NovelToon NovelToon
Meadow

Meadow

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Quin

Ayatha memandang pusara Yosa itu dengan nanar, sahabat satu-satunya telah meninggalkannya selamanya, bukan hanya sahabatnya, bahkan keluarganya pun meninggalkannya. namun tidak berapa lama dia bertemu seorang pria yang ternyata ada hubungannya dengan Yosa?.

Saat dia mencoba untuk hidup tanpa bantuan siapapun, bekerja menjadi pelayan pribadi di keluarga terkaya di negaranya, dia malah berurusan dengan Tuan muda kedua yang begitu penasaran dengannya, selalu menjahilinya dengan caranya...

lalu bagaimana dengan Tuan muda Pertama yang tiba-tiba pulang dari Amerika setelah bertahun-tahun tak pulang, yang ternyata tak menyukainya?

Ini kisah cinta yang biasa namun penuh perjuangan...

"perpisahan mengajarkan kita, bahwa seseorang sangat berharga ketika dia sudah tiada"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Jeremy yang itu?

Andra masih menunggu, dia mulai gelisah, beberapa kali dia berpindah tempat untuk

menenagkan dirinya, dia tidak pernah berpikir dia akan begitu khawatirnya

menunggu Ayatha, kenapa dengan ku? Pikirnya dalam hati. Andra sedang duduk di

ruang keluarga saat Bibi Moi membawakan teh untuknya, saat tiba-tiba telepon

rumah berdering, Bibi Moi segera mengangkatnya.

" Hallo, ini ke diaman keluarga Tadder? Iya, Ada apa dengan Ayatha? " Kata Bibi Moi

tanpak kaget, Andra yang tadinya sendang meminum tehnya segera bangkit ketika

mendengar nama Ayatha.

" Ada apa? " Tanya Andra pada Bibi Moi

" Maaf tuan, Ayatha kecelakaan, " kata Bibi Moi cemas

" Kecelakaan? di mana dia sekarang? " Kata Andra kaget bercampur cemas.

" Dia di bawa ke rumah sakit Crown Tuan, " kata Bibi Moi bergetar

Andra terdiam, dia segera berjalan ke kamarnya, mengambil beberapa barangnya lalu dengan tergesa-gesa langsung menuju garasi, dengan cepat dia segera melaju

menuju ke rumah sakit.

Secepat kilat Andra mencoba mengendarai mobilnya, hingga tak berapa lama dia segera

sampai di rumah sakit Crown. Dia segera memarkirkan mobilnya, lalu menuju ke

tempat resepsionis rumah sakit.

" Ada yang bisa saya bantu? " Kata resepsionisnya pada Andra

" Pasien bernama Ayatha, yang di bawa kemari karena kecelakaan, dia di mana?" Kata Andra tergesa-gesa

" Dia baru saja di bawa ke ruang VVIP no. 510 di lantai 5, silahkan belok ke kanan,

di sana ada lift, " kata resepsinisnya menunjukkan arahnya.

" Terima kasih, " kata Andra sengera berjalan cepat menuju lift.

Andra menunggu lift yang sedang turun saat tiba-tiba seseorang menyapanya.

" Andra, " kata Maxii

" Ehm.. Maxi? " kata Andra kaget

" Untunglah mereka sudah menghubungi mu, aku tadi sedang meninjau rumah sakit saat aku melihat dia di bawa kesini, ehm.. Siapa namanya?" Kata Maxi

" Ayatha, " kata Andra

" Yah.. Aku ingat dia ada di peresmian hotel waktu itu bersama kalian, jadi aku langsung

menyuruh pegawaiku menelepon mu, mari aku antarkan ke ruangannya, " kata Maxi

segera masuk kedalam lift saat lift itu datang, Andra hanya mengkutinya.

" Ngomong-ngomong, dia siapa? " Kata Maxi kembali membuka pembicaraan

" Seorang teman, " kata Andra tak perduli, dia memang tidak terlalu menyukai Maxi

bahkan saat pertama bertemu dengannya

" Seorang teman, bagaimana kalian bisa bertemu?" Kata Maxi ragu-ragu

Pintu lift terbuka, Andra hanya tersenyum melihat Maxi.

" Terima kasih sudah mengantarku sampai sini, tapi sepertinya kau sibuk, bukankah

seorang CEO seperti mu ini tidak punya banyak waktu, aku akan mencarinya

sendiri, terima kasih, " kata Andra keluar lalu meninggalkan Maxi sendiri

di dalam lift, Maxi tampak sedikit frustasi, dia hanya ingin tahu bagaimana Andra

bisa bertemu gadis itu.

