NovelToon NovelToon
Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Obsesi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Zinnia Azalea

"Aku harus menikahi Maura dan membalaskan dendamku kepadanya," Dave mengepalkan tangannya geram setelah ia dinyatakan bebas dari jerat hukum yang menderanya.

Beberapa waktu lalu, dalam keadaan mabuk, Dave menabrak seorang pemuda dan meninggalkannya terkapar seorang diri.

Leo adalah ayah dari Maura yang juga seorang jaksa yang menyelidiki kasus tabrak lari Dave. Leo menyuruh Maura untuk mendekati Dave dan mendapatkan barang bukti agar Dave bisa dijebloskan ke jeruji besi.

"Aku akan menceritakan semua rahasiaku kepadamu, tetapi dua hari lagi kita harus bertunangan," ucap Dave yang sudah tergila gila pada Maura. Tanpa ia sadari, Maura merekam semua ucapannya.

Bagaimanakah kisah cinta antara Dave dan Maura Sanggupkah Dave balas dendam kepada wanita yang masih ia cintai?

Cover Source : Pinterest.

Setting tempat : Paris, Perancis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zinnia Azalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung

Hari ini Albert beserta istri dan Valerie bermaksud menemui orang tua Maura di kediamannya yang berada di Montmortre, Mereka pergi dengan satu mobil yang dikemudikan oleh Sekretaris Keenan. Tujuan mereka adalah untuk mempersiapkan pesta pertunangan antara Dave dan Maura. Walaupun mereka belum memiliki janji dengan Jaksa Leo, namun tak menyurutkan semangat mereka untuk segera bertemu dengan kedua orang tua Maura.

Setelah mendapatkan izin dari petugas keamanan untuk masuk, Sekretaris Keenan memparkiran mobilnya di halaman rumah Maura yang sangat luas dan asri. Mereka berjalan beriringan, terlihat Valerie dan Ibunya Elline senang sekali saat mendatangi kediaman Maura.

Sekretaris Keenan mengetuk pintu, terlihat Jaksa Leo membukakan pintu. Albert yang melihat Jaksa Leo langsung terkejut karena ia tidak menyangka bahwa Maura adalah puteri dari seorang jaksa yang sangat terkenal di Perancis. Albert tampak cemas saat mengetahui Jaksa Leo adalah ayah dari Maura, ia merasa hatinya tidak tenang.

"Tuan Albert?" Jaksa Leo kaget lalu ia mempersilahkan keluarga Dave untuk masuk.

"Mengapa sangat mendadak? Jika tahu tuan dan keluarga akan ke sini kami akan bersiap-siap dahulu. Ayo silahkan duduk!" Jaksa Leo mempersilahkan Albert dan keluarganya duduk.

"Tidak apa-apa, kami memang mendadak untuk berkunjung kemari," Albert mendudukan dirinya di sofa yang ada di ruang tamu.

"Maura dan bibi ke mana paman?" Tanya Valerie, pandangannya mengitari sudut rumah mencari keberadaan Maura.

"Maura sedang pergi dengan Dave, kalau bibi Sophie sedang pergi kerumah Nenek Maura, Nenek Maura sedang sakit," jawab Jaksa Leo, matanya memperhatikan seorang pelayan yang menyajikan teh hangat beserta cemilan khas Perancis di atas meja.

"Jadi ada kepentingan apa Tuan beserta keluarga kemari?" Jaksa Leo mengawali pembicaraan.

"Kami kesini meminta persetujuan tuan dan istri untuk segera melangsungkan pertunangan Maura dan Dave yang dilangsungkan dua hari lagi," Jelas Albert menjelaskan maksudnya datang ke rumah Maura.

Jaksa Leo tampak membulatkan matanya, namun ia segera mengatasi keterjutannya itu. Untung saja di rumah tidak ada istrinya, jika ada mungkin istrinya akan mendesak Jaksa Leo membatalkan misinya bersama Maura dan merestui pertunangan itu, karena sangat terlihat jika Sophie, Ibu Maura begitu menyukai Dave sebagai sosok yang sangat ramah dan sopan.

"Apa tidak terlalu mendadak?" Jaksa Leo mengernyitkan dahinya.

"Tidak, paman. Karena semakin cepat semakin baik," Valerie tersenyum simpul, Ia sudah tidak sabar untuk menjadikan Maura sebagai kakak iparnya.

