NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Siuman dan Hangat yang Tersisa

​"Gak usah banyak tingkah, lo baru aja lolos dari maut kalau otak ceroboh lo lupa."

​Suara Declan yang berat dan ketus langsung menyambut indra pendengaran Sienna, memutus keheningan kamar rawat yang remang-remang. Genggaman tangannya pada jemari Sienna tidak mengendur sama sekali, justru terasa semakin erat dan hangat, kontras dengan nada bicaranya yang menyebalkan.

​Sienna mengerjap-ngerjap, mencoba memfokuskan pandangannya yang masih agak buram. "Dec... lan? Ini... rumah sakit ya? Hancung! Uh..."

​Declan menghela napas panjang, buru-buru mengambil selembar tisu dari meja nakas dengan tangan kirinya yang bebas, lalu menyekanya ke hidung Sienna dengan gerakan yang sangat telaten. "Udah tahu lagi flu, sok-sokan berdiri di pinggir tebing. Mau pamer ke seluruh dunia kalau lo itu supermodel yang kebal angin gunung, hah?"

​"Heh, Kanebo! Orang baru siuman itu ditanyain baik-baik, bukannya langsung diomelin!" semprot Sienna, suaranya terdengar sangat lemas dan sengau, namun jiwa cegilnya jelas sudah kembali beroperasi. "Kepala gue... pusing banget. Sakit."

​"Gimana gak sakit, dahi lo bocor kena ranting pohon pas jatuh tadi sore," balas Declan rendah. Dia melepaskan genggaman tangannya sesaat untuk mengambil segelas air hangat yang berada di atas meja, lalu membantu menyandarkan tubuh mungil Sienna di bantal rumah sakit yang ditumpuk. "Nih, minum dulu sedikit-sedikit. Jangan langsung diteguk."

​Sienna menurut, menyesap air hangat itu perlahan melalui sedotan yang diarahkan Declan. Rasa hangat langsung mengalir di tenggorokannya yang kering. Setelah merasa agak mendingan, mata kucingnya beralih menatap kondisi Declan dari atas sampai bawah. "Dec... baju lo... kok robek-robek gitu? Muka lo juga ada bekas baretan merah."

​Declan menjauhkan gelas itu kembali ke meja, lalu duduk kembali di kursinya dengan gaya santai seolah tidak terjadi apa-apa. "Ini gara-gara ada cewek manja yang nyari perkara jatuh ke jurang, jadi gue terpaksa ikutan meluncur ke bawah buat nyeret dia naik. Gak usah lebay ngelihatinnya."

​Sienna tertegun, matanya mendadak berkaca-kaca saat potongan memori sore tadi kembali berputar di otaknya. Rasa takut saat tubuhnya melayang jatuh dan rasa hangat saat Declan mendekapnya erat di dasar jurang yang gelap terasa begitu nyata. "Lo... lo beneran lompat demi gue, Dec?"

​"Gue gak lompat, gue cuma merosot lewat jalur pintas," kilat Declan cepat, memalingkan wajahnya ke arah jendela untuk menyembunyikan rona merah tipis yang muncul di telinganya. "Kalau gue gak turun, tim evakuasi bakal kelamaan dan lo bisa mati kedinginan di bawah sana. Lagian, rating acara kita bisa hancur kalau pasangannya mati satu."

​"Alasan mulu lo, Kanebo kering!" cicit Sienna, air matanya akhirnya lolos juga menetes di pipinya yang pucat. "Gue tadi beneran takut banget tahu gak... Pas Kak Maura dorong gue, gue pikir gue bakal mati sendirian di tempat gelap kayak gitu..."

​Mendengar nama Maura disebut, atmosfer di sekitar tubuh Declan langsung berubah menjadi sangat dingin dan mencekam. Sepasang mata tajamnya kembali menatap Sienna, mengunci pandangan cewek itu dengan kilat kemarahan yang tertahan. "Maura gak bakal bisa nyentuh lo lagi, Sienna. Gue janji."

​Sienna menyeka air matanya dengan ujung selimut, menatap Declan dengan bingung. "Tapi... dia kan aktris kesayangan produser. Mana ada yang mau percaya sama omongan gue kalau gak ada bukti? Si Edrick juga pasti bakal belain dia habis-habisan buat nyelametin investasi mereka."

​Declan tersenyum miring—sebuah senyuman dingin yang penuh dengan taktik matang yang kejam. Dia merengkuh kembali tangan Sienna, mengusap punggung tangan cewek itu dengan ibu jarinya untuk memberikan ketenangan. "Gak usah mikirin bajingan dua itu. Rian udah dapet rekaman pengakuan murni dari mulut Maura pas dia lagi berantem sama Edrick di lorong rumah sakit tadi."

​Sienna melebarkan matanya yang basah. "Hah? Serius lo, Dec?! Ada rekamannya?!"

