NovelToon NovelToon
Pendekar Tingkat Dewa

Pendekar Tingkat Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:224.3k
Nilai: 5
Nama Author: Raffa Alief

Di dunia yang selalu mencari pemenang, ia memilih untuk berjalan sendirian, tidak untuk menang tapi untuk menghentikan sesuatu yang tak pernah benar-benar ia pahami.

Ia kembali, bukan sebagai anak yang ingin belajar, tapi sebagai seseorang yang sudah tahu terlalu banyak, dan percaya terlalu sedikit. Di matanya, dunia ini belum berubah, hanya lebih pandai menyembunyikan niat buruk di balik tradisi dan kehormatan.

Ia tak datang mmembawa dendam. Tapi tidak juga datang dengan damai.

Dalam bayang-bayang kesunyian malam, medan perang telah menanti di ujung waktu, satu langkah kecil menjadi pemantik sejarah baru. Atau hanya jejak lain yang hilang bersama debu?


(Remake)

Zhong Li -> Shi Yexian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 33 - Hanya Permulaan V

“Apakah ini rumahmu, kek? Seperti tidak terkena dampak sama sekali dari penyerangan yang baru saja terjadi, ini sangat bersih.” Zhong Li sedikit kagum dengan rumah yang masih berdiri kokoh di depannya itu.

Peristiwa yang sangat tidak mengenakkan beberapa saat yang lalu itu terjadi, peristiwa itu menyerang Desa Tao dengan ganasnya, menghancurkan beberapa rumah yang berdiri di kawasannya juga tidak luput dengan banyaknya korban jiwa.

“Kemarilah aku akan segera menyembuhkan mu, aku sangat minta maaf karena tidak bisa membantumu membawa Yue’er… ini sangat memalukan untuk mengakuinya tapi pinggang ku sering sakit akhir-akhir ini.” Kakek Yin membuka pintunya, mempersilahkan Zhong Li untuk masuk duluan.

Zhong Li masih sangat jauh dari pintu masuk, dirinya kembali melangkahkan kakinya dengan pelan menuju ke sana, tapi dirinya merasakan perasaan aneh saat memasuki area rumah itu. ‘…Jadi begitu ya? Jimat Pertahanan melindungi area yang sudah ditetapkan, itulah kenapa saat ini rumah ini masih bisa berdiri dengan kokohnya… Persetan!’

Zhong Li tidak meneruskan pemikirannya itu, dirinya dengan santai melanjutkan langkahnya pelan. Setelah masuk ke dalam rumah itu, dirinya langsung di tuntun oleh pria paruh baya itu ke kamarnya, membantu Zhong Li untuk mencarikan tempat yang tepat untuk menidurkan Xinyue.

Zhong Li dengan sangat hati-hati meletakkan gadis kecil berusia tidak lebih dari 9 tahun itu ke kasur yang sudah di sediakan. Berharap Xinyue tidak bangun saat itu, dirinya sampai meminta bantuan kepada pria paruh baya yang ada di depannya.

“Bukankah kau terlalu perhatian dengannya. Aku tadi sempat khawatir saat mendapati masih ada seseorang perampok yang ada di kawasan ini, jadi aku datang ke sana dengan sangat terburu-buru. Di tambah lagi ada dua anak kecil di sana. "

Zhong Li mendengarkan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah gadis kecil yang sedang tertidur itu, dirinya merasa sangat bersalah dengannya karena hanya menyelamatkan nyawa saja tanpa mempedulikan nyawa orang tuanya.

“Tapi setelah aku tiba di sana, keberadaan para perampok telah lenyap begitu saja, dan di depan pintu aku menemukan mu dengan mata yang terluka, memegang pedang di tangan kiri di tambah sedang menggendong seorang gadis yang sangat cantik… Sekarang jelaskan kepada ku secara detail dan merinci, apa yang baru saja terjadi dengan mu pada saat itu, Zhong Li.”

Zhong Li tersenyum pahit setelah mendapati tatapan pria paruh baya itu begitu menusuk, ia menjawabnya dengan kebingungan, “Ja-di dari mana aku harus mulai untuk menjelaskannya?”

***

Setelah menceritakan kisahnya yang penuh dengan kebohongan itu kepada kakek Yin, Zhong Li keluar dari rumahnya, berjalan di tengah kehancuran desa menuju ke mantan rumah sementaranya.

Meskipun dirinya tidak menolong kedua orang tua You Fan, Zhong Li yakin jika mereka berdua masihlah hidup, terlepas dari masa lalu yang terus menghantuinya jika kedua orang itu mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan dirinya dan You Fan, “Jika aku tidak ada di sana, jelas tidak akan ada yang mati bukan.”

Pemikiran Zhong Li ini juga terbukti benar karena dukungan pendapat dari kakek Yin yang mengatakan jika kepala desa dan keluarganya selamat dari peristiwa memilukan ini.

Sampainya di depan pintu rumah itu, Zhong Li menarik napasnya dalam-dalam sebelum akhirnya berkata, “Aku pulang!… Lagian siapa yang mau menjawabnya, ini sudah malam.”

