NovelToon NovelToon
Winter Love (Cinta Bersemi Di Musim Dingin)

Winter Love (Cinta Bersemi Di Musim Dingin)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:126.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Semua orang tau bila Jessica sangat membenci musim dingin, terlebih-lebih ketika salju turun. Jika bagi orang lain salju adalah sebuah keajaiban, bagi Jessica salju adalah petaka. Jessica pernah kehilangan segalanya ketika salju turun. Ibunya meninggal di bawah rintik salju. Dan kekasihnya menghianatinya ketika musim dingin tiba.

Dan sejak itulah ia sangat membenci musim dingin. Karena musim dingin sangat identik dengan salju.

-

Hay Kak..

Jangan lupa tinggalkan like komentnya ya 🤗🤗🤗 bantu novel ini lebih maju dan berkembang🙏🙏🙏. Tinggalkan vote dan rate juga. Jangan lupa tambahkan ke daftar favorit biar gak ketinggalan bab barunya.

Dukung terus karya Author Lusica Jung 2. Di usahakan sehari up dua bab...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Begal

Hari ini adalah akhir pekan. Ken berencana menemani Jessica pergi berbelanja. Saat ini Ken sedang bersiap di kamar, sementara Jessica menunggunya di bawah.

Tak ingin membuat istrinya menunggu terlalu lama. Ken bergegas turun dan menghampiri Jessica.

Sudut bibirnya tertarik ke atas melihat kedatangan suaminya. Ken terlihat begitu tampan dalam balutan pakaian kasualnya. Jeans panjang hitam dengan robekan kecil pada lututnya. T-shirt putih yang di bungkus Leather Jaket berwarna hitam pula.

"Kita pergi sekarang?" Jessica mengangguk antusias. Keduanya berjalan beriringan menuju halaman depan, tempat mobil Ken di parkirkan.

Baru sepuluh menit berkendara, tapi perjalanan mereka harus terhenti karena kemunculan beberapa preman yang sedang memblokir di tengah jalan dengan sengaja.

Mereka menghentikan setiap kendaraan yang lewat, baik itu roda dua maupun roda empat. Tidak mengherankan memang, karena itu bukanlah jalanan raya utama yang selalu padat kendaratan. Dan memilih jalan tikus sepertinya bukanlah pilihan yang tepat bagi Ken.

"Ken, bagaimana ini?" ujar Jessica sedikit panik.

"Tunggulah di mobil dan jangan coba-coba untuk keluar. Hubungi, Ben dan, Tao. Katakan pada mereka jika aku sedang membutuhkan bantuan, beri tau juga lokasi kita pada mereka." Pinta Ken, Jessica mengangguk.

Ken keluar dari mobilnya dan menghampiri para begal yang semua bersenjata. Jumlah mereka lebih dari dua puluh orang, itulah yang membuat orang-orang ketakutan dan memilih pasrah.

Dua diantaranya menghampiri Ken. "Bagus sekali anak muda, kau melakukan hal yang tepat dengan mengantarkan sendiri harta benda mu pada kami." Ujar salah satu dari kedua orang itu.

Ken menyeringai dingin. "Percaya diri sekali kau!!" ucapnya dengan seringai yang sama.

"Apa maksudmu?!" pria itu menatap Ken marah.

"Bedebah kalian semua!!"

"Kurang ajar!!! Anak-anak, maju dan habisi pemuda sombong ini!!"

Ken mundur beberapa langkah kebelakang. Perkelahian pun tak bisa dihindari lagi. Ken yang hanya seorang diri di keroyok sedikitnya dua puluh orang. Tak ada ketakutan apalagi rasa gentar sedikit pun yang tersirat dari raut wajahnya yang dingin.

Dalam kurun waktu kurang dari lima menit, sedikitnya empat orang berhasil Ken tumbangkan. Gerakan tangannya yang cepat dan tendangannya yang kuat membuat lawan kalang kabut.

Meskipun Ken hanya sendiri, namun kemampuannya dalam bela diri tidak bisa di remehkan apalagi di pandang sebelah mata. Ken terlalu tangguh untuk mereka.

