Demi melunasi hutang sang ayah, Aira terpaksa menjadi istri kedua Reyhan. Seorang CEO yang mencari istri untuk melahirkan anaknya. Hal ini dikarenakan sang istri dinyatakan mandul dan takkan bisa memiliki keturunan.
Namun, setelah menikah, Aira malah menemukan sebuah rahasia besar yang akhirnya mengubah semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Talak
"Kamu dengar, kan, Aira? Sebentar lagi kamu akan diceraikan oleh Mas Reyhan. Jadi, aku harap mulai hari ini, kamu harus melupakan semua tentang kita. Jika bertemu di jalan, anggap saja kita tidak pernah saling kenal."
Sera sedang berbicara dengan Aira mengenai talak yang akan dijatuhkan Reyhan hari ini. Satu kata yang akan mengubah hubungan mereka menjadi mantan suami istri.
Aira hanya diam sambil mengangguk. Dia terlihat tak bersemangat lagi. Pasti karena sebentar lagi dia akan berpisah dengan kedua anaknya. Rasanya memang berat karena melakukan semua ini dengan terpaksa.
"Aku tahu, Mbak. Memang inilah yang harusnya terjadi. Mbak, Mbak janji, kan akan menjaga mereka dengan baik? Jangan pernah memarahi mereka, ya, Mbak. Mereka hanyalah bayi yang tidak berdosa."
"Aku tahu, Aira. Sesuai janjiku, aku akan menjaga mereka layaknya anak kandungku. Bukankah selama ini aku sudah membuktikannya padamu?"
"Aku tahu, Mbak, terima kasih." Aira mengangguk perlahan.
"Sekarang, aku akan membantu kamu mengemasi barang-barang kamu." Sera memberikan sebuah koper besar, tempat dimana Aira akan menaruh semua barang-barangnya.
"Apa ini, Aira, kamu ingin membawa foto Arya dan Arka?" tanya Sera saat menemukan sebuah foto berukuran sedang ada di dalam laci lemari Aira.
"Iya, Mbak, aku mohon. Aku ingin sekali menyimpan foto mereka jika suatu waktu aku merindukan mereka."
"Apa? Tidak, Aira, kamu tidak boleh melakukannya. Kalau sampai ini diketahui orang lain, bisa gawat. Apa kamu memang sengaja melakukan ini agar orang-orang tahu bahwa kamu adalah ibu kandung si kembar? Aku tidak tahu ternyata kamu cukup serakah, Aira. Kamu akan mendapatkan begitu banyak harta, tapi kamu tidak mau melepaskan kedua anakmu." Sera menatap Aira dengan tatapan tajam. Seolah Aira telah melakukan kesalahan fatal hingga membuatnya sangat marah.
"Mbak, aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya ingin menyimpan foto mereka sebagai kenang-kenangan saja. Aku mohon, Mbak, izinkan aku untuk menyimpan foto mereka." Aira berlutut di hadapan Sera dan memohon dengan penuh air mata.
"Tidak, Aira. Kamu tidak boleh menyimpan foto kedua bayi kami. Maaf, aku terpaksa melakukan ini." Sera pun merobek kertas foto itu di hadapan Aira dan membuangnya ke sembarang arah.
"Ada apa, ini?" Reyhan yang melihat kertas berserakan berisikan foto kedua anaknya terlihat tidak suka.
"Ini, Mas, dia merasa kesal dan merobek foto si kembar. Aku tidak tahu entah apa yang ada di pikirannya. Apa salah kami padamu, Aira, begitu teganya kamu merobek foto kedua anak kandungmu sendiri? Kamu tidak mau mengurus mereka, oke, aku terima! Tapi kamu tidak perlu merebut foto mereka. Ini sangat menyakitkan bagiku!" Sera mulai menangis tersedu-sedu hingga membuat Aira kebingungan.
"Bukan, Mbak, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin...."
"Ingin apa? Kamu ingin tetap di sini agar bisa menguasai harta Reyhan, bukan? Memang dasar wanita licik! Kamu tidak mau menerima anakmu, tapi kamu tidak rela pergi dari sini!"
"Sudahlah, aku tidak mau mendengar alasanmu lagi! Memang benar bahwa aku harus menceraikanmu!"
"Sera Amalia binti Hendrawan, mulai detik ini, kamu aku talak! Kamu bukan istriku lagi!"
Bagai disambar petir ketiga Sera mendengar namanya disebut dalam ikrar talak itu.
"Mas! Bagaimana kamu bisa menyebutkan namaku! Ulang, Mas, harusnya nama Aira yang kau sebut!"
"Tidak, Sera, ikrar talak ini, memang benar-benar aku ucapkan padamu. Aku menceraikanmu."
bikin greget sj km Ihhh 😤 mau"nya Di gtuin Sama sera klo sy jd km,sdh terjd gni ya trima konsekuensinya gk peduli lg Sama omongan tetangga dll nya asalkn anak" sy berada Sama sy seklipun hrus Cerai dr laki" tersbt aplg mama mntu memihak Sama sy gtu auto sypun gk segampang itu malahan brni melawan sy.
Enak sj, mrk yg memulai permainan dn sy mau di jdkn korbnnya trus oh tdak justru sy akn buat keadaan itu terbalik spya tau rasa sndri Gimna rasanya kehilangan dn sadar dgn kebodahn nya sndri.