NovelToon NovelToon
Perbedaan 18 Tahun

Perbedaan 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah pilu dari seorang gadis yang mengalami korban pelecehan seksual dari pamannya sendiri. Laila ayyatul Husna 16 tahun kelas 1 SMA yang harus berhenti sekolah karena kejadian memilukan tersebut, dia di siksa agar di sebuah saung di tengah-tengah kebun oleh pamannya sendiri, berhubungan dia bisa selamat dan kesucian nya masih selamat berkat seorang pria yaitu Yusuf Nur Syaikh 34 tahun yang sudah memiliki istri yaitu Siti Maryam

Akankah Laila bisa keluar dari rasa trauma dan syok atas kejadian tersebut, atau malah dia melakukan hal nekad karena malu. Yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: CERAI?

Laila dan Yanti menoleh dan melihat kedatangan Ainun dengan bercucuran air mata, dengan isakan tangis yang menjadi-jadi. Ainun melangkah mendekati Laila dan Laila terkejut saat Ainun memeluknya.

” Semuanya bohong, umi Laila gak salah. Aku tahu itu, aku percaya. Mana bisa Allah memberikan ujian fitnah seperti ini jika hambanya tidak percaya dan taat padanya, ini hanya ujian untuk naik ke derajat yang lebih tinggi. Aku percaya umi Laila gak salah” lirih Ainun dan terus menangis, Laila tersenyum dan ikut menangis lalu membalas pelukan Ainun. Hubungan keduanya memang tidak terlihat baik-baik saja, namun Ainun diam-diam selalu bertemu dengan Laila hanya untuk curhat, Laila adalah pendengar yang sangat baik. Ainun menyayangi teman barunya Laila, sangat mungkin juga keduanya akan bersahabat.

Yanti tersenyum melihat keduanya yang sebelumnya dia tahu selalu berdebat dan bertengkar tidak tahu tempat. Yanti pun pamit kepada keduanya, Laila dan Ainun kembali berpelukan hangat dan menangis bersama.

” Teteh jangan nangis terus, ayo kita pulang” ajak Laila dan Ainun melepaskan pelukannya.

” Aku percaya umi gak begitu, apalagi Iqbal. Semua orang tahu laki-laki itu seperti apa”

” Iya sudah, jangan dibicarakan lagi. Itu urusan aku, ayo kita pulang" ajak Laila dan Ainun mengangguk, keduanya pergi untuk kembali ke pesantren.

*****

Keesokan harinya, Laila sedang melangkah sendirian. Dia menjinjing ember berisi pakaian yang baru saja dia cuci. Laila melamun dan kedua matanya berkaca-kaca, sampai Laila tidak sadar dengan akar pohon yang sebentar lagi akan dia lewati.

Brug!

” Astaghfirullah.. Ya Allah” Laila terjatuh sampai cuciannya terjatuh ke atas rumput dan kotor, Laila memegang pergelangan kakinya yang terasa begitu ngilu.

” Auw” Laila tidak bisa bangkit dan terus memegang pergelangan kakinya yang keseleo.

” Mangkanya lihat-lihat" ketus Fatma dan Laila mengangkat kepalanya melihat Fatma yang sama sekali tidak terlihat ingin membantunya.

” Tolong teh, saya gak bisa bangun” Laila mengulurkan tangannya, dia benar-benar butuh bantuan tapi Fatma tidak mau menolongnya. Dia juga menahan santriwati lain yang ingin menolong Laila.

” Itu azab kecil dari Allah, karena kamu sudah selingkuh. Apa kurangnya ustadz Yusuf, ganteng Sholeh malah kamu sia-siakan.” Ketus Fatma dan Laila berusaha bangkit sendiri namun tidak bisa. Fatma berjongkok di hadapan Laila dan keduanya menatap tajam, Laila memalingkan wajahnya. Jangan sampai dia terpancing dan membuat puasanya hanya sebatas rasa haus dan lapar.

” Kamu terlalu sombong Laila hanya karena menjadi yang kedua, aku yakin ustadz Yusuf tidak akan mau bertahan sama kamu. Dia akan menduakan kamu Laila" Fatma berbisik dan Laila menatapnya kesal.

” Jadi teteh seperti ini? ingin dilihat baik oleh orang lain tapi berbicara tidak baik dengan berbisik agar tetap dipandang baik?" Laila tersenyum dibalik cadarnya dan Fatma menyapu sekeliling takut-takut ada yang mendengar, tapi santriwati yang lain sudah pergi.

” Masih sombong, iya aku ingat. Kamu sangat percaya diri kalau ustadz Yusuf tidak akan menduakan kamu. Tapi dia akan menceraikan kamu Laila, lalu aku yang ada di tempat mu saat ini” Fatma menyeringai licik dan Laila menggeleng kepala.