Andra menyusuri lorong, melihat kamar yang berjejer, saat dia melihat kamar 510, dia

segera membuka pintunya. Seorang suster sedang memperbaiki infus yang ada di

tangan Ayatha. Ayatha masih tidak sadarkan diri.

" Bagaimana keadaanya Sus? " Tanya Andra pada perawat yang ada disana

" Sebentar lagi dokter akan datang, dia akan menjelaskan semuanya pada Anda, permisi, "

kata perawat itu pergi meninggalkan Andra dan Ayatha

Andra menatap wajah pucat Ayatha, di bagian kepalanya tampak luka yang sudah

diperban, Andra hanya bisa menahan rasa cemasnya.

Dia benar-benar tidak bisa melakukan apapun.

" Selamat sore, " kata dokter yang tiba-tiba masuk

" Sore Dok, " kata Andra

" Saya Dokter Jeremy yang akan merawat Nona... ehm... Ayatha, " kata dokter itu

sambil melihat kertas dan langsung melihat Ayatha yang sedang tertidur.

" Dia benar-benar Ayatha? " kata dokter itu tidak percaya

" Iya, " kata Andra sambil kebingungan melihat kelakuan dokter itu.

" Aku mengenalnya " kata dokter itu tampak tak percaya

" Benarkah? lalu bagaimana keadaannya?" kata Andra yang masih bingung dan cemas.

" Oh ya, maaf... dari hasil pemeriksaan dokter UGD dan hasil pemeriksaan penunjang

lainnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, benturan di kepalanya juga tidak

berbahaya, kita hanya menunggu dia sadar, biarkan dia istirahat, dan

kau?" Kata Jeremy sambil menjulurkan tangannya

" Oh, aku Andra, bagus lah kalau begitu, " kata Andra menyambut tangan Jeremy

dan mereka saling bersalaman.

" Aku tidak menyangka akan bertemu dengannya disini " kata Jeremy mendekat

sambil menatap Ayatha dengan lembut.

" Kau Jeremy yang itu? " kata Andra sambil mengerutkan dahi sambil menunjuk kearah Jeremy

" Yah mungkin aku Jeremy yang itu, " kata Jeremy juga kebingungan dengan sikap Andra.

Andra dan Jeremy memutuskan untuk berbicara di daerah taman, di daerah taman terdapat cafe kecil di rumah sakit itu, mereka tidak ingin mengganggu Ayatha yang menurut Jeremy masih butuh banyak istirahat.

" Ini silahkan, " kata Jeremy membawa secangkir kopi dan teh untuk dia dan Andra,

" Terima kasih, " kata Andra tersenyum

" Sama-sama, " kata Jeremy

" Aku tidak mengganggu mu kan?  "

" Sebenarnya aku masih ada pekerjaan, namun aku masih ada beberapa menit untuk berbicara, jadi bagaimana kau bisa bertemu dengan Ayatha? Bukan kah dia tinggal di desa? " Kata Jeremy semangat

" Iya, dia pindah beberapa bulan yang lalu, " kata Andra

" Oh... Jadi kenapa kau memanggilku ' Jeremy yang itu' apakah Ayatha pernah

membicarakan ku? " Kata Jeremy

" Iya, dia pernah berbicara tentangmu, "

" Wah, itu sangat mengembirakan, Aku tidak menyangka dia masih mengingatku, rasanya

aneh sekian lama tidak pernah bertemu dengan cinta pertamamu " kata Jeremy

" Cinta pertama ?" Tanya Andra

" Dia tidak pernah bilang kalau dia adalah cinta pertamaku, aku selalu mengatakannya

tapi dia tidak pernah menanggapinya, mungkin karena Yosa, " kata Jeremy

tertawa geli karena ingat kejadian kecilnya dulu.

" Yosa? " Kata Andra terdiam, mendengar nama itu hatinya kembali tidak enak.

" Yah.. Kau mengenalnya juga? Dia gadis yang sangat pintar dan manis, dia sahabat baik Ayatha

dia pernah mengatakan bahwa dia menyukaiku, ah... Tapi itu cuma cerita cinta

anak-anak, hanya bagus untuk di kenang, oh ya lalu bagaimana keadaan Yosa?

" kata Jeremy masih dengan senyum ramahnya

Andra terdiam, menghela napas beratnya, dengan lirih dia berkata

" Yosa meninggal 2 tahun yang lalu "

Senyum Jeremy perlahan menghilang, wajahnya yang tadi semangat berubah tidak percaya, dia merasa tidak enak kepada Andra yang tampak sedih saat berbicara tentang yosa. Dia jadi kikuk mengahadapi suasana ini.

