NovelToon NovelToon
Jantung Hatiku

Jantung Hatiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:32k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Mawarni

Cerita ini mengisahkan seorang wanita yang ditinggal mati oleh suaminya karena kecelakaan yang dialami suaminya. Dimas, sebelum kepergiannya ia menitipkan pesan pada Dinda istrinya, untuk mendonorkan jantungnya pada pasien di rumah sakit yang sama. Dengan persetujuan Dinda akhirnya jantung itu di donorkan pada seorang pasien.

Setahun kepergian Dimas, Dinda mulai mencari kesibukan lagi. Walau belum hilang rasa sedih serta rindunya pada Dimas. Dinda bekerja di sebuah perusahaan dengan rekan-rekan yang sangat baik padanya salah satunya Ana. Ana juga sahabat Agra CEO perusahaan tempat mereka bekerja dan juga orang yang mendapatkan donor jantung Dimas.

Diawal pertemuan, Dinda dan Agra ada rasa ketertarikan pada mereka berdua. Tapi, Dinda dan juga Agra tidak terlalu menggubris hati mereka.

Namun, seiring berjalannya waktu Agra memahami hatinya yang telah jatuh cinta pada Dinda. Dengan berbagai alasan, Agra mengajak Dinda untuk menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Mawarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Mimpi di Cium

Bagaimana malam ini bisa dibilang tidak indah? Sedangkan Agra dan Dinda kembali tertawa bersama beserta keluarga besar Dinda. Para pria sibuk memanggang ikan. Dan yang wanita tinggal mencicipi hasil masakan para pria sambil menyuapi anak-anak mereka. Dengan dukungan langit yang cerah di penuhi bintang-bintang, bahkan bulan pun ikut serta memeriahkan malam itu. Tidak ada teringat sedikit pun di benak Agra dan Dinda kejadian siang tadi. Seolah itu hanyalah angin yang berlalu saja.

Jam 1 dini hari, mereka baru selesai dengan acara bakar-bakar ikan itu. Agra merangkul Dinda sambil menaiki tangga menuju kamar mereka. Saat sampai di dalam kamar, Dinda menepuk pundak Agra dan melepaskan tangan Agra dari bahunya.

"Kesempatan banget sih kamu", ucap Dinda gemes.

"Ya, namanya juga kesempatan. Harus diambil kan?", jawab Agra menggoda.

Dinda memukul bahu Agra lagi lalu berjalan ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan mengganti baju. Agra ingin merebahkan badannya sejenak di tempat tidur. Ya, sebentar saja sampai Dinda selesai mengganti pakaiannya, pikir Agra.

Tapi, sepertinya Agra terlena dengan empuknya tempat yang ia tiduri. Tidak bisa di pungkiri badannya begitu lelah. Dan ia pun tertidur di sana.

Dinda yang keluar dari kamar mandi pun tersenyum melihat Agra yang sudah tertidur pulas dan terdengar suara dengkuran halus dari mulutnya. Dinda mengambil selimut dan segera tidur di sofa. Dinda juga seperti sudah sangat kelelahan. Ia langsung tertidur tidak memikirkan apa-apa lagi.

Tidak lama kemudian, Agra tersentak dan terbangun. Ia melihat jam ternyata sudah pukul 2. Lalu ia melihat Dinda yang tidur di sofa. Agra menjadi merasa bersalah pada Dinda. Agra bergegas bangkit dan mendatangi Dinda.

Ia memperhatikan Dinda yang telah tertidur pulas. Lalu, Agra mengangkat tubuh Dinda ala bridal. Dinda tersentak dan terkejut melihat Agra yang sedang menggendongnya. Karena takut jatuh, Dinda reflek merangkulkan tangannya di leher Agra.

Dinda tidak bisa berkata apa-apa. Seolah mulutnya telah di beri lem yang sangat kuat. Jantungnya juga tidak sedang baik-baik saja. Degupannya begitu kuat. Sampai ia seperti merasakan aliran listrik dari jantungnya ke keseluruh tubuh. Dinda terus memandangi wajah Agra. Bohong jika Dinda tidak terpikat oleh ketampanan Agra.

