Mia terpaksa menikah dengan Rafi kekasih temannya ,Irene..Irene menolak menikah dan menitipkan kekasih nya kepada Mia karena obsesinya menjadi model international.
Mia tidak bisa menolak permintaan teman nya karena teman nya telah menyelamat kan bapak nya..Apakah Mia akan hidup bahagia dengan Rafi atau harus merelakan suaminya kembali kapada pemiliknya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nobie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Rafi mencium pipi Tante Amel begitu juga dengan Mia.
“Tante janji ya,ga ada acara ke luar kota lagi,tante harus datang,masa anaknya resepsi ga datang.”Ucap Rafi mengancam.
“Iya bawel.Mia sumpal bibirnya Rafi biar ga bawel.”ucap Tante amel.
“Sumpal nya pake apa tante?”Mia bertanya dan dia sadar pertanyaan dia bodoh.
Dengan cepat Rafi mendarat kan bibirnya ke bibir Mia di depan tante Amel.sontak Mia malu dan kaget.
Aku sudah menduga ini pasti terjadi tapi memang aku yang bodoh kenapa harus menanyakan hal itu.
Tante Amel tertawa melihat kelakuan Rafi dan wajah Mia yang merah malu..
“Pake itu kan Tante”ucap Rafi setelah melepaskan ciumannya.
Kembali wanita itu tertawa bahagia dengan jempol di naikan ke atas.
“Hati hati di jalan ya,dan jangan lupa salam buat ibu mu”ucap Tante Amel melihat Rafi meninggalkan butiknya.
Dijalan Mia hanya banyak diam,dia memikirkan apa yang di ucapkan tante Amel tentang Rafi.
Apa sebenarnya yang terjadi sehingga membuat mu di bawa pindah ke London,pikiran Mia menerawang.
“Mia,kita ke mall dulu ya!”ajak Rafi.
“Mau beli apa mas?”
Rafi tidak menjawab hanya terdengar Rafi bernyanyi mengikuti lagu yang ada di Radio.
“Mas,kenapa tadi mas bisa tahu kalo aku ada di kafe slow,kan aku belum ngasih tahu mas.?
“kenapa kaget,takut ketahuan janjian sama cowok nya?”ucap Rafi sambil sesekali memukul setir seolah sedang main drum mengikuti irama di Radio.
Sudah aku duga mas Rafi tahu aku bertemu dengan kak Yoga.Apa aku harus jujur aja dari pada salah paham.
“Mas tadi aku bertemu Rena tapi Rena ke kantor lebih cepat karena ada urusan,”Mia mencoba memulai menjelaskan.
Tapi Rafi tanpa mau peduli terus bernyanyi .
“Mas…”Mia merasa sedih karena merasa tidak di anggap.
“Trus kamu ketemuan sama Yoga?”ucap Rafi sambil melirik Mia yang terlihat sedih.
“Disitu aku mau menjelaskan.Aku tidak sengaja bertemu kak Yoga disana”
“Kenapa kamu memanggilnya dengan Kakak?emang dia siapa nya kamu?”
“Dia kakak kelas ku waktu SMA.”ucap Mia menjelaskan.
“Emang kalo bertemu kakak kelas harus berpegangan tangan?”
Oh tuhan mas Rafi melihat itu juga.”Mas,aku ga tahu kenapa dia melakukan itu”
“Oh ya sudah,tapi apa kamu kenal dekat sama dia sampe dia berani memegang tangan kamu seperti itu?”
“Dia mantan ku”Jawab Mia jujur supaya tidak ada lagi kesalah pahaman.
“Apalagi ini mantan,tidak baik kamu ketemu mantan sambil berpegang tangan,ingat kamu sudah bersuami”
“demi Alloh mas aku ga pernah mau di sentuh dia,semua memang kebetulan dan aku juga sudah tidak ada perasaan apa-apa”
“Apa benar begitu?lalu sekarang perasaan kamu untuk siapa?”Rafi bertanya sambil tersenyum penuh arti.
“Ya tentu…”belum sempat Mia menjawab Rafi sudah bertanya lagi.
“untuk siapa,cepat jawab?”ujar Rafi dengan lirikan yang memojokkan Mia.
“Ya untuk suami ku lah”jawab Mia sambil memalingkan wajah nya ke jendela mobil melihat jalanan.
“Kamu yakin,coba buktikan”
Ya Tuhan aku terjebak lagi untuk yang kedua kalinya dengan ucapan ku sendiri.
“Kalo cuman ngomong sih gampang,yang pernting itu bukti.”Rafi tersenyum penuh kemenangan.
Mia hanya terdiam sambil menghujat dirinya sendiri dalam hati.
Bodoh kenapa membahas lagi padahal mood mas Rafi udah kembali membaik,mana harus bilang perasaan ini untuk suamiku lagi.ahhh…pintar sekali dia menjebakku dengan apa yang aku ucapkan.geram Mia, kesal dalam hati.
Mobil memasuki parkiran sebuah mall terbesar di kota itu.Mereka berjalan di antara took took yang berjajar menyuguhkan hasrat untuk menghabiskan uang.