" Maaf, aku tidak bermaksud, " kata Jeremy menunjukan empatinya

" Tidak apa-apa " kata Andra tersenyum kecut.

" Yah, kita semua pasti akan mengalaminya, namun aku tidak menyangka gadis itu pergi

terlalu cepat, " kata Jeremy lagi

" Iya, Kau bilang Yosa menyukaimu? Kenapa kau tidak menerima cintanya? " Tanya Andra

pada Jeremy dengan serius, membuat Jeremy menjadi lebih serius.

" Yah... Mungkin karena dia gadis yang sempurna, dia gadis yang cantik, pintar tentunya, kami sering membahas semua pelajaran, dia mengerjakannya dengan mudah apapun yang aku ajarkan, kau pasti tahu itu kan ? " kata Jeremy

" Yah...aku sangat tahu, " kata Andra menerawang jauh

" Mungkin karena dia sudah sesempurna itu, aku tidak tertarik lagi dengannya," kata Jeremy

" Bagaimana dengan Ayatha? Kenapa kau menyukainya?" Kata Andra lagi

" Dia sangat berbeda dengan Yosa, aku harus mengajarinya berulang-ulang agar dia bisa,

aku menyukai semua kelemahannya, dia gadis yang kikuk, penyendiri, tak bisa bergaul,

tidak percaya diri, selalu takut dengan apapun, itu membuatnya sangat menarik, tapi

bukan itu saja, dibalik gadis yang lemah itu, dia selalu tegar, tidak pernah

menyerah, tidak pernah mengeluh, dia mampu hidup sebatang kara tanpa bantuan

siapapun, Siapa yang tidak akan menyukai gadis manis seperti itu, aku rasa kau

juga akan menyukainya, kau hanya belum mengenalnya " kata jaremy panjang

lebar sambil tersenyum

Andra terdiam, tertegun dengan apa yang dikatakan oleh Jeremy,  ' Kakak, kau pasti akan menyukai temanku Ayatha'  terngiang suara Yosa di kepalanya, inikah maksudnya? Pikir Andra.

" Waktuku sudah habis.. Aku harus kembali bekerja, " kata Jeremy lagi

" Oh, terima kasih waktunya, " kata Andra

" Baiklah, akan ku kabari jika Ayatha sudah siuman, " kata Jeremy sambil bangkit dan

pergi

Andra kembali tertegun, menatap lurus dan kosong, tiba-tiba handphonenya berdering dari

Wayren

“ Kakak kau di mana? Aku sudah di rumah sakit,” kata Wayren terdengar sangat cemas

" aku sedang di cafe " kata Andra tenang

“ Ngapain ke cafe?? Bagaimana dengan Ayatha,” kata Wayren lagi

" Sudahlah, temui aku di cafe sekarang," kata Andra lemas

Tak lama Wayren datang menemui Andra yang masih tertegun, Wayren mengerutkan dahi melihat tingkah laku kakaknya .

" Hay, apa yang kau lakukan di sini? " Kata Wayren duduk di tempat Jeremy tadi

" Tidak ada, hanya duduk," kata Andra meminum tehnya

" Kau minum kopi? " kata Wayren melihat gelas bekas kopi yang ada di depannya

" Tidak, aku tadi hanya mengobrol dengan dokter yang menangani Ayatha," kata Andra

" Oh, bagaimana kabarnya? " kata Wayren cemas

" Tidak apa- apa, dia baik-baik saja, " kata Andra

" Kalau begitu aku ingin melihatnya, " kata Wayren berdiri dan hendak pergi, namun

tangannya di tarik oleh Andra untuk mencegah Wayren pergi.

" Tidak perlu, dia butuh istirahat, lebih baik kau pulang saja, aku akan menjaganya di sini,

" kata Andra sambil berdiri lalu pergi meninggalkan Wayren.

Wayren terdiam, berdiri lama melihat kepergian Andra, dia ingat ekspresi wajah Andra yang seperti itu, wajah pedulinya, wajah Andra benar-benar ingin menjaga

sesuatu, Wayren tersenyum kecut, sekarang kau juga mulai menyukainya kak? Pikir

Wayren, Wayren sebenarnya gusar, gelisah, dan kesal menjadi satu, namun dia

memilih pergi.

