adult romance ❤
Kecantikan Alya Sanjaya yang membuat kaum adam rela bertekuk lutut,bahkan kecantikannya membuat Daffa Rahardian, suami Alyza Putri Pratama, kembar tidak identik dari Alya, mengejarnya untuk mendapatkannya dan menjadikannya istri dan ibu dari anaknya.
"Aku berharap akulah yang dipilih papa Reza dan mama Emy untuk diasuh mereka, tapi mereka malah memilih Alyza dan membuangku..."*Alya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34. Kemarahan Daffa
" Kami juga sudah memanggil dan melakukan penjemputan kepada pihak keluarga ibu tersangka, beberapa menit yang lalu sebelum bapak datang. Mungkin mereka akan tiba dalam waktu 30 menit kedepan. Apakah bapak mau menunggu pihak keluarga tersangka?"
" Tidak! Saya hanya ingin bertemu dengan tersangka, saya ingin melihat kondisi pembunuh anak saya dan yang sudah dengan kejam melakukan percobaan pembunuhan juga kepada istri saya yang tidak tahu apa apa."
" Pak, saya tahu emosi bapak. Tapi saya harap bapak tidak menyulitkan penyelidikan kami."
" Saya tahu, pak. Jangan khawatir."
Krek
Daffa dibawa ke ruangan khusus dimana Neshia sudah menunggu dengan tangan terborgol dan maaih mengenakan pakaian saat ia ditangkap.
" Daff, aku tahu kamu pasti datang untuk membebaskanku. Aku tahu kalau kamu mencintaiku. Aku tahu kamu hanya tergoda sesaat oleh ja**ng sialan yang sudah menggoda kamu." ujar Neshia dengan percaya diri. Bahkan ia sudah bangkit berdiri untuk menyambut Daffa dan memegang ujung jas Daffa dengan riang tanpa beban.
" Singkirkan tangan kotormu itu dari pakaianku." kata Daffa sambil menepis tangan Neshia yang memegang ujung jasnya. Daffa lagsung membuka jasnya yang menyisakan kemeja warna biru gelap di dalamnya dan menyerahkan jas miliknya kepada asistennya.
" Buang jas ini di tong sampah besar di luar markas kepolisian. Jas ini sudah tercemar kuman dari penjahat dan pembunuh menjijikan ini." desis Daffa dengan suara dingin.
"Dafffaaa, apa apaan kamu? Aku ini calon istrimu!" sergah Neshia dengan nada marah. Ia merangsek maju, tapi asisten Daffa menahan tangan Neshia yang kembali ingin menyentuh Daffa. Bahkan polisi yang ikut masuk pun juga siaga untuk berjaga jaga agar Neshia tidak melakukan kontak fisik kepada bapak Daffa.
" Jauhkan tangan kotormu itu, pembunuh! Dan aku harap setelah ini kamu sadar dari halusinasimu yang ga masuk akal. " ujar Daffa dengan nada datar dan dingin. Seakan seluruh ruangan itu adalah lemari pendingin karena suasananya begitu mencekam.
" Pembunuh? Siapa yang terbunuh? Jadi ja**ng itu sudah mati? Baguslah!! Aku gak usah repot repot bersaing dengannya. Lagian cewe murahan seperti itu sangat tidak level kalau dibanding dengan diriku." ujar Neshia sambil bersandar di kursi pesakitannya sambil mengibaskan rambutnya yang berwarna warni.
" Jaga mulutmu!! Aku pastikan kamu yang akan membusuk di penjara !!! Tidak ada orang yang bisa menebusmu keluar. " desis Daffa menahan amarahnya. Ia tidak mau kesalahannya dalam mengendalikan emosi mempengaruhi hukuman Neshia. Ia pastikan hukuman mati adalah yang paling pantas untuk Neshia.
" Daffa! Kamu akan jadi milikku, Aku pastikan itu!" balas Neshia dengan berang. Ia tidak mau lagi menatap Daffa dan semua yang ada disana. Ia hanya tertawa terbahak bahak. Sambil kemudian menarik narik borgol yang ada ditangannya, sehingga tangannya terluka.
" Pak Daffa, mari kami antar keluar. Rupanya tersangka sudah tidak bisa lagi diajak berbicara. " kata seorang polisi yang melihat gelagat Neshia yang mulai kelihatan aneh.
