[TAMAT]
Ketika terbangun, Abella berada di dalam sebuah novel yang dimana tokoh utamanya, sang ratu, yang memiliki nama yang sama dengannya mati di tangan sang raja.
Dan berita buruknya, ia adalah ratunya sekarang.
By @yooazaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yooazaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Siapa
Sudah seminggu sejak kejadian dimana raja dan Abella bertengkar, dan sejak saat itu mereka bahkan tidak saling menyapa atau berbicara walaupun ketika mereka tidak sengaja saling berpapasan di istana.
Abella yang juga enggan memulai percakapan dengan raja akhir nya memilih mengabaikan nya dan menghabiskan waktu dan tidur bersama pangeran.
Sama hal nya dengan raja yang hanya diam melihat Abella dan pangeran dari kejauhan atau dari jendela ruang kerja nya yang mengarah ke taman istana, tempat dimana Abella sering menghabiskan waktu untuk bersantai disana.
"Apa masih ada dokumen lain?" raja menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuh nya di kursi kerja nya setelah menyelesaikan setumpuk berkas terakhir yang berasal dari Perbatasan Zeus.
"Untuk sekarang ini tidak Yang Mulia. Tapi anda akan memiliki pertemuan singkat dengan asisten Kerajaan Howler" ujar Albert sambil membereskan dokumen tadi.
"Kerajaan Howler?" tanya raja bingung, karena nama nya sedikit asing di telinga nya.
"Benar, Yang Mulia. Kerajaan Howler adalah kerajaan kecil di daerah Perbatasan Glace, anda kemarin yang mengatakan bahwa untuk mencari kerajaan atau keluarga bangsawan yang tinggal disana"
"Kenapa aku baru mendengarnya? Dan mereka tidak pernah ikut dalam perkumpulan bara bangsawan bukan?"
"Kalau itu saya kurang tau, tetapi rumor mengatakan mereka memang menutup diri sehingga jarang banyak yang tahu tentang mereka"
"Bagaimana dengan Ruth, Apa ada kabar dari nya?"
"Maaf, sejak kemarin saya tidak dapat menghubungi mereka"
"Ah.. sial!"
Tok.. tok.. tok..
Pintu ruangan seketika di ketuk kemudian menampilkan salah satu pelayan yang sudah separuh baya menunduk hormat kepada raja.
"Ada apa?" tanya raja.
"Ada tamu yang seperti nya dari kalangan bangsawan tiba di lobi, Yang Mulia. Dan beliau mengatakan berasal dari Kerajaan Howler"
"Sudah tiba rupa nya"
"Siapkan teh dan bawa dia ke ruang pertemuan, dan katakan raja akan segera kesana" perintah Albert.
"Baik"
Pelayan tersebut kembali menunduk hormat sebelum pada akhir nya mengundurkan diri untuk menjalankan perintah Albert.
"Yang Mulia, anda harus bersiap untuk pergi ke ruang pertemuan"
Raja mengambil jubah nya yang ia taruh di belakang kursi nya dan memakai nya. Lalu pergi melangkah ke tempat di mana asisten Kerajaan Howler itu berada.
"Salam hormat kepada Yang Mulia Raja Clardeus" seorang pria berambut pirang menunduk hormat begitu raja memasuki ruangan.
"Apa kau benar berasal dari daerah Perbatasan Glace?" tanya raja langsung ke inti nya.
"Benar, Yang Mulia, apa ada yang ingin anda tanyakan?" tanya nya sopan.
"Kenapa hanya kau yang datang? Dimana raja kalian?"
"Maaf Yang Mulia, beliau awal nya berniat ikut kemari, tetapi seketika ia membatalkan niat tersebut"
"Kalau begitu, biar aku bertanya langsung. Apa kau tau tempat bernama Telaga Sihir di daerah Kerajaan kalian?"
"Ya, itu benar"
"Lalu apa kau mengetahui siapa penghuni yang ada disana?"
"Maaf Yang Mulia, walaupun saya bekerja dengan Kerajaan Howler, hal tersebut hanya di ketahui oleh keturunan raja saja"
"Maksudmu aku sia sia mengundang mu kemari?"
Pria itu hanya terdiam, ia tidak membantah ataupun membalas pertanyaan raja.
"Jika hanya itu yang ingin anda tanyakan, saya akan mengundurkan diri" seketika pria tersebut menunduk hormat pada raja dan bersiap pergi.
