Assalamualaikum,di baca yuk!
Muhammad Khalid Juhair♡
"Ku titipkan cinta ini hanya pada-Mu,jagalah hatiku dan hatinya dari rasa kecewa,hingga waktu itu tiba.Persatukanlah kami dalam restu dan Ridho-Mu."
Khulaifah Sabira Nur Baiti Shalihah♡
"Cinta kita adalah yang terbaik karena imanku bertambah.Kau membantuku di dunia,dan karena itu aku ingin kembali bertemu denganmu di surga."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ula_Ula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kumpul lagi
Khula sedang menuju tempat di mana dia akan bertemu dengan kedua temannya,Amira dan Anbiya.
"Di sini pak Ustadz..."
"Disini,yaudah hati2 ya kamu,kalau ada apa2 telfon aku ya."pesan Khalid.
"siap,yaudah Assalamualaikum."tak lupa Khula menyalimi tangan suaminya.
"Waalaikumsalam,hati2 habibati."
Khula mencari-cari kedua temannya,setelah bingung mencari akhirnya dia bertemu dengan kedua temannya.
"Khula!!!"Amira dan Anbiya berhambur memeluk Khula.
"Ma Syaa Allah,Khula makin cantik."puji Amira.
"iy kan,sampe pangling aku."sambung Anbiya.
mereka mengelilingi taman,bercerita,Khula banyak bercerita tentang kehidupannya di pesantren,tapi untuk masalah di pesantren dia tidak ingin mengungkitnya lagi.
"Kayaknya enak Ustadz nya ganteng."Amira malah memikirkan Ustadz tampan.
"Heh,semua Ustad di ponpes aku udah punya pawang semua."Ucap Khula,salah satunya Ustadz Khalid.
"yah terus kamu gimana,kayaknya betah banget ya?"Ucap Amira.
"Alhamdulillah betah banget,punya teman baru juga di sana,tapi aku nggak lupain kalian kok."Khula takut kedua temannya tersinggung.
"Iya dong,bagaimana kamu bisa melupakan kami..."Amira menunjuk dirinya sendiri percaya diri.
"Oh iya dua orang lagi belum datang ya."Anbiya menunggu orang lagi.
"Siapa?"Khula bingung.
"Ricky ma Angga."jawab Anbiya.
Khula langsung menunjukkan ekspresi malas,"Ricky?"
"Iy Ricky,kenapa kamu nggak suka?"tanya Amira dan Anbiya tidak tahu apa yang terjadi.
"Dia nekat banget,pake nemuin aku segala di pesantren."Khula menceritakan kejadian yang sudah berlalu.
"Hah?!"Anbiya dan Amira terkejut.
"Iya,maksa banget,aku udah bilang aku nggak suka sama dia."
"Kami nggak tahu,maaf ya..."Amira menunduk.
"Nggak papa kok,nggak masalah orang itu masa lalu ngapain di ungkit juga."
Tak lama kemudian,Ricky dan Angga datang,Ricky terpesona dengan Khula.
"Hallo guys!"sapa Angga,Ricky diam saja.
"Waalaikumsalam."jawab Khula tersenyum ngeri ke Angga.
"Eh iya lupa,Assalamualaikum."Angga menggaruk leher nya yang tidak gatal.
"Waalaikumsalam."jawab mereka bertiga.
"Khula pangling,makin cantik nih."puji Angga.
Khula hanya diam,Ricky diam2 mencuri pandang.
Kebetulan juga Darren dan kedua temannya Ezra dan Vian berada di tempat yang sama sedang liburan.
Darren melihat sosok gadis yang tidak asing di jatra 2 wanita dan 2 pria.
"Itu kan....Khula?"batin Darren.
"Kenapa?"tanya Ezra melihat Darren berhenti mendadak.
Darren tak menghiraukan temannya,dan menghampiri Khula.
"Assalamualaikum."Darren datang,di susul kedua temannya Ezra dan Vian.
"Waalaikumsalam."jawab mereka semua yang sedang duduk.
"Darren?"Khula heran,kenapa Darren ada disini.
Ricky melihat Darren menatap Darren tatapan tajam.
"Khula,kamu di sini juga?oh iya aku lupa kamu kan rumahnya disini."
"Iya."Khula singkat.
"Aku boleh gabung kalian nggak?"tanya Darren,kedua teman Darren bingung hanya diam ikut ikutan Darren saja.
Khula melihat ke arah teman2nya,ketiga temannya kecuali Ricky mengangguk.
"Yes."batin Darren senang.
setelah mereka berkenalan,mereka mulai berbincang.
kedua teman Khula,Amira dan Anbiya gugup karena Darren,Ezra,Vian yang wajah nya wajah orang luar negeri dan tampan duduk bersama mereka.
sedangkan Khula biasa saja,dia sudah punya pawang soalnya.
"Jadi Darren satu pesantren sama Khula?"tanya Anbiya.
"Iya,gw temennya Ridwan adik Khula."
"Lalu kedua teman kamu ini?"tanya Amira ragu.
"Kami nggak mondok,kami sekolah di School Internasional Surabaya,dulu kan Darren sekolah di situ juga sebelum pindah masuk pesantren"Ucap Ezra.
