NovelToon NovelToon
The Secret Bride

The Secret Bride

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Badboy / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:55.1k
Nilai: 5
Nama Author: Una~ya

Dua insan yang dipertemukan dalam pernikahan yang sah, tetapi pernikahan yang seharusnya membawa kebahagian bagi semua orang itu harus di rahasiakan. Valerie dan Darren hidup terpisah bahkan setelah menikah. Mereka lebih memilih menjalani hari-hari sebagai lajang dan mengurus urusan masing-masing tanpa campur tangan pasangan.

6 tahun berlalu. Semuanya berjalan lancar sampai satu insiden yang mengharuskan Valerie kembali ke Korea, negara di mana suaminya tinggal. Kehidupan mereka yang sempat terpisah akankah berada di jalur yang sama?"


Cover Design by www.canva.com

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una~ya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 : Kencan

"Darren." dia yang dipanggil berbalik. Mata darren terbelalak, dia melihat sekeliling untung tidak ada laki-laki. "NAIK!!" Valerei yang sadar juga kaget lalu berlari naik. Saat dia sudah berada dilantai dua mansion, Darren bersuara dibelakang.

"Berhenti!"

"Apa?" sekilas Valerei berbalik tapi dia kembali melangkah menjauh. "Vaa!" panggilan andalan Darren. tubuhnya otomatis berhenti.

"Hah? katanya disuruh naik, ini baru mau jalan."

"Kemari!" dia memberi isyarat tangan, agar Valerei mendekat. Mereka sudah berada di lantai dua, di mansion darren tidak ada seorangpun bisa naik ke lantai ini kecuali yang diizinkan, jadi Valerei aman.

Valerei berjalan mendekat. "Ada apa?" dia sudah berada didepan Darren. tanpa basa-basi darren menyentil dahinya, yang disentil mengadu "Aduh"

"Tidak sakit!”

"Kaukan pelaku, jelas kau tidak tahu ini sakit atau tidak. Aku korbannya." Darren tertawa pelan, dia sudah tahu istrinya ini punya seribu kata untuk membalasnya. Lucu juga, batinnya.

"Apa tidak ada baju yang lebih tipis dari ini?" Dia menarik pelan ujung baju Istrinya.

"Kelupaan, maaf!” Cengar-cengir tidak jelas.

"Kenapa kamu mencariku." tambahnya. Dia menggenggam tangan istrinya lalu membawanya ke kamar. Darren mendudukkan Valerei di sofa.

Selama perjalanan singkat itu Valerei belum menjawab. Baru setelah dia duduk dia bicara. "Kau tidak kerja? ayo ke taman safari."

"Kebun binatang?" Darren mengernyit.

"Ya, aku ingin melihat panda." matanya melebar terlihat kagum.

Bukankah dia suka beruang? apa sudah beralih. "Baiklah. tapi hanya sebentar, aku akan menemui klien dia Next hotel."

"Bertemu klien? Em, boleh aku ikut?" dia memainkan kukunya sambil melihat Darren.

"Kau ingin?" tanya Darren, mendapati istrinya semangat lalu mengangguk. Darren memegang kepalanya. "Kau mengangguk terlalu bersemangat."

"Ayo. ganti bajumu." dia mengikuti Darren, tersenyum layaknya anak kecil yang mendapat permen dan coklat.

Darren sudah selesai, dia tidak memakai setelan jas. Hanya kaos berwarna putih dan celana pendek selutut.

Padahal Darren juga pakai baju biasa saat dirumah, kenapa sekarang terpesona? tapi Darren sangat tampan, batinnya memuji

Valerei menikmati memuji suaminya dalam hati. "Ayo" panggilan Darren membuat lamunan indahnya buyar.

"Kau akan memakai itu untuk menemui klien mu?" tanya Valerei

"Tidak, aku bawa setelan jas di mobil." Valerei mengangguk. Dia jadi tidak rela suaminya menemui klien dengan sangat santai menambah ketampanan.

...🖤...

Valerei berlari dengan gembira, dia tidak sabar melihat panda. "Darren. lihat! wahh lucu sekali, ayo pelihara!" suaminya di buat tersedak. Bisa-bisanya istrinya meminta hal seperti itu. "Mereka dilindungi. pelihara kucing saja ya?"

"Aku takut kucing." dia menjauh beberapa centi

"Sayang?" dia memeriksa suhu tubuh Valerei, dia takut istrinya terserang demam karena berbicara aneh. Valerei tersadar beberapa kali Darren memanggilnya seperti itu. "Sayang?"

"Kenapa? kamu juga pernah panggil sayang." Darren mengingatkan jika istrinya lah yang lebih dulu memanggil dengan panggilan sayang.

"Sekali, waktu depan Pak Shin. Nah kamu bilangnya sudah berapa kali?"

