NovelToon NovelToon
For A Great Love

For A Great Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:261k
Nilai: 5
Nama Author: vie

Kiand Radea merasa sudah mengambil keputusan yang tepat untuk merantau ke jakarta, demi melunasi hutang sang ayah yang terbaring lemah, setelah sang Ibu meninggal. Empat tahun berjuang, akhirnya Kiand resmi menyandang gelar S. Ars dengan nilai yang memuaskan, dan mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan ternama di bidang Kontruksi dan Property

Pertemuannya dengan Pandu di lift, membuat Kiand terjerumus kedalan masalah yang di akibatkan oleh Pandu, sehingga memaksanya untuk masuk kedalam kehidupan pandu. Apakah Kiand mampu untuk tetap bertahan, dengan segala sikap Pandu yang menurutnya sangat menyebalkan? atau mungkin akan ada Cinta yang tumbuh karena pertemuan yang intense?

Pandu Bagaskara adik dari presiden direktur sekaligus wakil presdir di perusahaan tempat Kiand bekerja. memiliki wajah tampan dan sempurna, serta kekayaan yang melimpah membuat Pandu menjadi pujaan setiap wanita, namun siapa sangka Pandu justru sedang merasakan luka yang begitu dalam hingga sulit dia obati, dan membuatnya bersikap dingin kepada lawan jenis. pertemuannya dengan Kiand merubah pandangan Pandu tentang arti cinta yang sesungguhnya. Apakah Kiand bisa menjadi obat untuk luka Pandu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 32 cemburu

Setelah kemarin aku menerima Taruhan dari Kak Candra, hari ini aku memanggil Yoga dan Jefry ke kantor, ini memang bukan bidang meraka, tapi aku mengenal Yoga dan Jefry, mereka bisa di andalkan.

"Lo udah gila Du! " reaksi jefry saat aku menceritakan taruhan itu pada nya

"Gue udah selalu ingetin lo, jangan ngambil keputusan saat sedang emosi! " tambah Yoga

"Gue kalut banget waktu itu" balasku

"Kalut sih kalut, tapi ini sih bunuh diri namanya! " sahut jefry

"Yah gimana? gue udah terlanjur terima tantangan dari kak Candra, nggak mungkin juga gue tarik lagi.... " jawabku

"Makanya! otak tuh di pake, jangan di gadai " ujar Jefry sambil memukul kepalaku

"Terus rencana lo apa? " tanya Yoga, aku sendiri belum memikirkan sebuah rencana untuk proyek ini, pikiranku masih buntu.

"Gue belum punya rencan" jawabku santai

"Ya Allah Pandu......! " Jefry begitu gemas melihatku " Karna Bintang otak lo bisa mandek kaya gini ya!!"

"Makanya gue panggil kalian berdua, kalian mau bantuin gue apa nggak? semua para staff eksekutif disini adalah kepercayaan Kak Candra, nggak mungkin gue percaya sama mereka"

"Apa yang bisa gue bantu? " tanya Yoga " Ini bukan bidang gue! "

"Apa lagi gue! " sahut jefry

"Pertama kalian harus bekerja di perusahaan ini! " ujarku

"terus gimana usaha gue? " tanya yoga

"Kan ada adek lo Ga, masa lo nggak mau bantu sahabat lo ini" pintaku

"Lo bisa aja Du! " Aku tahu Yoga nggak mungkin membiarkanku menanggung masalah ini sendiri

"Lo Jef! Mau sampai kapan lo ngurusin salon? " tanya ku

"Ya udah gue ikut! " jawabnya terpaksa

"Besok kebetulan, gue, kak Candra sama bokap mau jalan keluar, gue bakal minta kalian jadi partner gue , biar gimanapun cuman kalian yang bisa gue percaya saat ini" ujar ku

"oke oke! tapi apa bokap lo mau nerima kita, bukannya bokap lo selalu mandang kita anak yang nggak berguna, nggak punya skil atau apalah" ujar Jefry

"Lo tenang aja, itu gue yang atur, yang jelas kalian mau nggak bantu gue? " tegas ku

"Iya gue bantu lo! " jawab Yoga begitupun Jefry

Rencana pertama sudah di buat, aku akan menarik jefry dan Yoga dalam proyek ini, tapi itu belum cukup, aku masih harus menarik beberapa karyawan yang mengerti tentang pembangunan property, terlebih property ini sudah bermasalah sebelumnya.

