Cerita ini hanya halu semata Kalo ada tempat dan kesamaan author mohon maaf Karna ini hanya berasal dari kisah khayalan ya guys
Ulya menyukai pria tampan yang banyak menjadi incaran para wanita .di kampus nya Namun pria itu hanya bersikap biasa pada nya Bahkan pria itu bersikap dingin pada semua wanita yang menyukai nya Lantas bisa kah Ulya dekat dengan mya Atau pria itu akan terpaut pada gadis lain....
Sedangkan disisi ada pria tampan bernama Aziz pria cerdas dan pintar juga baik Bahkan mumpuni dengan ilmu agama dan kanuragan Mempunyai banyak teman wanita Akan kah mereka bisa saling mendukung dan bisa kah Aziz bertemu wanita tambatan hatinya nanti ...... Penasaran baca disini ya .......guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Yuna pun tersenyum .Lalu melanjutkan memasaknya bersama umah Yang masih sehat sampai hari ini
" Umah sudah biar Ulya yang ganti umah duduk saja disini " kata Ulya Menarik tangan rumah nya itu .
"' Ya ampun nak, umah ini sudah biasa olahraga pagi . "Kata umah Karna sudah biasa memasak untuk dirinya dan abah Apalagi sekarang yang bantu bantu sedang hamil tua Minta istirahat Karna mau melahirkan .
" Sudah umah , kan sudah ada umi Ulya dan Raina .Umah sama abah saja " kata Ulya yang mengambil alih semuanya Membuat Yuna hanya tersenyum
" Sudah umah ,biarin Ulya yang ngerjain Kan sudah saat nya dia turun kedapur Biar ngak kaget ." kata Yuna .Mengedipkan matanya pada umah Saat Aziz berdiri di pintu dapur .
" Iya umah lupa, ya sudah umah bawa teh dan kopi dulu ya. Kedepan buat abah dan Malik .
" Sini umah Aziz yang bawa , umah duluan saja " kata Aziz cepat cepat mengambil nampan Yang akan di bawa umah Yang membuat Yuna tersenyum Lalu menganggukkan kepalanya pada umah .Tanda membiarkan mereka yang muda Untuk mengambil alih tugas umah
Hari ini semua orang bersikap baik pada abah dan umah Yang membuat abah dan umah bingung Bahkan saat ingin berangkat ke rumah Fatma pun Abah dan Umah di gandeng Aziz dan Ulya . Karna mereka ingin menyenangkan kakek dan neneknya. Mengingat perkataan Ulya tadi malam. Begitu juga Arfah dan Rania Yang tak mau berdebat dan ribut Agar umah dan abahnya senang Melihat mereka akur Dan rukun saat berkumpul
" Ada apa dengan mereka ?" kata Yuna bingung
" Entah lah " Kata ustad Malik Yang merasakan ada sesuatu .Yang membuat Malik ikut penasaran .Dengan sikap anak anaknya yang berubah 180 derajat .
" Ya sudah , mungkin mereka ingin menyenang umah dan abah saja "Kata Yuna merasa ada yang janggal Tapi ia tetap berpikiran positif .
************
Acara akad nikah Faridah dan ismail pun berjalan lancar . Keduanya terlihat sangat bahagia Dan resepsi pun berlanjut sekalian makan siang . Ulya yang tak jauh duduk dari umah . Mengambilkan semua apa yang umah mau Yang membuat umah di layani seperti ratu Oleh Ulya dan Raina Begitu juga dengan abah Yang di layani Aziz dan Alim Yang setia melayani abah Tanpa sedikit pun berkeluh kesah
" Abah mau apa lagi , biar Aziz ambilkan . "Kata Aziz
" Sudah ziz , abah sudah kenyang Kalian saya Abah ambilkan air putih saja "Kata abah . Yang duduk tak jauh dari ustad Sofyan .
" Ya abah, duduk saja ya " Kata Aziz
" Yan aku rasanya kenyang sekali Sampai kekenyangan dan ini sudah mulai ngantuk ." Kata Abah
" Ya bah sama, besok senin jadi ngak ke martapura " Kata ustad Sofyan
" Insyaallah kalo nggak ada halangan ya yan . Abah mau membersihkan makam di belakang lagi nanti sore ."Kata abah
" Makam di belakang itu bah .Bukannya itu buat abah dan umah kan "Kata ustad Sofyan
" Iya mau abah bersihkan , Biar bersih kalo mau lewat .Sekalian membersihkan makam abah Ali juga Agar tak banyak rumputnya ." Kata abah Yang memang rutin tiap minggu membersihkan makam Alkah keluarga (khusus keluargga abah sekandung ) Yang tak jauh dari rumah Dan kebun ustad Malik di ujung kebun
" Abang kaya ingin mati saja sih bah Kan sudah tiap minggu di bersihkan Kenapa harus di bersihkan lagi . Ingat mati itu boleh bah . Tapi ngak tiap minggu juga ke sananya Lagian sudah di doakan setiap sholat juga kan bah " Kata ustad Sofyan .Karna sepupunya itu akhir akhir ini sedang memperbanyak amal Dan di masjid abah juga rutin menjadi imam Dan tak mau di ganti Apalagi kalau hari jum, at .