” Sekalipun saya tidak bersama dengan ustadz Yusuf, saya yakin ibu Maryam tidak akan membiarkan ustadz Yusuf menikah lagi, apalagi sama teteh"

” Ibu Maryam hanya ingin anak, aku bisa memberikannya. Hanya anak, dan ustadz Yusuf akan lebih menyayangiku karena aku memberikan keturunan untuknya” Fatma tersenyum sinis.

” Anak adalah sebuah titipan, tidak bisa sembarangan diberikan dan di akui. Jika saat ini teteh sudah begitu tidak perduli kepada seorang anak, apalagi nanti. Aku harap teteh sadar dan memohon ampun kepada Allah karena teteh sudah berbicara sembarangan tentang seorang anak” tegas Laila dan Fatma bangkit karena kesal, Fatma mengepalkan tangannya tapi dia tiba-tiba mundur menjauh.

Laila bingung dan menoleh, dia lihat Husna, Ainun dan teman-temannya melangkah dan menatap tajam Fatma. Fatma sangat takut kepada Husna dan Asila. Karena senior dan dipercaya oleh Salamah dan ustadzah Yanti. Fatma juga menoleh dan melihat Jahro mendekatinya.

” Kamu keterlaluan Fatma, minta maaf sekarang" bentak Ainun.

” Bukannya apa yang dikatakan Fatma benar?" sahut Jahro dan Ainun menatapnya tajam.

” Bagaimana teh Jahro bisa berbicara seperti itu” Asila tidak terima.

” Laila sudah melakukan kesalahan" tegas Jahro dan Fatma tersenyum lebar. Merasa ada yang dibela. Ainun mendengus sebal, untung saja dia puasa jika tidak sudah habis Jahro dia ajak berdebat, batin Ainun.

” Sebaiknya semuanya bubar, jika tidak akan aku tuliskan namanya satu-persatu dan akan aku berikan sama teh Salamah" tegas Laila dan takut ada keributan yang terjadi, Jahro menarik tangan Fatma menariknya untuk pergi. Ainun memperhatikan kepergian keduanya kesal, Aam dan Wawat merapihkan cucian Laila, Husna dan Asila membantu Laila berdiri tidak lama Ainun pun membantunya.

” Umi pulang saja, biar aku yang bersihkan pakaiannya" seru Aam.

” Jangan" Laila merebut ember berisi cuciannya dan tidak mau di anggap mempekerjakan siapapun.

” Umi pasti marah sama aku itu sebabnya umi menolak" lirih Aam sedih dan Laila juga sedih.

” Bukan begitu" imbuh Laila dan merasa tidak enak hati.

” Biarkan mereka membersihkannya umi, umi harus segera di urut" imbuh Ainun dan Laila menoleh padanya. Aam merengek-rengek meminta dan Laila akhirnya mengizinkannya, toh tidak ada pakaian dalam dan baju suaminya di sana.

” Maaf teh ngerepotin” lirih Laila.

” Enggak apa-apa umi, umi aku mau minta maaf karena sempat gak percaya sama umi” lirih Aam.

” Iya umi kami semua minta maaf" seru Asila. Semuanya percaya Laila tidak bersalah kecuali Nurul.

” Semuanya belum terbukti siapa yang salah dan siapa yang benar, jika aku bersalah kalian pasti menyesal. Sebaiknya kalian menjaga jarak denganku” lirih Laila takut orang-orang yang di sekelilingnya mendapatkan masalah.

” Umi jangan begitu, kita berjuang sama-sama untuk menunggu sampai umi terbukti tidak bersalah” lirih Ainun dan Laila bingung harus menjawab apa. Laila berpegangan pada tangan Husna kakinya benar-benar sakit saat ini.

” Umi Laila mau kan temenan sama kami lagi?” Wawat tersenyum Laila yang mendengarnya pun merasa senang dan dia mengangguk. Akhirnya semuanya kembali bersama, ditambah kehadiran Ainun yang membuat suasana lebih hangat. Laila di bawa pulang di bantu Ainun dan Husna, banyak yang memperhatikan Laila sampai kabar kaki Laila sakit dan berjalan harus dibantu terdengar sampai di telinga Maryam.

Malam hari pun tiba, Laila hanya membuang nafas kasar sebagai bentuk kecewanya kepada Yusuf yang sama sekali tidak datang padahal saat ini adalah jatahnya, Laila berbuka hanya dengan segelas air putih. Dia kesusahan untuk berdiri dan berjalan pun harus berpegangan pada dinding rumahnya, Laila berusaha untuk mengambil air wudhu tapi untuk memasak dia tidak mampu.

” Assalamu'alaikum” salam dari seorang wanita.

” Wa'alaikumus Salaam” Laila bangkit dari kursi dan melangkah perlahan untuk melihat siapa yang datang. Laila dan Maryam saling menatap lekat dan Laila pun membiarkan Maryam masuk.

