[ VOTE DAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
Yang tidak pernah terbayangkan oleh Reygan, yaitu perjodohan.
Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara laki-laki dan juga perempuan yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi tidak dengan Reygan, dia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal, wanita itu bernama Nasya.
Rumah tangga mereka berdua sama sekali tidak dibumbui oleh rasa cinta, mereka berdua harus menikah saat mereka menginjak kelas dua SMA.
Awalnya bukan Nasya lah yang seharusnya menikah dengan Reygan, melainkan kakak tirinya. Tapi karena Kakak tirinya enggan untuk menikah muda akhirnya Nasya lah yang harus menggantikannya.
Perasaan Reygan bukan untuk Nasya, melainkan kekasihnya yang bernama Zora. maka dari itu Reygan selalu memperlakukan Nasya dengan tidak baik bahkan ia secara terang-terangan berpacaran dengan Zora tepat di depan mata istrinya.
Nasya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berdua juga harus merahasiakan pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NG STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Nasya, Reygan, Chalandra, Eliaria dan juga Sena berkumpul mengelilingi meja yang ada di kantin.
Mereka sudah memesan makanan masing-masing, Nasya saat itu memesan nasi goreng.
Saat Nasya hendak mengambil suapan pertama tiba-tiba saja Chalandra langsung memukul pelan tangan kakak iparnya itu.
"Nasi gorengmu itu sangat pedas sekali, kau tidak boleh memakannya, makan saja ini." kata Chalandra sambil memberikan nasi gorengnya yang tidak terlalu pedas.
Reygan diam sambil menatap tajam adik perempuannya itu sedangkan Chalandra yang melihatnya langsung menundukan kepala.
"Tidak apa-apa, makanlah." kata Reygan menukarkan kembali nasi goreng milik istrinya.
Nasya tersenyum senang, gadis itu langsung melahap nasi goreng tersebut kedalam mulutnya.
"Apakah kalian tahu, sekolah sebentar lagi akan mengadakan study tour." ucap Eliaria setelah menelan habis makanan yang ada dimulutnya.
Sena dan juga Chalandra menganggukan kepalanya. "Aku melihatnya di mading sekolah." kata Sena.
"Apakah kau akan ikut?" tanya Chalandra kepada Nasya.
"Tentu saja, aku akan ikut." jawab Nasya.
Chalandra mengacungkan ibu jari kepada kakak iparnya itu sedangkan Reygan dari tadi selalu memperhatikan istrinya yang sedang makan.
Setelah selesai makan, Nasya pergi ke lobby sekolah untuk melihat pengumuman study tour di mading sekolah.
Disana ada Airin dan juga ketiga sahabatnya, Nasya tidak memperdulikannya dan tetap ingin melihat pengumuman tersebut.
"Lihatlah siapa yang datang." ucap Airin kepada ketiga sahabatnya itu.
"Si pencuri sedang mencari muka disini." sahut Valeryn yang langsung ditertawakan oleh Airin, Gianna dan juga Nara.
Semua siswa berkumpul mengelilingi mereka berlima, Nasya masih terlihat santai karena masih tidak mengerti ucapan Airin dan juga teman-temannya.
"Kau mendapatkan apa setelah mencuri barang-barang milik teman sekolah lamamu?" tanya Nara berjalan mendekati Nasya.
"Dia sangat tidak tahu malu." sahut seorang siswa yang ada disana.
"Apa?" tanya Nasya.
Gadis itu melihat mading sekolah dan begitu terkejut saat beberapa lembar foto di pajang disana.
Foto tersebut memperlihatkan Nasya yang membawa sebuah papper bag, ada juga foto yang memperlihatkan Nasya mengeluarkan beberapa perhiasan yang ada di dalam papper bag itu.
"Kau tidak melihat vidio yang aku kirimkan di situs sekolah?" tanya Ginna lalu memperlihatkan ponselnya di hadapan Nasya.