"Katakan pada raja mu agar bertemu dengan ku lain kali, ah bukan, maksudku secepat nya"
"Akan saya sampaikan pesan anda, Yang Mulia"
Begitu selesai mengatakan kalimat tersebut, pria itu keluar dari ruangan. Dan Albert masuk tidak lama setelah nya.
"Apa anda sudah selesai?"
"Hah, aku tidak tau, dan tolong bawakan aku camilan ataupun sesuatu ke ruangan ku" dengan wajah frustasi raja melangkah melewati Albert yang masih bingung dengan apa yang terjadi.
Tidak utuh waktu yang lama, raja tiba di ruangan nya. Ia sebenarnya ingin bertemu dengan Abella seperti biasa nya, dan di saat di lelah, Abella selalu ada di samping nya.
Tapi bukti nya, ia bahkan untuk berbaikan dengan nya saja tidak bisa dan bahkan ia kembali malas untuk kembali ke kamar nya karena Abella tidak ada disana.
"Huh?" mata raja membulat ketika melihat pemandangan apa yang terjadi di depan nya lewat jendela ruangan nya.
Abella sedang berada disana. Dan bukan hanya dia saja, dia bersama dengan seorang pria yang memiliki kulit putih pucat dan rambut abu abu, dan jelas itu bukan Peter.
"Siapa dia?!" geram raja kesal.
Begitu melihat Abella yang tersenyum bahkan berbicara santai layak nya sudah saling kenal sejak lama, amarah raja memuncak. Ia bergegas pergi keluar ruangan nya dan melewati Albert yang baru tiba dengan camilan di tangan nya begitu saja.
"Eh? Yang Mulia?"
★★★★
Beberapa saat sebelum nya, Abella melangkah ke arah taman karena bosan. Seperti biasa, pekerjaan nya sudah selesai dan Peter sedang pergi untuk mengurus suatu hal.
Ia memilih mengitari taman istana seperti biasa nya. Tetapi tidak lama kemudian mata nya tidak menangkap sesuatu yang bercahaya, yang tidak lain sesuatu yang memiliki energi.
Abella perlahan melangkah mendekat dan mendapati sebuah benda yang tak asing bagi nya.
"Bukankah ini tas yang biasa ku gunakan untuk kerja sambilan?!" seru nya tanpa sadar, ia meraih tas itu dan membuka nya. Benar saja, semua benda di dalam nya adalah milik nya.
"Kenapa bisa berada disini?"
Ia membongkar isi tas nya perlahan, lalu mendapati benda lain yang sebenarnya sejak awal ia menemukan nya ia merasa janggal.
"Bukankah benda itu wajar berada disini karena pemilik nya berada disini?" Abella menoleh begitu ada sebuah suara yang seperti nya berbicara kepada nya.
"Siapa kau?" tanya Abella kaget.
"Ah, apa aku harus memperkenalkan diri dahulu. Perkenalkan, namaku Malvin" pria di depan nya tersenyum lembut pada nya.
"Lalu apa maksud ucapan mu?"
"Kau sedang mencari Deart bukan sejak kemarin?" mata Abella membulat begitu mendengar nama Deart.
"Kau mengenalnya? Tunggu, bagaimana mungkin?"
"Karena aku juga berasal dari dunia yang sama denganmu"
Abella terdiam, berusaha mencerna kalimat Malvin.
"Mungkin kau bingung, tapi kali ini aku juga sedang mencari Deart yang menghilang"
"Tapi bagaimana kau masuk kesini, atau bagaimana kau tahu kita berasal dari tempat yang sama?"
"Aku bisa merasakan energimu dan Deart pernah memberi tau ku ada orang yang sama dengan ku"
"Benarkah? Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Abella.
"Kurasa Deart membawa kita kesini dengan suatu tujuan, ada maksud tersendiri dari apa yang waktu itu dia katakan. Dan kurasa itu ada hubungan nya dengan benda yang kau pegang"
Tatapan mereka berdua kini beralih ke tangan Abella yang menggenggam sebuah kalung dengan liontin batu, kalung yang Abella temukan di dunia nya beberapa hari sebelum diri nya masuk ke dunia ini.
"Kalung ini?"
"Pergi ke tempat Pearl berada dan bawa kalung ini. Aku akan menemui mu disana"
"Eh, ta-"
"ABELLA!" seruan itu membuat Abella tersentak dan menoleh.
"Zaven?"
TBC
@yooazaa
Maaf ya masih ga teratur update nya, makasih yang masih setia support :)
sukaaaaa😻😻😭