Ana menangis di pusara ayah dan ibunya. Dia merasa hasil usahanya selama ini sia sia yaitu untuk membahagiakan paman dan bibinya. Dia dipaksa menikahi tuan muda hanya karena uang dan harta.
Ana tidak yakin akan bahagia dengan pernikahannya. Hubungannya dengan Antoni selama 5 tahun terpaksa harus dia relakan demi kebahagiaan paman dan bibinya.
Akankah Ana hidup bahagia atau justru sebaliknya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suryati tampubolon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 Kecewa
Dion pun mulai membuka gaun indah Ana, namun Ana mulai sadar dan tersentak, dia segera menghentikan tangan Dio yang mulai membuka gaunnya, sontak saja Dion kaget.
" Kenapa sayang, apa kamu belum siap ?" kata Dion yang begitu kecewa,
" Hmm maaf ya mas bukannya gitu, Ana lagi kedatangan tamu bulanan" kata Ana malu yang membuat Dion yang sempat di bakar gairah menjadi lemas seketika.
Dion mengela nafas berat, mencoba untuk menurunkan nafsu yang sudah menguasai drinya, lalu dia beranjak dan pergi ke kamar mandi.
Ana pun segera mengganti gaun indahnya dengan baju tidur biasa dan beranjak menuju kasur, tak lama kemudian Dion pun keluar dari kamar mandi dan membaringkan tubuhnya di ranjang dengan posisi membelakangi Ana.
" Mas,,, marah sama Ana" tanya Ana
" hmm enggak"
" Kok mas tidurnya membelakangi Ana,? tanya Ana, lalu Dion membalikkan posisi tidurnya menjadi menghadap Ana, Dion menatap wajah Ana dan kemudian dia mengelus pipi Ana dengan lembut.
"Sayang, mas ngak marah sama kamu,mas hanya nga kuat menahan ini" kata Dion sambil menunjuk bagian bawahnya.
" Ih...dasar mas semum " kata Ana sambil memeluk dada Dion dengan pelan.
"Ga mesum sayang, itu hal yang wajar, kamu itu istri mas jadi wajar kalau mas ingin memiliki mu seutuhnya" kata Dion yang terus saja membelai pipi dan rambut Ana.
" Mas sabar ya cuman seminggu kok" kata Ana
" Ah... seminggu mas harus menahan selama ini selama seminggu, " kata Dion dengan wajah yang sulit diartikan. Melihat wajah Dion yang begitu kecewa ada perasaan bersalah yang menyusup ke hati Ana, namun keadaannya tidak mengijinkan.
😂😂😂😂😂
Rasa sayang telah tumbuh di hati keduanya, waktu telah menjawab semua kegelisahan yang sempat mampir ke hati kedua pasangan yang tersebut, mereka pun tidur dengan posisi yang berpelukan.
Jam tiga subuh tiba tiba Ana terbangun karena kehausan, dia pun bangun dan minum air yang selalu disediakanya di meja tepat di samping ranjang mereka. Setelah minum, Ana kembali ingin tidur, dia kemudian membaringkan tubuhnya disamping Dion.
Ana menatap Dion dang mengelus pipinya, masih teringat jelas momen bahagia yang disiapkan suaminya untuknya, dia meraih kalung pemberian Dion mengelus liontin kalung yang benisial DA , Ana betul betul bahagia, dia dengan pelan mengelus pipi Dion dan mencium kening nya pelan.
" Terimakasih Sayang" bisik Ana dengan
sangat pelan di telinga sang suami.Kini ada nyanyian baru dihatinya, ada cinta tulus yang mengalir di setiap hembusan nafasnya. Kini ada janji baru yang Ana buat dalam hidupnya, dia akan mengabdikan hidupnya untuk orang yang dicintainya tersebut, ia akan merajut setiap mimpi indah dan menikmati sisa waktu sampai selamanya.
Pagi itu seperti biasa Ana sibuk menyiapkan sarapan, setelah menyiapkan sarapan Ana pun bergegas untuk membangunkan suaminya.
" Mas,,,,ayo bangun " kata Ana sambil menepuk pipi Dion dengan lembut, dan dengan segera Dion pun segera beranjak mandi dan turun sarapan.
" Mas nanti Ana mau belanja, boleh ngakk Ana ikut mas sampai ke supermarket depan" kata Ana sambil mengambil sarapan untuk Dion.
" Ya bolehlah sayang,masak ngakk boleh" kata Dion sambil mencubit hidung istrinya
" Kamu mau ditemani mas ngakk belanjanya??" tanya Dion.
"Ngakk usah mas, mas kerja aja cari uang yang banyak, jangan malas kerjanya" kata Ana membuat Dion tersenyum.Mereka pun segera menghabiskan nasi goreng buatan Ana.
" Ya udah kita berangkat aja sekarang" kata Dion menyudahi sarapannya.
" Tunggu mas, Ana mau bereskan piring piring kotor ini dulu" kata Ana sambil membawa piring untuk dicuci.
" Kurasa kita perlu ART deh sayang, kamu pasti kecapean ngurus rumah ini sendiri".
" Ngakk usah sayang, Ana masih sanggup kok ngurusin rumah ini sendiri"
" Atau gini aja nanti bi Ina datang sekali dua hari untuk bantuin kamu beresin rumah ini" kata Dion memberikan saran.
" Mas,,,Ana bilang ngakk usah, Ana udah biasa kok ngurusin rumah malahan dulu Ana masih bisa kerja" kata Ana
" Ya udahlah terserah kamu aja sayang, tapi kalau kamu kelelahan bilang sama mas nanti mas Carikan ART yang bisa bantuin kamu".
" Iya my hubby kamu bawel banget sih" kata Ana sambil mencubit hidung Ana dengan gemasnya sedangkan Dion malah mencium kening Ana dengan lembut.
" Mas senang loh kamu panggil hubby sayang" kata Dion yang senang dengan panggilan tersebut.
" Ayo berangkat mas"
" Kok mas sih tadi panggilnya hubby" kata Dion dengan bibir manyun namun Ana tak memperdulikan ucapan suaminya yang ingin dipanggil Hubby.