"Gimana Kiand? " tanyaku pada Jefry

"Ada dua tempat yang bakal gue liatin sama Kiand, tapi kayanya doi lagi sibuk juga! kemarin gue telpon dia nggak bisa katanya" jawab Jefry

"Kenapa Kiand? " tanya Yoga yang memang belum tahu masalah ini

"Kiand mau pindah ! " jawab jefry

"Kenapa? " tanya Yoga

"hmmm" jawab Jefry dengan mengangkat kedua bahunya "Tanya tuh sama pacaranya! "

"Ada masalah apa? " Yoga menanyakan hal itu padaku

"Salah paham! " akhirnya aku menceritakan kejadian kemarin pada Yoga dan Jefry, mereka sama sepertiku kesal dan marah, jadi wajar jika Kiand sangat terpuruk saat itu.

"Terus hubungan lo sama kiand? " tanya Yoga

"Entahlah Ga, gue sendiri masih belum yakin sama persaan gue," jawabku

"Bintang... Bintang....! kapan sih lo redupnya! " celetuk Jefry, yang berimbas terkena lemparan pulpen dariku.

Berdiskusi membuat perut kami keroncongan, Yoga mengajak kami makan di salah satu restoran ramen yang tak jauh dari gedung ini.

"Ajak Kiand nggak? " tanya jefry, saat kami hendak ke luar ruangan

Sehari saja tidak berhubungan dengan Kiand, rasanya hari ku sepi, tidak ada yang beriksik karena terus berbicara, atau melakukan hal yang berujung masalah. Aku terdiam sejenak, saat Jefry menanyakan Kiand, aku ingin mengajaknya, tapi Kiand sudah memutuskan untuk tak berhubungan lagi denganku.

"Nggak Usah! " jawabku dan berlalu pergi

Lift menuruni gedung menuju lobby, karena ini lift khusus direksi, tak ada karyawan lain yang masuk, kecuali para staf khusus, sehingga lift lebih cepat sampai.

Banyak karyawan hilir mudik karena di jam istirahat, seperti ini, tapi aku sama sekali tidak melihat keberadaan Kiand

Saat keluar lobby, dan hendak masuk mobil, aku melihat Kiand tengah berdiri di pos securtity bersama seorang pria, dia tampak begitu akrab, aku pernah melihat pria ini, kalau tidak salah dia pernah mengantarkan Kiand sebelumnya

"Du...! " panggi Jefry yang sudah masuk mobil lebih dulu, begitupun Yoga sedang aku masih berdiri menatap Kiand, ada rasa tak suka saat aku melihatnya "Ngapain si loh? "

"Bentar bentar.. " aku mengurungkan niat untuk masuk ke dalam mobil dan berlari ke arah Kiand

"Ki! " panggilku

Kiand langsung menoleh ke belakang

"Pak Pandu! " terlihat dia sedikit terkejut "Ada apa ya pak? " tanyanya

"Bisa kita bicara? " Aku sendiri tak tahu apa yang ingin aku bicarakan, itu hanya alasan, agar Kiand tidak berlama-lama dengan pria itu.

"Maaf Pak, tapi saya lagi ada perlu sama teman saya! " jawabnya, aku melihat pria yang ada di hadapan Kiand, gayanya sih biasa-biasa saja, jika di bandingkan denganku jauh lah

"Sebentar aja, please" mohonku

" Oke baik! " ujar nya " Val, nanti deh gue ke kosan lo ya, pokoknya kalau bisa jangan yang mahal-mahal, yang biasa aja" ujar Kiand pada lelaki itu.

"Oke Ki, ya udah gue langsung jalan ya! bye" pria itu pergi menggunakan motor

cuman motor " gumamku dalam hati

"Bapak mau ngomong apa? " tanya Kiand, sebenarnya tidak ada yang ingin aku bicarakan , dan pertanyaan Kiand membuatku bingung, aku di buat kikuk sambil menggaruk rambutku yang tak gatal

"Hmmm... " Kiand menatapku dengan tatapan sinis

"Pak! apa yang mau bapak bicarakan? " tanyanya lagi

"Hmm i-itu" otakku tiba-tiba tak bisa berpikir

"Kalau nggak ada yang mau bapak bicarakan, saya pamit dulu.... saya mau makan sama Kak Nanda dan Dian" Dia langsung berjalan melewatiku, tapi dengan cepat ku tahan tangannya

"Ki... sa-saya man mau minta maaf! " ujarku, aku merasa ini bukan diriku, kenapa hatiku sakit saat kiand mengacuhkanku.

ahhh bodoh sekali kamu pandu aku mencela diriku sendiri

"Saya sudah memaafkan bapak, sudah tidak usah di bahas" jawabnya sambil menghempas tanganku.

