Semua rasa yang ada telah pergi, yang tersisa hanya luka tak terlihat. Luka yang ia dapat di waktu yang sama dengan orang yang berbeda.
*
Apa yang telah terjadi akan sulit untuk dilupakan.
Tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi di masa depan termasuk dirinya.
*
Rasa sakit, bahagia, dan kecewa akan menuntun apa yang sudah menjadi takdirnya.
Begitu juga dengan kisah seorang wanita yang bernama "AISYAH NURAHMA"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Malam yang seharusnya hangat kini berubah menjadi sendu untuk seorang Leo, niat hati ingin menghabiskan malam yang panjang dengan sang istri kini hanya tinggal kenangan. Anak dan istrinya sudah terlelap sedari tadi, sedangkan ia masih saja terjaga.
Berbagai posisi tidur dari Kiri, kanan, telungkup dan terletang sudah ia lakukan, namun tidak juga membuat mata elang miliknya terpejam, Aisyah yang tadinya telelap begitu nyenyak merasa terganggu, mata yang tadinya terpejam kini ia buka perlahan dan melihat sang suami masih saja terjaga.
“Kenapa belum tidur Mas?” tanya Aisyah dengan suara pelan agar tidak membangunkan anak-anak dari tidurnya.
Leo terkejut saat mendengar suara sang istri.
“Maaf, kamu bangun karena Mas ya” ucap Leo, ia merasa bersalah karena mengganggu tidur Aisyah.
Aisyah tersenyum, dan lagi-lagi ia bertanya dengan pertanyaan yang sama.
“Gak bisa tidur” jawab Leo dengan wajah kusutnya.
“Apa yang membuat Mas gak bisa tidur. Kasih tau Ais, mana tau Ais bisa bantu” balas Aisyah. Aisyah merasa kasihan kepada sang suami, mungkin suaminya itu memikirkan penggelapan dana yang dilakukan pak Andi pikir Aisyah.
“Kamu benaran mau bantu Mas” timpal Leo dengan wajah yang penuh harap menatap sang istri.
Aisyah mengangguk, ia merasa yakin bisa membantu Leo meski belum mengetahui apa yang Leo butuhkan.
Leo bangun dari tidurnya, kemudian berjalan mendekati Aisyah. Digenggamnya tangan Aisyah, lalu Leo membisikkan sesuatu kepada Aisyah.
“Kita pindah kamar dulu yuk”
Aisyah bingung, ingin bertanya tetapi Leo sudah lebih dulu menarik tangannya menuju pintu kamar dengan langkah yang mengendap-endap persis seperti seseorang yang akan melakukan tindakan pencurian.
“Mas, kenapa harus seperti ini” kesal Aisyah dengan tingkah sang suami, walaupun begitu Aisyah tetap mengikuti Leo karena ia tidak mendapatkan jawaban dari .
Berhasil keluar dari kamar yang begitu mencekam itu, Leo membuang nafasnya dengan pelan lalu Leo melihat ke arah Aisyah yang memberungut.
“Kita cari kamar kosong dulu ya humairah, jangan kayak gitu wajahnya” ucap Leo kepada Aisyah.
Aisyah menghembuskan nafasnya, kemudian mengikuti Leo. Saat sudah sampai di kamar kosong, Leo dengan segera menutup pintu dan menguncinya. Tanpa aba-aba Leo memberikan ciuman hangat kepada sang istri.
“Mas butuh kamu malam ini” bisik Leo ditelinga Aisyah yang tidak mengenakan hijab itu, seketika membuat tubuh Aisyah meremang. “Astagfirullah, alamat aku gak bisa tidur nyenyak ini” Aisyah membatin.
Yang diinginkan oleh Leo pun terjadi, hingga membuat tubuh Aisyah merasa remuk. Aisyah kelahan setelah hangat-menghangatkan itu usai. Leo melihat sang istri tertidur, membuatnya tidak tega jika mengganggu lagi. Dengan lembut leo membantu Aisyah membersihkan bagian inti tubuh Aisyah dan memasangkan kembali pakaian Aisyah, setelah itu Leo menggendong tubuh sang istri kembali kekamar mereka karena anak-anak akan menyadari apabila sang ibu tidak ada disebelah mereka.
Sesampainya dikamar, Leo membaringakn tubuh Aisyah dengan pelan kemudian ia juga ikut tidur didekat Aisyah.
**
Pagi harinya, dimeja makan wajah Aisyah tampak lesu membuat anak-anak khawatir dengan keadaan sang ibu.
“Ibu, kenapa wajah ibu seperti itu? apa ibu sakit?” tanya Zakiya mewakili kedua kakaknya.
Aisyah tersenyum.
“Tidak apa-apa sayang, Ibu hanya lelah.”
“Ayo, cepat habiskan sarapannya. Sebentar lagi jamnya berangkat sekolah” ucap Aisyah mengingatkan anak-anaknya.
Aisyah mengantarkan kepergian suami dan anaknya sampai di depan pintu, ketiganya berpamitan dengan Aisyah, setelah giliran Leo yang berpamitan dengan sang istri. Aisyah kembali masuk ke rumah setelah mobil yang membawa anak dan suaminya tak terlihat lagi oleh pandangannya.
