NovelToon NovelToon
Marwah Yang Ternoda

Marwah Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

"Malam ini Lo hancur! Biar kakak Lo paham, ada harga mahal buat tangan yang berani menyentuh adik gue." --Xavier--

"Aku bersumpah, aku akan jadi neraka terpanjang di hidupmu, Xavier!" --Sukma--

Dunia Sukma runtuh dalam satu malam. Perbuatan nista Hamdan, kakaknya, menyulut api dendam di nadi Xavier--pemimpin Geng Bima Sakti Yang Tak mengenal ampun. Dalam buta amarah, Xavier merenggut paksa kesucian Sukma sebagai balasan atas Marwah adiknya yang hampir ternoda.

Hamdan mengakhiri hidup dengan cara tak diberkati, meninggalkan Sukma sebatang kara.

Kesucian tercabik. Masa depan hancur. Satu-satunya penguat jiwa telah pergi.

Di ambang napas terakhirnya, Gea--kekasih Xavier, menitipkan wasiat yang menjadi belenggu sekaligus penebusan dosa: Xavier harus menikahi Sukma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24 Andai...

Angin sore mengusap lembut wajah Sukma. Memainkan ujung jilbab yang dikenakan dan menggoyangkan barisan bunga mawar putih yang tumbuh di halaman depan.

Sukma tenggelam dalam lamunan panjang. Ia menyirami bunga-bunga itu dengan tatapan kosong. Raganya memang berada di Desa W, namun pikirannya melayang jauh entah ke mana.

Refleks, tangannya bergerak mengusap lembut perutnya yang masih terlihat datar, lalu mengalihkan seluruh atensinya di sana.

"Hai..." sapanya lirih, nada suaranya bergetar dan serak.

Rasa sesak kembali hadir memenuhi rongga dada, namun kali ini disertai desiran halus.

Semesta sejenak diam, lantas mempersilakan burung-burung kecil berkicau. Melantunkan kidung yang membuat Sukma kian tenggelam dalam lamunan, membawa ingatannya melintasi lorong waktu kembali ke jam sepuluh pagi--saat Dokter Humaira memeriksa kandungannya

"Sukma, dengarkan suara detak jantung malaikat kecilmu," tutur Dokter Humaira lembut setelah mengoleskan gel dan menggeser doppler di atas perut Sukma.

Sukma mengangguk samar, mengindahkan ucapan Dokter Humaira.

Merdu. Suara detak jantung itu terdengar seperti nada-nada cinta yang mengalun indah. Menghangatkan hati, meredakan sedih, sekaligus mengusir ketakutan yang sempat bercokol di dada.

Sukma menarik napas dalam-dalam, lalu kembali mengusap perutnya dan mengulas sebaris senyum tipis.

"Aku nggak tahu, kehadiranmu ini... anugerah atau musibah bagiku," ucapnya pelan dengan nada suara yang terdengar getir. "Apa pun itu, aku akan belajar menerima, mencintai, dan menjagamu. Kita berjuang sama-sama, ya. Kelak... jangan pernah tanyakan siapa ayahmu. Karena dia..."

Ia urung melanjutkan ucapannya dan perlahan mendaratkan tubuh di atas bangku taman. Senyum yang semula terlukis tipis di bibir, kini seketika sirna berganti muram.

Kenangan indah saat bersama Xavier dengan lancangnya hadir di ingatan, seakan merayu sisi hatinya agar tidak lagi membenci. Namun, sepersekian detik kemudian... bayangan malam terkutuk saat Xavier merenggut paksa kesuciannya langsung mengambil alih isi kepala.

Marah.

Benci.

Jijik.

Dan... dendam.

Semua perasaan buruk itu seketika melebur jadi satu.

"Allah, ampuni aku..." bisiknya sembari menekan dada dan sekejap memejamkan mata erat-erat, berusaha keras mengusir masa lalu kelam yang masih membayang di dalam benak. Berharap Ilahi berkenan melembutkan hatinya.