” Aku ingin membicarakan tentang hal yang penting, ini sudah menjadi keputusan bersama” kata Maryam dan Laila bingung.

” Apa itu?”

” Laila harus pulang” kata Maryam dan Laila terkejut. Maryam memperhatikan kedua mata Laila yang berair setelah mendengar ucapannya, tatapannya turun melihat kaki Laila berjinjit, yang kiri. Karena kakinya sedang sakit.

” Laila tidak mau" Laila menolak dengan tegasnya.” Selama Abi masih mau mempertahankan Laila, Laila tidak mau pulang”

” Kamu bisa kembali jika semuanya sudah terbukti jelas, santri itu juga sudah pergi. Semua orang di pesantren sudah membicarakan hal tersebut sampai keluar pesantren Laila”

” Laila tidak mau" Laila tetap menolak.

” Laila bisa kembali nanti”

” Sudah beberapa kali Laila di tipu dan dibohongi oleh ibu Maryam, Laila tidak mau mendengar ucapan ibu lagi." Tegas Laila dan Maryam terdiam, masalah pergi ke pasar malam dan masalah surat itu membuat kepercayaan Laila untuk Maryam musnah.

” Jaga ucapan kamu Laila”

” Kenapa? apa karena ibu lebih tua dariku? aku bukan anak kecil seumuran Zaenab. Sudah cukup, aku tidak mau pulang selama Abi masih mempertahankan aku disini” Laila sudah meneteskan air matanya, Laila memiringkan tubuhnya dan tidak mau berhadapan dengan Maryam.

” Tapi ini juga keputusan Abi" tutur Maryam dan Laila menoleh.

” Abi yang sudah memutuskan semuanya, atas hasil musyarawah yang bahkan dihadiri oleh ketua RT dan ketua RW. Laila pikir berselingkuh itu adalah hal yang sepele? berzina bukan hanya dalam bentuk bersentuhan, tatapan mata, berkomunikasi dengan lawan jenis dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas, itu sama dengan berzina. Terlebih suami mu itu seorang ustadz Laila, banyak caci maki yang sudah diterima Abi, kamu tidak kasihan? ” imbuh Maryam panjang lebar dan Laila terus menatapnya.

” Kemasi barang-barang mu, Assalamu'alaikum”

” Wa'alaikumussalaam”

Laila mendorong pintu dan melangkah menuju ke kamarnya. Laila menangis dan mengeluarkan tas besarnya, lalu dia duduk di tepi ranjang, air matanya tumpah ruah tidak terkendali. Tidak bisa dia mengemasi barang-barangnya dan keluar dari pesantren karena tuduhan berselingkuh, berzina, tidak setia dan banyak lagi yang dia dengar.

” Ya Allah, hamba tidak kuat ya Allah”

Laila tidak sanggup lagi, dia menangis karena sakit hati. Luka di kakinya tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya. Laila terus menangis tersedu-sedu, menjerit pilu dan dia hanya bisa pasrah untuk saat ini. Karena tangisannya sendiri, Laila sampai tidak mendengar suara suaminya mengucapkan salam.

” Laila" panggil Yusuf yang sudah berdiri di depan pintu dan Laila memalingkan wajahnya.

” Kenapa nangis?”

” Istri mana yang tidak menangis ketika di pulangkan oleh suaminya sendiri” sahut Laila dan meraih tali tas nya, Laila bangkit walaupun kesusahan dan membuka lemari.

” Duduk” Yusuf meminta dan menahan pintu lemari. Laila tak kunjung duduk dan berdiri membelakangi suaminya. Yusuf menarik tali cadar istrinya sampai terbuka, dia letakkan cadar istrinya perlahan di atas meja dan Laila tetap tidak mau menatapnya.

” Duduk” tegas Yusuf.

” Jika Laila harus pulang, pulangkan Laila malam ini juga. Saat gelap setidaknya tidak ada yang melihat istri yang sudah berselingkuh ini, yang di pulangkan suaminya padahal istrinya tidak pernah melakukan itu. Istrinya yang sudah berhari-hari didiamkan suaminya” lirih Laila dan Yusuf menarik lengannya lalu memeluknya erat, Laila berontak dia tidak mau. Untuk apa pelukan tanpa adanya rasa percaya, sepertinya ucapan Fatma akan benar-benar terjadi dan Laila merasa salah karena sudah menganggap suaminya adalah yang terbaik.

” Abi minta maaf” lirih Yusuf dan Laila mendorongnya. Laila terjatuh saat lupa dengan kakinya, Yusuf yang melihat pergelangan kaki istrinya bengkak berjongkok dan meraih kaki istrinya tapi Laila menepisnya.

” Abi lihat sebentar”

” Tidak usah” ketus Laila dan menarik gamisnya akan menutupi pergelangan kakinya itu.