Andra berjalan pelan menuju lorong, sekarang pikirannya kacau, kenapa dia bisa bicara

seperti itu pada Wayren, tapi rasanya dia memang ingin menjaga Ayatha sekarang,

bagaimana dengan perasaannya dengan Yosa? Semua membuatnya bingung.

" Hey... dia sudah sadar, " kata Jeremy menegur Andra

" Benarkah?" Kata Andra segera menuju ruang Ayatha.

Ayatha membuka matanya pelan pelan, kepalanya masih sakit, terakhir yang di ingatnya hanya sebuah mobil menabraknya dan anak kecil itu,dan kepalanya bertambah

sakit, di pegangnya dahi kananya yang sudah tertutup verban, eh.. Aku dimana?

Pikir Ayatha

" Selamat sore " kata Jeremy menyapa Ayatha yang perlahan-lahan memandanginya

" Eh, ini dimana?" Kata Ayatha

" Rumah sakit, Ayatha, kau masih mengenaliku? " kata Jeremy mendekati Ayatha

Ayatha mengerutkan dahinya, Wajah ini, sepertinya dia pernah melihatnya, dia seperti Jeremy, temannya dulu.

" Jeremy? " kata Ayatha

" Tidak sangka kau masih mengenalku, " kata Jeremy tersenyum bahagia, Ayatha

mencoba tersenyum namun kepalanya masih sedikit sakit, dia memalingkan wajahnya

melihat seseorang yang berdiri di dekatnya, Ayatha langsung kaget ketika sadar

yang di lihatnya adalah Andra.

" Eh, Tuan..." Kata Ayatha kaget

" Srtt... istirahat saja, " kata Andra langsung memotong, dia tidak mau Jeremy tau

apa sebenarnya status Ayatha. Ayatha terdiam melihat Andra.

" Baiklah aku akan meninggalkan kalian berdua " kata Jeremy

" Aku ingin pulang " kata Ayatha pada Jeremy

" Besok... Menginaplah malam ini di sini, " kata Jeremy

Jeremy meninggalkan Andra dan Ayatha berdua, semua hening, Ayatha terlihat kikuk,

sedangkan Andra bingung harus melakukan apa.

" Kau ingin makan sesuatu? " Kata Andra gugup

" Eeh..tidak, terima kasih Tuan Muda, " kata Ayatha juga sama gugupnya

" Kau boleh memanggilku Andra jika disini, jangan memanggilku Tuan Muda " kata Andra

lagi

" Ehm, baiklah, Andra," kata Ayatha cangung

" Kalau begitu, ehm... aku akan memanggil Bibi Moi untuk menjagamu di sini malam ini,

" kata Andra tersenyum

" Baik lah, terima kasih, Andra, " kata Ayatha mencoba membalas senyum Andra, Andra

terdiam melihat senyum Ayatha, dia tidak bisa berkata-kata lagi.

" Kalau begitu aku pulang dulu, Bibi Moi akan secepatnya datang, " kata Andra

" Baiklah " kata Ayatha

Andra berjalan keluar dari kamar Ayatha, sebelum keluar dia menatap Ayatha lagi yang

sedang memegangi kepalanya, dia menutup kamarnya dengan hati-hati sekali, dan

segera berjalan pergi.

1
Betty Wulansari
Alhamdulillah akhirnya 😊
Betty Wulansari
Kanebo mana kanebo 😭😭😭
Betty Wulansari
Andra 😭😭😭
Betty Wulansari
😍😍😍
Betty Wulansari
😭😭😭
Betty Wulansari
😊😊
Betty Wulansari
😊
palupi
terimakasih 💐💕🙏
palupi
Luar biasa
Wangintowe Tundugi
suruhan tuan arya ah kapan selesai ceritAmu quin
Wangintowe Tundugi
kapan tamanya ceritamu quin
Wangintowe Tundugi
sepertinya yg meninggal bukan ayatha,maxi sengaja memanipulasi bersama dokter jeremy untuk keamanan ayatha dari tuan Ray😅
Wangintowe Tundugi
pak wang jadi obat nyamuk 😂
Wangintowe Tundugi
ayata kok gitu ya dengar dulu lah
Wangintowe Tundugi
sepertinya hanna dan maxi ada hubungan maxi hanya nutupi hubungannya pada ortunya
Wangintowe Tundugi
sama2 terluka
kafa ainshod
love sekebon buat maxi
Youleannaa
bagus
emak e Rainnathan
Luar biasa
Ve
Yosa baik bgt sih
Tapi keputusan Ayatha juga benar, krna ga bs slmanya ngandelin orng lain, berat sih tp hrs bs berdiri di kaki sendiri.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!