Prasetya Ramadhan menikahi Anisha wanita bercadar namun ia tak pernah melihat wajah dibalik cadar itu dan ia menyimpan perasaan pada wanita yang entah dimana keberadaanya .
Dihari pernikahan.....
"gua gak akan nyentuh lo sedikit pun, jangan mimpi lo".
Namun Pras menyentuhnya karena obat perangsang dan membuat Anisha hamil.
Bagaimanakah kisah mereka apakah harus berakhir buruk atau kah baik dan dimanakah sebenarnya wanita yang dicintai oleh Pras....
Dan siapakah Anisha itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulva rivana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 33
" Kita bahas ini nanti , kita harus cari Verel kakak baru kehilangan Aurel, kakak gak mau kehilangan yang kedua kalinya hiks....hik...hiks...., kalian cari di sekitar kaka coba cari kesana yah?".
Berjamjam mereka mencari Verel namun tak kunjung bertemu Anisha sangat frustasi ia menangis, tanpa terasa adzan ashar pun berkumandang, ia segera menunda mencari terlebih dahulu dang mengajak mereka untuk menghentikan pencarian dan sholat Ashar bersama.
Setelah selesai sholat berjama'ah pencarian pun di lanjut, mereka berpencar untuk mencari Verel, hari pun mulai petang Anisha merasa gelisah kemudian ia teringat tempat ia sembunyi sebelumnya di balik sumur tua ia pun menuju ke sumur tua itu dan benar Verel berada di sana, Anisha langsung memeluk.
" Ya Allah sayang kamu disini, Alhamdulillah ketemu". Menggendong Verel.
" Aku...gak mau di marahin!". Ucap Verel.
" Gak mommy gak marahin kamu, sekarang masuk ya nanti kamu demam kamu pasti laper kan sayang?". Ucap Anisha lembut.
Akhirnya Verel pun diluluhkan oleh Anisha, karena tubuh Verel kotor Anisha pun memandikannya, sikap Verel pun menjadi manja padanya, karena harus kembali ke Asrama Riri pun pergi, begitu juga Rara yang kebetulan saat ini masuk malam.
Tak terasa Pras sudah sepenuhnya sembuh dan dapat kembali bekerja, kesempatan Anisha meminta padanya agar tidak macam-macam pada saudarinya itu.
" Dia sudah melukai anak kita!". Ucap Pras.
" Tapi dia adik Aku mas ,dia iparmu walaupun ia sudah bersikap kejam pada anak kita tapi....." . Ucapan nya pun terhenti karena ucapan Pras.
" Dia menggodaku!!".
" Maksud Mas?".
Hati Anisha terguncang seketika saat mendengar itu, ia tak bisa mempercayai hal ini tak mungkin baginya jika saudarinya itu mengkhianati kepercayaannya, ia berpikir positif mengingat suaminya itu adalah orang yang narsis.
" Apa bukti mas kalo Alisha menggodamu?". Ucap Anisha tegas berharap Pras tak memiliku bukti.
" Kamu mau bukti?, tapi kamu jangan sakit hati melihatnya".
Pras menunjukkan video Alisha menggoda Pras, namun Pras tetap teguh dan tidak terpancing mau pun tergoda, terlihat didalam Video Alisha mendekati Pras perlahan, meski sudah diacuhkan berkali-kali.
" Sekarang kau percaya?". Ucap Pras.
" Ini kurang bukti". Ucap Anisha.
" Apa yang kurang, ini sudah jelas bahwa dia berusaha merebutku darimu?, Apa kau mau kalo Aku direbut sama cewek lain?". Ucap Pras.
" Mas mau gimana pun juga, dihati mas bukan Aku kan tapi gadis yang gak tau siapa itu kan, kalo Alisha nenyukaimu Aku ikhlas tapi kalo yang lain aku gak.... hiks.....hiks....hiks...".
Ditengah-tengah perdebatan Verel dan Farel tiba, merekapun menghentikan hal itu, dan Anisha pun membawa anak-anaknya pergi sebelum itu Anisha memberinnya sebuah Amplop yang berisi tentang diagnosa Alisha, setelah ia membaca hasil itu Pras pun terpaksa memutuskan untuk tidak membunuhnya dan mencari keberadaanya lagi.
Pras pun mengejar Anisha ingin menjelaskan semuanya agar tidak salah paham, namun ia harus pergi kejantor karena sekertarusnya tiba-tiba menghubunginnya dan ia pun buru-buru pergi.
Sedangkan Anisha memperhatikan anak-anaknya yang sedang bermain ia pun melarang mereka lari-lari, namun Farel tidak menghiraukannya hanya sibuk mengejar Verel , dan sampai ketika Farel terjatuh dan terluka di bagian siku dan lututnya ia pun menangis.
" Huaaaa....hmmmm..hiks...hiks..hernnm".
" Astaghfirullah!!".
Anisha terkejut ia pun segera mendatangi anaknya itu ,namun ia tak tau bahwa roknua terkait ia pun terjatuh, dan kepalanya terbentur hingga berdarah, tapi ia tak peduli dengan hal itu baginya anaknya lebih penting, Anisha pun menggendong Farel dan masuk ke rumah.
Mbok Jum yang melihat nya begitu merasa panik dan dengan sigap menyiapkan air hangat untuk membasuh luka. Anisha pun mengobati luka Farel tetlebih dahulu tanpa peduli darah di keningnya menetes.
Mbok Jum pun menghubungi dokter Ayu, namun dokter Ayu sedang sibuk akan tetapi ia mengirim dokter lain untuk datang kerumah.
banyak novel yg sdh saya baca tp crt novel ini yg pling parah paling gak jls dan gak nyambung berantakan bener bener hancur ceritanya kemana jadi gk mutu... 🙏🙏