Pindah YouTube aja ya.. hihihi...
https://youtu.be/8rop2hbSCWA
ustadz sholehku SEASON 2.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diah rahma18w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ثلاثة و ثلاثون
H-1 Kelulusan.
" Gilang! Kamu benar, mau nikah sama Bu Citra? " Tanya temannya siapa lagi kalau bukan Angga.
" Eh, iya. Aku mau nikah sama dia, tapi... Lo diam-diam dulu, acaranya kan belum pasti. Jadi, gue nggak mau gembar-gembor dulu. "
" Lha, ngapa emangnya? Bukannya lo udah cinta banget sama Bu ibu itu. "
" Dia belum ibu-ibu angon! " Meno-el kepala teman sekaligus adik tingkatnya.
" Eh dah, sakit tahu. Ini itu kepala gue, bukan adonan pia. Yang sudah mengajar itu sudah jelas ibu ibu, namanya aja udah dipanggil ibu sama kita-kita. "
" Ya wajarlah dia dipanggil Bu. Orang dia ngajar di kelas kita, tapi statusnya di KTP kan masih Lajang. "
" Eh iya iya. Tapi, nggak usah pakai ngegas juga. "
" Kak Gilang dan Angga, kalian ngapain? "
" Ehmp.. Lagi ngobrolin setelah lulus mau kuliah dimana... " Alasan Angga.
" Oh. Ghita sih pengennya di swasta aja. Tapi, terserah Abah dan Ambu aja lagi gimana... "
***
[ Lagi ngapain? ] Gilang.
[ Lagi beres-beres barang. ]
[ Jangan.. Nanti sore aja biar aku yang angkatin. ]
[ Apa sih? Jangan lebai begitu kali ah! ]
[ Ya kan aku calon suami kamu, jadi sudah... ]
[ Muhammad Gilang Wiratama,,, saya ini bukan lagi mau pindahan ke rumah kamu. Tapi, lagi beresin buku-buku yang sudah usang mau aku lap lap sedikit biar kinclong. ]
[ Sama saja. Kenapa nggak masuk sekolah? ]
[ Ijin dulu, kemarin sakit batuk nenek kambuh jadi.. Semalaman aku kurang tidur, nenek saja susah sekali tidurnya. Gimana aku bisa tidur coba? ]
[ Kenapa? Bukannya disitu bebas rokok ya? Warganya juga kelihatan baik-baik semua? ]
[ Warganya memang sangat-sangat baik. Tapi, kemarin ada anak-anak urakan yang nongkrong di depan rumah. Aku nggak berani keluar, sedangkan disana pada ada yang nyabu, dan merokok bahkan ada yabg membawa satu botol miras. ]
[ Astagah! Ini nggak bisa dibiarkan. Tenang aja, besok aku akan meminta Abah untuk mencarikan satpam yang berjaga dan memasang kamera pengintai. ]
****
" Hai ayank Gilang... " Seperi biasa Rossa menyapa Gilang.
" Hemp... "
" Eh ada neng Rossa? Cari Aa' Angga, ya? "
" Rossa, kok Lo bisa berada disini sih? Bukannya tadi Lo di mintai nulis maaf kan aku hingga 100 kata? "
" Sudah, dengan menggunakan uang dan aku bisa membayar 100 kata itu dengan mudah. Tinggal sebutkan no rekening, Aa' Gilang juga mau Rossa kirimi? "
Kedekatan Rossa dan Gilang membuat hati Citra panas.
" Ya Allah.. Apa ini petunjuk terakhirmu untuk hamba mu ini? Tapi, apa ini terbaik untuk hamba. "
Tangan citra gatal kemudian mengambil ponselnya.
[ Maafkan aku, sepertinya.. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini. ]
Mata Gilang terbelalak. " Apa! Tidak ini tidak boleh terjadi. Citra.. "
" Citra siapa yayank? "
' Waduh.. Ni anak malah keceplosan lagi.. ' batin Angga.
Kemudian buru-buru Gilang memasukkan ponselnya kedalam sakunya.
" Aa' Angga, yayank Gilang kenapa sih? "
" Aku? Ken...kenapa kamu pakai nanya-nanya aku... Emangnya aku tahu? "
" Oh Astagah.. Aa' Angga kan teman sekaligus sahabatnya masa nggak tahu sih!!! " Murka Rossa.
" Lha.. Emang Aa' enggak tahu? Terus Aa'harus jawab apa... "
" Astagah.. Sumpah! Aa'itu nyebelin banget tahu nggak!!! "
Di perpustakaan yang luas. Citra tengah memilih buku-buku bacaan yang akan ia baca.
