Saya Punya Novel Baru nih guys. Jangan Lupa Buat Mampir baca ya. Ceritanya tentang cowo cool yang jatuh cinta pada seorang cewe disekolahnya.
Sinopsis :
Karena kelelahan bekerja, Nathan meninggal dan tereinkarnasi ke dunia lain. Di Kehidupannya yang baru ini Nathan memutuskan untuk menjalani hidup yang bebas akan tetapi untuk mewujudkan itu Nathan harus menghadapi berbagai halangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thenawa09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3: JEJAK YANG HILANG
Kegagalan misi ke ruang bawah tanah meninggalkan rasa pahit di mulut semua orang. Tapi, seperti kata Roy, mereka tidak punya waktu untuk berlarut-larut dalam kekecewaan. Ancaman Pencerap masih nyata, hanya saja sekarang lokasinya menjadi misteri. Markas besar Ksatria Sihir pun berpindah dari suasana persiapan perang menjadi pusat investigasi raksasa.
Tiga hari pasca-kegagalan, sebuah pertemuan lain digelar. Kali ini, suasana di ruang rapat jauh lebih intens. Peta Kerajaan Aethelgard yang besar terbentang di atas meja, dikelilingi oleh laporan-laporan dari berbagai penjuru.
"Laporan dari Divisi 2," ucap Rylan, suaranya tetap datar dan hampir tanpa emosi, khas gaya kerjanya yang efisien. Tangannya dengan cekatan menempatkan beberapa penanda kristal di atas peta. "Tidak ada laporan anomali energi skala besar dari wilayah manapun dalam radius 500 kilometer dari ibukota. Tidak ada desa yang melaporkan warga hilang secara misterius atau kehilangan energi hidup secara massal."
"Artinya, apa pun yang terjadi pada segel itu, tidak menyebabkan Pencerap langsung lolos dan membuat kekacauan," simpul Roy, menyilangkan tangannya.
"Atau," sela Sage, mendorong kacamatanya. Sang Kapten Divisi 4 ini terlihat seperti belum tidur berhari-hari, tapi matanya masih tajam. "Atau, mereka yang mengambil segel itu memiliki cara untuk menahannya, sama seperti yang dilakukan segel aslinya. Ini bisa jadi berita buruk. Itu berarti kita berhadapan dengan entitas yang tidak hanya kuat, tetapi juga berpengetahuan luas tentang sihir kuno tingkat tinggi."
Gareth, yang duduk dengan postur tegap, menghela napas keras. "Jadi musuh kita ini cerdas dan kuat. Bagus. Lebih menyenangkan untuk dihancurkan." Karakternya yang blak-blakan dan selalu mencari solusi fisik terkadang menyegarkan di tengah semua kerumitan ini.
"Pertanyaannya, siapa dan kenapa?" Jonas, yang duduk di dekat Nathan, ikut berbicara. Sebagai Kapten Divisi 6, pikirannya selalu melompat ke berbagai kemungkinan taktis. "Apa motivasinya? Apakah mereka ingin mengontrol Pencerap? Atau justru ingin membebaskannya dengan cara mereka sendiri?"
Kaelen, dengan elegan, meletakkan secarik laporan di atas meja. "Divisi 1 telah menyisir semua arsip kerajaan yang bisa diakses, termasuk dokumen-dokumen peninggalan era Scarlett yang berhasil diselamatkan. Tidak ada catatan tentang pihak ketiga yang memiliki minat atau kemampuan untuk memindahkan segel semacam itu. Ini benar-benar di luar catatan kita."
Finn, si Kapten Divisi 5 yang biasanya ceria, kali ini wajahnya serius. "Tim medis dan logistik saya siap siaga, tapi tanpa target yang jelas, kita seperti menunggu badai dalam gelap. Kita butuh titik terang."
Nathan, yang selama ini diam memperhatikan, akhirnya angkat bicara. "Aku... aku masih bisa merasakannya." Semua mata tertuju padanya. "Bukan lokasinya, tapi... semacam gema. Jejak energinya sangat samar, seperti aroma yang tertinggal di udara. Tapi itu bukan berasal dari bawah tanah lagi. Itu... tersebar."
Ely mengangguk di sampingnya. "Aku juga merasakan sesuatu yang mirip. Seperti ada sisa-sisa energi gelap yang terpecah-pecah dan melayang entah ke mana."
Ini adalah informasi baru. Valerius segera mendekati Nathan. "Jelaskan. Bisakah kau melacak 'jejak' ini?"
Nathan menutup matanya, berkonsentrasi. Kekuatan Primordial dalam dirinya berdenyut, meraba-raba ke segala arah. "Tidak bisa melacak secara pasti. Rasanya seperti... seseorang membersihkan lokasi kejadian dengan sangat hati-hati, tetapi beberapa serpihan debu tetap beterbangan dan mendarat di tempat yang acak. Jejaknya terlalu lemah dan tersebar untuk diikuti."
Sage langsung bersemangat. "Serpihan energi! Itu bisa dianalisis! Nathan, Ely, aku butuh kalian datang ke laboratorium Divisi 4. Kita bisa mencoba mengisolasi 'sidik jari' energi dari jejak yang kalian rasakan. Jika kita bisa mengidentifikasi komposisi energinya yang unik, kita bisa menciptakan alat pelacak!"