Di akhir kalimat Zhong Li tidak menunjukkan kepercayaan diri, rembulan ada di atas langit menyinari apa saja yang ada di bawahnya. Termasuk Zhong Li yang tampak seperti pencuri, dirinya mengendap masuk ke dalam rumah itu dengan teknik menghilangkan keberadaan yang selalu aktif.

Rumah ini sudah sangat berantakan, tapi keberadaan kepala desa beserta keluarganya masih sangat terasa. Zhong Li juga merasakan satu keberadaan lagi, itu tidak lain adalah keberadaan adik You Fan yang baru saja terlahir sebelum semua peristiwa ini terjadi.

‘Aku melupakan namanya, kalau tidak salah You Jia bukan? Sudah lah lupakan saja, lagi pula dirinya akan mati saat usia 26 tahun nanti.’

Zhong Li tidak memikirkan kepribadian adik You Fan yang akan di kenal sangat cantik di masa depan itu, yang sangat di ingatnya saat ini adalah adik You Fan itu di racun karena masalah percintaan yang sangat membingungkan. ‘Yah tunggu saja itu terjadi.’

Zhong Li tidak berniat untuk melihatnya, karena dirinya sadar mungkin saja masa depan akan berubah dengan sangat signifikan. Dirinya sudah membuat pemicu yang sangat besar, yaitu dengan menyelamatkan orang yang seharusnya sudah mati saat ini.

Dia tidak ingin mempedulikannya lagi, dengan cepat ia membuka pintu kamarnya, di sana tampak ada You Fan yang tidur dengan posisi meringkuk, bekas air mata masih tampak di sudut matanya.

Zhong Li tidak ingin membangunkannya, dirinya dengan cepat merendahkan badannya, meraih buku yang terdapat di bawah ranjangnya. Setelah itu dirinya mulai membaca sembari naik ke atas ranjang.

“Hmm? Sepertinya aku harus menguasai dasar dari pemahaman buku ini secepat mungkin, perjalanan yang akan ku lalui akan sangat panjang, mungkin ini akan lebih dari tiga bulan lamanya, itu saja jika tidak ada rintangan di tengah jalan.”

Zhong Li mulai memikirkan tentang rintangan apa saja yang akan di hadapinya di perjalanan yang akan di mulai besok pagi. Alam? Hewan? Atau malah manusia?

Jelas dirinya tidak tahu itu, sepanjang hidupnya hewan terkuat yang ia ketahui adalah hewan yang sudah berevolusi, itupun ada di dunia Senior Hou. Sedangkan manusia, jelas dirinya juga akan mengatakan jika itu adalah Senior Hou, sedangkan alam, dirinya sendiri tidak yakin apakah sudah pernah bertemu dengannya.

Zhong Li mulai berpikir lebih dari itu, di mulai dengan peperangan yang tidak lama lagi akan pecah. “Itu akan terjadi tujuh tahun lagi! Tepatnya di saat Arena Pendekar Ahli sedang di gelar.”

“Acara itu di selenggarakan di Pulau Ujung barat, Sekte Langit Barat… di ikuti banyak sekte lainnya, termasuk juga sekte dari keluarga yang seharusnya akan mengangkat ku setelah ini… yah mungkin seharusnya itu akan terjadi besok pagi, tapi aku tidak akan datang.”

“… saat itu aku tidak ikut berpartisipasi, aku hanya melihat dan menikmati jalannya acara itu bersama keluarga angkat ku. Di sana ada Ayah, empat kakak laki-laki, dua kakak perempuan dan juga satu adik perempuan. Sayangnya mereka harus mati karena terjadi penyerangan secara tiba-tiba dari Aliran Hitam.”

Zhong Li mengingat kenangan pahit itu, di mana pertempuran yang hangat dan bersahabat itu berubah menjadi medan pertempuran yang sangat kejam. Semua keluarganya mati, hanya menyisakan dirinya seorang, di saat itulah dirinya di angkat menjadi murid oleh Shen Li, dia adalah guru pertamanya.

1
Jumadi 0707
yng dimaksud pria paruh baya itu umur brp ada jenggot dah putih n masa umurnya 50 an setidaknya 70 an lah Thor jelasin aja Thor peria tua
Jumadi 0707
maksud bertempur gk tau maunya dan bertele2 gk ngerti
alexander
bagus ceritanya
Muhamad Rizki
GT
Dzikir Ari
Kenapa jadi berbeli Belit kata katanya
Dzikir Ari
Alur mulai tertata dan selanjutnya jangan membosankan Tor, ini sekedar masukan...🙏
Dzikir Ari
Gimana kok Alurnya mbulet tor
Dzikir Ari
jalan ceritanya cukup menarik tapi terlalu bertele tele Tor
Dzikir Ari
Lanjutkan Tor
Dzikir Ari
Lanjut
Dzikir Ari
Coba mampir, moga Alurnya tidak bikin bosan Tor 🙏
Haryanto Sendtot
lanjut
Haryanto Sendtot
mna up nya lgi
Abdullah
update ya
Djambar Barmo
Alur cerita tidak mengalir,beberapa bab isinya tidak berhubungan, kalau bercerita harusnya terstruktur
Ahmad Tavip
remove aja cerita ini
Ahmad Tavip
bertele tele
Suyatno Saban
lanjutkan
Idk!
bagus ceritanya, lanjutkan
de wek
baru nemu malam ini di beranda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!