"Memangnya kenapa? tidak boleh?"

"Bukan begitu."

"Terus?"

"Ya, tidak ada apa-apa. panggil saja begitu." Ya Tuhan. Darren bukan seorang pria yang tempramen, bukan juga seorang yang terburu-buru dalam mengambil keputusan. Dia akan lebih bersabar menghadapi Valerei, itu janji yang dia buat. Valerei memegang perutnya. "Aku lapar. "

"Ayo makan." ajak Darren

.

Seorang pelayan datang memberi daftar menu. "Silahkan." pelayan itu tersenyum ramah

Darren menunggu istrinya untuk memilih makanan yang dia inginkan tapi beberapa menit istrinya belum memutuskan ingin makan apa. "Mau ku pilihkan?" tanya Darren, Valerei menggeleng sebagai jawaban. Darren meminta pelayan itu untuk melayani pelanggan yang lain, dia akan memanggil jika akan memesan.

Dia tidak menegur istrinya, hanya menunggu sampai dia siap memesan. 5 menit telah berlalu, Valerei mengangkat kepalanya dan memberikan daftar menu itu pada Darren. "Aku sudah kenyang."

"Baiklah." Darren mengangkat tangannya, pelayan tadi datang. Darren memberi tip pada pelayan itu sebelum pergi. "Tuan, anda tidak memesan tapi kenapa memberi saya tip."

"Ini rasa terima kasih saya." pelayan itu masih terpaku bingung, saat dia sadar Darren dan Valerei sudah tidak di sana. dia memberi pelayan pria itu tip karena telah menunggu agak lama tapi istrinya malah tidak memesan. bukankah sudah dikatakan? Darren menghargai semua jasa orang.

Didalam mobil, "Kamu mau makan apa?"

"Di hotel saja, aku mau pesan ayam goreng dua rasa." dia tidak berselera saat melihat daftar menu di restoran tadi.

Valerei mengecek tasnya, dia mencari ponselnya tapi tidak ketemu. "Makan di resto hotel?"

"Tidak. Pesan diluar nanti bawa ke kamar, Are bisa pesankan ayam goreng dua rasa? di tempat kau biasa memesan."

Are mengangguk. "Tentu Nyonya." dia menekan beberapa nomer telepon yang tertera di brosur kecil miliknya, para pengawal sering memesan ayam goreng dua rasa, setengah pedas dan setengah lagi rasa bawang putih ataupun original. Valerei pernah mencobanya dan rasanya enak. "Sudah Nyonya."

"Terima kasih Are. jangan lupa pesan untuk kalian juga, ini" Valerei memberi kartunya untuk Are pakai saat membayar makanan.

"Pak Shin juga tolong pesan." tambahnya. "Terima kasih Nyonya." kompak keduanya.

Are melihat tuannya tidak bicara lagi, dia diam menatap istrinya. "Tuan ingin memesan apa?" sebenarnya dia ragu ingin bertanya.

"Darren? dia makan ayam bersamaku!" ujar sang istri.

"Kau harus coba, ayamnya enak. Aku pernah coba saat para pengawal berkumpu--" mati, salah bicara! Disinilah kita akan berakting 'pura-pura bodoh'

"Pengawal berkumpul, lalu? kenapa tidak dilanjutkan." dia tidak menampakkan ekspresi apapun. Datar! kayak tripleks.

"Aku, ingin mencari Han dan Nola, eh mereka lagi mengobrol sambil makan ayam. Ditawari kan jadi tidak enak kalau ditolak, aku makan sedikit." dia tertawa kecil, lagi-lagi merasa canggung.

Hampir semua pengawal atau pegawai Darren bukan seorang muslim, tapi tidak ada kesenjangan. Mereka saling menghargai dan menghormati, bahkan jika mereka sedang berkumpul atau merayakan sesuatu, mereka akan memesan beberapa makanan halal agar teman mereka bisa makan. Bukankah itu indah.

menarik-narik lengan baju suaminya. "Darren jangan marah"

"Aku tidak marah, hanya bertanya." ekspresinya tidak berubah. "Kenapa ekspresi mu begitu" menunjuk wajah suaminya. "Eh, maaf" dia memukul tangannya karena tidak sopan, bersamaan dengan itu mobil berhenti di sebuah lobby hotel, mereka turun.

Saat di lift Darren menekan tombol 5, membuat Are dan Valerei saling pandang. "Darren, aku?" dia bertanya, takut Darren melupakannya.

"Ikut bersamaku!" itu perintah

"Kemana?" selalu, Valerei beberapa kali terlihat linglung. "Bertemu klien." mendengar Darren, bicara refleks dia ingin menekan tombol 17 tapi tangannya ditahan. Are hanya tersenyum dalam diam melihat interaksi keduanya. Bukankah sudah kukatakan? Are sering tersenyum.