" Ada buku baru? Wah lumayan tebal dan judulnya, lumayan menarik. "
Saat mengambil buku itu. " Eh eh tangan aku.. Aku mau dibawa kemana! " Tiba-tiba sesosok tangan kekar itu menggeret pergelangan tangan Citra.
Sampailah pada pojok perpustakaan. " Kenapa! " Teriak Gilang.
" Kenapa apa? Lepasin tangan aku! Ini sakit. "
" Biarin aja! Jawab dulu, kenapa kamu tiba-tiba mutusin aku! "
" Hey, anak muda! Sejak kapan saya menjalin hubungan pacaran dengan mu! " Menghempaskan tangan yang mencekal nya.
" Ayolah Bu, jangan bikin aku jadi frustasi. Kita.. "
" Kita apa? Memang benarkan? Kamu hanya ada rasa kasihan saja sama aku. Bukan rasa suka sebenarnya. "
" Nggak! Itu salah!!! Aku benar-benar sayang sama kamu Bu. "
" Hahahaha... Sudahlah! Lupakan saja, aku bukanlah wanita yang perlu kamu kasian.i. Lupakan semuanya. Aku enggak kepengen nama baik mu jelek karena nikah sama aku. "
" Nggak! Nggak ada yang berani nge-lukai hati kamu. Aku akan.. "
" Stop!!! Cukup! Aku memang miskin, tapi nggak seharusnya setiap jalan setiap semuanya kamu pasti bilang ' akan menutup mulut mulut mereka dengan uang, kamu pikir aku siapa! ' Cukup! Aku nggak kepengen menikah sama cowok yang suka pamer, yang suka banggain sebagainya! "
" Tapi, Bu... "
Kemudian Citra merebut buku yang tadinya di pegang erat tangan Gilang. " Akh!!! " Kesal Gilang kemudian dia menendang sebuah botol kaleng.
Dan tak sengaja mengenai seseorang. " Siapa yang menendang kaleng ini! "
" Waduh! Gawat! Ibu Dedeh yang kena. Mati aku. " Gilang pun cabut berlari-lari mencari Angga.
****
" Ghita! Lu mau kemana? "
" Apa sih! Jangan pegang-pegang! " Tolak Ghita.
" Iya, ih! Nggak usah dekat-dekat kalau ngomong! " Bentak Lulu.
" Apa sih Lu! Gue ini disuruh sama bos Abian, kalau gue nggak disuruh gue mana mau dekat-dekat sama elu pada. "
" Aduh... Abian lagi! Kenapa dengan Abian? "
" Iya, ada apa dengan Abian? Dan kamu juga, mau-maunya juga disuruh si jelek itu! "
" Uang, uang.. Kalau bukan karena uang mah aku nggak mau. "
" Ya ya ya.. Cepat katakan! Nggak usah bertele-tele! "
" Cewek galak! Mending lu minggir Sono! "
" Ogah! "
" Ayus, buruan bilang... Kalau nggak itu kaki akan berakhir di rumah sakit nomer 102 gang anggrek. "
" Eh buset! Aku belum mau mati lah.. Gini-gini.. Abian mau minta nomer ponsel lu. "
" Gua? Atau Lulu... "
" Lu Ghita! Lu.. "
" Haduh, pertama kamu manggil Lulu? Dan yang kedua aku.. Berarti dua-duanya kan? "
" Terserah lu lah! "
" Nggak! Gue nggak mau kasih nomer hp gue ke sembarangan orang. Emangnya gue nggak laku apa, pakai kasih ke orang. Yuk Lu, kita cabut aja. "
" Iya ih.. Mending kita foto-foto di sana.. "
" Jangan Lu, nanti kak Gilang bisa ngedumel sama aku.. "
" Kok bisa? Orang kita hanya foto-foto.. "
" Apa lu nggak ingat? Besok kan acara perpisahan nya. Kalau panggung dan sebagainya rusak bagaimana? Kasihan dia, memang sih... Dia bukan lagi ketua OSIS di SMA ini, tapi tetap aja dia kan bisa membimbing ketua OSIS baru. "
" Huh! Kamu terlalu takut sama Gilang. Padahal kamu sama Gilang loh lahirnya barengan. "
" Hehehe.. Aku kan nggak mau durhaka.. Udah yuk, mending kita bantu-bantu ambil barang atau lihat anak-anak nari.. "
" Nggak mau ah.. Nanti yang ada kita disuruh nari juga. Kita itu udah susah payah lari dari latihan buat tampil besok. Masa mau datang lagi. "
sangat ditunggu kelanjutannya 👍