Hari pernikahan menjadi hari malapetaka yang akan membuatmu menjadi sosok yang begitu mengerikan.
Maria, itu adalah nama wanita itu, dan sang suami bernama Budi. di malam pernikahannya, Budi telah merencanakan sesuatu yang akan membuat kehidupan Maria benar-benar menjadi malapetaka yang begitu luar biasa.
"Kau harus tau, kalau kekasih dan keluarga kekasihmu telah menjualmu padaku!" seru pria yang bernama Alex Juan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta dan pelakor
"Mas, bolehkah aku berbicara.." ucap Maria dengan suara yang begitu lembut. akhirnya Fathan menghela nafasnya, pria itu terus memegang tangan Maria.
"Dengarkan aku Rina, apakah dirimu itu tidak salah bicara dan tidak salah tempat saat mengatakannya, di sini saat kau mengatakan kalau aku wanita murahan, sedangkan dirimu melakukan hubungan zina Dengan Suamiku saat kalian belum berstatus sebagai suami istri. lebih tepat manakah kau menghina aku sebagai wanita murahan atau kebenaran mengenai dirimu yang benar-benar wanita murahan." ucap Maria dengan nada suara yang begitu santai.
Orang-orang yang ada di pesta itu benar-benar sangat greget saat mendengar kata-kata Maria yang tidak menunjukkan emosi sama sekali, mungkin kalau wanita lain.. saat melihat selingkuhan suaminya mendatanginya, Mungkin wanita itu akan marah, Mungkin menjambak nya, mencakar nya atau menamparnya bahkan berkelahi.
Berbeda dengan Maria, wanita itu bersikap sangat santai tidak ingin menunjukkan kemarahannya. rasa sakit hatinya dan semua perasaan yang sedang bergejolak di dadanya,
"Berani sekali kau mengatakan hal itu padaku!!" teriak Rina.
Wanita itu ingin menampar Maria, dia sudah mengangkat salah satu tangannya dan akan memukul wajah Maria. dengan segera Fathan langsung menangkis tangan Rina hingga membuat Rina tersungkur ke lantai.
"Apa yang kau lakukan!!" seru Alex yang mencoba untuk membela Rina.
Tentu saja Maria tersenyum kepada Alex.
"Lihatlah Mas, kau itu selalu meminta kesempatan padaku.. namun saat selingkuhanmu disakiti oleh orang lain Bukankah kau selalu membelanya. tidak pernah sekalipun kau membela ku. kau malah selalu membela selingkuhanmu itu, lalu manakah yang harus aku maafkan Dan di manakah aku harus memberikan kesempatan." ucap Maria.
Orang-orang yang berada di pesta itu benar-benar sangat takjub, mereka semuanya melongo tidak pria tidak wanita mereka benar-benar terpesona dengan semua yang dilakukan oleh Maria.
"Wanita ini benar-benar wanita yang sangat luar biasa, aku yakin jika dia menjadi seorang istri dia bakal menjadi seorang istri yang benar-benar sangat berharga. bodoh sekali Alex melepaskan wanita sehebat dia hanya untuk wanita sebodoh itu, sebuah permata yang tidak ternilai harganya dia tukar dengan sebuah batu kerikil yang berasal dari lumpur. tentu saja Alex adalah pria bodoh yang ada di dunia ini." guman Rico yang melihat semua adegan itu.
Maria benar-benar tidak menunjukkan kekesalan, amarah dan emosinya. dengan begitu santainya wanita itu menghembuskan nafas sembari meninggalkan kedua pasangan yang sudah menjadi topik pembicaraan di tempat pesta itu.
Tatapan mata Fathan benar-benar menatap Maria, dengan sebuah kata yang tidak bisa diucapkan.
"Wanita ini adalah wanita luar biasa yang tidak boleh aku lepaskan, dia adalah surga dan dia akan menjadi tempat bernaung ku, menjaga dan melindungi Ku." ucap Fathan sembari menatap wajah Maria.
Pria itu semakin terpesona dengan Maria, dengan kebaikan, ketulusan dan semua yang dimiliki oleh Maria. walaupun Maria bukanlah seorang gadis perawan namun Fathan benar-benar tidak bisa membohongi perasaannya kalau dia sudah terjebak pada cinta Maria.
"Apa yang sedang kau lihat Mas?" tanya Maria yang menatap Fathan dari tadi melihatnya.
"Tidak apa-apa, aku hanya takjub saja padamu. bahkan kau bertemu dengan mantanmu juga selingkuhannya namun dirimu tidak memperlihatkan esmosi bahkan kekesalanmu pada kedua orang itu." ucap Fathan kepada Maria.
"Buat apa Mas aku melakukan hal itu, Tuhan telah mengembalikan ingatanku.. memberikan jawaban padaku untuk ku menata hidup kembali." jawab Maria.
Terlihat Fathan hanya menganggukkan kepalanya, pria itu tidak bisa mengungkapkan bagaimana perasaannya saat ini. yang dia tahu dia benar-benar tidak bisa melepaskan Maria.
Salah seorang wanita, istri dari salah satu pengusaha terlihat wanita itu mendekati Maria.
"Nona Maria." sapa wanita itu kepada Maria.
Tatapan Maria menatap wanita itu.
"Ya Nyonya." jawab Maria dengan begitu lembut. wanita itu benar-benar sangat mengagumi seorang janda muda yang bersama dengan pengusaha asal Dubai tersebut.
"Maaf tuan Fathan, bolehkah aku bertanya sesuatu kepada Nona Maria?" tanya wanita tua tersebut.
"Memangnya ada apa, Nyonya?" tanya Fathan kembali.
Wanita tua itu menghela nafasnya, dia menatap Maria dengan Tatapan yang begitu lembut. sebuah senyum ditunjukkan oleh wanita tua itu kepada Maria.
"Berapa sekarang usiamu?" tanya wanita tua itu kepada Maria.
Maria tersenyum sembari menarik tangan wanita tua itu dan menciumnya.
"Nama saya Maria Ibu, usia saya 19 tahun." jawab Maria dengan nada suara yang tetap lembut. Wanita itu benar-benar sangat terkesima, Dia mempunyai seorang anak yang berusia 25 tahun dia juga seorang pengusaha, niat hatinya ingin menjodohkan Maria kepada putranya.
"Apakah kau sudah mempunyai kekasih, Nona Maria?" tanya wanita tua itu dengan gamblang.
Maria menatap wanita itu, Sedangkan Fathan terlihat pria itu tahu kemana arah pembicaraan dari wanita tua tersebut.
"Sudah Nyonya, dia sudah mempunyai kekasih." jawab Fathan dengan nada yang sedikit agak kasar, wanita tua itu menatap Fathan.
** bersambung **