Itulah titik terang yang mereka tunggu-tunggu. Tim langsung bergerak. Nathan dan Ely menghabiskan berjam-jam di lab Sage, berusaha memproyeksikan dan merekam sensasi energi samar yang mereka tangkap. Itu adalah proses yang melelahkan, membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi dari Nathan dan presisi dari Ely.
Sementara itu, divisi-divisi lain tidak tinggal diam.
Divisi 1 (Kaelen) terus mengerahkan jaringan informannya, menyebar telinga ke setiap sudut gelap kerajaan untuk mendengar bisik-bisik tentang aktivitas mencurigakan yang melibatkan sihir kuno.Divisi 2 (Rylan) dan Divisi 3 (Gareth) membentuk tim gabungan. Rylan menyediakan intel dan peta rute, sementara Gareth dan pasukannya melakukan patroli intensif di daerah-daerah terpencil yang mungkin dijadikan tempat persembunyian.Divisi 5 (Finn) memastikan semua operasi berjalan lancar dengan pasokan dan dukungan medis yang siap kapan pun.Divisi 6 (Jonas) mengerahkan anggota-anggota dengan kemampuan khusus untuk melakukan penyelidikan alternatif, seperti merasakan gangguan dalam aliran energi alam atau berkomunikasi dengan makhluk spiritual yang mungkin menyaksikan sesuatu.Kerja sama antar divisi mulai terlihat. Meski mereka masih baru dan gaya kepemimpinan para kapten sangat berbeda, ancaman bersama memaksa mereka untuk menemukan ritme yang pas. Rylan yang pendiam dan analitis bisa bekerja sama dengan Gareth yang langsung dan tegas. Kaelen yang diplomatis menjadi jembatan yang menghubungkan semua divisi. Finn yang cekatan memastikan tidak ada yang kekurangan sumber daya. Dan Jonas, dengan latar belakangnya sebagai ksatira biasa yang naik pangkat, memahami dinamika di lapangan dan bisa menjembatani perintah atasan dengan realita di tanah.
Dua hari kemudian, terobosan pertama datang, bukan dari lab Sage, tetapi dari laporan gabungan Rylan dan Jonas.
"Kami menemukan sesuatu," lapor Jonas saat pertemuan darurat berikutnya. Wajahnya tampak lelah tapi puas. "Di perbatasan timur, dekat dengan bekas wilayah Hutan Kari, ada laporan aneh dari sekelompok nomaden."
Rylan mengambil alih, menempatkan penanda baru di peta. "Mereka melaporkan melihat 'awan hitam yang bergerak sendiri' melintas di langit malam, sekitar seminggu yang lalu, tepat sekitar waktu kita menduga segel itu dipindahkan. Awan itu tidak menimbulkan badai, tidak juga hujan. Hanya bergerak cepat dan menghilang ke arah pegunungan di timur."
"Kenapa tidak dilaporkan lebih awal?" tanya Kaelen.
"Bagi para nomaden, itu hanya pertanda aneh, bukan ancaman," jawab Rylan. "Laporan mereka tenggelam di antara ratusan laporan rutin lainnya. Butuh penyaringan yang sangat detail untuk menemukan ini."
Saat itulah Sage masuk ke ruangan, wajahnya bersinar kegirangan. "Kami berhasil! Nathan dan Ely berhasil memberikan sampel energi yang cukup untuk dianalisis. Jejak energinya memiliki pola yang unik, sangat korosif dan... lapar. Kami sedang memproduksi prototipe pelacak portabel. Beberapa jam lagi akan selesai!"
Semua orang di ruangan itu merasakan gelombang harapan. Mereka akhirnya memiliki arah: timur, ke arah Pegunungan Tandus yang jarang dijelajahi.
"Baik," ucap Roy, bangkit dari kursinya. "Ini dia. Semua divisi, bersiap untuk misi panjang. Kita tidak tahu apa yang menunggu di sana. Kaelen, koordinasi dengan pemerintah lokal di wilayah timur, tapi jangan buat kepanikan. Rylan, kumpulkan semua intel tentang Pegunungan Tandus. Gareth, siapkan pasukan terbaikmu. Finn, ini akan menjadi ujian terbesar untuk divisimu; siapkan logistik untuk perjalanan jauh. Jonas, ambil anggota terbaikmu dengan kemampuan yang cocok untuk eksplorasi dan pertempuran di daerah pegunungan."
Dia lalu menoleh ke Nathan dan Ely. "Dan kalian berdua... tetap jadi mata dan indera kita. Kekuatan kalian adalah kompas kita sekarang."
Nathan mengangguk, rasa khawatirnya bercampur dengan tekad. Mereka akhirnya bergerak. Dia bisa merasakannya dalam dirinya. Jejak energi gelap itu, meski samar, seolah menjadi sedikit lebih jelas, seakan memanggilnya ke arah timur.
Petunjuk itu masih tipis, hanya berupa laporan kabur dari pengembara dan sebuah "aroma" energi yang hampir tak tercium. Tapi bagi Ksatria Sihir baru Aethelgard, itu sudah lebih dari cukup. Mereka telah menemukan jejaknya, dan sekarang, perburuan sebenarnya akan dimulai.
Semangat terus kak 💪