Tidak pernah terpikirkan oleh seorang Dareen Atmaja jika ia akan merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya kepada seorang anak SMA. Seorang gadis yang tidak sengaja menabraknya dengan seragam SMA nyatanya mampu membuat jantungnya berdebar hebat.
Livia Afni Gautama juga tidak menyangka karena hanya tidak sengaja menabrak seorang pria dewasa membuatnya dikejar-kejar oleh pria itu yang dianggap sebagai om-om.
***
" Maaf Om, aku gak sengaja " ucap gadis yang menggunakan seragam putih abu-abu.
Deg, deg, deg.
" Jantungku kenapa? " batin Dareen saat melihat wajah cantik gadis itu.
***
Mau tahu kisahnya Dareen? Pantengin terus karyaku yang satu ini ya 😉
IG: gadis_taurus15
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Sayang? ~ Dareen
Saat Livia sedang asik mengobrol bersama dengan Mama Dena dan Fira, terdengar suara teriakan Dareen hingga mengalihkan perhatian mereka ketiga wanita itu.
" Ma, tolong bantu aku. Aku tidak bisa menata pakaianku ke dalam koper " teriak Dareen dari dalam kamarnya.
" Dasar anak itu, masih saja tidak bisa menata pakaiannya sendiri. Ini karena Mama yang selalu membantunya untuk menata barang-barangnya, hingga sampai dewasa pun masih begitu " ucap Mama Dena menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sebagai seorang anak yang selalu dimanjakan oleh Mama Dena dari kecil, Dareen memang masih tidak bisa melakukan beberapa hal yang sebenarnya tidaklah sulit, termasuk menata pakaiannya ke dalam koper atau lemari.
" Sayang, kamu bicara dengan Fira dulu ya. Mama akan melihat Dareen dulu, kalau tidak dia akan terus berteriak " ucap Mama Dena pada Livia lalu segera bangkit dari duduknya.
" Tunggu, Ma " cegah Livia hingga Mama Dena tidak jadi untuk berdiri.
" Kalau boleh biar aku saja yang membantu Kak Dareen. Sekarang aku adalah istri Kak Dareen dan itu sudah menjadi kewajibanku untuk membantu dan menyiapkan kebutuhannya " ucap Livia yang tidak mungkin membiarkan ibu mertuanya itu membantu Dareen, apalagi pria itu adalah suaminya sekarang walaupun begitu malas mengakuinya.
Livia juga tidak mau sampai dicap sebagai istri yang buruk karena tidak bisa mengurus suaminya dan membuat kedua orang tuanya malu.
" Boleh dong, Sayang " jawab Mama Dena tersenyum.
Mama Dena yang mengira jika Livia akan tidak peduli pada putranya karena alasan pernikahan mereka, kini merasa lega dan tersenyum karena sikap menantunya itu tidak sepertinya yang ia kira.
" Kamu bisa pergi ke kamar Dareen. Kamarnya ada di lantai dua dan kamar paling dekat dengan tangga " ucap Mama Dena memberitahu Livia.
" Iya Ma " jawab Livia menganggukkan kepalanya.
Livia pun segera beranjak pergi menaiki tangga dan menuju kamar Dareen yang memang cukup dekat dengan tangga.
Tok, tok, tok.
Livia mengetuk pintu kamar itu karena ia tidak bisa masuk begitu saja, itu sungguh terkesan tidak sopan walaupun kamar suaminya sendiri.
" Masuk aja, Ma " teriak Dareen dari dalam yang mengira jika yang datang adalah Mama Dena.
Ceklek.
Livia membuka pintu kamar itu dan perlahan melangkahkan kakinya untuk masuk ke kamar itu. Livia bisa melihat Dareen yang sepertinya sedang kebingungan dan sibuk mengeluarkan pakaiannya dari dalam koper, mungkin saja sudah ia masukkan dan tata tadi.
Dan benar yang dikatakan oleh Mama Dena, pria yang telah menjadi suaminya itu tidak bisa menata pakaiannya sendiri. Terlihat sekali pakaiannya sangat berantakan di atas tempat tidur.
" Sayang, kok kamu yang datang? Kamu mau membantu aku menata pakaian-pakaian menyebalkan ini? " ucap Dareen yang cukup terkejut sebenarnya karena ternyata bukan Mama Dena yang datang tapi Livia.