Tapi belum saja Daffa beranjak kedua orangtua Neshia pun datang dengan wajah penuh kesedihan. Bahkan mama Neshia datang dengan wajah khawatir dan penuh air mata, hanya bisa menangisi nasib anaknya. Bayangkan anak perempuan satu satunya, harus meringkuk di penjara dengan tuduhan yang sangat berat. Tuduhan pencobaan pembunuhan dan perbuatan tidak menyenangkan sehingga menghilangkan nyawa seseorang, membuat Neshia bakal lama meringkuk di penjara. Karena bagi Daffa kematian anak yang ada di kandungan Alya harus dibalaskan dengan semaksimal mungkin.
" Neshia, kenapa kamu bisa begini nak?" tanya mamanya sambil menghambur ke dalam ruangan dimana Neshia tadi ditemui oleh Daffa, Neshia masih dalam keadaan terborgol bahkan bekas bekas luka gara gara ia berusaha membuka borgol masih ada disana.
Daffa yang belum keluar dari ruangan hanya mendecih melihat drama antara Neshia dan mamanya. Sedangkan papa Neshia dengan nada emosi, memaki maki polisi yang menangkap anaknya.
"Ini pasti sebuah konspirasi untuk menjatuhkan nama baikku! Anak perempuanku tidak mungkin melakukan hal yang senista itu. Masa perempuan yang berpendidikan seperti anakku dikatakan melakukan pencobaan pembunuhan? Yang benar aja? Pasti ia difitnah !" maki papa Neshia dengan geram. Ia menuding para polisi yang ada di ruangan itu.
" Tidak ada yang memfitnah ataupun menjebak anak anda. Justru anak anda yang sudah melakukan pencobaan pembunuhan kepada istri saya dan melakukan pembunuhan kepada anak saya. Saya pastikan Neshia akan meringkuk dipenjara sangat lama." kata Daffa dengan datar dan nada yang dingin. Ia benci dengan kenyataan ayah dan ibu Neshia gak nyadar kalau anaknya itu ba**ngan perempuan berkedok perempuan baik baik. Sebenarnya Daffa adalah laki laki yang berhati lembut dan penurut. Bahkan ketika ia disuruh menikahi Alyza ia tidak protes, tapi ketika ada yang menganggu istri barunya, ia merasa sangat meradang. Baru kali ini ia benar benar jatuh cinta. Apalagi dalam aksinya kali ini anaknya meninggal.
" Nak Daffa? Loh kok nak Daffa bisa disini?" tanya papa Neshia dengan nada heran. Melihat kehadiran dan perkataan Daffa, mama Neshia langsung bisa menebak apa yang sedang terjadi. Mama Neshia langsung menatap Neshia dengan intens. Membuat Neshia sedikit salah tingkah.
" Benar yang dikatakan oleh si Daffa? Jawab mama, Neshhh!" sergah mama Neshia masih dengan air mata yang menganak dipipinya yang masih halus, karena sering perawatan kulit yang mahal.
" Aku hanya ingin Daffa kembali sama aku, ma!" bantah Neshia dengan isak tangisan yang mengiringi bantahannya.
" Aku tidak pernah jadi milikmu dan tidak akan pernah menjadi milikmu. Kita pulang, Tyo. Berada disini membuatku berasa ingin membunuh seseorang." desis Daffa datar, ia benar benar menahan emosinya melihat keluarga yang toxic macam keluarga Neshia, menghalalkan segala macam cara hanya untuk mendapatkan yang diinginkan. Papa dan mama Neshia hanya memandangi punggung Daffa yang berlalu tanpa bisa berkata apa apa. Papa Neshia benar benar tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.
" Pak Polisi bisa tolong saya dijelaskan dengan jelas apa yang sedang terjadi? " tanya papa Neshia dengan nada datar.
" Mari, silahkan bapak dan ibu ikut kami menemui komandan kami. Dia akan menjelaskan semuanya secara detil." ujar salah satu polisi yang kemudian mengantar orang tua Neshia ke kantor Kompol Arsyad Malik, Kasat Reskrim Polres Metro dan juga Kanit Krimum Mahendra yang memang bertugas untuk mengurus kasus yang melibatkan Neshia seorang diri.
Ketika mereka, orang tua Neshia diberi tahu tentang kekejaman yang dilakukan oleh Neshia terhadap Alya dan calon anaknya, orang tua Neshia menjadi shock berat. Bahkan mama Neshia sampai pingsan di pelukan papa Neshia karena tidak kuat menahan beban malu yang sudah ditorehkan oleh Neshia anak perempuannya. Papa Neshia pun terkejut betapa kejamnya anaknya ketika ia tidak mendapatkan cinta dari Daffa.
.
.
.
TBC
mudah banget muve on...bedalah sama perempuan suka mikir 2x
mksih byk
maap
:)