” Itu pasti sangat sakit, Abi obati. Ayo” Yusuf berusaha meraih tangan dan mengelus pipi istrinya tapi Laila menolak.

” Apa Abi mau menceraikan Laila setelah ini?” lirih Laila, bukan hanya suaranya yang bergetar tapi bibirnya bergetar karena pertanyaan tersebut benar-benar membuat dirinya sendiri tersiksa.

” Kenapa umi berbicara seperti itu”

Laila terus menangis dan Laila terkejut saat Yusuf menggendongnya, merebahkan tubuhnya di atas kasur.

” Laila mau pulang sekarang” pinta Laila.

” Besok!" singkat dan tegasnya Yusuf menimpali. Laila meraih ponselnya di atas meja dan dia memilih untuk meminta dijemput ketimbang harus pulang saat terang, Yusuf menyambar ponselnya dan mematikkan panggilan.

” Abi jahat” Laila berucap seraya memukul bahu dan dada suaminya, Yusuf diam membiarkan Laila melakukan apapun sesuka hatinya.

Setelah lelah menangis dan memukuli suaminya, Laila tertidur. Dia tidur membelakangi suaminya. Yusuf meraih botol minyak angin untuk mengobati kaki istrinya, dia merangkak pelan dan menarik selimut Laila perlahan. Yusuf meraih tangan mungil istrinya, dia cium berulang kali punggung tangan istrinya itu lalu menempelkannya di pipi kanan. Yusuf mengusap rambut dan mengelus pipi istrinya lembut, Yusuf mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya. Hembusan nafas Yusuf membuat Laila terbangun dan Yusuf terkejut saat Laila mencengkram kuat kerah bajunya, entah gadis itu kesal atau marah padanya.

” Abi obati kakinya ya”

” Laila tidak mau pulang, Laila mau disini” Laila kembali menangis dan Yusuf mengusap air matanya.

” Apa Abi akan menceraikan Laila?"

” Abi memulangkan Laila”

” Demi Allah, Laila tidak tahu apa-apa. Laila tidak selingkuh. Laila mohon, Abi harus percaya sama Laila hiks,,,, Laila tidak mau pulang.” Laila terus menangis dan Yusuf memeluknya, menciuminya supaya Laila tenang. Laila tidak mau di obati dia hanya mau di peluk suaminya, malam ini dia tidak akan bisa tidur. Bagaimana bisa dia tidur disaat semua orang di pesantren dan di luar pesantren menginginkan kepergiannya.

1
Dysha♡💕
luar biasa
Dysha♡💕
aduh ga di jelasin ya Thor malam pertamanya,,,
Fatma Juniansyah
sudah berapa kali baca.dan saya juga kasih tau ke teman kalau ada bacaan yang bagus.saat ini mau kasih tau ke anak gadis supaya baca mana tau bisa contoh lailanya aa Yusup.aamiin
Nur Maryam
aku jadi gimana gitu y orang2 di komen menghina Maryam soalnya nama aq juga Maryam🥲
tp y di novel ini memang yg salah si karakter Maryam ini
Lina Herlina
baca yang ke 5 kali nya gak pernah bosan😊
Zahro Mbk Jr.
Bagus banget aku bolak balik baca gak bosenin banyak hikmah sekaligus ilmu yang dapat kita ambil di cerita ini love sekebon untuk author yng sudah membuat novel ini
Qudsiyah Agus
aku sudah membayangkan suaranya
Ka Za
untuk kesekian kalinya kembali ke Novel favorit ku ini, Selalu semangat berkarya kak Mela 😊😍
MelMel
sula banget sama ceritanya, ga pernah bosen buat baca ulang
Ai Ai
tebel bener tu muka,👿
Ai Ai
Ada. ya orang jahat kaya gitu, pantes sering sakit dan sulit punya keturunan, hatinya kotor👿
Ai Ai
jadi orang ngarep boleh, tapi jangan malu maluin🤣🤣🤣
Rizqinur Hayati
bagus alur ceritanya dan dapat menambah ilmu
Rizqinur Hayati
alur ceritanya bagus dan dapat menambah ilmu
nisutt
Seru banget ceritanya, walaupun udah baca berulang kali tapi ga ngebosenin.
Lilisdayanti
sok siah ngomong ken Batur,eta biwir bisa jontor gera sok,,pamali ualah sok nga gosip 🤭
Lilisdayanti
hadir siapa tau lucu,, karena aqu lagi bosan sama yg mehek mehek 🤭siapa tau ceritanya sama kaya Sagara dan king,,
Nurjanna Nhanna Jhe
luarbiasa
padahal bacanya dah berkali-kali masih ajha 😘😘😘😘
Deistya Nur
masyaallah bagus bnggt
Alis
ceritanya bgus dan banyak sisi positif yg bisa diambil dri cerita in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!