NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Lelaki tinggi berbaju serba hitam itu makin mendekat ke arah Kyara sambil membawa payung. Langkahnya cepat namun tetap hati-hati. "Teh Kya mau ke mana?"

Suara itu terdengar jelas, meski tertutup deru hujan. Kyara tersentak. Ia menoleh cepat, matanya makin membelalak penuh kaget. "K-Kamu siapa?" suaranya gemetar. Ia mundur selangkah. "Kenapa tahu namaku?"

Lelaki itu berdiri tepat di hadapannya, payungnya kini sedikit dimiringkan agar melindungi Kyara juga dari hujan. "Aku Kama, Teh," jawabnya tenang. "Cucunya Oma Amisha."

Kyara terdiam sejenak. Nama itu langsung menancap di ingatannya.

Oma Amisha ... tetangga mertuanya yang selalu ramah, yang sering menyapanya dengan hangat setiap pagi. Perlahan, Kyara mengangguk kecil. Kewaspadaannya sedikit luruh, meski rasa bingung masih jelas di wajahnya.

"Teh Kya mau ke mana?" ulang Kama, kini lebih lembut. "Kenapa hujan-hujanan seperti ini, malam-malam lagi?"

Kyara menunduk. Bibirnya bergetar. "Ak-aku ..." suaranya tersendat. Ia menggeleng pelan. "Aku tidak tahu mau pergi ke mana. Ak-" Kalimatnya terputus. Tangannya semakin erat mencengkeram tas di dada.

Melihat itu, Kama tak banyak bertanya lagi. Ia perlahan meraih tangan Kyara ... hangat, mantap, tapi tidak memaksa. "Teh, lebih baik Teteh ikut ke mobilku saja," ujarnya lembut namun tegas. "Ceritanya di mobil saja ya. Hujannya makin deras, kilat juga makin sering."

Kyara refleks menarik tangannya. "Tidak usah, Kama. Terima kasih atas tawarannya." Ia menggeleng. "Nanti mobilmu basah."

Kama tersenyum tipis, menggeleng.

"Tidak apa-apa." Tanpa memberi banyak ruang untuk penolakan, ia menggenggam tangan Kyara lebih erat ... bukan kasar, tapi cukup untuk meyakinkan. "Ayo, Teh."

Kyara terdiam. Hatinya ragu, tapi tubuhnya sudah terlalu lelah dan sangat kedinginan. Akhirnya, ia mengangguk pelan.

Kama segera menuntunnya ke mobil. Ia membuka pintu depan, mempersilakan Kyara masuk terlebih dahulu.

Kyara masuk dengan tubuh gemetar, meninggalkan hujan di luar. Sesaat kemudian, Kama memutar dan masuk ke kursi pengemudi. Pintu ditutup rapat. Suara hujan langsung meredam.

Kama menyalakan mesin dan pemanas, lalu meraih handuk kecil dari jok belakang. "Ini, Teh," katanya sambil menyodorkan. "Pakai untuk mengeringkan rambut."

Kyara menerimanya pelan. "Terima kasih." Tangannya masih gemetar saat mengusap wajahnya. Air hujan bercampur air mata tak lagi bisa ia sembunyikan.

Mobil mulai berjalan, meninggalkan jalan gelap itu.

Di dalam, suasana hangat, tapi hati Kyara masih dingin dan hancur.

Kama melirik sekilas, lalu kembali fokus ke jalan. Ia tahu ... malam ini, bukan sekadar hujan yang turun. Tapi juga, hidup seseorang yang sedang runtuh.

Kama melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang basah dan licin. Wiper bergerak ritmis, menyapu derasnya hujan di kaca depan. Sesekali, ia melirik ke samping. Kyara duduk diam, sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

Namun percuma, helaian rambut itu masih meneteskan air. Pakaiannya pun basah kuyup, menempel di tubuhnya, membuatnya tampak semakin rapuh. Tangannya gemetar. Entah karena dingin atau karena luka yang belum reda.

Kama kembali fokus ke jalan. Ia sengaja memberi Kyara waktu. Tidak semua luka bisa langsung diceritakan. Mobil terus melaju. Satu menit ... lima menit. Hingga sepuluh menit berlalu dalam keheningan yang hanya diisi suara hujan dan mesin mobil.

Barulah Kama membuka suara. "Teh Kya," ucapnya pelan. "Kalau boleh tahu, sebenarnya apa yang terjadi?" Kyara terdiam. Tangannya berhenti bergerak. "Kenapa Teteh hujan-hujanan malam-malam begini? Bawa tas pula ..." lanjut Kama hati-hati. "Suami Teteh ke mana?"

Pertanyaan itu langsung menghantam. Kyara menunduk. Napasnya tercekat. "Aku ..." suaranya serak. "Aku sudah tidak punya suami."

Kama menoleh cepat. "Apa maksudnya, Teh?"

