Menceritakan seorang laki-laki berusia 29 tahun namun belum kunjung menikah, namun penasaran dan jatuh cinta dengan pesona tetangganya yang begitu menggoda namun tetangganya telah bersuami. Bagaimana kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Malam harinya, Raka dan Dina datang ke acara RT. Setibanya disana.
“Assalamualaikum.” Kata Raka.
“Walaikumsalam eh pengantin baru sudah datang.” Kata bu RT.
“Bu RT bisa saja. Ini ada kue bisa buat cemilan.” Kata Raka.
“Wah makasih banyak loh mas Raka jadi ngerepotin. Kenalin dong mas Raka istrinya siapa namanya.” Kata bu RT.
“Oh iya ini istri saya namanya Dina.” Kata Raka.
“Mbak Dina salam kenal, saya bu Ninis, tapi biasa dipanggil bu RT sih sama warga.” Kata bu RT.
“Salam kenal bu, saya Dina.” Kata Dina.
“Hai Dina, masuk yuk.” Sapa Nadia.
“Berani sekali dia sok kenal denganku, dasar perempuan nakal.” Kata Dina dalam hati.
“Tuh mbak Dina diajarin nyanyi sama goyang sama mbak Nadia hehe, biar makin mantap hehe.” Goda bu RT.
“Mana suaminya mbak Nadia?” Tanya Dina.
“Saya kebetulan sudah pisah sama suami saya, kenapa?” Tanya Nadia.
“Oh jadi mbak Nadia janda ya?” Tanya Dina.
“Mbak jangan bicara begitu, mbak Nadia ini donatur loh, tiap ad acara pasti sumbangan dia besar.” Bisik bu RT.
“Nggak apa-apa bu RT memang kenyataannya saya sekarang statusnya janda.” Jawab Nadia.
“Saya yakin pasti mbak Nadia bisa mendapatkan suami yang terbaik setelah ini.” Kata bu RT.
“Asal bukan suami orang ya mbak.” Sindir Dina.
“Saya sih nggak bisa menyalahkan suami orang ya kalau memang dia mulai tertarik dengan saya duluan.” Kata Nadia.
“Eh sini makan dulu yuk.” Panggil Raka ke istrinya, Raka mendengar percakapan antara istrinya, Nadia dan bu RT.
“Iya mas.” Jawab Dina, Dina pun menghampiri suaminya.
Nadia mengirim pesan kepada Raka.
“Istri kamu bisa jaga sikap nggak sih? Tujuan dia kemari untuk mempermalukan aku saja ya? Dia itu orang baru berani sekali ya.”
Raka pun mencari cara agar Nadia bisa pulang karena dia tidak tega jika Nadia dipermalukan. Raka mendekati Nadia dan dengan sengaja menumpahkan minumannya tepat mengenai baju Nadia.
“Astaga maaf mbak Nadia, waduh jadi kotor deh bajunya.” Kata Raka.
“Nggak apa-apa mas Raka, saya kan bisa pulang sebentar dan ganti baju.” Kata Nadia.
“Mbak pulang dulu saja buat ganti baju daripada nanti masuk angin loh.” Kata bu RT.
“Saya permisi dulu ya kalau gitu.” Kata Nadia.
“Sekali lagi saya minta maaf ya mbak.” Kata Raka.
“Nggak apa-apa kok mas, santai saja.” Kata Nadia sambil menatap kearah Raka.
Dina yang melihatnya pun menjadi sangat cemburu lalu mengajak Raka pulang.
“Mas pulang yuk.” Bisik Dina.
“Kamu saja yang pulang, aku masih mau disini.” Kata Raka.
“Bu RT maaf sekali istri saya mau pulang duluan katanya ngantuk hehe, tapi saya masih disini kok.” Kata Raka.
“Oh iya nggak apa-apa kalau mau pulang dulu, terimakasih sudah mampir ke acara warga ya mbak Dina.” Kata bu RT.
“Kenapa jadi aku yang harus pulang duluan sih.” Gerutu Dina dalam hati.
“Permisi ya bu.” Kata Dina, Dina pun akhirnya pulang terlebih dahulu sedangkan Raka masih di acara tersebut. Tak lama kemudian Nadia pun balik kembali.
“Mbak Nadia ayo dimulai acaranya, mbak duluan ya yang nyanyi.” Kata bu RT.
“Waduh kok saya duluan sih, saya sih mau-mau saja asalkan ada teman duetnya.” Kata Nadia.
“Nah mas Raka saja, suara mas Raka kan merdu ya.” Kata pak RT.
“Kok jadi saya.” Kata Raka.
“Ayo mas Raka temani aku nyanyi ya, mas mau nyanyi lagu apa?” Tanya Nadia.
“Apa saja.” Jawab Raka deg-degan.
“Lagu dangdut saja lah yang romantis.” Kata bu RT.
“Ok, aku yang pilih lagunya ya mas.” Kata Nadia.
“Iya mbak.” Jawab Raka.