Apa yang Dareen bilang tadi? Sayang? Livia terdiam dan mencoba memastikan jika pendengarannya tidaklah salah. Ini sepertinya adalah pertama kalinya Dareen memanggilnya dengan sebutan Sayang dan tiba-tiba jantungnya tidak aman.
" Woy jantung, tolong biasa aja dong. Masa deg-degan begini sih, kan aku tidak suka pada Kak Dareen " rutuk Livia dalam hati pada jantungnya yang seperti sedang berdisko.
Jujur saja, ia pernah merasakan jantungnya begitu saat Zidan memanggilnya dengan panggilan yang sama, tapi tidak sehebat itu. Kali ini Livia seperti tidak bisa mengendalikan jantungnya dan anehnya itu disebabkan oleh Dareen, pria yang membuatnya marah hingga sekarang.
" Livia, kenapa melamun? " tanya Dareen melambaikan tangannya di depan wajah sang istri.
Dareen tentu saja merasa bingung sekaligus heran karena tiba-tiba istrinya itu melamun dan diam saja saat ia panggil beberapa kali.
" Ah iya, kenapa? " ucap Livia yang baru tersadar.
Livia mencoba untuk bersikap biasa saja walaupun ia sempat terkejut karena tiba-tiba Dareen begitu dekat dengannya.
" Tidak, tadi aku hanya tanya. Apa kamu yang ingin membantu aku menata pakaian-pakaian itu? " ucap Dareen mengulang pertanyaannya.
" Iya, aku yang akan membantu menatanya ke dalam koper " jawab Livia kembali menjadi bersikap dingin pada Dareen.
Kemudian Livia berlalu dari hadapan Dareen dan menghampiri tempat tidur pria itu. Livia mengeluarkan semua pakaian Dareen yang berada di dalam koper yang memang sangat berantakan.
" Aku memang tidak bisa menata pakaianku sendiri karena dari dulu selalu dibantu Mama " ucap Dareen mengikuti Livia dan sedikit merasa malu.
" Dasar anak manja, menata pakaian saja tidak bisa. Mengurus diri saja tidak bisa tapi berani memaksa untuk menikahi aku " cibir Livia sembari terus melakukan kegiatannya.
Bukannya marah dengan cibiran dari sang istri, Dareen malah tersenyum.
" Aku memang anak manja makanya setelah dewasa aku memaksa untuk menikahi kamu, supaya ada yang membantu menata pakaian dan seluruh kebutuhanku. Lagipula kata dan Kak Dion, lebih enak manja sama istri. Kalau sama Mama terus, Papa pasti cemburu " jawab Dareen yang memang sangat ingin manja pada istrinya.
Livia hanya menatap wajah Dareen sebentar dengan malas. Ia mengira jika Dareen akan kesal karena ia mengatakannya anak manja tapi malah dia mengakui begitu.
" Mana saja yang ingin Kakak bawa? " tanya Livia setelah koper milik Dareen itu kosong.
" Itu semua, aku sudah mengeluarkan yang ingin aku bawa. Untuk barang-barang penting lainnya aku akan memasukkannya di koper yang berbeda " jawab Dareen.
Setelah itu, Livia segera melipat pakaian milik Dareen yang tidak berbentuk lagi lalu menatanya dengan koper dengan rapi agar bisa muat banyak. Sedangkan Dareen hanya memperhatikan sang istri yang begitu cekatan menata pakaiannya. Sungguh, ia merasa kagum dan tidak akan pernah menyesal karena memaksa Livia untuk menikah dengan dirinya.
" Apa perlu aku bantu? " tanya Dareen menawarkan bantu setelah mereka cukup lama saling terdiam.
" Tidak, nanti malah berantakan lagi " tolak Livia tidak ingin kerja dia kali.
Benar juga yang dikatakan oleh istrinya itu dan Dareen memilih untuk mengambil kopernya yang lain. Ia akan memasukkan barang-barang pentingnya yang lain agar bisa lebih cepat selesai. Mungkin itu hal itu Dareen bisa mengerjakannya sendiri, tidak seperti tadi.
***
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya " Gadis Taurus " ya 😘
happy ending
happy family
sukses selalu untuk karya²nya Thor .
haduhhh. aya² wae Thor
bikin traveling aja nih
bikin pikiranku berkelana ini
Livia udah bahagia dg kehidupannya
ga akan kemakan omongan yg menurutnya ga penting