"Ini permintaan dari putera kami, Dave. Lagi pula Maura pun sudah menyetujui. Bukankah semakin cepat semakin baik?" Elline ikut menimpali.

"Baiklah. Jika begitu, saya dan istri setuju saya dengan rencana anda, tuan!" Sahut Leo Minhyuk mantap.

"Jangan panggil aku, tuan! Kita akan berbesan sekarang," Albert tertawa renyah.

"Baiklah, Presdir Albert!" Jaksa Leo tersenyum.

Mereka mencicipi teh hangat yang sudah dihidangkan oleh pelayan yang ada dirumah Maura. Tak ketinggalan Sekretaris Keenan yang dari tadi hanya diam saja ikut mencicipi teh yang masih mengeluarkan asap itu.

"Ternyata perasaan Dave kepada Maura semakin dalam, aku tidak menyangka keluarga Abellard akan menggelar pesta pertunangan untuk Dave dan Maura. Aku tidak boleh memberitahu Sophie soal ini," batin Jaksa Leo.

Setelah obrolan yang sangat panjang, Albert menatap jam yang ada di pergelangan tangannya. Mereka sekeluarga memutuskan untuk segera pamit karena hari sudah menjelang sore.

 

***

 

 

Maura mendudukan diriya di depan meja rias, ia segera membuka kotak perhiasan yang diberikan Dave. Awalnya ia menolak, namun Dave memaksa Maura untuk menerima hadiah darinya. Tampak ada kalung yang mempunyai liontin berbentuk hati yang sangat mewah dan ekslusif. Maura mengelus liontin itu dengan lembut. Tanpa ia sadari Liontin itu bisa dibuka dan didalamnya Dave telah memasukan sebuah chip yang mampu menyadap untuk merekam suara dengan sangat jelas. Ini bertujuan agar ia tahu aktivitas apa yang Maura lakukan dan ketika Maura tidak bersamanya, Dave bisa begitu mudah menemukannya.

"Aku akan sangat merindukanmu," Maura melihat liontin itu dengan tatapan nanar, lalu menyimpannya lagi di kotak perhiasan dan menyimpannya di sebuah laci meja rias.

 

Sementara itu..

Setelah mengantarkan Maura kerumahnya, Dave segera bergegas untuk pulang karena hari sudah menjelang malam. Dave mendudukan dirinya di meja kerjanya. Ia membuka pemutar suara untuk mengetahui apa yang Maura lakukan.

"Aku akan sangat merindukanmu," terdengar suara Maura sendu, Dave langsung tersenyum senang ia menyangka bahwa Maura tengah merindukannya, hingga ia tidak menyadari bahwa Maura akan pergi dari sisinya. Dave langsung beranjak dari duduknya dan bergegas menuju tempat parkir, ia akan menemui Maura malam ini juga.

Dave langsung memparkirkan mobilnya ketika ia sudah sampai di kediaman Jaksa Leo, ia tak sabar untuk bertemu dengan gadis yang ia cintai. Terlihat Jaksa Leo saat ia membukakan pintu.

"Paman, Apa Maura sudah tidur?" Dave bertanya dengan tidak sabar

"Sepertinya belum. Masuklah Dave!" Jaksa Leo mempersilahkan Dave untuk masuk dan duduk di sofa ruang tamu

"Tadi keluargamu kesini, apa kau sudah tahu?"Jaksa Leo mendudukan diirinya di sofa yang ada di depan Dave, sehingga posisi mereka saling berhadapan.

"Saya sudah tahu, paman. Dave yang meminta mereka kemari," jelas Dave dengan ramah.

"Apa kau serius pada puteriku?" Tanya jaksa Leo sembari menatap mata Dave dalam.

"Saya sangat serius, paman!" Jawab Dave mantap.

Jaksa Leo memperhatikan manik mata Dave, tidak ada kebohongan di matanya. Di satu sisi hatinya luluh karena ada pria yang mencintai puterinya dengan tulus. Namun di satu sisi ia harus profesional dalam mengemban amanah sebagai seorang jaksa.

"Dave, mengapa kau ada disini?" Maura datang tiba-tiba dari arah tangga.

"Iya, aku ingin bertemu denganmu. Jadi aku kembali kesini!"

"Ya sudah kalian lanjutkan mengobrol ya? Dave paman tinggal dulu!" Jaksa Leo bangkit dari duduknya, dan segera meninggalkan ruang tamu.

