan Yono sambil memiringkan kepalanya dan tersenyum lebar.
" Iya , berapa hari ya ... , gak ngitung akunya " balas Yono .
" Ayda cemburu Yon , sama Anita " ucap Fattah mulai curhat permasalahannya.
" Hem ... kenapa , apa kamu macam - macam sama Anitanya " kata Yono sambil menghentikan mengunyah sanghai.
" Enggak Yon ... , ada orang yang memberikan informasi , kalau aku keluar sama Anita ke cafe " kata Fattah sambil minum minuman dinginnya yang tinggal separuh.
" Lha kamunya pergi gak dengan Anita ke cafe ? " Yono bertanya dengan nada menyelidik memperhatikan mimik wajah temannya dengan jarak semakin dekat , di depan muka Fattah.
Fattah merasa risih , dengan perlakuan Yono dan mendorong Yono kembali duduk di tempat duduknya .
" Apaan sih kamu Yon , iya aku pergi sama Anita ke cafe tapi aku gak macam - macam Yono ... ! ."
" Beneran saja Fat , kamu udah beruntung punya istri sebaik , sesoleha Ayda , kurang apa coba dia, istri yang berbakti , tak hanya pada kamu , dia juga rela menjaga dan merawat nenek kamu , sementara dia masih harus merawat ketiga buah hati kalian . "
Perkataan Yono ada benarnya juga , namun pendirian Fattah tak pernah goyah.
" Tanpa kamu ceramah panjang lebar , aku sudah paham dan tahu betul istri aku seperti apa " sahut Fattah ketus.
" Lha terus kenapa kamu tidak menjelaskan pada istri kamu ? "
" Aku Yon, sudah jelaskan pada Ayda bahwa aku cuma berteman dengan Anita ,dan aku gak naruh hati pada Anita meskipun aku pergi bersama dia. Dalam hati aku cuma Ayda dan ketiga anakku ."
" Tapi yang namanya perempuan kalau melihat suaminya sama wanita lain kebanyakan cemburu Fat ... " Yono berusaha mengingatkan Fattah yang ia rasa mulai membelok.
" Ya ngerti , tapi aku gak suka di tuduh selama aku tidak melakukannya, aku dan Anita berteman dan tidak melakukan hal - hal yang memang tak sepantasnya dilakukan . "
" Aku melihat , Anita ini perlu suatu perhatian , kondisi pikirannya masih goyah , sebab Indra belum mau untuk cuti. Sedangkan Anita menginginkan Indra untuk cuti. Orang berumahtangga pasti ingin bersama . Nah ... , permasalahannya aku kuatir Anita salah ambil tindakan dan terjerumus ke hal - hal yang bisa merusak dirinya sendiri , kan kasihan Janet . "
" Sampai segitunya kamu ke Anita ,perasaan Ayda kamu taruh di mana sobat ... . Kamu menolong wanita lain tapi kamu melukai perasaan istri kamu sendiri , sama saja kamu gak bertanggung jawab atas keharmonisan keluarga kamu . Aku tahu kamu sama Anita sudah kenal lama jauh sebelum kamu menikah dengan Ayda , tapi kalian sudah punya keluarga masing - masing , juga sudah punya anak sendiri - sendiri . Sementara aku sampai kapan harus menunggu kehadiran jodohku ... huuu ... , sungguh terlalu !." Perkataan Yono yang panjang lebar selain menceramahi Fattah, juga memancing tawa Fattah akan dirinya yang tak kunjung ketemu jodohnya sambil ia berpura - pura memeras air bajunya karena tetesan air mata.
Fattah tak membalas perkataan Yono justru tersenyum melihat kelakuan sobatnya yang berusaha menghibur dirinya.
Yono menghabiskan minuman dinginnya , yang sudah tak dingin lagi . Habis tak bersisa , tangannya mulai merambah ke botol Fattah namun tertangkap oleh Fattah . Hingga keduanya tertawa bersama.
" Sudah jam berapa , Yon ? " tanya Fattah sambil mengeluarkan ponsel dari kantong celananya dan melihat jam di layar ponsel.
" Jam 9 lewat Fat ... , sudah kau pulang baik - baik kau sama Ayda , kasihan dia ." Yono tak henti - hentinya menceramahi Fattah.
" Sama saja dan ada yang bisa menangkap niat baik aku " sahut Fattah ketus.
" Ya ... namanya sahabat tetap harus mengingatkan saat sahabatnya berbuat salah , agar tidak terjerumus " balas Yono.
- bersambung
jangan lupa like , komentar juga votenya bagi yang berkenan berbagi
Terimakasih
Salam dari TRIO A