Kyara tersenyum tipis ... pahit. "Barusan, aku sudah ditalak tiga oleh Doni." Air matanya jatuh lagi. "Karena ..." Kyara menceritakan peristiwa tadi. Entah kenapa dia tiba-tiba berani memaparkan kehidupan pribadinya pada lelaki yang baru saja dikenalnya. Mungkin karena Kyara terlalu berat memendam kesakitannya sendirian.

Ia memejamkan mata, tubuhnya sedikit bergetar. "Mereka menuduhku berzina. Padahal aku sudah menjelaskan pada mereka, kalau lelaki bernama Wildan itu datang untuk bertemu dengan Mama Hesti. Tapi belum sempat kujelaskan semuanya secara detail ... Doni, dan ibunya terus memotong penjelasanku. Akhirnya, ikrar talak itu terucap. Dan aku ... diusir dari rumah itu. Tak ada satu orang pun yang membelaku. Bahkan aku dilarang berkeliaran di kompleks perumahan Cempaka."

Mobil terasa semakin sunyi. Kama menggenggam setir lebih erat. Rahangnya mengeras, menahan emosi. Namun ia tidak memotong. Ia membiarkan Kyara mengeluarkan semuanya. "Padahal tadinya aku mau ke rumah Erna dulu. Mau mengambil uang dan perhiasan yang kutitipkan tadi siang padanya. Tapi Pak RT dan beberapa bapak yang tadi menyaksikan kejadian itu segera menyeretku keluar dari gerbang perumahan tanpa mereka peduli aku akan pergi ke mana," lanjut Kyara lirih.

Hening sejenak.

Lalu Kama menarik napas pelan. "Teh," ucapnya tegas, namun tetap hangat. "Malam ini ... bagaimana kalau Teteh ikut aku saja?"

Kyara menoleh, bingung. "Maksud kamu?"

Kama meliriknya sebentar, lalu kembali fokus ke jalan. "Teteh tinggal saja di apartemenku untuk sementara waktu," katanya. "Apart-ku tidak jauh dari sini, kok."

Kyara langsung menggeleng pelan. "Tidak usah, Kama. Aku tidak mau merepotkanmu."

Kama menghela napas, lalu tersenyum tipis. "Teh," katanya, sedikit lebih serius. "Terus Teteh mau pergi ke mana? Katanya tadi tidak punya tempat tujuan. Di luar hujan, sendirian dan ini sudah cukup malam. Aku tidak akan tenang membiarkan Teteh berkeliaran di luar sana. Tidak, Teh. Bahaya."

Kyara terdiam.

"Di apartemenku ada kamar kosong," lanjut Kama. "Teteh bisa istirahat dulu. Ganti baju. Hangatkan badan." Nada suaranya tidak memaksa. Tapi tegas. "Teteh jangan khawatir, aku tidak akan macam-macam," tambahnya pelan, seolah membaca kekhawatiran Kyara. "Oma sering cerita soal Teteh ke aku. Dia bilang ... Teteh itu istri dan menantu yang baik, berbakti dan tidak neko-neko. Tapi Teteh diperlakukan tidak baik oleh suami Teteh dan keluarganya. Oma sebenarnya prihatin ke Teteh. Dia selalu ingin menegur suami dan mertua Teteh, tapi dia segan. Takut disangka ikut campur terlalu jauh ke dalam urusan keluarga orang. Dan saat aku mendengar cerita itu dari Oma ... aku ikut merasa sakit hati, Teh."

Kata-kata itu berhasil menyentuh sesuatu di dalam hati Kyara. Perlahan, ia menunduk. Air matanya jatuh lagi, kali ini lebih tenang. Ia lelah. Terlalu lelah untuk menolak kebaikan yang tulus. "B-Baiklah, Kama. Aku mau ikut ke apartemenmu," bisiknya akhirnya.

Kama mengangguk kecil. "Nah, gitu dong." Ia mengulum senyum. Mobil pun melaju, berbelok meninggalkan jalan utama. Menuju tempat tinggal Kalingga Kama Magala.

______

Suasana masih ramai di kediaman Hesti. Hujan di luar tak menghentikan para tetangga yang berdatangan, berkerumun di ruang tamu dengan wajah-wajah penuh rasa ingin tahu.

Di tengah mereka ... Doni duduk di sofa, wajahnya tertunduk, kedua tangannya saling menggenggam erat. Bahunya sesekali bergetar, seolah menahan beban yang begitu berat.

"Astaga, Don ... sabar ya," ujar salah satu ibu-ibu, mengusap bahu Doni pelan. "Kami tidak menyangka Kyara bisa sejahat itu, menjijikan!"

Doni mengangkat wajahnya perlahan. Matanya merah, entah karena tangisan, atau karena terlalu lihai berpura-pura. "Saya juga tidak menyangka, Bu ..." suaranya serak, terdengar rapuh. "Padahal selama ini saya kerja mati-matian buat dia, tapi ternyata ..." Ia menunduk lagi, pura-pura tak sanggup melanjutkan.

Beberapa orang menggeleng-gelengkan kepala. "Perempuan zaman sekarang memang ya ..." bisik salah satu bapak dengan nada menghakimi.