Maura mendudukan dirinya di samping Dave, Dave memperhatikan Maura yang sudah memakai piyama lengkap. Walaupun tanpa make up, namun wajah Maura tidak berkurang kecantikannya.

"Tadi kita sudah berjalan-jalan, apa kau tidak bosan bertemu denganku?" Tanya Maura tanpa ekspresi, karena sebetulnya dia sudah mengantuk dan ingin tidur.

"Tidak, aku masih ingin bersamamu," Dave merapikan anak rambut Maura yang menyentuh pipi.

Maura menguap, terlihat sekali ia sudah lelah dan mengantuk.

"Ayo kita nonton Resident Evil season After Live!" Ajak Dave saat melihat laptop Maura di sofa.

Maura memang gadis yang tidak pandai untuk membersihkan rumah, bahkan terkesan jorok. Jika ia sudah memakai laptopnya, ia jarang menyimpannya di tempat semula.

"Jangan! Aku takut jika harus menonton film horor. Lebih baik Kartun Ratatouille saja " Maura mengusulkan, tangannya mengambil laptop miliknya dan segera menyalakannya.

"Aku tidak suka kartun, Seperti anak kecil" Dave mengeluarkan uneg-unegnya.

"Kau takut dibilang childsih ya?" Maura menebak sambil tertawa mengejek

"Tidak."

"Baiklah. Kalau begitu kita tonton kartun ini."

Maura mulai memutar kartun itu, saat adegan si tikus memasak, Maura  merasa kantuk semakin menyerangnya, beberapa kali ia menguap. Dave memperhatikan Maura dan menghitung saat gadis itu menguap.

"Sudah 11 kali dia menguap," batin Dave.

"Tidurlah!" Dave menarik tubuh Maura dan menidurkan kepalanya di pangkuannya.

"Maafkan ya Dave? Aku lelah sekali," gumam Maura sambil merebahkan tubuhnya di sofa, sementara kepalanya tertidur di paha Dave.

Dave mengelus-ngelus rambut Maura, ia memperhatikan gadis itu tertidur. Tidurnya lelap dan sangat damai. Dave memperhatikan setiap inci wajah gadis yang ia cintai itu. Tekadnya semakin bulat untuk menjadikan Maura istrinya, ia ingin memiliki Maura seutuhnya dan selamanya.

Mata Dave beralih kepada kartun yang ia tonton, saat adegan seorang gadis menaiki motor meninggalkan pria yang disukainya karena gadis itu sudah tahu rahasia si pria tadi, hati Dave merasa begitu terusik. Ia sangat takut Maura meninggalkannya, ia juga teringat dengan insiden yang menimpa dirinya saat menabrak seseorang, apa orang itu sudah sehat atau sebaliknya ? Ia harus mencari tahu kabarnya terkini.

Setelah kartun itu berakhir, Dave menatap Maura yang masih tak bergeming dari posisi tidurnya. Dave merasakan pegal dikakinya. Ia merebahkan kepalanya di tempat sandaran sofa. Hingga tanpa sadar ia pun ikut tertidur.

 

 

 

...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...

1
Rossida Sity
ingat Dave benci dan cinta itu bedax cm tipis
Yusria Mumba
semoga saja razel cepat sadar,
Yusria Mumba
Hi amiin kenapa ayah membelah anak, ny yang bersalah,
Rawin Usman
kusuka visualnya .....
Valkarin Lv
baru hadir
Vera Desi Mamahit
bukannya tadi dave nginap di rumah ortunya maura.... lah kabar bahagia ini masa ga di kasih tau sm ortunya maura .🤔🤔🤔
Kim Nari
semangat kak
nobita
awal yg menarik... like dan yg pastinya favourite
Dilawatiadnan
semoga endingnya Bagus
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Dilawatiadnan
seru ceritanya TPI klu boleh namanya jgn panjang2
Vita Angriyanti
baru coba baca
dyve
rambut*
dyve
bahkan*
dyve
pada*
Partiah Yake
bagussssssss
TiEn Lee
suka bgt sama alurnya, dari terpaksa menikahi alula sampai mampir disini
Aisyah Wachs
Dalam kasus ini aku tidak suka dengan sikap Papanya Maura yg libatkan anak demi popularitasnya, begitu juga Maura, menikam dari belakang orang yang tulus menyayanginya
Rhenii RA
Biasanya kalau cumlaude dikasi selempang dan bucket bunga juga gak sih?
rizkijr
keren thorrr👍👍👍👍👍👍👍👍
rizkijr
terima kasihhh thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!