Tepat ketika Sukma membuka mata, terdengar ucapan salam yang teramat familier dari arah pagar kayu. Suara itu menuntunnya untuk segera membalas, lalu bangkit berdiri menyambut kedatangan para tamu.

Mereka ... Ustaz Reinan dan kedua orang tuanya.

"Masya Allah, Sukma," seru Ummi Kulsum begitu Sukma telah berdiri di hadapannya. Sepasang manik mata wanita paruh baya itu berkaca-kaca, menyiratkan luapan rindu yang teramat mendalam.

"Ummi..." Suara Sukma tercekat. Dadanya kian terasa sesak, air matanya luruh tanpa permisi.

Ulu hati Ummi Kulsum serasa diremas kuat menyaksikan pemandangan yang tersuguh: Sukma, putri almarhumah Seroja--sahabatnya, yang sudah dianggap sebagai anak kandung sendiri itu kini terlihat sangat rapuh.

Ia pun terdorong untuk segera merengkuh tubuh Sukma. Mendekapnya hangat dan mengusap punggungnya dengan gerakan lembut.

"Reinan sudah memberi tahu Abi dan Ummi. Kami turut prihatin atas ujian berat yang tengah kamu jalani. Tapi perlu kamu tahu, Sayang... kami tidak mempermasalahkannya. Bahkan, jika kamu berkenan, hari ini juga kami memintamu kembali untuk menjadi istri Reinan, putra Ummi dan Abi."

Suara lembut Ummi Kulsum bagaikan ribuan anak panah yang menghunjam jantung Sukma. Bukan karena menyiratkan kata-kata sarkas, tetapi justru karena ucapan itu teramat sarat akan ketulusan.

Rasa sesal kembali hadir.

Menghantam dada. Meruntuhkan seluruh sisa-sisa ketegaran.

Andai benih yang ditanam paksa oleh Xavier di malam terkutuk itu tidak tumbuh di dalam rahim, mungkin... kalimat yang mengalir tulus dari bibir Ummi Kulsum akan membuat hati Sukma menghangat, tersanjung, dan ditumbuhi bunga-bunga bahagia.

Andai....

Begitu tangis Sukma mulai mereda, Ummi Kulsum perlahan mengurai pelukan. Ia menuntun putri almarhumah sahabatnya itu untuk duduk di kursi teras.

"Sabar dan ikhlas, Sukma sayang. Yakinlah bahwa di balik ujian berat yang diberikan Allah, ada hikmah manis dan hadiah terindah yang tengah disiapkan," tutur Ummi Kulsum diiringi rekahan senyum serta usapan lembut yang berlabuh di bahu.

Ustaz Reinan dan Abinya menyusul duduk di kursi kayu. Sementara itu, Bi Jayanti bergegas membuatkan teh hangat di dapur. Ia sengaja menahan diri untuk tidak langsung keluar menyapa, demi memberikan ruang bagi Sukma dan para tamunya melepas rindu sekaligus berbincang leluasa.

Hening merayap turun.

Sesaat tidak ada kalimat yang terucap, tergantikan oleh suara cangkir-cangkir yang bersentuhan dengan meja kayu.

Setelah menyapa para tamu, Bi Jayanti mempersilakan mereka untuk menikmati teh nasgitel hangat buatannya.

Demi menghormati sang tuan rumah, Ustaz Reinan dan kedua orang tuanya pun segera meneguk teh yang tersuguh.

Obrolan serius kini kembali dilanjutkan.

Sukma menunduk dalam, jemarinya saling meremas kuat di pangkuan. Ia benar-benar tak berani menatap wajah Ustaz Reinan, Ummi Kulsum, dan Kyai Farhan.

Ia teramat takut mengecewakan ketulusan mereka, jika mereka mengetahui: bahwa di dalam rahimnya tengah tumbuh makhluk kecil, hasil kebiadaban Xavier.

"Bagaimana, Sukma? Kamu bersedia menerima niat tulus kami?" Kyai Farhan memperdengarkan suara khasnya, mengambil alih keheningan yang semula bertakhta.

