Fiona Delvina
Seorang psychopath gila, itulah panggilan yang pantas bagi seorang gadis berdarah dingin ini. kasus pembunuhan yang ia lakukan sudah tak terhitung jumlahnya, kelihaian gadis itu dalam menyembunyikan jati diri membuat orang orang disekitarnya tidak ada yang mengira bahwa dialah pelaku pembunuhan tersebut. Fiona melakukan itu semata-mata hanya untuk mencari siapa pembunuh adik, kakak, serta papanya, dendam lama Fiona membuat gadis itu menjadi serigala pembunuh tanpa jejak.
Elbara Cesar Roosevelt
Pria yang tak kalah kejamnya dari Fiona, Elbara merupakan CEO dari bidang perfilman action tentu saja semua itu hanya topeng untuk menyembunyikan sifat aslinya karena orang orang mengenal Bara sebagai pria hebat yang selalu berhasil mengantar para aktor debut dalam filmnya. Bara juga terkenal ramah pada staf dan orang orang sekitar tapi siapa yang tau bahwa pria itu hidup penuh dengan dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
Tok..tok.. tok
"Tuan anda didalam? Saya hanya memberitahu jika wawancara akan segera dimulai," ucap Rezza dari luar toilet.
Fiona segera melepas Bara setelah mendengar suara Rezza.
"Keluarlah," ucap Fiona mengalihkan pandangan nya.
Bara tersenyum sembari memasang beberapa kancing kemejanya yang terbuka, Fiona juga merapikan rambut dan tatanan lipstik yang sudah hilang akibat perbuatan Bara.
Ceklek
Bara dan Fiona melewati Rezza begitu saja namun pria itu sudah paham dengan apa yang terjadi didalam apalagi bekas merah di kemeja Bara.
Mulai sesi wawancara Bara membawa Fiona ikut ketengah tengah mereka hingga Liora bingung kenapa sepupunya ikut kemana mana Bara pergi.
"Tuan Bara kami dengar inspirasi dari film ini dari kisah pribadi, benarkah begitu?" Tanya salah satu wartawan.
"Benar, ini mirip kisah seseorang," jawab Bara dengan senyum manis.
"Tuan kami mendengar rumor bahwa CEO Roosevelt terlibat cinta lokasi dengan salah satu pemain?"
"Tidak aku tidak pernah terlibat hal hal seperti itu lagipula jangan terlalu menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi atau calon kekasih ku akan marah," jawab Bara.
"Anda sudah memiliki calon tuan?"
"Tentu saja tapi sayang dia belum menjawab pertanyaan ku bahkan dia menolak ku beberapa kali,"
"Kami penasaran siapa orang beruntung itu tersebut tuan, andai saja wanita tersebut ada disini,"
"Dia disamping ku kenapa kau bertanya lagi,"
Fiona menatap Bara sembari menunjuk dirinya.
"Wow nona bagaimana bisa anda menolak pria yang memiliki kesempurnaan tiada tara ini,"
"Bara apa yang kau lakukan?" Bisik Fiona.
"Silahkan tolak aku jika kau ingin membuat ku malu," jawab Bara dengan senyum licik nya.
"Mm itu tidak benar.."
"Berita ini pasti akan tersebar luas dalam waktu satu menit jika nona ini membenarkan bahwa dia menolak tuan Bara,"
Fiona semakin frustasi mendengar bisikan salah satu wartawan dengan wartawan lainnya.
"Sebenarnya kami sudah menjalin hubungan tapi Bara membuat ku sedikit kesal hingga tak mengakuinya," ujar Fiona dengan senyum manis.
"Waahh nona ini satu satunya orang yang memanggil tuan Bara dengan namanya langsung,"
"Baiklah karena ini penayangan perdana film ku kalian akan mendapat berita baik, Fiona Delvina sebenarnya adalah kekasih ku, kami sudah menjalin hubungan cukup lama dan kami tinggal bersama," ujar Bara sembari merangkul Fiona.
Semua iri melihat Fiona sangat dekat dengan Bara, siapa yang tidak menginginkan pria ramah, mudah tersenyum, dan sangat baik pada orang.
Tentu hanya halusinasi mereka, Fiona yang merasakan hidup bersama Bara harus menguatkan mental.
"apa cerita cerita anda sebelumnya terinsipirasi dari nona ini tuan Bara?"
"kau benar gadis ini adalah pujaan hati ku, dia sumber inspirasi dari semua film film yang dibuat,"
lagi lagi rasa iri mereka bertambah melihat kasih sayang yang tulus dari Bara.
"maaf semuanya wawancara kali ini harus di percepat karena nona masih belum bisa menyesuaikan diri," saut Rezza mengambil alih.
Bara segera membawa Fiona pergi dan para pemain yang menggantikan wawancara.
"silahkan tuan nona,"
Rezza mempersilahkan keduanya masuk kedalam mobil sebelum dikejar wartawan.
"Rezza aku ingin tau siapa yang menulis dialog film itu," ucap Fiona.
Rezza langsung mengarahkan tatapan nya pada Bara namun Bara mengangguk agar mengiyakan Fiona.
"baik nona besok saya akan memberitahu Anda siapa penulis dialog film ini," jawab Rezza.
Fiona mengangguk dengan senyum tipis lalu masuk kedalam mobil
Jam 3 dini hari sampai sore??
🤔🤔