Aku adalah orang yang pernah diusir dari rumahku sendiri, tapi sekarang aku kembali untuk membalas mereka yang pernah menyakitiku.
Tunggu dan lihat, pasti kalian akan merasakan kesakitan.!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon us ahtcOctOha Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepedulian steven.
Keesokan harinya. Putri pergi kekafe xx untuk menemui wiliam. Sedangkan wiliam sudah menunggunya cukup lama.
"Hei put, sini.!". Teriak wiliam dari tempat duduk nya saat melihat putri memasuki kafe.
Putri pun berjalan menuju wiliam, dan duduk disebelahnya.
"Bagaimana? Apa kau sudah setuju untuk jadi modelku?. Tidak perlu terikat kontrak, kamu cukup melakukan foto shoot saja, dan aku akan bayar kamu sesuai tarif kamu, aku akan memasukanya dimajalah dan juga promo di IG." Jelas wiliam pada putri.
"Bagaimana bisa bekerja sama kalau tidak ada kontrak, memang nya majalah kamu apa sih?". Tanya putri heran.
"Aku sengaja tidak ingin terikat kontrak sama kamu, aku tau kamu kan orang yang super sibuk, jadi, kita buat santai saja, kalau kamu senggang, kita pemotretan, tapi kalau kamu sibuk, aku bisa menunggu. Lagian majalahku ini majalah kecil, tidak perlu harus sekuat tenaga untuk meningkatkan dan membuat nya laris." Sahut wiliam.
"Oh begitu, bagus juga sih,, tapi aku menyetujui ini bukan karna aku ingin mencari uang, tapi aku hanya ingin mencoba pemotretan di alam bebas yang belum pernah kurasakan, dan juga aku akan membantu majalah kamu supaya lebih dikenal orang, aku bersedia menjadi cover majalah nya, dan kamu tidak perlu bayar mahal." Timpal putri.
"Hm.. Ternyata dia baik juga. "Batin wiliam berkata sambil tersenyum menyeringai. "Eh. Tidak perlu put, aku cukup mengambil foto yang diperlukan saja, kamu tidak perlu membantu untuk menaikan majalahku." Tolak wiliam dengan senyuman.
"Gak apa-apa.. Aku tulus ingin membantu, oh iya apa hari ini kita boleh melakukan pemotretan nya.? Aku sudah membawa beberapa keperluan, termasuk costum."
"Boleh,, aku sudah memilih ancol untuk pemotretan pertamanya. Aku juga sudah membawa kamera nya dan satu asisten pribadiku. Dia wanita, kamu bisa minta tolong padanya untuk mengganganti costum, sebenar nya aku ingin membawa asisten pria karna bisa membantuku untuk membawakan perlengkapan kamera. Tapi aku lihat kamu tidak memiliki asisten, makanya aku bawa asisten wanita biar bisa membantumu."
"Eh iya, aku gak kepikiran kesana, karna aku sudah biasa mengurus semuanya sendiri. Aku akan mencari asisten wanita untuk menemaniku. Mulai besok kamu gak perlu lagi membawa asisten untukku, terimakasih kamu sudah peduli hal yang kecil ini." Ujar putri tersenyum.
"Gak masalah, baiklah kita berangkat sekarang. Apa kau membawa mobil? Apa kau ingin menyetir sendiri atau ikut mobilku saja."
"Iya aku bawa mobil, kayaknya aku ikut kamu aja, soal nya aku gak berani kalau bawa mobil terlalu jauh. Nanti aku suruh supir untuk menjemputnya."
"Oh baguslah,, ayo masuk mobil, biar asistenku saja yang membawakan barang-barang kamu."
"Baiklah terimakasih wiliam".
Wiliam dan putri beserta satu asisten nya pergi ke ancol untuk melakukan fotoshoot.
"Em.. Put, apa kau sudah punya pacar?". Tanya wiliam sambil mengemudikan mobil nya.
"Aku sudah bertunangan, dan tiga bulan lagi aku akan menikah." Sahut putri sembari mentap cincin dijari manisnya.
"Oh, siapa nama nya,, pasti dia orang kaya juga kan?" Timpal wiliam.
"Namanya steven, dia ceo diperusahaan steven group. Kalau aku sih tidak perlu harus kaya atau sederajat denganku, yang penting dia sayang, baik dan setia sama aku, itu pun sudah cukup." Sahut putri sambil membayangkan wajah stev dibenaknya.
"Kamu gadis yang baik, dia beruntung memiliki kamu.
Nah sekarang kita sudah sampai. Silahkan turun, hati-hati ya.. Oh iya, aku sarankan kamu pakek sepatu aja, kalau pakai heels kayak gitu akan susah berjalan dipantai. Apa kau membawanya?". Tutur wiliam sambil membuka pintu mobil.
"Iya, aku membawa beberapa sepatu. Baiklah aku akan ganti kostum dulu."
"Eh put, kamu mau ganti costum dimana, kayak nya disini gak ada tempat ganti deh".
"Hah,? iya ya,, terus gimana?.
"Emm.." Wiliam melihat sekelilingnya. "Eh itu ada vila yang terdekat, kamu bisa kesana, aku akan menemani kamu. Dan membawakan barang barangmu."
"Baiklah, terimakasih, ayo jalan." Putri dan wiliam pergi kevila dekat pantai untuk mengganti baju nya.
Setelah masuk kedalam vila, semua orang disana ternyata mengenali putri. Mereka menyerbu putri dan mengerumuninya untuk meminta tanda tangan dan berfoto. Beruntung ada wiliam yang bisa menjaga nya dari desakan fans putri itu.
Satu jam kemudian, putri dan wiliam kembali lagi kepantai untuk melakukan fotoshoot.