" Iya , tapi ini kan musim panas yan Jadi perlu di siram air juga " Kata abah tersenyum .Duduk melihat Aziz dan Alim makan . Karna abah sedang asyik ngobrol Bersama ustad Sofyan. Yang membuat Aziz dan Alim mengambil kesempatan itu
Banyak mata kaum hawa Melirik kedua pria tampan itu Apalagi dengan Aziz Yang lebih rupawan dari pada Alim Tinggi dengan tubuh tegap Dan berkulit putih dengan wajah khas arabnya .
" Masyaallah tuh si habibi Makin ganteng aja sih . Mana bawa si unta arab yang kece banget . Ya Allah jodoh kan kami ya rabb Sama pria pria sholeh itu " Kata pada gadis . Yang berkumpul di kursi tengah . Sambil mata mereka mengawasi Aziz dan Alim Yang lagi asyik makan Sambil ngobrol bersama Altaf dan Azzam
" Beuh..... jangan mimpi , mereka pasti sudah punya calon " Kata seorang gadis lain . Ikut nimbrung duduk di dekat teman mereka
" Emang berdoa ngak boleh, wajar kalo kami berharap . Siapa tahu di ijabah sama Allah " kata gadis temannya
" Tapi jauh beb jangan mimpi terlalu tinggi .Tetap beda lulusan pondok sini Sama lulusan mesir " Kata temannya lagi
" Iya kami tahu la, Tapi namanya jodoh kan kita ngak tahu Buktinya tuh ustazah Yuna aja bisa Padahal dia bukan anak pondok Malah bisa ngalahin ustazah Faridah dan ustazah Anisa yang lulusan pondok " kata si teman gadis itu
" Iya , malahan ustad Malik ngak meleng tuh Sampai tua ngak pake poligami kaya ustad Safar." Kata gadis yang lain
" Shut ...sudah tuh , ada Arfah Nanti kalo dia dengar bakal berabe deh "Kata para gadis itu terdiam Ketika Arfah lewat Ingin mengambil makanan Di meja dekat mereka duduk
" Kok pada diam, habis ngomongin aku ya " Kata Arfah bercanda
" Ih kepedean lho fah, buat apa kan bukan artis ." Kata tetangga Arfah .
" Ih jangan salah, biar ngak artis kan terkenal Apa lagi dua cogan ganteng di sana itu iyakan " Kata Arfah tersenyum Sambil memainkan alisnya .
" Oh iya fah , gue kok kepo ya pengen tahu boleh ngak nanya Tuh si cogan arab sudah punya calon belum ?" kata tetangga Arfah tersenyum
" Sudah mei, itu calon nya kak Ulya " kata Arfah santai .
" Hah.... kami pikir temannya Alim Trus tuh yang disana itu masih jomblo ngak " Kata yang lain
" Oh ... Itu juga sudah calonnya kak Raina sama nih ...."Kata Arfah menujuk dadanya .
" Alamak , yah kita ngak kebagian dong Lalu si bang Alim sama siapa ?" kata tetangga Arfah
" Nah kalo bang Alim calonnya ngak ikut Lagi di gaza sana Bantu bantu para pengungsi " Kata Arfah Membuat semua gadis itu terdiam Dan tak bertanya lagi Karna memang semuanya Tak kebagian kesempatan .
Sedangkan umah dan Ulya juga Raina Duduk sambil makan es krim buah Sambil ngobrol tentang masalah kebun
"Rai ,Ulya itu kan di kebun pisang pada berbuah lebat kalo besok Umah tak ada lagi Kalian yang merawatnya ya nak ?" Kata Umah.
" Beres umah " Kata Ulya
" Terus kalo kalian butuh stok beras Di gudang kita ya nak . Sudah umah siapin semua nya "' Kata umah .
" Hah ... gudang dapur umah." Kata Raina Menatap umah lekat
"Iya kan biar ngak beli "Kata umah .
" Umah belanja ?" kata Ulya penuh selidik
" Iya nak, sekalian kemaren untuk bibi Fatma mu Makanya sekalian Biar ngak repot .Umah beli kan semua Biar sekalian buat stock Kalo kalian pulang malam Ngak perlu keluar malam lagi .Buat nyari makanan di luar Tinggal masak saja . " kata umah
" Ya umah . "Kata Ulya dan Raina kompak Membuat kedua nya Saling pandang seakan umah sudah tahu Kalo akan meninggalkan para cucu cucunya .
" Dan ingat , ada uang juga di laci lemari umah Bila kalian butuh " Kata umah seakan memberi wasiat .
" Kak apa umah sudah tahu ya " Kata Raina berbisik
" Biasanya begitu Rai dari mulai 100 hari 40 hari terus seminggu dan selanjutnya Bagi orang beriman dan dekat dengan Allah Mereka pasti sudah merasakannya Dan tahu seakan akan mereka sudah siap Apalagi kalau sudah di ikuti para malaikat maut "' balas Ulya berbisik .Karna saat ingin meninggal Malaikat maut datang sampai 7x sehari
" Kalian membicarakan umah ya " Kata umah tersenyum
" Deg......"
Ulya dan Raina pun kembali saling padang . Terpaku diam karna kaget Karna umah tahu dirinya sedang di bicarakan .
" Kak ....." kata Raina
dongeng pengantar tidur ku sudah tamat
smoga sehat selalu murah rizki dan terus semngt mnebar mnfaat 🤗🤗
Doa yg sama utk kk.
Semangat berkarya.
Berkah&sukses selalu.
Ditunggu kelanjutan ceritanya.
Aku suka ceritanya. Keren.