Ku pandangi tanganku sambil mengelusnya, masih terasa sentuhan tangan Kiand, meski hanya sebentar.

Aku kembali ke mobil, walau tidak mendapatkan perlakuan baik dari kiand, seenggaknya aku bisa membuat pria itu pergi.

"Udah cemburunya? " ledek jefry

"Siapa yang cemburu! " elakku

"Terus ngapain lo nyamperin Kiand? " tanya Yoga

"Gue ada perlu? " jawabku singkat "Udah jalan, mau makan nggak....? " sahutku tapi mereka masih menatapku dengan senyum penuh makna " nggak usah pada liatin gue kaya gitu"

"Hati memang nggak bisa di tebak" sahut Jefty

"Jef...! " panggilku pada jefry yang tengah serius mengemudi "Lo kapan mau temuin Kiand, buat liat rumah? " tanyaku, teringat kembali perbincangannya dengan pria tadi

"Kan sekarang gue disini! " sahutnya

"Iya, makanya gue nanya kapan? " emang susah kalau ngobrol sama bocah tengil

"Besok deh...! "

"Jangan besok! " tolakku

"Dihhh.....! maksa banget sih! "

"Nanti lo samperin Kiand ke apartmen aja! jangan nunggu besok besok lagi" titahku ku

"Du pandu.... kenapa jadi buru-butu gitu? santai aja sih! toh kiand juga minta waktu seminggu kan? " sahut Yoga

"lebih cepat lebih baik! "

setidaknya hatiku sedikit lebih tenang jika Kiand masih berada dalam pengawasanku, jika di tanya apa sebenarnya yang ku rasakan, aku sendiri tidak mengertj, yang jelas aku hanya ingin melindunginya.

1
Kadek Ety
Kisahnya sangat dalam dan mengharukan
Nur Aini
ceritanya bagus
Eneng Sutirah
ah senengnya happy ending....makasih othor cantikku
Susi Mardiana
belum rela Kisah mereka selesai Thor...
secara nunggu nya berpuluh purnama
vie: nanti ada novel selanjutnya, dukung terus ya
total 1 replies
Eneng Sutirah
ah senangna liat si cantik up lagi...udah lama banget d tunggu ...hatur nuhun gelis❤️
pisces
syukur deh semua berjalan baik dan bahagia stlh kesakitan dan halangan selama ini, semoga ke depannya tdka ada kendala yg berarti sampe menikah
Susi Mardiana
tissu mana tissu...
Kiand nk mw ngerjain pak Pandu dlu???
keenakan pak Pandu nya lgsg dimaafkan...
Author juga harus tanggung jawab Up banyak2...krn sy udh nungguin 1thn lebih...
Susi Mardiana
di tunggu double up nya Thor...
pisces
sejak dulu noval sll ada buat kiand, laki2 yg sangat baik
pisces
ikut deg2an deh gmn reaksi kiand ketemu pandu yg gak jls ujungnya, semoga mereka cpt menyusul jefry nanda
Anna Mutia Feranita
akhirnya setel skian purnama....
Susi Mardiana
semangat berkarya Thor...
di tunggu kelanjutannya...
vie
makasi ya semuanya maaf nunggu lama
Eri'e Fitriasari
akhirnya setelah sekian lama aku menunggu up mu 🥺
pisces
ya Allah sudah 100 abad aku nunggu nih lanjutan pandu kiand akhirnyaaaaa bisa baca lagi nih novel
welcome back thor
Khaira Yunizar
aku malah sudah lupa dengan cerita nya🤭😂😃. semangat tor...
Nesya Nesya
akhirnya setelah sekian purnama up jga,,,
vie
setelah hampir satu tahun akhirnya baru bisa masuk ke akunku, sempat rusak hpnya lupa pasword jd males buat log in, mau lanjutin kisah ini masih ada yang mau baca gak ya
Bermain bersama Raiyya: Mau kaaa, aku nungguin lho
total 3 replies
BirVie💖🇵🇸
ngorek informasi tentang Pandu yaa Kiand 🤭
BirVie💖🇵🇸
untung yg menyelamatkan Pandu adalah Kiand...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!