"Fiuhh.. Aku capek banget,, kualahan juga melayani mereka." Ujarputri sembari menghela nafas. "Tapi beruntung ada kamu wil, makasih ya." Sambung nya.
"Sama-sama,, gak perlu berterimakasih, lain kali kamu kalau kemana-mana harus bawa supir yang bisa bela diri, supaya bisa jagain kamu." Balas wiliam dengan senyuman. "Ya udah kita pemotretan sekarang yuk."
"Oke."
Beberapa jam kemudian, mereka telah selesai melakukan pemotretan.
"Put, hari ini batas sini saja dulu, kamu juga sudah capek, kita makan siang dulu ya." Ucap wiliam.
"Em.. Iya deh, kita makan di kafe aja, sambil liat hasil fotonya tadi."
"Oke, yuk jalan."
Setelah tiba dikafe, putri menelpon steven untuk memberitahu apa yang tengah dialakukan.
Selesai menghubungi stev, putri kembali melanjutkan makan.
"Put, tadi yang nelpon pacar kamu ya?" Tanya wiliam.
"Iya, dia sibuk,, tapi dia selalu ada waktu buat aku." Sahut putri yang selalu membanggakan pacarnya itu.
"Oh gitu,, kamu tinggal dimana put?"
"Aku gak netap, kadang aku pulang kerumah, kadang balik ke vila."
"Apakah kamu dan steven sudah begitu sedekat?" Tanya wiliam kembali
"Iya, karna kita mau menikah, makanya steven menjagaku dengan ketat, takut terjadi apa-apa, ya udah makan yuk."
Wiliam hanya menyeringai.
_
Malam hari, putri pulang kerumahnya.
"Huh,, hari ini cukup melelahkan, tapi menyenangkan juga berfoto dipantai, bikin rilex. Eh, aku belum telpon stev,, aku telpon dulu deh."
"Halo stev,, apa kamu belum pulang?"
"Belum sayang, mungkin hari ini aku pulang agak malam, masih ada kerjaan. Kamu pulang kemana?"
"Aku pulang kerumah,, kalau begitu aku tidur dulu ya, nanti kamu pulang kerumah kamu ya.?"
"Iya sayang, malam ini aku gak bisa temani kamu ya, kamu tidur sendiri dulu, karna aku pulangnya malam, aku takut kamu terbangun kalau aku pulang kesana, besok aku jemput kamu ya."
"Gitu ya.. Iya deh,, aku istirahat dulu ya.. Dahh stev"
"Iya sayang, selamat malam, mimpi indah ya?"
Putri menutup telpon nya dengan perasaan sedih.
"Kok aku jadi sedih kalau steven gak pulang kesini, apakah karna aku sudah terbiasa tidur bersamanya? Aku merindukannya, hari ini belum ketemu dia." Gumam putri smbil melihat foto mereka diwallpaper layar ponselnya.
Disaat yang bersamaan, steven masih didalam kantornya, tidak ada yang ia lakukan, dia hanya berdiam dan termenung, karna perusahaan nya mengalami penurunan saham, dia tau bahwa ini adalah ulah dari seehan, padahal perusahaan diparis baru saja melonjak naik kembali, tapi sekarang berbalik ke perusahaannya dijakarta.
Steven kesulitan untuk membangkitkannya kembali, karna partner nya sudah banyak yang keluar dan mencabut saham nya, lalu mereka bekerja sama pada perusahaan lain.
"Ahh.. Kenapa bisa begini?? Sialan!! Sebenarnya dimana kamu seehan,, kalau berani tunjukan wajahmu!! Kamu pikir aku takut?!!" Steven berteriak sendiri dalam ruanganya ditengah malam.
"Aku bisa saja meminta bantuan paman alex dan putri untuk membangkitkan perusahaan ini kembali, tapi aku tidak mau melibatkan mereka, karna jika seehan tau, maka mereka akan terkena masalah juga, lebih baik aku membahas ini dengan shine, untung saja aku sempat membalikan aset atas nama putri, kalau tidak, mungkin sekarang sudah bangkrut."
Stev meraih ponselnya, ia melihat foto putri dilayar ponselnya membuat amarahnya mereda.
"Hm.. Aku kangen kamu sayang." Ucap nya tersenyum. "Lebih baik aku pulang lihat dia dulu."
Steven keluar dari kantornya dan menuju kerumah putri, lalu masuk kekamar nya yang tidak terkunci itu.
Stev mendekat dan duduk disebelah putri yang sedang tidur. "Sayang, apa kamu happy hari ini.? Kita tidak bertemu dari pagi, aku sangat merindukan kamu". Ucap stev mengelus kepala putri dan menatap wajah nya yang sedang terlelap itu.
"Aku senang kau sibuk bekerja diluar, dengan begitu kau tidak akan tau dengan apa yang terjadi pada perusahaan kita.
Tadi sore, charlie memberitahuku, kalau JD Queen sedang dalam bahaya, disana juga terjadi penurunan saham, dan majalah kamu juga terjual hanya sedikit, ini semua pasti ada hubungan nya dengan seehan. Sayang, aku takut kau akan disakiti oleh orang jahat yang tidak punya hati itu, kamu tidak boleh tau kalau perusahaanmu dalam masalah, aku gak mau kamu khawatir, biarkan charlie dan shine yang menanganinya disana."
Steven mengelus rambut putri dan mencium kening nya, lalu dia tidur disofa didalam kamar putri untuk menjaganya.
Jam 4 dini hari, steven keluar diam-diam dari kamar putri, dan pulang kerumahnya.
•••
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like ya😉
tmbah sayang deh🤗😘😘😘