Sukma kian menunduk dalam dan mengeratkan remasan jemarinya. "Maaf, Kyai..." ucapnya pelan dengan nada suara yang bergetar hebat. "Saya tidak bisa menerima niat tulus itu. Bukan karena saya keberatan, tapi karena... di dalam rahim saya... ada janin, hasil perbuatan hina," lanjutnya terbata.

"Allah..." Kyai Farhan, Ummi Kulsum, dan Ustaz Reinan serempak menyebut asma Ilahi.

Pengakuan Sukma bagaikan kilat petir yang menyambar, meremukkan segumpal daging yang bersemayam di dalam dada.

Sebagai seorang manusia biasa, jelas Ustaz Reinan kian terpukul dengan kenyataan pahit itu. Namun, sebagai seorang laki-laki yang sejak kecil dididik dengan ajaran syariat untuk "memuliakan wanita", ia berusaha keras berlapang dada menerima goresan takdir yang telah dikehendaki Tuhannya.

"Sukma... saya memintamu menjadi teman hidup bukan hanya karena rasa cinta yang dianugerahkan-Nya. Tapi, karena saya ingin menyempurnakan iman, menunaikan ibadah dalam naungan rida-Nya, bersamamu," tutur Ustaz Reinan dengan penuh kesungguhan.

"Jika kamu berkenan, saya akan tetap melanjutkan niat saya," imbuh lelaki bermata teduh itu, tanpa terselip setitik pun keraguan. "Setelah amanah yang dititipkan di rahimmu lahir dan setelah masa nifasmu selesai, saya akan datang lagi bersama Abi dan Ummi untuk menjadikanmu bagian dari keluarga kami."

"Masya Allah..." Bi Jayanti tak kuasa membendung air mata haru. Ia segera mengulurkan kedua tangannya untuk merengkuh erat tubuh Sukma yang kini kembali berguncang hebat seusai mendengar ucapan tulus dari Ustaz Reinan.

.

.

Sunyi seketika menyelimuti ruang privasi Kafe Renjana yang dipesan oleh Haidar, seusai Nara mengutarakan seluruh keresahan batinnya.

Rasa bersalah masih mendekap erat berpadu dengan ketakutan luar biasa akan kemurkaan Xavier, jika lelaki bermata elang itu sampai mengetahui penyebab utama di balik kematian Gea.

Haidar mengembuskan napas kasar, lalu menatap lekat wajah Nara yang kini terbingkai air mata. "Lo nggak usah takut, Ra. Karena yang lo lakuin itu bener," ujarnya menenangkan.

"Apa yang udah diperbuat Xavier bukan hal sepele. Tapi, itu perbuatan terkutuk, pemer-kosaan. Dan dia bisa diseret ke penjara, asal Sukma nggak keberatan buat ngaduin dia ke penegak hukum," lanjutnya kemudian.

"Kalau Xavier berani macam-macam sama lo, gue yang bakal maju. Gue bakal jagain dan ngelindungi lo, seperti yang diamanahin Bu Ayu."

Nara menyeka wajahnya yang basah, lantas perlahan mengangkat kepala dan menatap lekat manik mata Haidar yang menyiratkan kesungguhan.

"Makasih, ya," ucapnya lirih. "Sampaikan permintaan maafku ke Ayu, karena aku pernah merusak namanya di aplikasi X hanya karena rasa sakit hatiku pada Ryuga."

Haidar mengangguk tipis. "Bu Ayu udah maafin lo. Jauh sebelum lo minta maaf. Buktinya, dia minta gue buat jagain dan ngelindungi lo."

Ucapan Haidar menyentil ulu hati Nara. Membuatnya kembali dihujani rasa sesal karena pernah menyebarkan berita dusta demi merusak reputasi Ayu dan Ryuga--memfitnah mereka berselingkuh, hanya karena merasa sakit hati pada Sang Presma yang telah menolak cintanya.

