NovelToon NovelToon
Duda Anak Satu

Duda Anak Satu

Status: tamat
Genre:Romantis / Duda / Tamat
Popularitas:781.2k
Nilai: 5
Nama Author: Riskaapa

Dosen, tampan, muda dan... duda.

Itulah panggilan yang disematkan mahasiswa terhadap Adam. Duda anak satu yang diam-diam menikahi salah satu mahasiswinya, Erica, dengan terpaut usia dua belas tahun.

Kehadiran Mona, mantan istri Adam justru memperkeruh suasana. Ia berusaha menguak masa lalu kelam Adam untuk merebut Adam dalam pelukan Erica.

Menikah dengan duda tidak seperti yang Erica bayangkan. Anak, mantan istri, dan masa lalu Adam selalu membayangi kehidupan Erica.

Mampukah mereka mengarungi kehidupan penuh cinta dengan duri dan bayang-bayang akan mantan istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riskaapa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalimat Penenang

Mata Adam kembali terjaga ketika telinganya menangkap suara berisik di balik pintu kamar. Ia memusatkan pandangannya pada pintu kamar yang masih tertutup rapat, lalu bola matanya bergulir menatap Erica yang meringkuk di dalam pelukannya. Perempuan itu kedinginan.

Huh, suruh siapa selimutnya dilempar ke kamar mandi! seru Adam dalam hati, penuh kemenangan. Tapi dengan penuh kasih sayang, ia rapatkan tubuhnya dengan tubuh Erica. Jika kalian bertanya apakah tidak ada selimut lain? Maka jawabannya tidak ada. Terdengar tidak masuk akal mungkin, tapi bagi mereka yang tidak masuk akal itu menimbun selimut banyak-banyak.

Baru saja Adam akan kembali terlelap, suara berisik itu kembali terdengar. Kali ini terdengar lebih nyaring dari sebelumnya.

"Pa, Bu?" isak seseorang di balik pintu kamar Adam.

Seketika Adam terperanjat mendengarnya. Ia menajamkan pendengarannya. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya diikuti bulu kuduk yang mulai berdiri. Hampir setahun mendiami rumah ini, baru kali ini ia mendengar suara seperti itu.

Tak lama berselang, tangis seorang anak pecah. Suara itu berhasil memompa jantung Adam lebih cepat, tapi tak berangsur lama ia mengenali suara itu. Suara Zhafran.

"Pa, Bu, Zhafran sakit." Suara isak itu kembali terdengar.

Erica yang semula terlelap dalam pelukan Adam kini membuka matanya lebar-lebar mendengar Zhafran sakit. Dengan cepat Erica loncat ke pintu, menemui Bibi yang tengah menangis sembari menggendong Zhafran.

"Zhafran kenapa Bi?" tanya Erica, terdengar jelas kekhawatiran dalam nada suaranya.

"Ada apa Bi?" imbuh Adam, menyusul Erica.

Erica mengambil alih Zhafran. Ditempelkannya telapak tangannya di kening Zhafran.

"Demam, Mas."

"Kita bawa ke rumah sakit," ucap Adam cepat, disambut anggukan kecil dari Erica.

"Ambilkan baju hangat, Bi!" titah Adam sembari menuntun Erica menuruni tangga.

***

Adam benar membawa Zhafran ke rumah sakit. Kekhawatiran Erica akan Zhafran semakin nampak jelas ketika dokter mempersilahkan mereka berdua untuk menunggu di luar sementara dokter memeriksa keadaan Zhafran.

"Zhafran akan baik-baik saja, Ri," ucap Adam lembut seraya mengelus lembut bahu Erica.

Erica hanya menoleh sekilas lalu mengangguk kecil. Mungkin bukan itu yang Erica inginkan saat ini. Kalimat penenang yang keluar dari mulut Adam tak sedikit pun dapat menenangkan pikiran pun hatinya yang terasa mencelos.

Adam dengan setia duduk menemani Erica yang bergelut dengan pikirannya sendiri hingga tidak memperdulikan keberadaannya. Sikap Erica yang selalu menyalahkan diri sendiri setiap kali ada masalah lambat laun membuat Adam muak. Capek rasanya meyakinkan orang yang sedang negatif thinking.

Tak lama kemudian dokter menemui mereka berdua, tapi dengan cepat Adam bergegas menemui dokter.

