NovelToon NovelToon
Langkah Kaki Tengah Malam

Langkah Kaki Tengah Malam

Status: tamat
Genre:Horor / Indigo / Tamat
Popularitas:396.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Sebagai mahasiswa penerima beasiswa Tari harus tinggal di asrama kampus.
Tapi saat itu dia adalah yang paling terkahir datang dan tak bisa memilih kamar.

201 adalah kamar tari, kamar yang paling dihindari oleh semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perayaan

Alhamdulilah, novel horor pertama author Lunoxs akhirnya tamat, wkwkwk.

Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah bertahan sampai di bab ini, pengalaman yang luar biasa buat ku 😭😭

Sekarang author akan fokus ke novel on going Alden dan Dinda.

Yang belum ke sana silahkan mampir ya❤️

Judul : Wanita Bayaran dan CEO

Bab 1.

BRAK!!

"Mama!!" pekik Dinda saat kecelakaan naas itu terjadi tepat di depan kedua matanya. Kakinya yang berlari  kalah cepat dengan sebuah mobil yang menabrak tubuh sang ibu.

Wanita paruh baya dengan tubuh ringkih itu terpelanting  jauh. Lalu berakhir jatuh di atas aspal dengan keras.

Diantara kegamangannya Dinda berlari menjangkau tubuh sang ibu yang sudah bersimbah darah.

"Tidak, Ma. Tidak, Mama, tidak, jangan, jangan tinggalkan aku, jangan, aku tidak mau begini." Isak Dinda, diantara derai air mata yang mengalir deras. Baginya dunia seolah berhenti berputar, tak terdengar sedikitpun suara bising klakson di telinganya saat itu.

Beberapa orang bahkan berteriak memintanya untuk membawa sang ibu ke rumah sakit, namun Dinda seperti tuli, kedua matanya tetap bersitatap dengan mata milik yang ibu yang sayu.

Diambang batas kesadarannya, ibu Dinda tersenyum menatap sang anak.

Dinda menggeleng kuat, dengan segera dia gendong tubuh sang ibu di punggungnya dan dibawanya berlari menuju rumah sakit terdekat.

Terbiasa hidup hanya berdua dengan sang ibu, membuatnya tak terbiasa menggantungkan hidup dengan orang lain. Bahkan Dinda tak berucap satu patah kata pun untuk meminta bantuan pada segerombolan orang yang mengelilingi dia.

Dinda berlari, sekuat tenaga menahan beban di punggungnya.

Sampai akhirnya dia tiba di rumah sakit Royal Dude.

"Segara tangani mama saya, cepat!" pekik Dinda, seolah dia tidak ingin melewatkan waktu 1 detik pun berlalu. Waktu yang terus berjalan seraya memberikan luka pada sang ibu.

Dinda bahkan seolah berbagi darah dengan ibunya, tubuhnya pun berlumur bercak merah itu.

Beberapa perawat pun segera membawa ibu Dinda ke ruang IGD, namun saat Dinda ingin ikut langkahnya dicekal.

"Maaf Nona, silahkan anda urus administrasinya terlebih dahulu. Kami akan memberikan pertolongan pertama untuk ibu Anda, tindakan selanjutnya hanya akan dilakukan jika anda sudah mengurus semua administrasi," jelasnya tanpa jeda.

"Mama ku dalam keadaan darurat, tidak bisakah dia ditangani dengan cepat! aku pasti akan membayar semua biayanya!" pekik Dinda, saat ini dia tidak berada dalam keadaan yang baik untuk bernegosiasi, dia hanya ingin sang mama segera dibawa ke ruang operasi.

Apalagi Dinda bisa lihat dengan jelas, jika ibunya sudah tak sadarkan diri.

Air mata Dinda terus mengalir deras, bicara dengan suaranya yang sesenggukan. Di usianya yang baru saja menginjak 21 tahun, dia harus menghadapi cobaan seberat ini seorang diri.

Dan melihat Dinda yang seolah berkilah, perawat itu yakin jika Dinda tidak punya uang untuk membayar pengobatan.

"Apa ibu Anda memiliki kartu pengobatan gratis?"

Dinda menggeleng.

"Maaf Nona, silahkan ke bagian administrasi."

Dinda ambruk disana, dia bersimpuh dan untuk pertama kalinya dalam hidup dia memohon.

"Aku mohon, aku mohon tangani mama ku lebih dulu, aku akan membayar dengan tubuhku nanti, aku akan jual ginjalku, jantungku, semuanya. Tapi aku mohon, segera tangani ibuku," lirih Dinda, tangisnya begitu pilu memenuhi ruang instalasi gawat darurat itu.

Namun sang perawat tak kuasa melakukan apapun, karena dia hanyalah bekerja disini. Tak punya wewenang untuk membuat keputusan.

Kedua mata Dinda yang coklat penuh dengan air mata, tangannya mengatup di depan dada membuat permohonan.

Sampai akhirnya ada seorang wanita paruh baya yang menghampiri Dinda dan ikut bersimpuh disana.

"Aku akan membantumu, aku akan membayar semua biaya rumah sakit ibumu. Tapi dengan satu syarat, jadilah wanita bayaran ku," ucapnya dengan berbisik.

Bab 2. Langsung kesana 💃

1
Kaira Caem
banyak misteri dibalik itu
retno❤️
Akhirnya selesai jg baca semuanya... awalnya takut mau baca novel horor... tapi aku beraniin buat baca karena ini satu2nya novel Kak Lunoxs yg blm kubaca... ternyata memang serem tapi seru dan menegangkan... keren2 karya Kak Lunoxs ini... ditunggu karya2 barunya ya Kak... semangat dan sukses selalu 🙏🏻🤗🥰
Nur Bahagia
ohhh begitu toh alasannya
Nur Bahagia
yaelahh kalo mau ngosongin mah tinggal bilang aja ke pihak kampus.. ga perlu ngorbanin nyawa orang2 🤦‍♀️
Nur Bahagia
apa tari atau sisca ga bisa beribadah? kan kalo bisa ibadah, siapa tau hantu nya ga ganggu lagi
Nur Bahagia
haaa jugaa 🤭
Kustri
mencurigakan
Kustri
apa tari krg dekat dgn Tuhan'a
Kustri
mau'a apa seh mb hantu, koq ngikutin tari teros
tari, pindah kamar aja!
Kustri
jgn" arum sdh meninggal, tp pihak kampus blm dikabari
Kustri
bebacaan Ri
tp klu panik lupa smua👻
Desmar Sagitarius Chiputry Thanjung
Nah benar kan feeling qu
Desmar Sagitarius Chiputry Thanjung
Jangan2 ada persugihan dn bnyak memakan tumbal..
Aplgi saat tari bertemu bapak yg menyuruhnya nginap asrama.
Dn hantu bayangan putih itu jngan roh nya arum..diterkurung disana..
Rita Juwita
bagus thor ceritanya...
Sagitarius
Luar biasa
Sagitarius
sumpah dari tadi bacanyaaa takut bangeeet 🥹🤧
aliya
bagus....
Dari
alahuma bariklana.. 😭😭
andi hastutty
Wah akhirnya semua bahagia dan yg jahat tobat dan menyesal
andi hastutty
Nyawa anak orang tidak bersalah hampir melayang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!