NovelToon NovelToon
Pelakor Halal

Pelakor Halal

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:336.4k
Nilai: 5
Nama Author: Choco 33

Kedekatannya dengan seorang murid, membuat nya harus di cap menjadi pelakor di kala hubungan sang wali murid dengan pasangannya sudah berada di ujung tanduk dan tidak bisa di selamatkan lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choco 33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Kunjungan Pamungkas

Ceklek

Kedua bola mata Riana membulat ketika mengalihkan pandangan kearah pintu kamar mandi.

Wajah nya sudah merah merona melihat penampakan Andrei yang baru saja selesai mandi dengan hanya mengenakan handuk yang menutupi pinggang hingga atas lutut nya.

Tubuh atletis yang walaupun tanpa belahan roti sobek di perut, rambut basah serta beberapa tetes air yang masih menitik di tubuh Andrei membuat Riana menjadi hilang fokus menghapal materi untuk sesi tanya jawab sidang skripsi nya besok.

Seulas senyum kecil menghiasi wajah Andrei, saat Dia menyadari curian pandang yang istri nya itu layangkan sejak keluar dari kamar mandi.

Riana mencoba kembali fokus dengan lembaran skripsi nya, dan tanpa Dia sadari Andrei yang masih setengah toples itu sudah berada di belakang nya.

" Serius amat Neng ". Dengan menundukkan tubuh nya Andrei meletakkan dagu nya di bahu kanan Riana seraya menghirup aroma strawberry yang menyeruak dari sela ceruk leher Riana yang tengah mencepol rambut sebahu nya.

" A'a ih, ganggu aja ". Ucap Riana lirih meresapi hembusan nafas Andrei di ceruk leher nya, hingga membuat nya meremang.

Andrei menarik kursi Riana dan kemudian menjongkok tubuh nya di hadapan Riana dengan kepala yang berada tepat di perut buncit Riana.

" Assalamu'alaikum Baby Utun, kangen nggak sama Ayah ? ". Riana menepuk pelan bahu Andrei saat pria itu dengan gemas mencium perut Riana.

" Wa'alaikumussalam. A'a ih geli ah ". Rengek Riana, karena kini hidung Andrei kini sudah mulai bergerilya naik ke atas perut Riana.

Bahkan hidung mancung nya itu mulai intens membaui kedua bukit kembar yang akan menjadi lahan jelajah Baby Utun beberapa minggu lagi.

" A'a ih ". Bukan rengekan lagi yang Riana keluar kan dari mulut nya. Namun ******* tertahan mulai terlontar manja bersuara di iringi gigitan kecil yang Andrei sarangkan secara bergantian di bukit jelajah Baby Utun kelak.

" A'a ". Riana meremas gemas rambut Andrei kala Ayah Baby Utun itu mulai menarik keatas daster tidur yang Riana kenalan, hingga membuat tubuh Ibu Baby Utun itu polos.

" Ayah kunjungan dulu ya Dek ". Bisik Andrei mengecup lembut perut Riana yang di balas tendangan kecil dari dalam perut Riana.

" A'a... ". Riana hanya pasrah saat Andrei menggendong ala bridal nya menuju pembaringan mereka.

" Pelan pelan ". Bisik lirih Riana saat Andrei akan mendaratkan tubuh nya di atas kasur.

" Berat ya ". Riana mengusap lembut rahang Andrei hingga membuat pria itu mengerang pelan, sebelum gelengan nya menjawab pertanyaan Riana.

" Kangen ". Bisik parau Andrei menahan na**u nya saat merayapi leher Riana dengan lidah juga kecupan kecil disertai hisapan kecil yang membuat leher putih itu mendapat stempel ungu.

Jari jemari kekar yang biasa nya mengobrak abrik onderdil motor atau mobil itu mulai mengobrak abril onderdil Riana di bawah sana dengan lembut, hingga membuat tubuh Riana mengelijang disertai des**an manja.

" A'a ". Andrei menghentikan mengobrak abrik onderdil bawah Riana saat merasakan jemari nya basah, sebuah kec***an di sarangkan bib** Andrei ke bi*** Riana yang tengah meleng*** ni**t akibat obrakan Andrei.

Senyuman Riana terukir kala mendengar bisikan yang selalu Andrei gumam kan saat akan memulai memasukkan pamungkas kedalam sarang nya, setelah terlebih dahulu membuka handuk yang di kenakan nya.

Andrei meraih selimut yang biasa membalut tubuh nya dan Riana kala tidur guna menutupi bagian pinggang kebawah tubuh polos mereka.

" Kalau sakit bilang ya Sayang ". Bisik Andrei dengan menyatukan kening nya dan Riana saat perlahan lahan Pamungkas mulai melesak memasuki sarang nya.

Riana mengangguk pelan seraya meringis kecil kala pamungkas mulai bergerak gerak di dalam sarung nya.

Andrei menghentakkan tubuh nya dengan lembut dan pelan, namun sesekali mengencangkan hentakan nya hingga membuat Riana bersuara nik*** dan membuat Andrei semakin semangat mengasah Pamungkas di sarung nya.

" Sayang ... ". Andrei mengusap lembut peluh di kening Riana dan kemudian membisikan bait kata yang yang selalu di ucapkan nya saat akan melepaskan prajurit kecil Pamungkas di dalam sarung milik Riana.