Brakk...!!

Tubuh pria bertubuh gempal itu itu terhuyung dan menabrak tumpukan kotak kayu setelah mendapatkan tendangan telak pada ulu hatinya. Pria itu meringis kesakitan dan tampak darah segar keluar dari beberapa bagian tubuhnya yang terluka. Mereka semakin kalang kabut di buatnya.

Sementara itu...

Jessica yang menyaksikan jalannya perkelahian dari dalam mobil merasa tidak tenang. Dia cemas jika hal buruk sampai menimpa suaminya.

Sekuat apapun, Ken. Tapi dia bukanlah robot, tenaga Ken terbatas dan dia bisa terpojok. Jessica hanya bisa berharap pada kedua sahabat gila Ken dan semoga mereka datang tepat waktu.

"SERANG!!"

Sontak Jessica menoleh saat mendengar suara gaduh dan ribut dari arah belakang. Kedua hazelnya membelalak melihat Ben dan Tao datang dengan segerombolan pemuda dan mereka semua bersenjata. Lalu pandangan Jessica bergulir pada Ken, suaminya itu tengah menyeringai tajam.

"Habislah kalian semua," ujar Ken dengan nada sinis.

Ken mundur dan memberikan ruang bagi para mantan anak buahnya untuk bersenang-senang juga. Ken adalah mantan gangster, jadi tidak mengherankan jika dia memiliki begitu banyak anak buah.

Buru-buru Jessica keluar dari dalam mobil saat melihat kedatangan Ken. Wanita itu merasa lega melihat suaminya baik-baik saja. Tak ada luka berarti yang Ken dapatkan, selain luka gores pada tulang pipinya.

"Aku lega kau baik-baik saja. Apa kau tau bagaimana takutnya aku tadi? Tapi syukurlah, kau tidak terluka parah." Ujarnya.

Jessica mengangkat wajahnya dari pelukan Ken. Jari-jari lentiknya ia arahkan pada wajah Ken yang terluka. Dengan lembut dia menyeka darah dari tulang pipinya.

Sementara itu....

Ben dan Tao yang melihat kemesraan mereka merasa iri, bagaimana tidak? Mereka selalu saja mengumbar kemesraan di mana pun berada. Apakah mereka tidak sadar jika ada jones yang sedang menyaksikan. Melihat adegan mesra seperti itu membuat mereka ingin memiliki pasangan juga.

"Mereka sangat jahat." Tao mengangguk setuju.

"Nanti kita cari pasangan juga, selusin malah. Ayo pergi, kelamaan melihat suami istri yang sedang bermesraan membuatku merasa lapar." Ujarnya. Ben mengangguk.

Sedangkan para pembegal yang tersisa sudah terkapar dengan luka disekujur tubuhnya. Bahkan beberapa diantaranya ada yang sudah tidak berpakaian karena ulah mahluk dua alam yang turut serta dalam perkelahian.

-

Usai berbelanja. Mereka tidak langsung pulang. Ken mengajak Jessica keliling kota, dia tau jika istrinya itu pasti merasa bosan dan Ken ingin mengurangi sedikit kebosanannya. Di Shanghai banyak tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi.

Ken menghentikan mobilnya di sebuah taman dengan sebuah air mancur raksasa tepat di tengah-tengahnya. Selain banyak pasangan muda, ada juga anak kecil dan lansia yang sedang bersantai menikmati waktu senggangnya.

Pasangan muda tersebut duduk di depan air mancur yang konon katanya dapat mengabulkan sebuah permintaan jika melemparkan koin ke dalam air. Dan banyak orang yang mempercayai jika keinginannya bisa terwujud dengan melemparkan koin ke dalan kolam tersebut.

"Mau mencobanya?" tawar Ken bertanya.

Jessica mengangguk. "Aku rasa bukan ide buruk. Baiklah, ayo kita coba." Pria itu mengangguk. Ken mengeluarkan dua koin dari dalam saku celananya yang salah satunya dia berikan pada Jessica.