"Kamu tunggu disini saja," ujar Adam ketika Erica bergerak dari duduknya.

Erica menurut, berdiam diri di tempatnya sembari memperhatikan suaminya bercakap-cakap dengan dokter. Tak lama kemudian, Adam menoleh dan memberi isyarat untuk menghampirinya.

"Zhafran baik-baik saja, Ri," ucap Adam sepeninggal dokter. "Dokter yang bilang," imbuhnya, meyakinkan Erica bahwa kalimat yang keluar dari mulutnya kali ini bukan hanya sekedar kalimat penenang.

"Zhafran kenapa, Mas?" jelas sekali tanda tanya besar di wajah Erica.

Dengan lembut Adam menyahut, "keracunan makanan."

"Makanan?"

"Iya. Tapi sekarang sudah membaik keadaannya, jangan khawatir lagi."

"Zhafran makan apa memang?"

"Sudah Ri, yang terpenting sekarang Zhafran sudah tidak kenapa-kenapa lagi. Ayo sekarang kita temui Zhafran."

Keesokan harinya, Zhafran keluar dari rumah sakit. Erica terlihat semakin sayang saja pada Zhafran. Ah, saat sehat saja Erica sudah sangat sayang pada Zhafran apalagi sedang sakit begini. Sudah pasti Zhafran menjadi dunianya.

"Kamu baik-baik saja, Ri?"

Pertanyaan Adam yang tiba-tiba membuat Erica terdiam sesaat sembari mengamati wajah suaminya itu.

"Memangnya aku kenapa, Mas?" Erica balik bertanya dengan wajah polos.

"Ya justru itu Mas nanya, kamu baik-baik saja kan?" sahut Adam disertai kekehan kecil menghiasi lengkung bibirnya.

Erica menghela napas panjang. "Mas, yang keracunan makanan itu Zhafran bukan aku."

Kini, giliran Adam yang menghela napas. "Tapi kamu juga makan nugget jamur itu."

"Aku baik-baik saja, Mas." Sudut bibir Erica melengkung, menampilkan senyum manis yang selalu memabukkan laki-laki berkepala tiga itu.

"Kita periksa saja ya, Ri?"

"Mas lihat kan aku baik-baik saja, Mas."

Adam terdiam sejenak. Memang, dari luar Erica nampak baik-baik saja. Tapi dalamnya siapa yang tahu?

"Untuk memastikan saja, Ri." Keukeuh Adam. Suami mana yang tidak khawatir dengan kondisi istrinya yang memakan makanan beracun sama seperti anaknya?

"Mas khawatir?" tanya Erica tiba-tiba, membuat mata Adam hampir loncat dibuatnya.

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja mas khawatir, Erica!"

Erica tergelak dibuatnya. Lalu dengan cepat ia meraih leher Adam. Dikalungkan kedua tangannya di leher suaminya itu.

"Asal nggak bikin Mas khawatir lagi, aku mau."

"Dasar nakal!" ujar Adam seraya mencubit hidung Erica.

"Cie pipinya merona," ejek Erica yang menangkap semburat merah di wajah Adam.

Alih-alih tersipu malu, Adam justru dengan bangga memperlihatkan wajahnya itu. "Siapa sih yang nggak merona dipeluk mesra seperti ini."

Seolah ingin mempertegas kata 'mesra', Adam membalas pelukan Erica dengan meletakkan tangannya di pinggang istrinya itu.

Erica terkekeh dibuatnya.

Sementara suster yang sedang menyiapkan kepulangan Zhafran hanya mencuri-curi pandang dan pura-pura tidak melihat apa-apa.

***

"Ibu Erica baik-baik saja, begitu pula dengan janin dalam rahimnya," ucap dokter setelah selesai memeriksa Erica.

"Tuh kan Mas, aku memang baik-baik saja," ucap Erica cepat.

Berbeda dengan Erica yang terlihat baik-baik saja, Adam justru terlihat begitu terkejut.

"Janin?" tanya Adam ragu-ragu.

"Iya, Ibu Erica sedang mengandung bukan?"

Kini giliran Erica yang dibuat terkejut dengan pertanyaan dokter.

"Mengandung?" tanya Erica.

"Lho, kalian belum tahu kabar gembira ini?"

Keduanya kompak menggeleng menjawab pertanyaan dokter.

"Kalau begitu selamat, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua."