🍁🍁🍁

Bersambung

Assalamu'alaikum, Kakak-kakak terkasih...

Alhamdulillah, berkat dukungan kalian semua, kisah Rama dan Hawa dalam novel Ramadan's Promise terpilih sebagai kandidat YAWW 2026 Periode 1.

Minta doanya ya, semoga tulisan author berhasil menjadi juara.

Jika Kakak-kakak berkenan serta merasa banyak hikmah dan ilmu yang bisa diambil dari novel Ramadan's Promise, tolong dukung author dengan membagikannya di media sosial kalian.

Terima kasih banyak dan salam penuh cinta,

Author Ayuwidia ✨

1
mom riz
suka ceritanya
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak 😇🙏🏻
total 1 replies
partini
aamiin bismillah jadi juara
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak 😍🙏🏻
total 1 replies
Nofi Kahza
Yups! betul. sekrng bukan waktunya mencari siapa yg salah, tapi intropeksi diri.

btw dr awal kamu kan yg salah?
Nofi Kahza
udahlah, Pir. Meski Gea nggak tau juga ujung2nya meninggal. justru Geaitu harus diberi tahu, biar dosamu segera ditebus.😒
Najwa Aini
Gak semuanya salah kamu, Nara. ajal seseorang itu sudah ditetapkan dari zaman azali
partini
ga lah lebih baik Gea tau secara itu perbuatan dosa besar si kafir Gea juga kondisi kesehatan nya udah ga memungkin hidup lama
memperkosa loh ga main" itu
Najwa Aini
Nah ini..kalimat Tara yg aku suka dari sejak bab Ryuga...
Najwa Aini: Iya paham..
total 2 replies
Najwa Aini
Si kakak Partini itu kah..yg selalu nagih dibuatin kisah Xavier ya
Ayuwidia: Bukan, Kak. Kak Erida yg dulu katanya nungguin, tapi belum aku colek. Kak Partini, pembacanya Nyai
total 3 replies
Najwa Aini
Kalau di kisah Rama ada Bi Ijah. Di sini ada Bi jayanti.
The Power of bibi bibi🌹🌹
Ayuwidia: Sungkem buat mereka 😍
total 1 replies
Najwa Aini
Aku yg baca juga pingin ngakak..
ancaman dlam kalimat konyol..itu kayak menggertak mau pukul orang tapi pakai ranting pohon tauge..🤣
Ayuwidia: Ada2 gajah 😆
total 1 replies
Najwa Aini
frontal amat
partini
dasar kamu kafir punya pacar pengertian kamu biadab ,,waktu merangkak minta maaf ke Sukma
semoga di kasih 7 tanjakan 7 turunan dan 7 Pengkol penderita mu mengejar maaf vier
Ayuwidia: Semoga ya, Kak 😁
total 1 replies
Nofi Kahza
gea soalnya hapal dg karakter Sapir yang batu😒
Ayuwidia: bener banget
total 1 replies
Nofi Kahza
kebiasaan tuman! emosi didahuluin dr pada otak😒
Ayuwidia: Namanya juga Sapir 😃😆
total 1 replies
Nofi Kahza
biasanya ada yng mau terkena musibah, atau ada yang meninggal...tapi tetep takdir itu kembali dg Yang di atas🥹
Nofi Kahza
biasalah.. bawa'an orang ngidam mang gitu. Senggol bacok🤣
Ayuwidia: Gampang Esmoni 😆
total 1 replies
Nofi Kahza
tapi janinmu nggak hina Sukma🥹
Nofi Kahza
baguuusss😏
Nofi Kahza
masih ingusan aja, sok2an mau jadi pembunuh😒
partini
wasiat Gea suruh nikahi Sukma bearti dia tau apa yg di lakukan vier ke Sukma ,,bikin jungkir balik dulu dunia vier Thor baru Sukma lovely doply ❤️ sama sukma
Ayuwidia: Iyes, Kak. Biar dia terpacu berjuang buat ngeluluhin hati Sukma ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!