Sampai di tepi ranjang, perlahan Agra meletakkan Dinda di sana. Lalu, Agra membantu Dinda menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Maaf ya. Tidur yang nyenyak", ucap Agra sambil mengusap rambut Dinda lalu turun membelai pipinya.

Lagi-lagi Dinda merasakan sentuhan itu. Sentuhan yang membuat matanya sampai tertutup menikmatinya. Agra tidak tahu saja jika Dinda sudah ketagihan dengan sentuhannya.

Agra pun berbaring di sofa menyambung tidurnya yang sempat tertunda tadi. Namun, Dinda tidak bisa tidur lagi. Sentuhan Agra terus membayanginya. Masih sangat terasa di pipi Dinda.

Apa ini? Kenapa aku terus memikirkannya? Apakah boleh seperti ini? Rasanya amarahku sudah surut terhadapnya. Apakah itu artinya aku sudah membuka hati untuknya?, Dinda bertanya-tanya dalam hati.

Banyak sekali pertanyaan untuk dirinya sendiri. Namun, siapakah yang bisa menjawabnya? Dinda, dialah yang memiliki hatinya, maka Dinda sendiri yang harus menjawabnya. Dan untuk saat ini, Dinda masih sungkan dengan apa yang dirasakannya.

Sudah dua jam lebih berlalu, Dinda tetap tidak dapat tidur nyenyak. Sesekali ia pasti terbangun kepikiran sikap Agra tadi. Di lihatnya jam, sudah hampir setengah lima pagi. Lalu pandangannya mengarah pada pria yang sedang tertidur pulas di sofa.

Dinda bangkit dari tempat tidur. Perlahan ia mendatangi Agra. Ia memandangi wajah Agra. Ia masih ingat dengan permintaan Agra semalam. Dinda membungkukkan badannya perlahan. Kini wajahnya tepat di atas wajah Agra. Dinda memandangi bola mata Agra dari dekat. Setelah itu, 'Cup!' , Dinda mencium pipi Agra dengan lembut. Kemudian, tiba-tiba Agra bergerak sambil tersenyum. Seolah-olah ia sedang bermimpi indah. Dinda sedikit kaget lalu ia mundur beberapa langkah dengan perlahan. Dinda menutup mulutnya lalu berbalik kebelakang dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk mandi.

Apa yang terjadi pada Agra? Ya, seperti biasa Agra memang tengah bermimpi indah. Dalam mimpinya Agra sedang berduaan lagi bersama Dinda di sebuah taman. Lalu tiba-tiba saja Dinda mencium pipinya lagi. Itu yang membuat Agra gembira dan tersenyum. Agra tidak tahu saja jika mimpinya adalah kenyataan.

***

Ana terlihat sangat murung. Ia terus melamun di depan laptopnya. Banyak sekali pikiran-pikiran yang mengganggunya. Saat jam makan siang pun, Ana tetap berada dibiliknya. Entah ia makan ataupun tidak, tidak ada yang tahu.

"Aduh... ", terdengar suara rintihan.

Ternyata Vio, ia sedang merintih sambil menggaruk-garuk badannya. Teman-teman yang lain pun menghampiri Vio untuk melihat kondisinya. Mereka sangat kasihan dengan Vio yang terus menggaruk tubuhnya.

"Kamu kenapa Vi?", tanya Beno yang berada di sampingnya.

"Alergiku kambuh deh kayaknya", jawab Vio sambil menggaruk tangannya.

"Loh, tapi bukannya kamu tadi bawa bekal sendiri?", tanya Lucy.

"Iya, aku lagi pengen makan mie goreng jadi, tadi aku beli di warung. Mungkin aja bumbunya ada rebonnya", jawab Vio.

"Terus obat kamu mana?", tanya Beno lagi.

"Nah itu dia, obatnya ketinggalan di rumah", ucap Vio sudah ingin menangis. "Ya, udah deh aku izin pulang aja ya. Gak tahan, gatel banget".

Mereka melarang Vio pulang sendirian, karena takut terjadi apa-apa pada Vio. Namun, yang lainnya juga tidak bisa menemani Vio pulang karena pekerjaan mereka yang masih menumpuk.

Beno sangat tidak tega melihat Vio yang sudah gelisah dan hampir menangis. Akhirnya, Beno menawarkan diri untuk mengantar Vio pulang. Tapi, sebelum itu ia meminta izin dulu kepada Ana.