​"Iya. Dan besok pagi, pas sesi wawancara penutup episode empat dimulai... gue sendiri yang bakal putar rekaman itu di depan seluruh kru dan penonton live stream," ucap Declan tegas, suaranya terdengar sangat berwibawa dan penuh keyakinan mutlak. "Gue bakal bikin mereka berdua merangkak minta maaf di bawah kaki lo. Edrick gak bakal punya celah buat menang kali ini."

​Sienna menatap lekat-lekat wajah tegas Declan dari jarak dekat. Rasa hangat yang sangat besar kembali merayap dan memenuhi seluruh dadanya, mengusir sisa-sisa trauma ketakutan kegelapan yang sejak sore tadi menghimpitnya. Pria di depannya ini... ternyata selalu memiliki cara untuk menjadi tameng terkuat di hidupnya.

​"Dec..." panggil Sienna lirih.

​"Apa lagi? Mau minta air hangat lagi?" tanya Declan ketus.

​"Bukan..." Sienna menggigit bibir bawahnya yang masih agak bengkak, wajahnya perlahan merona merah di bawah pendar lampu tidur kekuningan. "Lo... lo gak mau meluk gue lagi kayak semalam? Tadi lo bilang lo meluk gue karena lo mau, bukan karena skenario acara..."

​Declan tertegun sesaat mendengar permintaan jujur dari sang cegil yang biasanya jual mahal ini. Dia menatap mata kucing Sienna yang kini menatapnya penuh harap dan kepasrahan total. Sudut bibir Declan perlahan terangkat tipis, membentuk senyuman hangat yang sangat langka.

​"Lo bener-bener gak tahu malu ya, Rose. Lagi sakit aja masih sempat-sempatnya minta peluk," ledek Declan pelan, namun tubuh tingginya langsung bergerak bangkit dari kursi besi. Dia duduk di tepi ranjang rumah sakit, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan, melingkarkan kedua lengan kekarnya yang besar di sekeliling tubuh mungil Sienna.

​Sienna langsung menyandarkan kepalanya dengan nyaman di bahu tegap Declan, menghirup dalam-dalam aroma parfum maskulin bercampur wangi kayu yang menenangkan dari tubuh pria itu. Kedua tangan mungilnya meremas robekan kemeja hitam Declan dengan erat, menyembunyikan wajahnya yang merah padam di ceruk leher Declan yang hangat.

​"Makasih ya, Declan... buat semuanya," bisik Sienna sangat pelan, hampir tenggelam di sela detak jantung Declan yang konstan dan menenangkan di dadanya.

​"Tidur lagi, Sienna. Jangan banyak mikir," jawab Declan lembut, sebelah tangannya mengusap rambut panjang Sienna dengan gerakan protektif yang begitu posesif di dalam keheningan kamar rawat malam itu. Dinding pembatas di antara mereka kini benar-benar telah runtuh tanpa sisa, menyisakan kehangatan yang murni sebelum badai besar yang akan Declan bawa untuk menghancurkan musuh-musuh mereka besok pagi.

1
Aidil Kenzie Zie
kok Siena panggil Tante sama maknya tor🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: oopppssss .... makasih atas kejeliannya.
maafkan othor salah 🙏🙏🙏♥️♥️
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Ariska Kamisa: siap kakak👍
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si jalang cari mati 😡😡😡
Ariska Kamisa: sabar ya kak🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
penasaran sama masa lalunya mereka 🤔🤔
Ariska Kamisa: Hehe, sabar ya kak 🤭. Masa lalu mereka penuh cerita yang belum terungkap. Nanti sedikit demi sedikit bakal terjawab kok, jadi stay read terus yaa ❤️✨
total 1 replies
umie chaby_ba
eitts ... kisseu??🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
satu-satunya ga tuh sienna ciyee
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kenapa harus bungkam sih? udah sih dec langsung ngaku aja
Ariska Kamisa: mungkin ada ketakutan lain
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
edrick yang mantannya sienna?
Ariska Kamisa: betul sekali🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah mantan atau cinta yang tidak tersampaikan nih Thor
Ariska Kamisa: seperti cinta yang terpaksa dia pendam
total 1 replies
umie chaby_ba
sienna mulai jatuh cinta 🤭
Ariska Kamisa: udh bergetar hatinya kak🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
aslinya bukan sekedar akting kali ah
Ariska Kamisa: lebih dari hati banget gitu yaa aktingnya🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Declan ini beneran apa akting🤣
umie chaby_ba
ini benci jadi cinta mesti..
Ariska Kamisa: betul kak...
total 1 replies
umie chaby_ba
mampir kesini deh🤭
Ariska Kamisa: terimakasih kak,
stay read yaa🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
duh.. penasaran kelanjutan nya nih.. si Edrick udh masuk /Whimper/
Ariska Kamisa: stay read ya kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
kocaghh sih Sienna Sienna liat sikon ngapa 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar sienna 🤭
total 1 replies
Aldah Karisa
wow wow akhirnya ciuman juga mereka 🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aldah Karisa
cerita nya bagus nih...
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
lanjutkan thor
Ariska Kamisa: siap kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!