Aling Seorang mahasiswi kedokteran yang harus mengalami nasib tragis karena ia di tembak oleh salah satu maling yang masuk ke dalam kos - kosan nya. Namun bukan nya mati jiwa aling masuk ke dalam tubuh seorang selir dari abad ke 50.
Ling mei merupakan seorang selir yang selama hidupnya tidak pernah bersosialisasi dengan orang lain, ling mei merupakan anak dari menteri terdahulu yang memang sudah di jodohkan dengan kaisar ming.
Menteri terdahulu menyumbangkan seluruh kekayaan nya untuk kerajaan karena pada masa itu kerajaan sedang dalam kondisi krisis pangan. Karena kebaikan menteri terdahulu kaisar terdahulu memberikan sebuah anugrah bahwa putri dari menteri itu dapat menikah dengan kaisar ming.
Bagaimana kisah kelanjutan nya ?? ayo di baca all.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Di sebuah rumah makan yang cukup ramai Ling Mei sedang menunggu kedatangan sosok misterius yang mengajak nya untuk bertemu. Ling Mei pergi secara diam - diam di temani oleh aimi, Ling Mei bukan lah orang bodoh yang mau bertemu dengan orang yang tidak di kenal sendirian.
"Apakah anda sudah menunggu lama nyonya ? " tanya sosok pemuda yang datang dengan tampak sangat berwibawa.
"Kamu ? " Ling Mei mencoba mencari tahu dalam ingatan nya siapa sosok yang ada di hadapan nya itu.
"Saya Shu He anak kandung dari menteri He terdahulu sebelum ibu saya menikah dengan bajingan itu " tangan pemuda itu mengepal saat membicarakan sosok menteri He.
"Jadi kamu yang mengajak ku untuk bertemu ? " tanya Ling Mei.
"Itu benar, rumah makan ini adalah milik ku dan wanita jalang itu sering datang kesini bersama ayah nya untuk melakukan hubungan badan ". jawab Shu He.
"Kamu tidak berbohong .... " Ling Mei terkejut namun ia merasa tidak percaya.
"Tidak apa jika anda tidak percaya, tapi lihat lah batu memori ini, disini merekam semua kejahatan permaisuri Xie He dan juga ayah nya. Aku juga memiliki bukti mengenai pembunuh dari orang tua anda " Shu He masih tampak terlihat santai namun tidak dengan Ling Mei yang sudah sangat terkejut.
"Apakah kamu tahu siapa yang membunuh ayah dan ibu ku ? " tanya Ling Mei penasaran.
"Tentu saja ! Ayah permaisuri lah yang mengirimkan anak buah nya untuk membunuh keluarga anda, dia merupakan otak dari semua yang terjadi pada anda ".
" Tapi apa alasan .... ".
"Alasan nya cukup sederhana, ia iri dengan semua yang ada pada ayah anda. Ayah anda berhasil mendapatkan cinta dari ibu anda dan menteri bajingan itu juga sudah lama menaruh hati kepada ibu anda " penjelasan dari Shu He membuat Ling Mei semakin terkejut.
"Apakah menteri He dan ayah ku menyukai orang yang sama ? " tanya Ling Mei.
"Itu benar ! lebih tepat nya menteri He orang ketiga di dalam hubungan ayah dan ibu anda. Beruntung nya ayah dan ibu anda saling percaya satu sama lain sehingga jebakan demi jebakan yang di lakukan menteri He semakin membuat ayah dan ibu menjadi kuat dalam mempertahankan rumah tangga mereka. " jawab Shu He.
"Dari mana kamu tahu semua itu ? "
"Ayah anda dan ayah saya merupakan sahabat dekat, suka dan duka selalu mereka lalui bersama - sama... "
"Tapi bukan kah ayah ku bersahabat baik dengan menteri He yang sekarang ! ".
Mengapa semuanya tampak berbelit - belit sungguh Ling Mei di buat pusing akan masalah ini. Betapa terlihat bodohnya Ling Mei saat ini.
"Memang benar, hanya saja sebelumnya tuan yan selalu merasa iri dengan ayah anda yang memiliki predikat bangsawan terbaik dan selalu di sanjung oleh semua orang. Berbeda dengan tuan yan yang hanya seorang pengemis jalanan, yang di berkahi oleh dewa untuk naik pangkat menjadi seorang bangsawan karena menikahi ibu ku ".
"Aku ingin mengambil semua yang seharusnya menjadi milik ku nyonya, aku ingin kita bekerja sama dengan tujuan yang sama yaitu menghancurkan tuan yan dan permaisuri Xie He ".
"Mengapa kamu tampak sangat membenci beliau ? " tanya Ling Mei penasaran.
"Ibu terkena penyakit di wajah nya, wajah nya terdapat nanah dan bentol - bentol yang banyak. Tuan He dengan tidak tahu dirinya menghina kondisi fisik ibu ku yang sekarang dan dengan terang - terangan melakukan hubungan badan dengan orang lain. Aku ingin membalaskan rasa sakit hati ibu ku ! ".
Tangan Shu He mengepal, matanya merah, terlihat ada sebuah dendam yang sangat besar di dalam diri Shu He. Ling Mei menerima tawaran Shu He untuk bekerja sama, bukan kah lebih mudah membuat permaisuri dan menteri He terjatuh dengan melakukan nya secara bersama - sama.
"Permaisuri Xie He sedang mengandung anak tuan Yan , saya berharap anda berhati - hati jika tidak ingin bernasib sama dengan selir agung ".
'Wanita itu memang sudah gila, aku harus menjauhkan nya dari kaisar '.