"Darren, aku akan bicara dulu dengan sahabat kita, setelah itu baru orang lain." dia tidak bisa membayangkan betapa marahnya mereka jika tahu dari orang lain.

"Kau terlalu khawatir, mereka tidak seperti klien yang kau bayangkan." Darren tidak melepas tangan istrinya, dia menggenggamnya semakin erat.

Tring

Lift terbuka, mereka keluar dari lift. Langkah Valerei semakin berat, semakin dekat dengan pintu besar itu membuat kakinya lemas, seperti jeli. "Aaahkk Darren, malu!" teriakan Valerei menggema di lorong hotel.

...🖤...

1
Unaya
Iya juga yah, harusnya namanya yang lebih muda di ingat aja ☺ terima kasih sudah berkunjung 🙏🙏🙏💕
MamaNa Nazwa
jd belum terbiasa sm nm nm orang korea jd agak pusing baca nya ,,kecuali valery dn elena jd mudah d ingat suami valery ajj suka lupa nm nya siapa 🤦
my name is
cerita penuh teka teki
Unaya: Baru bisa balas pesan yang masuk. Semoga ada kelanjutannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
my name is
apa bener.valeri dah mati?
Unaya: Di cerita ini.. 🤫🤫
total 1 replies
my name is
maaf Thor dulu saya penasaran apa yg membuat pernikahan Valeri dan Darren harus dirahasiakan? bahkan sampai Valeri hamil tanpa diketahui. cerita nya bgus tapi terlalu buat sy bingung.
my name is
ini yg membuaku bingung antara Darren dan Lee Seok Hoon? kenapa pake nama yg beda?
my name is
aku kyknya terpaksa baca ulang dari awal biar inget cet ya dan nama2 tokohnya.
my name is
saking lamanya gak up. agak lupa alurnya. tapi yg aku ingat Valeri hamil tapi blm tau dirinya hamil
Unaya: Maaf 😨 kemarin up 4 ep hari ini up 2. Besok semoga besok lebih banyak. Btw, udah tahu kok heheheh
total 1 replies
my name is
semangat ya Thor. bunga utkmu deh
Unaya: Terima kasih selalu 👏
total 1 replies
my name is
Apakah sudah direvisi Thor?. biar baca ulang lagi dari bab awal.
Unaya: Sudah, semoga ceritanya jadi lebih baik 😉 Terima kasih sudah menunggu 🙏🙏
total 1 replies
my name is
apakah akan muncul notifikasi utk episode yg direvisi? atau kita bisa langsung baca ulang bab q dan seterusnya Thor?
Unaya: Nanti setelah selesai revisi, aku akan membuat pengumuman 🥳 Terima kasih dukungannya 🙏🙏👏
total 2 replies
my name is
oke kutunggu ya Thor. masih ada di list favorit ku
Unaya: Terima kasih 🙏🙏 Revisinya sudah sampai Episode 30-an semoga aku bisa selesaikan dengan cepat lalu lanjut ke episode berikutnya 💙
total 1 replies
Indri Sukawati
nyimak
Indri Sukawati
betul² cerita yg lain dari yg sama, mengalir, ringan, selalu bikin penasaran di tiap episodenya. kali ini membaca dengan pelan dan penuh rasa penasaran. siap menunggu aliran dan cerita selanjutnya
Unaya: Terima kasih supportnya 😘💕 Cerita The secret Bride sedang dalam masa Revisi, semoga cepat selesai dan bisa memenuhi rasa penasaran teman sekalian 🙏🙏🙏
total 1 replies
Indri Sukawati
membuat penasaran
Unaya: Terima kasih 🙏☺☺
total 1 replies
Nur Annisa Syam
sudh sampai sini tapi belum ngerti siapa pemeran utamanya dan bagaimana jaln ceritanya....pusing bacanya ... sampai sini aja by
Nur Annisa Syam
masih nyimak...belum ngerti jalan ceritanya 🤔
Unaya: 😍😍 perlahan-lahan ya kak, nanti juga paham 😊 Terima kasih sudah berkunjung 🙏
total 1 replies
Rahma Ntika
ya Allah thor kenapa up nya cuman 1 esp bisa mati penasaran a
diriku 😌
Unaya: Terima kasih sudah support 🙏🙏🙏 ditunggu ya up selanjutnya 😍
total 3 replies
Ilan Irliana
aq mo tnya...emnk mereka g tau apa klo Vi m Hon udh nikh?? lieur aing..
Unaya: Hm, 'ya' untuk pertanyaannya.

Di lanjut sesuai urutan episode ya kak, supaya tidak memusingkan. Selamat membaca. Terima kasih untuk dukungannya🙏🙏🥰
total 1 replies
Ilan Irliana
msh lieur yeuh...blm ke cerna crt n..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!