**
Leo memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, Leo mengantar anak-anaknya terlebih dahulu baru dilanjutkan ke perusahaannya.
Setibanya di perusahaan, Leo sudah disambut oleh Kemal. Kemal menyebutkan semua jadwalnya hari ini, juga memberitahukan tentang pak Andi.
Leo benar-benar sibuk hari ini, ia juga harus mencari cara untuk mengembalikan dana yang sudah digelapkan oleh pak Andi.
Sulit memang untuk memaafkan orang lain, namun Leo harus mencoba untuk memaafkan dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi sesuai dengan nasehat Aisyah kepadanya. Meski sulit untuk melakukannya, Leo akan mencoba dan melakukannya sesuai fersinya.
Di parkiran kantor Leo, pria yang mengikutinya kemarin malam terlihat berada disana. Kemarin mereka diamuk oleh bosnya, karena tidak melakukan pekerjaan dengan baik dan berakhir babak belur. Untuk hari ini mereka bertekad tidak akan lalai lagi.
Yang ditunggu pun tiba, Leo terlihat memasuki mobilnya bersama Kemal. Kemal mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, mereka akan menemui rekan bisnis Leo dan melakukan meeting disalah satu restoran berbintang.
Karena kemal mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, ia dapat melihat ke sekelilingnya dan Kemal mencurigai bahwa ada yang membuntuti mereka.
“Tuan” panggil Kemal kepada Leo.
Leo tidak menanggapi panggilan Kemal, karena ia sibuk dengan benda pipihnya membuat Kemal kesal saja.
“Lo denger gue manggil gak sih” ucap Kemal sekali lagi dengan intonasi yang sedikit naik.
“Hemm…”
Hanya itu jawaban Leo membuat Kemal benar-benar kesal dengan bos sekaligus sahabatnya itu. “Gak dikasih tau gue juga yang susah, mau dikasih eh orangnya gitu” batin Kemal.
“Le, sepertinya ada yang mengikuti kita”
Mendengar perkataan Kemal, membuat Leo menoleh kepada pria disampingnya itu dan melihat ke arah kaca mobilnya. Seringai jahat muncul dibibir Leo membuat Kemal bergidik dengan apa yang dipikirkan oleh Leo.
“Tambah kecepatan” perintah Leo kepada Kemal sambil memperhatikan mobil yang mengikutinya.
Mobil orang suruhan pria misterius itu terus membuntuti mobil Leo meski kecepatan mobil Leo bertambah. Mereka mengira bahwa Leo belum menyadari mereka, namun siapa yang tau apa yang akan terjadi.
Leo masih melihat mobil yang mengikutinya, hingga sampai di tempat pertemuan dengan rekan bisnis Leo tersebut. Leo keluar dan berjalan santai seolah-olah tidak mengetahui mereka.
Orang suruhan yang mengikuti Leo memberitahukan kepada bos mereka tentang Leo, bos mereka mengingatkan agar tidak mencolok supaya tidak ketahuan oleh Leo.
**
Di persembunyian pria misterius.
“Apa ada perkembangan” tanya Alea kepada pria yang yang duduk di depannya itu.
“Masih biasa-biasa saja.”
“Apa rencana mu akan berjalan lancar?”
“Tentu, aku sudah merencanakan hal ini dengan matang”
“Halah, kemaren aja orang yang kamu suruh menggelapkan dana perusahaan itu tertangkap dengan mudah” cemooh Alea, membuat pria itu berdiri dan mencengkram wajah putih Ale dengan kuat membuat wanita itu meringis.
“Jangan kau remehkan aku, ini baru awalnya” ucap pria tersebut sambil melepaskan tangannya dari wajah Alea.
“Kita pasti akan menang, dan mendapatkan apa yang aku mau dan yang kau inginkan” tandas pria itu, sambil menarik tubuh Alea menuju ranjang.
“Lakukan!” perintah pria itu kepada Alea. Alea yang paham apa yang diinginkan oleh pria didepannya itu segera saja melakukannya.
“Aisyah, ini aku lakukan semata untuk mempercepat pembalasan dendam ku” batin Alea.
**
Leo yang sudah selesai meeting berpamitan dengan rekan bisnisnya itu saat akan kembali kemobil, Leo menghubungi Aisyah dan meminta Aisyah untuk menjemput anak-anak karena Leo tidak bisa menjemput mereka hari ini.
Selama perjalan Leo dan Kemal yang akan kembali ke kantor, mereka masih saja dibuntuti membuat Kemal emosi akan hal itu. Kemal yang berniat menghentikan mobil langsung dicegah oleh Leo. Suami Aisyah itu memiliki rencana yang lain untuk mereka.
@@@
Terimakasih sudah mampir.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like dan gift :)
Oh ya, tetap hangat dan sehat dicuaca yang tak menentu ini.
Selamat malam :D
@@@
dia bisa hapus data diri supaya ga terlacak sebelum berangkat ke luar negeri.
sekarang ketemu dan Leo juga mau tanggung jawab tapi Aisyah abaikan Leo
jadi geram maunya apa sih
Leo juga mau bertanggung jawab
tapi suka sih sama laki yang alergi sama perempuan jadi ga suka celup disembarang tempat