Mia yang berjalan lunglai karena masih mengingat dengan ucapan Rafi tentang buktikan!!
Rafi menghentikan langkah nya berbalik ke belakang melihat Mia yang berjalan lambat di belakangnya dan Bruukk..Mia kembali menabrak Rafi seperti kejadian di gedung wijaya group yang lalu.
“Hei apa hobimu memang nabrak orang ya?”Rafi berkata sambil menatap Mia yang sudah jatuh di badannya.
“Maaf mas,aku ga sengaja.”ucap Mia sambil berdiri dan merapihkan rok nya.
Pengunjung yang berada di sekitaran tersenyum dengan kejadian yang baru mereka lihat.
Wajah Mia kembali memerah karena malu dilihat banyak orang.
“Ayo,lambat sekali jalan nya kayak siput!”Rafi menarik tangan Mia dan menggenggam nya agar Mia bisa mengikuti langkah nya yang besar.
Mia memandang tangannya di genggam Rafi,ada perasaan nyaman dan senang.Rafi tidak mau melepaskan genggaman nya bahkan sampai mereka memasuki sebuah took perhiasan.
“Selamat sore tuan,ada yang bisa saya bantu?”Tanya salah seorang pelayan toko.
“Mbak,saya mau nyari cincin nikah.”ucap Rafi sambil melihat beberapa model yang ada di etalase toko.
“silahkan sebelah sini tuan!”Ajak pelayan toko.
Rafi bergeser ke etalase di sebelah nya tanpa melepas kan tangan Mia.Tangan nya menggenggam dengam sangat lembut.
Tolong jangan perlakukan aku seperti ini,kamu bisa membuatku jatuh cinta..aahhh tuhan tolong aku kuatkan hati ini untuk tidak mudah baper.gumam Mia dalam hati.
“Sayang,kamu suka yang mana?pilih saja sesuai selera mu”
Mia memilih sepasang cincin sederhana tapi terlihat indah.
“Mbak bisa saya lihat yang ini!”Mia berucap sambil menunjukkan jari telinjuknya ke cicncin yang ada di dalam etalase.
“Yang ini nona?”ucap pelayan sambil menunjukan cincin yang di maksud Mia.
“Iya mbak yang Itu.”
Pelayang membawa cincin yang dimaksud dan memberikan nya kepada Mia untuk mencoba.
Mia mencoba nya dan ukurannya sangat pas,Rafi pun mencoba cincinnya dan ternyata ukurannya sama cocok dengan jari Rafi.
“Nona beruntung sekali,model ini limited edition,kami hanya membuat 5 pasang untuk model ini.”jelas pelayan itu.
Mia hanya tersenyum mendengar penjelasan pelayan tadi.
“silahkan tuan ,melakukan transaksi di kassa sebelah sana!”pelayan tersebut sopan menunjukan letak kassa yang berada di samping .
Rafi menyerahkan kartu berwarna gold kepada kasir.Saat Rafi mengunggu transaksi ponselnya berbunyi.Rafi memjawab dan agak sedikit menjauh dari Mia.
“Sayang tolong nanti ambil kartunya,aku mau angkat telepon dari Vino sebentar.”
Mia hanya mengangguk menunggu transaksi selesai.
“Mbak boleh saya Tanya harga nya berapa?”ucap Mia penasaran dengan harga cincin nya.
“Harganya 265 juta nona”
Mia hanya kaget mendengar harga nya.Apa tidak berlebihan harganya mahal sekali bisa membuat 1 rumah.
“Apa ga salah mbak?”Mia yang masih merasa tidak percaya.
“Iya mbak memang harga segitu karena model ini limited editin dan kami juga menggunakan bahan yang terbaik untuk semua perhiasan di toko kami,”penjelasa pelayan.
Transaksi telah berhasil,pelayan menyerahkan barang yang di beli mereka.Setelah kasir menyerahkan kartu milik Rafi Mia bergegas keluar mencari keberadaan Rafi.Rafi terlihat sedang sibuk dengan ponselnya.Mia menghampiri Rafi.
“Sudah beres?ayo makan aku lapar!”ajak Rafi.
Mereka mencari tempat makan ,Rafi menggenggam kembali lengan Mia.KIni mereka berjalan bersamaan.
“Mas kenapa harga cincin ini mahal sekali,kalo tahu harga nya segitu aku ga akan milih itu”
Rafi tidak menghiraukan ucapan Mia dan berhenti di satu restoran yang menyajikan makanan jepang.
“aku mau makan makanan jepang,Kamu mau makan apa?”Tanya Rafi
“Aku ikut aja asal jangan seafood”Ucap Mia sambil tersenyum
"kamu jangan tersenyum seperti itu,kamu terlihat jelek tau"
"benarkah mas?"ucap Mia sambil mengernyitkan dahi nya.
kamu jangan suka tersenyum seperti itu nanti aku ga bisa nahan untuk tidak jatuh cinta,Rafi berkata dalam hati.
Like,Vote dan comment ya,karena makin banyak yang like vote dan comment author jadi tambah semangat lagi nulisnya..makasih🥰🥰
vote + bunga hadiah buat kmu...😉