Mencintai wanita yang juga dicintai oleh sahabatnya, membuat Rio lebih memilih mundur dan mengubur perasaannya dalam-dalam.
Melihat wanita yang dicintainya bahagia dia pun ikut bahagia. Bahkan segala usaha dia lakukan agar sang wanita bahagia. Semua usahanya untuk membahagiakan dilakukan tanpa ada yang tahu. Cukup dirinya dan Tuhan saja yang tahu. Tanpa sedikitpun ingin memiliki sang pujaan hati. Dia memilih mundur asalkan sahabat dan pujaan hatinya bahagia.
Setelah memastikan wanita pujaan hatinya bahagia, Rio pun memilih untuk mengabdikan hidupnya pada sang bunda. Setelah beberapa bulan tinggal bersama bunda, Rio hendak Dijodohkan dengan adik sahabatnya.
Apakah Rio menerima perjodohan itu nantinya ataukah memilih wanita lain? Yuk kawal Rio mencari dan menggapai cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SR 34
Pada akhirnya Theaa pun harus menunda keinginannya untuk tinggal bersama sang suami. Dia memegang dua tanggung jawab sekaligus, staf inventori merangkap sebagai staf keuangan. Dua pekerjaan yang berbeda dan tidak ada hubungannya sama sekali.
Rio pun masih mengajari Cecil hingga mahir membuat program, selain itu Cecil juga diajari cara memperbaiki program yang eror. Bahkan Rio juga mengajari cara memperbaiki komputer jika terjadi masalah.
Tiga bulan kemudian....
Rio akhirnya resign dan membuka usaha sendiri, yaitu toko elektronik yang menyediakan jasa servis. Dia sudah mendapatkan dua tenaga ahli untuk melayani jasa servis.
Usaha Rio berjalan lancar karena jasa servis yang disediakan. Lebih banyak konsumen yang hanya menserviskan peralatan elektronik dibandingkan dengan membeli baru. Toko milik Rio selalu ramai pengunjung, sehingga penjualannya selalu mencapai target.
Rio menyewa sebuah ruko untuk menjalankan usahanya. Ruko itu tidak terlalu jauh dari rumah sang bunda.
"Rio, tadi pak Edward memanggil Bunda," ucap bunda Sonya membuka pembicaraan.
Saat ini mereka baru saja selesai makan malam dan duduk-duduk santai di ruang keluarga sembari menonton acara televisi.
"Dipanggil Pak Edward disuruh apa, Bun?" tanya Rio sembari merubah posisi duduknya menghadap ke arah bunda Sonya.
"Beliau tidak menyuruh apa-apa, hanya saja beliau ingin menjadikan kamu sebagai menantunya," jawab bunda Sonya dengan wajah penyesalan. Menyesal karena telah menyetujui permintaan pak Edward untuk berbesanan.
"Hahaha! Ada-ada saja kalau orang kaya ini mah. Semua keinginan harus terpenuhi. Padahal tidak semua keinginan itu sesuai kebutuhan!"
Rio tergelak mendengar permintaan pak Edward yang baru saja disampaikan oleh sang bunda.
"Kok malah ketawa sih, Nak?" tanya bidan Sonya heran.
"Rio merasa lucu aja! Main jodohin aja, gak ditanya yang menjalani rumah tangga nantinya. Sekarang bukan jaman jodohin, Bun! Lagian ya, Bun. Kalau memang Rio dan Cecil berjodoh, tidak mungkin juga dalam waktu dekat ini. Cecil baru semester enam, setahun lagi dia baru lulus sarjana," jawab Rio dengan lugas.
Bunda Sonya hanya bisa mengangguk tanpa bisa membantah ucapan anaknya. Biar bagaimanapun ucapan Rio lebih banyak benarnya. Cecil yang masih berumur dua puluh tahun dan masih kuliah tidak mungkin mau menikah dalam waktu dekat.
"Terus, besok kalau ketemu dengan Pak Edward, Bunda jawab apa, Nak?" tanya bunda Sonya bimbang.
"Jawab saja seperti yang Rio ucap tadi. Pak Edward pasti nggak akan marah. Rio sudah lama mengenal sifat-sifat yang dimiliki oleh keluarga Surya," saran Rio pada sang bunda.
"Bunda tidak enak menolak permintaan Pak Edward. Kamu tahu sendiri 'kan? Kita sudah terlalu banyak berhutang budi pada beliau," jawab bunda Sonya tersenyum miris mengingat masa lalu mereka.
"Tanpa jasa beliau, kita tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Hutang almarhum ayahmu yang begitu banyak, sudah dapat dipastikan kita akan kehilangan semua yang kita miliki," lanjut bunda Sonya sembari menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"Apakah dengan menikah dengan anak perempuan satu-satunya di keluarga Surya, hutang budi kita akan terbayarkan?"
"Bunda, tahukah bunda jika hutang budi itu dibalas mati?" imbuh Rio sembari mengambil minum yang terletak di meja, tenggorokannya mulai kering.
"Hhhh... Sebaiknya kamu pikirkan lagi tawaran Pak Edward! Syukur, syukur kalian bisa berjodoh nanti," ucap bunda Sonya sembari menarik napasnya dan membuang dengan kasar.
"Iya, Bun! Nanti Rio pikirkan lagi," sahut Rio lesu
*
*
*
Apakah Rio menerima tawaran pak Edward? Tetap ikuti perjalanan cinta Rio ya...
Terima kasih 🥰🥰🥰😘😘
DAN ANGKAT TOPI JUGA BUAT DEVAN...
DI CERITA INI DN DI CERITA MNGGAPAI MIMPI, GK NYALAHIN KLUARGA SURYA, BAIK PAK EDWARD, FRANS, ATAU PUN RAHMA, JUSTRU KSALAHAN DI LO YG TDK BRANI MMPERJUANGKN HATI LO, LO TERLALU PNGECUT DGN ALASAN PERSAHABTN & UTANG BUDI, PADAHAL LO DULUAN YG KNAL RAHMA, DN LO YG TOLONG RAHMA DARI GANGGUAN PREMAN, LO YG MMUPUK PRASAAN CINTA, ORG LAIN YG MMANEN..