" Terima Kasih Bunda". Andrei melepaskan Pamungkas dari sarung nya beberapa detik setelah para pasukan kecil itu di banjiri air yang keluar dari sarung Riana yang disertai suara suara indah yang di kumandangkan Riana dan Andrei secara sahut menyahut tadi.

Sebuah kecupan dihadiahkan Andrei ke kening Riana yang langsung memeluk erat tubuh Andrei saat Ayah Baby Utun itu merendahkan terlentang tubuh nya di sisi kiri Riana.

" Bunda emang yang terbaik ". Ucap Andrei menirukan jargon sebuah film animasi favorit nya Dhika di akhir kalimat.

" Ayah ih ". Andrei tertawa kecil saat Riana memukuli dada nya setelah Dia selesai menirukan ucapan Dhika memuji Riana.

" A'a... Ish ". Tawa Andrei terhenti saat terdengar suara rintihan pelan Riana.

" Kenapa, Sayang? ". Ucap Andrei panik melihat Riana yang tampak menahan sakit.

" Ngilu ". Rintih nya seraya mengusap lembut perut nya.

" Astaghfirullah, apa gara gara.. ". Riana menggeleng pelana seraya mengusap lembut rahang Andrei yang panik hingga membuat calon Ayah itu menghentikan ucapan nya.

" Kata Dokter Aurel kan Ayah memang harus sering jenguk Baby Utun ". Ucap Riana sambil meringis kecil.

" Tapi... ". Riana meletakkan telunjuk kanan nya ke bibir Andrei guna menghentikan ucapan Andrei.

" Nggak apa apa Ayah. Udah nggak ngilu lagi kok ". Ucap Riana lembut.

" Ayah bantu bersih bersih ya ". Riana mengangguk pelan. Dan Andrei pun mengangkat tubuh Riana dan menggendong nya menuju kamar mandi.

" Astaghfirullah Ayah, kenapa Pamungkas nya di obral gitu ". Riana memukul pelan dada Andrei saat Andrei membawa tubuh nya yang di balut selimut, namun Andrei sendiri memilih toples dengan Pamungkas yang sudah mulai terlelap tidur itu tampak berlari kesana kemari seiring dengan langkah sang pemilik.

" Tanggung Bunda ". Bisik Andrei yang menggigit gemas bi**r Riana yang mengerucut dan kemudian tertawa tergelak karena melihat wajah Riana yang merona menahan malu ucapan suami nya.

1
Nenden Zakiah Bahasuan
awas loh bunda udah KB belum ntar baby el punya adik sebelum waktunya
lee zha
bagussss 👍👍👍
Raditya
Luar biasa
Partini Minok Nur Maesa
mama shinta paling ibunya andrei
Partini Minok Nur Maesa
dika udah gx cedal gr2 demam tinggi
Sandisalbiah
Ana hamil.. sukses dong A'a nya...
Sandisalbiah
kiyai Ahmad dan Andini tentunya sebagai sponsor utama...
Sandisalbiah
ada kiyai model gini.. hais.. sekeluarga udah gak bener semua... dan lagi ngapain si Andini masih muncul disini..? emang ada yg mengharap dia nongol..? kirain dia udah jd sampah daur ulang.. nyatanya masih aja jd kotoran yg bikin semak dan merusak pemandangan..
Sandisalbiah
pelakor jaman now itu ada banyak model nya.. ada yg model perampok.. ada yg model jalang dan Fatimah ini model selow tp memuakan.. yg pasti apa pun modelnya yg namanya pelakor itu gak ada yg terhormat.. alias perbuatan tercela dan nista... apa lagi sampai menyakiti org lain demi ego sendiri..
Sandisalbiah
perlahan tapi pasti ya A'.. 😁😁
Sandisalbiah
gelar kiyai.. kelakua kaya gitu...aneh.. untung buat Zaki, ustd mirza danustd Anwar bisa berlapang dada..
Sandisalbiah
drama baru nih..kiyai Ahmad dan Fathima... dan makasih thor dr part di atas jadi tau pernikahan yg bagaimana yg di larang dan antara Dika dan Ara bukanlah saudara se susu begitu juga Andrei dan Mysha...jd antara Ara dan Dika syah utk menikah.. jd tambah ilmu ..
Sandisalbiah
lah... emang boleh thor..? jujur aku gak faham dgn ini cuma pernah dgn kalau org yg udah diangkat ank katanya.. ini baru katanya loh ya.. itu gak boleh dinikah kan dgn ank sendiri.. tp kan itu gak ada dalih yg menguatkan nya jd tolong di bantu kebenaranya gimana..?
Sandisalbiah
ternyata masalah yg di hadapi ank² lebih serius...
Sandisalbiah
ini akibat dgn sengaja merwbut hak ank yatim piatu.. belumpun menikmati hasilnya udah langsungbdpt azab... selamat gak tuh..??
Sandisalbiah
haredang euyy..
Sandisalbiah
hadehh.. kok aku yg jadi deg degan.. jd inget lahiran si kecil walau udah 11 thn yg lalu. 🤭🤭🤭
Sandisalbiah
ngeyel banget nih org tua... awas darah tinggian loh pak.. bahaya loh... uang angsuransi gak dapet.. eehhh.. strok iya... ngenes entarr..
Sandisalbiah
wah.. jd selegram dadkan nih keluarga Sutisna...
Sandisalbiah
sutisnya ini contoh orng yg dlm arti TUA-TUA DI CELANA... umur aja udah ujur tp kelakuan kek bocah... miris banget.. lihat org yg sibuk menuntut hak tp lupa akan tanggung jawab...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!