Gue Alana Pradipta. Kalau lu liat penampilan , gue yakin lu bakalan berpendapat gue cewek gak bener, preman dan cewek kasar. Gue maklum sih kenapa lu bisa mikir gitu.
Sampe hari gue ketemu malaikat kecil yang gue jamin bikin lu yang sekeras batu karang bisa leleh kayak es krim kepanasan.
Angel minta gue jadi ibu sambungnya.
Yang bikin gue binggung adalah gue sayang sama Angel tapi gak sama bapaknya. Belum lagi sosial ekonomi kita yang nge jomplang banget.
Apa siap Angel punya ibu sambung preman kayak gue gini? Terus pernikahan tanpa cinta sama Pak Ricard gimana? Masa iya ngabisin hidup gue sama orang yang gak gue cinta dan mencintai gue?
cover source : wallbox. ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh Tiga
"Appa kamu sudah pulang?" gue baru saja selesai mengganti pakaian dengan piyama ketika Richard masuk ke kamar. "Aku akan menyiapkan air mandi mu."
Gue sudah memutuskan untuk bersikap seperti biasa. Biarlah pernikahan ini seperti niat awalnya, hanya untuk Angel.
Gue naik ke ranjang dan menutup tubuh gue hingga sebatas pundak dengan selimut setelah menyiapkan pakaian ganti Richard.
Gue bisa dengar pintu kamar mandi terbuka, selang beberapa saat Richard naik ke atas ranjang. "Sayang, kamu sudah tidur?"
Tes.... Air mata gue mengalir begitu saja. Kenapa Richard bicara selembut itu setelah apa yang gue lihat.
Gue diam saja. Rasanya belum siap untuk membicarakan ini dengan Richard. Gue gak mau terlihat cenggeng dan lemah.
Ranjang kembali bergoyang, sepertinya Richard sedang menposisikan dirinya untuk tidur.
Gue turun dari ranjang saat mendengar dengkuran halus Richard. Gue pindah ke kamar Angel. Dada gue begitu sesak untuk tidur bersama Richard.
Gue duduk dilantai, disamping ranjang Angel sambil memeluk lutut gue. Menyembunyikan wajah gue yang sedang berlinang air mata diantara kedua kaki gue.
Entah berapa lama gue menangis, sampai akhirnya gue tertidur.
*****
Gue merasa badan gue berat dan sesak napas. Gue mengerjabkan mata, melihat sekeliling gue. Kamar? Bukannya tadi gue tidur di kamar Angel?
"Sayang, kamu bangun?" Richard mengeratkan pelukannya.
"Richard, lepas." Gue mencoba melepaskan tangan Richard yang melingkar di perut gue.
"Tidak, sayang. Aku merindukan mu. Biarkan seperti ini."
"Kamu tidak merindukan ku. Sana hubungi wanita itu." jawab gue ketus.
"Kamu cemburu sayang?" Richard mendekatkan wajahnya ke ceruk leher gue.
"Lakukan apapun yang kamu mau, Richard. Asal jangan permainan kan perasaan ku." Gue masih berusaha lepas dari pelukan Richard.
"Katakan kamu cemburu sayang. Aku ingin dengar."
Gue luluh, runtuh sudah pertahan diri gue. Sejak kemarin rasa nya gue kehilangan setengah nyawa gue karena melihat Richard bermesraan bersama perempuan lain.
"Mana ada istri yang tidak marah melihat suami nya bersama wanita lain." gue memalingkan wajah sambil terisak.
"Hanya itu?" Richard menarik dagu gue hingga kami saling bertatapan. "Katakan sayang, apa tiga hari ini kamu kehilangan diriku? merindukan ku? Kamu cemburu?"
"kenapa kamu mendiamkan ku, Appa? Apa aku melakukan kesalahan? Katakan apa salahku, Aku akan memperbaikinya."
Richard menangkup wajah gue dengan kedua tangannya. "Sayang, kamu tidak salah. Aku hanya ingin kamu memastikan perasaanmu padaku."
"Kamu bosan menungguku?"
"Aku ingin mendengarmu mengucapakan kata cinta pada ku. Itu saja." Richard mulai memberikan kecupan disuluruh wajahku. "Aku merindukan semua ini, matamu, bibirmu, desahanmu."
"Kamu terlalu banyak menangis sayang,lihat matamu bengkak." Richard mengecup kedua mata gue. "Maafkan aku, sayang sudah membuat mu menangis."
Cup...
kali ini gue mencium bibir Richard tanpa diminta. Hari ini gue mau Richard tahu kalau gue mencintai dia.
Mata Richard membulat, tidak menyangka gue akan menciumnya. Kemudian senyum terukir di bibir Richard.
"I love you, appa." cup... sekali lagi ciuman mendarat di bibir Richard. Tapi kali ini Richard
tidak melepaskan gue.
Richard menahan tengkuk gue dan memperdalam ciuman kami.
"Sayang, kali ini aku mau kamu ada diatasku." bisik Richard sambil memaksa gue untuk naik ke atasnya.
"Appa, aku tidak bisa."
"Jangan khawatir." Richard menuntun gue untuk melakukan hal yang ia sukai.
"Katakan kamu mencintai ku, sayang." Richard masih memompa tubuh nya. Richard yang memimpin setelah gue mendapatkan pelepasan gue.
"I love you, appa." gue melenguh panjang, "Appa, faster."
"Tentu, sayang. Tunggu aku." Richard menaikkan tempo permainannya.
Richard menghentakan tubuhnya sambil menyebut nama gue dan mengatakan cinta. Ada sensasi berbeda yang gue rasakan mendengar itu. Mungkin itu yang Richard cari.
"Appa, berat." Richard terkekeh. Sepertinya ia sengaja berlama - lama ada diatas ku.
Richard berguling kesamping. Mengelimuti tubuh kami dan memeluk gue dari belakang.
"Siapa wanita itu, appa?"
"Hanya wanita yang aku bayar untuk berakting, sayang. Jangan khawatir." jawab Richard dengan santai.
"Sampai membuatmu tersenyum saat membalas pesannya?"
"Itu... " Richard melepas pelukannya dan mengambil ponsel dinakas. "Aku menonton ini sambil mengerjakan pekerjaanku." Richard menyetel sebuah video di ponselnya.
"Richard kamu mengerjai ku?!" gue memukul - mukul dada bidang Richard.
"Maaf sayang, aku hanya ingin memastikan perasaanmu padaku. Aku tidak mau kamu terjebak pernikahan tanpa cinta seumur hidupmu. Dan ini semua ide Marlin."
"What?!" Gue gak percaya ini. Sepupu gue ikut ngerjain gue.
"Maaf sayang." Richard kembali memeluk gue. "Kamu boleh minta apapun asal kamu memaafkan ku."
"Benarkah?" senengnya gue. Richard mengangguk. "Baiklah aku akan pikirkan baik - baik."
"Sekarang, ayo lakukan sekali lagi. Aku hampir gila karena harus menahan diri selama tiga hari."
...🌼🌼🌼 Jangan lupa masukin list favorit ya, Like dan komen. Ngasih gift seiklasnya ajah 🌼🌼🌼...
Kasian Angel pengen ortu yg lengkap..