Karena suatu kesalahan, Anastasia Lambert terpaksa menikah dengan Paman angkatnya, Henry Theodor, di usianya yang masih delapan belas tahun.
Semua bermula karena kebaikan dan perhatian Paman angkatnya, membuat Anastasia, yatim piatu yang diadopsi Henry, diam-diam jatuh cinta pada Henry, hingga hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja menjadi dingin.
Dan, sampai datangnya orang ke tiga dalam kehidupan mereka, membuat hubungan mereka menjadi sangat jauh, seperti jarak antara terbitnya matahari dari timur, hingga matahari terbenam di barat.
Saat Anastasia menyadari telah salah mencintai Paman angkatnya, dan membuka hati untuk mengenal pria lain, sikap Henry tiba-tiba berubah menjadi hangat padanya.
Apakah hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja, akan kembali seperti dulu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33.
Dengan tubuh yang semakin panas, dan terasa tidak nyaman langkah Henry mendekati pintu kamar.
Di antara tidak nyaman dalam dirinya, pikiran Henry teringat pada interaksi Anastasia dengan Jonathan, yang membuat perasaannya sangat tidak nyaman.
Ia membuka pintu kamar, dan masuk ke dalam dengan tubuh terhuyung sembari membuka kemejanya.
Senyuman Anastasia yang biasanya ditujukan padanya, membuat dadanya terasa semakin tidak nyaman.
Langkah kaki Henry dengan berat menuju tempat tidur, lalu langkahnya berhenti di tepi tempat tidur.
Matanya yang sayu, dengan pandangan mata yang mulai sedikit mengabur, ia memandang Anastasia yang berbaring di atas tempat tidur.
"Ternyata dia sudah pulang" gumamnya merasa memandang Anastasia yang telah tidur.
Henry meletakkan tubuhnya ke tepi tempat tidur, lalu menatap wajah Anastasia yang tampak tertidur dengan nyaman.
"Syukurlah dia baik-baik saja" gumamnya lagi.
Ia melihat tangan Anastasia yang luka telah di balut dengan perban.
Rasa sakit hati memikirkan Anastasia dengan Jonathan tadi, membuat tubuh Henry yang tidak nyaman semakin tidak nyaman.
Jemarinya perlahan menyentuh pipi Anastasia, seketika kulit jemarinya terasa nyaman bersentuhan dengan pipi Anastasia.
Rasa yang semakin tidak nyaman dalam tubuhnya, membuatnya meraih Anastasia ke dalam pelukannya.
Begitu ia memeluk Anastasia, perasaannya seketika terasa sangat nyaman sekali.
Henry memeluk Anastasia dengan erat.
"Kamu hanya milikku, akulah yang layak jadi pelindung mu" bisik Henry semakin erat memeluk tubuh Anastasia.
Rasa memiliki dalam dirinya membuat Henry tidak ingin melepaskan Anastasia.
Anastasia perlahan membuka matanya, karena himpitan tubuh Henry memeluknya, membuat tubuhnya terasa seperti tertimpa barang yang berat.
"Paman?" mata Anastasia tidak percaya melihat siapa yang memeluknya.
Ia pun teringat, kalau ia lupa mengunci pintu kamarnya.
Anastasia mendorong bahu Henry, agar pelukan Henry lepas dari memeluknya.
Mata sayu Henry menatap mata Anastasia, ia merasa tidak rela di dorong Anastasia, membuatnya seketika menerkam bibir Anastasia.
Mata Anastasia membulat tidak percaya, bibirnya tiba-tiba dicium Henry dengan rakus, dan bahkan mengulumnya dengan dalam.
Anastasia berusaha sekuat tenaga mendorong Henry, agar pelukan Henry terlepas.
Ciuman Henry berhasil terlepas dari mengulum bibir Anastasia, tapi tidak dengan pelukan Henry.
"Paman! kamu mabuk, ya?!" mata Anastasia terbuka dengan lebar memandang wajah Henry.
Saat ke dua tangan Anastasia memeluk wajah Henry, untuk menjauhkannya dari wajahnya, Anastasia menyadari tubuh Henry sangat panas sekali.
Dokter pribadi Theodor yang dipanggil George telah datang, George bergegas membawa Dokter ke kamar Henry.
"Kemana Tuan? kenapa tidak berada di kamarnya?!"
George tidak menemukan Henry berada di dalam kamar Bos nya tersebut.
George mencari ke kamar mandi, ia tidak juga menemukan keberadaan Henry.
"Apakah mungkin... ?"
Ia pun teringat dengan Anastasia, lalu mereka berdua bergegas menuju kamar Anastasia.
Dan, benar saja!
Saat mereka membuka pintu kamar Anastasia, di tepi tempat tidur Anastasia, Henry tampak sedang memeluk Anastasia yang berbering di tempat tidur.
"Bagaimana? apakah kita harus masuk?" tanya Dokter.
George menarik kembali pintu kamar Anastasia, lalu menutupnya dengan hati-hati.
"Sepertinya Tuan Henry sudah mendapatkan obat yang tepat, untuk menghilangkan pengaruh obat dalam tubuhnya!" jawab George.
"Hah? apa maksudmu? itu kan keponakannya?!" mata Dokter membulat memandang George.
"Mereka tidak memiliki ikatan darah kekeluargaan sama sekali, mereka itu sebenarnya saling mencintai, hanya karena ego, Tuan Henry tidak ingin mengakuinya!"
"Ohhh!" Dokter menganggukkan kepalanya tanda mengerti, apa yang dijelaskan George padanya.
Mereka pun kemudian berlalu dari depan pintu kamar Anastasia.
Bersambung........
lma2 up thor tk inak menunggu n klau up yg buanyk n hrs tiap hri
nie malah berbeilit²🙄🙄🙄🙄
kalo ragu, untuk apa minta ketemuan sama henry🙄🙄🙄