Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33 - Membicarakan
Malam itu.
Rehan baru saja kembali dari kantor di antar oleh Rans,Rans pun memberi tahu hasil rundingan nya dengan Rara saat makan siang tadi.
"Iya,kau atur saja,soal acara pernikahan aku akan bicarakan dengan Mama ku dulu,nanti ku beri tahu."Balas Rehan sembari bersandar ia di kursi mobil nya.
"Baik Bos."Balas Rans.
Mobil Rehan memasuki halaman rumah mewah milik orang tua nya itu,meski ia sudah memiliki rumah sendiri,tapi Ibu dan Ayah nya meminta Rehan untuk tetap disini,karena Rehan juga belum menikah.
"Kau pulang lah dengan mobil ini,besok jemput aku lebih awal."Ucap Rehan sebelum ia turun dari mobil.
"Baik Bos."Balas Rans.
Saat memasuki rumah sembari tangan nya melonggarkan dasi yang ia kena kan. ia lansung di sambut oleh Ibu nya.
"Sudah pulang Rehan?." Tanya Ibu nya.
"Iya ma." balas Rehan.
"Ayo,makan mama sudah meminta Bibi panaskan sayuran saat mendengar mobil mu masuk."Ajak Bu Rossa.
Rehan tak menolak dan berjalan ke arah meja makan. "Ma,aku ingin bicara."Ucap Rehan saat melihat ibu nya akan berlalu pergi.
Dengan heran Bu Rossa pun mengiyakan,ikut serta duduk di meja makan berhadapan dengan anak nya,Bu Rossa menatap Rehan yang tampak ragu mengucapkan kata yang ingin ia sampai kan. "Ada apa Rehan?." Tanya Bu Rossa mengerutkan dahi nya.
"Soal lamaran itu ma."Ucap Rehan dan membuat ibu nya begitu antusias.
"Iya,bagaimana?,Apa Rara menyetujui nya?." Tanya Bu Rossa.
"Iya Ma."Balas Rehan.
"Tapi, kau tak memaksa nya kan?."Tanya Bu Rossa dengan tatapan penuh selidik.
"Tidak. tapi aku Rara sepakat untuk membuat resepsi yang sederhana saja,di hadiri hanya keluarga kita dan keluarga Rara saja."Ucap Rehan.
"Kalau itu tidak masalah,terserah kamu mau seperti apa,asal kamu segera menikah."Jawab Bu Rossa tersenyum bahagia.
"Papa."Teriak Bu Rossa.
"Papa." teriak nya lagi.
Pak Irwan yang mendengar teriakan panggilan dari istri nya pun segera keluar,tak biasa nya istri nya memanggil nya seperti itu. "Ada apa sih ma Teriak - teriak."Tanya Pak Irwan.
"Rara dan Rehan Pa,sudah setuju untuk menikah." Bu Rossa memberitahu dengan semangat.
Pak Irwan yang mendengar ikut tersenyum,karena memang itu lah yang ia tunggu - tunggu dari putra semata wayang nya.
"Jadi kapan kalian akan menikah?." Tanya Pak Irwan.
"Kalau hanya mengundang keluarga,kita tidak perlu menunggu lama pak,lakukan saja Bulan ini,nanti kita coba bicarakan dengan Nenek Lasmi dulu." Sela Bu Rossa.
Sementara Rehan hanya terdiam menikmati makanan nya yang terasa tidak enak di lidah. entah lah,mungkin karena suasana hati yang tidak begitu baik.
"Bagaimana Rehan?." Tanya Bu Rossa.
"Iya,terserah Mama dan Papa saja."Balas Rehan pasrah.
"Iya - iya begitu lebih baik."Balas Bu Rossa tersenyum lebar.
•••
2 hari setelah nya.
Bu Rossa dan Pak Irwan datang ke rumah Rara bersama Dengan putra mereka Rehan untuk membicarakan lamaran dan pernikahan mereka. Nenek Lasmi yang sudah tua,tak lagi bisa berbuat banyak,menerima dan membiarkan pihak dari Rehan untuk mengatur semua untuk pernikahan Rara dan Rehan.
Disaat kedua orang tua Rehan sedang mengobrol dengan Nenek Lasmi. Rehan mengajak Rara untuk mengobrol di luar.
"Ingat lah perjanjian ini,jangan sampai ada yang tahu tentang ini,terutama orang tua ku,jika kau ingin ceritakan soal ini pada teman mu,maka pilih teman yang bisa menjaga rahasia ini,kalau sampai bocor maka kau yang tetap akan di salah kan." Tutur Rehan dengan tegas.
Rara hanya terdiam dan mengangguk saja,ia tak sanggup lagi berkata,berdiam dan ikut saja permainan ini,itu lah yang dapat Rara lakukan.