"An, gak apa-apa kan kalau aku antar Vio ke rumahnya?" tanya Beno sedikit takut Ana akan marah atau cemburu.

Ana hanya mengangguk tanpa melihat wajah Beno. Ia tidak terlalu memikirkan penyakit Vio. Melihat persetujuan Ana, Beno langsung bersiap-siap. Lalu, Beno dan Vio pun berlalu pergi.

Entah mengapa Denada seperti tidak ikhlas melihat Beno dan Vio berduaan. Ia pun mendatangi Ana dan menuangkan isi hatinya. Denada menceritakan semua yang dia tahu mengenai Vio yang menyukai Beno dari secarik surat yang dia temukan di tempat sampah.

"Kamu tau Den, sebelum surat itu dia buang, aku sudah membacanya terlebih dahulu", ucap Ana tanpa melihat Denada, pandangannya masih tertuju pada laptopnya.

Ya, saat itu Ana yang sedang melewati dua bilik kosong tertarik melihat sebuah buku diary di atas meja kerja Vio. Awalnya ia ingin membaca saja tapi, saat ia buka Ana menemukan surat itu. Surat yang berisi pernyataan cinta Vio kepada Beno.

Saat itu Ana langsung cemburu pada Vio. Makanya, ia langsung memepet Beno agar tidak di ambil oleh Vio. Dan untungnya Beno masih mencintai Ana saat itu dan mereka menjalin hubungan sampai sekarang.

"Trus, kenapa kamu kasih Beno pergi bersama dengan Vio.....", Denada belum sempat menghabiskan kata-katanya.

Ana tiba-tiba berdiri, mengambil tasnya lalu pergi keluar dari ruangannya tanpa mengatakan apapun. Denada tampak keheranan dengan sikap Ana.

Kemanakah Ana pergi? Apakah ia sadar lalu mengejar Beno? Atau dia mau pergi ketempat lain?, Denada bertanya dalam hati.

Tapi, Denada berharap Ana tetap bersama Beno. Semoga Vio bisa sadar dan melupakan cintanya terhadap Beno.

***

1
Rini Antika
hadeuh Babang kirain tau..🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Rini Antika
kayak maling yg ketahuan..😜
Indah MB: iya kak... betul bgt.. hahhaa
total 1 replies
Rini Antika
👍👍 aku dukung km Dinda
Rini Antika
Vio bener" perempuan mu*rahan sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Beno..😠
Indah MB: iya kak.. bener banget
total 1 replies
Rini Antika
Semangat terus Kak..💪💪
Rini Antika
kamu salah karena terlalu bodoh Dinda..
Indah MB: penyakit ini tidak ada obatnya 🤣
total 1 replies
Rini Antika
semangat terus Kak, maaf baru bisa mampir lg..💪💪
Rini Antika
dihari apa dihati Kak? 🤭
Rini Antika: Semangat terus, aku jg suka gitu kok..🤭
total 2 replies
Rini Antika
buka hati dan mata kamu Dinda
Herwy Kurniati
aq nyesek deh ....
Herwy Kurniati: nyesek bgg dgn perasaan karina ni....
total 2 replies
Etik Etik
aku gak suka bnget ma sifatnya Dinda terlalu egois,seolah2 hanya dia yg menderita
Indah MB: iya ya kak, untungnya Agra sabar bgt ya
total 1 replies
Etik Etik
gak seneng blas Karo sifate dinda
Indah MB: padahal Agra dah baik banget
total 1 replies
Etik Etik
sek nyimak aku belum tekan tombol favorit
Indah MB: selamat membaca ☺
total 1 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Wah udh Tamat aja Novel
So Happy Ending
Time Travel Lia mampir
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Sengaja Kk Tamatin novel ya
Indah MB: udah mandek.. nanti klo dipaksain malah ngebosenin takutnya
total 1 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Makin Seru Kk
Vio emang jahat banget sih
Time Travel Lia mampir
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Semoga Beno tidak apa2
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Agra pasti mau bertanya ama Ma2 maksud garis 2 itu apa
Time Travel Lia mampir
Indah MB
🤣🤣🤣🤣, maap ya
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Ry kira benaran ketemu oppa korea tadi
Time Travel Lia mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!