Di sudut ruangan, Hesti duduk dengan wajah sendu. Tangannya memegang dada, seolah ikut menanggung luka anaknya. "Sebagai ibu, aku benar-benar merasa hancur," ucapnya dengan suara bergetar. "Aku sudah anggap Kyara seperti anak sendiri, tapi dia malah mengkhianati Doni." Ia menyeka air matanya ... air mata yang terlihat begitu meyakinkan. Padahal, di balik semua itu, ada kepuasan yang tersembunyi.

Seorang ibu-ibu lain mendekat. "Bu Hesti, yang sabar ya ... mungkin ini sudah jalan terbaik. Daripada punya menantu yang tidak benar."

Hesti mengangguk pelan, pura-pura tegar. "Iya ... mungkin ini memang yang terbaik," katanya lirih.

Sementara itu, Doni kembali bersandar, menarik napas panjang. "Saya sudah tidak bisa mempertahankan dia lagi," ucapnya pelan, namun cukup jelas untuk didengar semua orang. "Saya tidak mau hidup dengan wanita yang mengkhianati saya."

Ucapan itu langsung menuai anggukan dari sekitar.

"Betul itu, Don!" sahut seorang pria. "Laki-laki harus tegas! Apalagi tadi kamu melihat dia ditindih oleh lelaki lain. Jatuh harga diri kamu kalau masih mempertahankan dia!"

Doni menunduk lagi. Namun kali ini,

di balik wajah yang tampak hancur itu, terselip senyum tipis yang nyaris tak terlihat. Senyum kemenangan. Karena rencananya berhasil.

Kyara sudah pergi. Dan kini ... semua orang berada di pihaknya. "Yes, semua sesuai dengan rencanaku. Kyara yang tersakiti, tapi aku yang mendapatkan empati. Hahaha ...!" tawanya menggema di relung hati.

1
murni l.toruan
ambil saja hitung2 gajian selama jadi istrinya dan pembantu
murni l.toruan
laporkan KDRT jadi istri harus punya pendirian yang tegas
I Love you,
🤣🤣🤣🤣🤣. judul si kama emang markotop😁 busetdah istri mu pk lurah gimana ya😤....🤣🤣🤣🤣 selamat menik mati!
Ama Apr: tunggu sja🤗
total 1 replies
I Love you,
badai sedang mengintai kamu 🙏🤣🤣🤣
Ama Apr: betull giliran kluarga doni yg akan sengsara
total 1 replies
Kholifah Tiara
bagus juga,,,
Ama Apr: terima kasih kk
total 1 replies
stela aza
kelamaan sampai bosen 🤦
Amy
silahkan berpusing-pusing Ria Doni,,, Nah loooe mau ambil dimana duit segitu banyak, biar lagi kau jual ginjal, tdak akan cukup,,,
hehehehe tertawa jahat 🤭🤭🤭
Ama Apr: wilujeng lieur nya🤣
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
gebrakan ceritanya kaya siput thor... luamaaaa
Ama Apr: he, maaf kk. udah mau end kok
total 1 replies
merry
mntmmu istri bos kmu x don klo ia syukrinn kmuu 🤣🤣🤣🤣
Ama Apr: wkwkwkkk
total 1 replies
I Love you,
Aku tunggu😁 kamu bangun dari mimpi panjang mu🤣🤣🤣🤣
Ama Apr: hehe iya
total 1 replies
Amy
itu menurut khayalan anda, silahkan berhayal setinggi-tingginya doni,
Ama Apr: wkwkwkkk
total 1 replies
I Love you,
astaga jgn lah masa pernikahan kontrak kama..!😤 kan dia masih terluka tega banget sih😭😭😤😡
Ama Apr: huhu, kali aja kyara mau🥲
total 1 replies
I Love you,
sukurin ajah kan Lo doni orang kaya'ye dia ga tau kerja di perusahan nyasiapa?😁🤣🤣🥰🥰🙏
Ama Apr: wkwkwk🤣
total 1 replies
I Love you,
🤣🥰. AH ..INI AWAL YG BAIK DAN DI BULAN YG BAIK PULA🙏🙏
Ama Apr: hehe, aamiin
total 1 replies
stela aza
ko kyara oncom bgt ,, kalau dia di jebak sama suami dan mertua,,, aturan dia udh punya feeling donk tiba2 ada orang numpang j rumah posisi dia lagi di rumah sendirian 🤦
I Love you,
bersiap siap bada sedang menuju kalian para penipulasi
I Love you,: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
I Love you,
hum kandang2 sesuai realita cinta dan kasih sayang dari seorang yg ada di dalam karya karya tulis ini!!
I Love you,
muak aku 😤😡 masukan!! gini gini trus critanya muter2 wae jgn mara biar para pembaca ga bosan..🙏🙏🙏🙏😁😁😁🥰
Anonymous
awokawok bloon dan MASOKIS... kayaknya kisah nyata ini awokawok
stela aza
kyara terlalu bodoh ,,, males bgt lama2 , jadi istri yg smart dikit j kenapa ,, Ojo bloon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!