Tidak ada yang bisa dilakukan ketika takdir sudah memilih mu. Kamu hanya bisa diam dan mengikuti alur skenario yang sudah di tetapkan.
Tepat seperti Alena atmajaya. Gadis cantik yang harus menelan pil pahit setelah kepergian bunda nya, Hidup yang dulunya bisa di bilang sempurna seketika berubah menjadi menyedihkan.
Mampukah Ale melewati semua masalah yang selalu saja datang menghampiri hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saran dari dokter
Suasana ruangan itu menjadi canggung setelah Alena mendengar ungkapan kata maaf yang baru saja terlontar dari mulut seorang Alkanna, Pria dingin serta angkuh yang sudah sah menjadi suaminya sejak beberapa waktu lalu.
Alena masih dia tak menjawab perkataan Alkan, gadis itu sungguh di buat melongo dengan semua kalimat yang Alkanna ucapkan untuknya. Terdengar sangat lembut, Bahkan Alena sampai menepuk kedua pipinya karna takut jika apa yang dia rasakan saat ini hanyalah sebuah mimpi. Namun sialnya saat Alena menepuk kedua pipinya, dia merasakan sakit. Dan itu artinya apa yang baru saja dia dengar bukanlah sebuah mimpi apalagi kehaluan, Alkanna memang benar-benar mengucapkan kata maaf itu untuknya.
"Apa kamu mau memaafkan saya?" ulang Alkana saat melihat Alena hanya diam tak menjawab pertanyaannya.
Sungguh Alena bingung, di satu sisi dia memang sangat bahagia saat mendengar kalimat yang begitu lembut terlontar dari mulut seorang pria yang menikahinya hari itu, namun di sisi lain, Alena masih tidak begitu yakin jika Alkanna benar-benar dengan ucapan maafnya.
"Alena, lihat saya, Saya paling tidak suka di saat saya mengajak seseorang bicara tapi mereka tidak menatap pada saya" Alkanna mengangkat wajah Alena yang sejak tadi hanya menunduk.
Hal itu membuat Alena menatap kedua bola mata Alkan dengan jantung yang mulai berdetak cepat. Sungguh Alena tidak paham kenapa jantungnya berdetak lebih cepat dari pada biasanya.
"Ada apa dengan jantungku, Kenapa saat menatap kedua mata kak Alkan seperti ini membuat jantungku berdetak lebih cepat. Apa ini" gumam Alena dalam batinnya.
Bahkan bukan hanya Alena, Alkanna yang juga ikut menatap kedua bola mata indah Alena membuat jantungnya bertalu, Padahal setelah melihat perselingkuhan kekasihnya, Alkanna tidak pernah lagi merasakan yang namanya getaran, lalu kenapa kali ini justru dia merasakan getaran itu saat menatap kedua bola mata istrinya.
"Ada apa dengan jantungku, kenapa berdetak secepat ini" batin Alkanna sembari terus menatap kedua bola mata indah itu.
Ceklek
Suara pintu terbuka berhasil menyadarkan keduanya. Ternyata ada dokter yang datang untuk memeriksa keadaan Alena. Alkan yang melihat kedatangan dokter segera menjauhkan tubuhnya dari Alena.
"selamat pagi, nona Alena. Saya periksa dulu ya" ujar dokter itu sambil menempelkan alat medis yang dia bawa ke tangan Alena.
"Tensinya sudah normal, jantung sama trombositnya juga sudah normal. Nanti sore nona Alena sudah boleh pulang" terang dokter itu sambil tersenyum.
"Tolong pastikan semuanya baik-baik saja dok, jangan sampai kejadian semalam terulang lagi saat kita sudah sampai di rumah" ujar Alkan pada dokter itu.
Dokter itu tersenyum pada Alkan"tuan Al tenang saja, keadaan istri anda memang sudah benar-benar membaik. Hanya saja ada sedikit hal yang harus saya sampaikan, tuan Al bisa ikut saya ke ruangan" dokter itu pun segera keluar dari ruangan Alena dengan Alkan yang mengekor di belakangnya. .
"Ada hal apa yang ingin dokter sampaikan sama saya? Kenapa dokter meminta saya kesini?" tanay Alkan setelah mereka duduk di dalam ruangan dokter Sinta
Dokter itu mengambil nafas dalam"Begini, tuan. Yang saya lihat sepertinya istri anda sering mengalami tekanan, sangat terlihat dari tatapannya yang tidak seperti orang normal, seperti cemas dan menyimpan rasa takut berlebihan. saya sarankan agar anda memberikan perhatian lebih padanya, karna kalau tidak, bisa saja dia mengalami depresi"
"Apa," Alkan terdiam sejenak, dia berusaha mengingat perlakuan Alena akhir-akhir ini. yang dikatakan oleh dokter memang ada benarnya, terkadang Alena merasakan ketakutan yang berlebihan. Dan semua itu terjadi setelah masalah keluarga yang Alena hadapi akhir-akhir ini.
aku malah yakin kalian akan menderita setelah ini🙂🙂