"Ohhh..."Mereka semua hanya mengangguk mengerti.
"Oh Darren,lo sepesantren kan sama Khula?gimana Khula di pesantren?"tanya Amira penasaran.
Khula diam hanya menyimak pembicaraan teman2nya.
"Banyak yang naksir."jawab Darren.
"Wah wah,termasuk kamu kan?"Amira menatap Darren penuh curiga.
Ricky yang sedang minum tersedak,"uhukk...uhuk..."
Angga menepuk2 punggung Ricky.
"Kenapa lo?"tanya Vian.
"Nggak."Ricky singkat.
"Ricky kok pendiam ya,oh iya karena ada saingan baru di tambah ada Khula ya..."Ucap Angga terang-terangan.
Darren melihat ke arah Ricky,dia tahu Ricky adalah saingannya.
Khula diam saja menyimak,masih saja menyimak.
Amira dan Anbiya tertawa kecil.
Khula melihat ada pesan masuk dari Khalid.
-Aku tahu kamu sedang bersama mereka,jaga sikap ya,suami kamu ini ngawasin.
Khula langsung menoleh ke kanan kekiri melihat dimana keberadaan Khalid.
"Khula?kamu nyari apa?"tanya Amira bingung dengan sikap Khula.
"A-nggak."Khula menggeleng tersenyum tipis sebentar.
-Aku nggak bakal macam2 kok pak Ustadz sayang,tenang aja.
Khalid dari kejauhan tersenyum mendengar balasan Khula,Khalid juga tahu istrinya itu tidak akan macam².
"Khula mah main hp katanya kita ketemuan buat ngobrol."Amira merengut.
"Iya iya aku cuma ngecek bentar kok."Khula meletakkan ponselnya ke dalam tasnya lagi.
Anbiya baru sadar Khula memakai cincin di jari manisnya,"Khula kamu beli cincin baru?"tanya Anbiya.
Darren langsung salah fokus melihat cincin di jari manis Khula,ntah kenapa dia merasa cincin itu bukan cincin biasa.
Darren langsung diam,raut wajahnya berubah,"Apa itu dari calon suami kamu Khula?"batin Darren.
"Iya bagus kan?"Khula menunjukkan lebih dekat pada Amira dan Anbiya.
Ricky tersenyum simpul melihat Khula yang tersenyum sangat manis ini.
Khalid dari kejauhan mengawasi Ricky,tak di sangka dia akan melihat saingan nya yang lain yaitu Darren.
"Habibati,jangan senyum gitu ih lihat pria di dekat mu itu mereka makin suka lagi sama kamu."batin Khalid.
Khalid menutupi wajahnya menggunakan sorbannya,wajahnya yang tampan tertutup separuh.
Khalid diam2 mencari tempat yang lebih dekat untuk mengawasi istri nya.
Khula menyadari sesuatu,bangku di depannya yang kosong tiba2 ada seorang pria yang duduk menutupi wajahnya menggunakan sorban.
Dari baju yang di pakai pria itu,dan sorot mata pria itu Khula mengenalnya,itu Khalid suaminya.
Khula tersenyum sekilas pada Khalid,lalu lanjut mengobrol dengan teman2nya.
"Khula berhubung ada 2 pria yang menyukai kamu,tolong beri tahu aku tipe pria kamu."pinta Angga.
"Sebelum itu bisa kamu ngasih tahu siapa wanita yang sedang kamu sukai?"tanya Anbiya tiba².
Angga langsung gugup,Khula menyadari ada sesuatu di antara Anbiya dan Angga.
"Kalian berdua saling menyukai,jujur saja,tapi awas saja kalian sampai pacaran."peringat Khula.
penuturan Khula membuat Anbiya dan Angga jadi malu.
Kedua teman Darren tertawa melihat wajah Angga dan Anbiya yang merona.
Darren dan Ricky?mereka diam saja,saling menatap tajam.
"Oh iya soal tipe pria kamu gimana Khula?"tanya Anbiya mengalihkan pembicaraan.
"Harus jawab?"Tanya Khula.
"Harus."yang lain mengiyakan semua.
"Sholeh pastinya,umurnya terserah,suka pakai sarung sama peci,baju koko,kadang make sorban kayak... pria di depan itu."ucap Khula pada teman2nya,suara Khula terdengar sampai ke telinga Khalid.
teman2 Khula langsung melihat ke arah Khalid yang terlihat sibuk melihat ke arah ponselnya.
"Apa yang kamu katakan habibati,membuat ku malu saja."batin Khalid.
"Kayak dia?"tanya Darren.
"Heeh."Khula mengiyakan sambil tersenyum,menahan tawa dia tahu Khalid sedang malu sekarang.
Khalid pergi,mengawasi di tempat lain saja.
Khula tertawa kecil menutup mulutnya.
"Apa yang lucu?"Amira bingung.
"Tidak,apa apa."Khula langsung diam,diam memperhatikan Khalid yang sedang mencari tempat lain.
Darren diam2 melihat Khula mencuri pandang pada pria asing itu.
"Tipe mu benar2 seperti itu..."batin Darren.
sy sdh lama buka dinoveltoon. to baru mlm ini minat bc, ternyata bagus....👍👍👍
☝ gadir & nyimak.