Vidio tersebut memperlihatkan saat Nasya memberontak di sekolah lamanya, sebelum ia keluar dari sekolah lebih tepatnya saat menyerang Jefa yang menuduhnya telah mencuri perhiasan.
"Kau terlihat sangat kasar sekali, aku sangat takut." ucap Nara memperlihatkan ekpresi ketakutan.
"Sudah kuduga, aku sangat bingung sekali kenapa kau bisa datang ke sekolah ini, secara kau tidak mampu membayar biaya sekolah ini." imbuh Airin
"Apakah kau mencuri barang lagi?" tanya Gianna.
"Semuanya berhati-hatilah kepada Nasya, jaga barang-barang kalian jika tidak ingin dicuri olehnya." teriak Valeryn.
"Menakutkan sekali."
"Ternyata dia seorang pencuri."
Bisikan-bisikan itu bisa terdengar oleh Nasya, ia mengepalkan kedua telapak tangannya dengan mata yang menatap tajam Airin.
"Ada apa?" tanya Airin sambil melipatkan kedua tangannya di atas dada.
Januartha, Gala, Gavin, Savian, Chalandra, Eliaria dan juga Sena menghampiri keributan itu dan melihat Nasya yang menjadi pusat perhatian.
"Dia kenapa mengganggu Nasya lagi?" tanya Gala hendak menghampiri Nasya tetapi Gavin langsung menghentikannya.
Disisi lain Nasya membuang muka dan hendak pergi dari sana tetapi Airin malah menarik tangannya dan langsung menampar wajah Nasya di depan semua orang.
"Kau ini benar-benar!"
Semua yang ada disana terkejut terutama Januartha. Nasya memegang pipinya yang panas akibat tamparan tersebut.
Airin hendak melayangkan kembali tamparan kepada Nasya tetapi tiba-tiba saja Reygan langsung muncul di hadapannya.
Januartha yang hendak menghampiri Nasya seketika menghentikan langkahnya begitu melihat kedatangan Reygan.
Tatapan Reygan begitu tajam sehingga membuat Airin ketakutan, tanpa berkata-kata Reygan langsung menarik tangan Nasya dan membawanya pergi dari sana.
Airin menurunkan tangannya dan memperhatikan kepergian Nasya dan juga Reygan sambil terkekeh.
Sedangkan Chalandra dan juga yang lainnya berjalan menghampiri Airin dan juga teman-temannya.
"Kau kali ini benar-benar keterlaluann." ucap Chalandra
"Kau pikir dengan posisimu sekarang, kau merasa hebat?" tanya Eliaria.
"Lihat saja siapa yang akan datang nanti." kata Chalandra lalu pergi meninggalkan lobby sekolah.
Januartha menatap tajam Airin, ia mendekati gadis itu lalu mendekatkan bibirnya di telinga Airin.
"Jika kau mengganggunya lagi, aku yakin kau akan keluar dari sekolah ini." bisiknya lalu pergi menyusul sahabat-sahabatnya.
Airin merasa sangat kesal, ia mengepalkan kedua telapak tangannya sambil memperhatikan kepergian mereka semua.
"Nasya itu siapa sehingga mereka semua membelanya." tanyanya pada diri sendiri.
Reygan mengajak Nasya ke taman sekolah, gadis itu dari tadi meronta ingin di lepaskan.
"Jangan kembali kesana."
"Kenapa? apakah aku harus diam saja jika mereka memfitnahku dan juga menamparku seperti tadi?" tanya Nasya dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Tidak ada gunanya kau memberontak, dengarkan aku Nasya. aku akan membantumu untuk menghapus vidio-vidio itu."
"Sudah terlambat, mereka sudah melihatnya."
Reygan memejamkan kedua matanya, nafasnya ia hembuskan, entah bagaimana vidio itu bisa tersebar ke sekolah ini.
dasar Reagen lebay
ngga ada akhlaknya...
korban dari orang tua yg selingkuh
menjodohkan anak yg masih sekolah