Dan bersama-sama keduanya melemparkan koin itu ke dalam air. Jessica menutup matanya dan menangkupkan kedua tangannya di depan dada, dan mulai membuat permohonan. Tidak muluk-muluk. Jessica hanya ingin kebahagiaan dalam rumah tangganya, hanya itu.

"Apa permohonanmu?" tanya Ken penasaran.

Jessica mendekatkan wajahnya sambil tersenyum jahil. "Rahasia," ucapnya dan berlalu.

Mata kanan Ken membelalak melihat ada sebuah sepeda gunung yang sepertinya hilang kendali melaju ke arah Jessica. Buru-buru Ken menarik lengan istrinya dan membuat Jessica jatuh ke dalam pelukannya.

Jessica terkejut. Sungguh dia tak menyadari sama sekali. Jika saja Ken tidak bertindak cepat, mungkin saja dia sudah mengalami kecelakaan. Meskipun tidak fatal tapi pasti tetap menyakitkan.

"Lain kali hati-hati, jika jalan lihat kanan kiri dulu." Jessica mencerutkan bibirnya. Wajahnya di tekuk, Ken mengomelinya.

"Huft, baiklah."Jawabnya.

Ken mendesah berat. Di tariknya tangan kanan Jessica dan kemudian membawa wanita itu ke dalam pelukannya. "Maaf, aku bukan bermaksud untuk membuatmu tersinggung. Aku juga tidak ingin bersikap keras padamu. Aku hanya tidak ingin kau sampai celaka dan terluka," ujar Ken sembari mengeratkan pelukannya.

Jessica tersenyum lebar, wanita itu mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Ken.

"Aku tau, untuk itu aku ingin berterimakasih padamu. Dan maaf jika sikapku sedikit kekanakan. Aku hanya tidak suka di bentak." Jawabnya.

Ken melepaskan pelukannya. "Aku yang seharusnya minta maaf, itu tadi hanya refleks saja. Ayo." Ken mengulurkan tangannya, Jessica tersenyum lebar, dengan senang hati dia menerima uluran tangan Ken. Keduanya berjalan beriringan meninggalkan taman.

-

Bersambung.

1
Nurul Laila
sudah kuduga 😌 ternyata benar dugaanku
moureza
bagus bgt karyanya thor
Anita Tumundo
bagus jes hempaskan tu ulat bulu👍👍
Anita Tumundo
wow ken kecil ya..semoga mereka saling ingat🤗
Vina Pembriyani
happy end...makasih De😍😍🥰🥰😚😚semangat terus berkarya ya....sukses utkmu De
xhina_aritiama
extra part donk thor, rasanya lom ikhlas klo dah tamat
Franda Frans
dan tamaaaaattty
Sumawita
ikut merasakan kebahagiaan nya sica dan Ken
Mella Putri
Kasian si Tao sama Ben tapi ngakak 🤣🤣
Naura Permata
Ya allah kasian si Ben dan Tao. Sica ada² aja bawaan hamilnya 🤣🤣
Rebbeca Kim
Semangat kak Jess, aku selalu padmau 😘😘
Jessline Wang
Ini kenapa pembacanya gak ada sih. Jelas ceritanya sangat bagus. Sedih aku kalau ada cerita sebagus ini tapi pembacanya gak asa
Baby Sya
Ya Allah sica lu tega banget ya. Tapi ngakak 🤣🤣
Franda Frans
waaaaaahhh siapa tuh ko Ken ga tau kalau temannya yg baru dateng dari China itu punya niat buruk sama dia
Junjun
Semangat terus Kak buat next partnya
Bunga
Ceritanya bagus banget Thor dan bikin nagih
Mella Putri
Siapa yang nantinya akan jd korban dari kejahilan Bumil. Masih menantikan 🤣🤣
Juniel
Nunggu korban bumil 🤣
Astian alda Laroe
akhirnya hamil juga
Vina Pembriyani
aksi duo kocak Ben dan Tao meramaikan suasana....
lanjut De🥰🥰😙😙kebahagiaan Ken dan Sica....semangaatttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!