Yang satu bagai disambar petir di siang bolong, yang satu bagai dapat lotre. Begitulah kira-kira Adam dan Erica saat mendapat berita kehamilan Erica.

"Mas tidak senang?" tanya Erica, menyadarkan Adam dari keterkejutannya.

"Hah? Tentu saja Mas senang, sayang."

"Tapi Mas tidak terlihat senang."

"Mas hanya terkejut. Sebulan yang lalu bukannya negatif ya? Tapi sekarang tiba-tiba sudah positif saja."

"Berapa usia kandungannya, Bu?" tanya Adam pada dokter.

"Menginjak empat minggu."

Erica menghela napas, lalu tatapannya kembali beralih ke wajah suaminya yang tengah dilanda keterkejutan. "Mas tidak lupa bukan malam-malam panas kita di hotel waktu itu? Juga malam-malam di dalam kamar kita yang kata kamu aku selalu bisa menghangatkan kamar kita yang sepi?"

___________________________

Halo, terimakasih untuk omelannya karena nggak tepat janji. Tiba-tiba saja aku dapat semangat setelah liat votenya menyentuh 200+. Kalau aku mematok 200 vote untuk up kira-kira boleh nggak? Hehe biar tambah semangat aja sih

Kalau nggak boleh juga nggak apa-apa, aku bakalan tetap update kok cuma ya nunggu semangat kekumpul sendiri hehe

1
Darni Jambi
bgus bnget,laki2nya teguh penditian,
Ma Em
Biasa
Ma Em
sudah usir saja si mona biang kerok itu Erica mau jadi pelako dia, , dulu Adamnya ditinggalin sekarang mau balikan lagi, kamu harus tegas Erika jangan kalah sama si Mona biang kerok itu.
Ma Em
emang yah rumah tangga itu ada aja godaannya segala mantan istrinya yang selalu datang mengganggu, hati-hati Erica harus dijagain tuh mas Adamnya jangan sampai tergoda lagi.
Ifa Lai
👍👍👍
Raning Raning
keren
Andi Fitri
Mona tak tau malu seharusnya Adam cpt2 Carikan kontrakan atau srh plg ke rmh ortunya dri pada rmh tangga kmu sm erica nnt berantakan..
nurul hidayah
zhafran nya jangan ama Erica adam mulu thor.. biar ama mona..
Imas Priyanati Anggoro
kasihan Syafiq..gmn klo ketahuan jika Adam sm erica suami istri
Imas Priyanati Anggoro
jangan² rumhnya kebakaran dia sendri yg buat supaya tinggl bareng drumh adam
Kinan Rosa
kapok Lo Adam
Kinan Rosa
astaga Safiq lebih tegas dari Adam ternyata
Adam kamu harus sadar
Rida Sriwati
bagus
Elsina Heatubun
Erika oh erika...kasar dan lebay
Elsina Heatubun
Erika egois bangat...
Elfrina Tinambunan
ga ada sekuelnya thor.. rasanya masih pengen baca kelanjutannya hahaa
Diana Puntian
teruslah berkarya thorrr dengan cerita2 yang lebih fokus lagi, tetap semangat thorrr lanjuttt 💪👍
ykwia: maaciii sudah setia dengan cerita Duda Anak Satu 🤗 Sampai jumpa di cerita selanjutnya ❣️
total 1 replies
Kartika *PUCUK🌱 SQUAD🐛*🌽
Kehilangan mendewasakan seseorang. Terimakasih ka author atas ceritanya🤗
ykwia: terimakasih juga sudah setia dengan cerita Duda Anak Satu 🤗 Sampai jumpa di cerita selanjutnya ❣️
total 1 replies
Imay HIATUS 🐥
Endingnya syuka bangettt Thor, gk brrbelit2 mantap jiwa.. dgn hadirny bayi Erica mampu mengatasi Mona, ada hikmahnya jg orgtua meninggal Erica bertambah dewasa.
GDA exrtapartnya Thor rasanya kurang😂😂
ykwia: Sejauh ini belum kepikiran buat bikin extra part wkwk tapi pasti akan segera di update jika sudah siap hihi
Terimakasih sudah setiaa🤗 Sampai jumpa di cerita selanjutnya❣️
total 1 replies
Nuri 73749473729
lanjuuttt...
ykwia: sudah tamat kak😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!