NovelToon NovelToon
Diratukan Oleh Raja Vampir

Diratukan Oleh Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Di tengah hutan terlarang yang selalu dijauhi manusia, seorang gadis yatim piatu bernama Evelyn Eirwen hidup sendirian dalam kesunyian. Hidupnya sederhana mencari tanaman obat, berburu, dan bertahan hidup di gubuk kecil peninggalan ibunya.

Hingga pada suatu malam badai, Evelyn menemukan seorang pria misterius bersimbah darah di tepi sungai. Pria itu pendiam, dingin, dan penuh luka aneh yang tidak pernah Evelyn lihat sebelumnya. Meski takut, Evelyn tetap merawatnya dengan tulus tanpa mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

Namun Evelyn tidak sadar. Pria yang ia selamatkan adalah Evander Nocturne Raja Vampir berdarah murni yang ditakuti seluruh dunia malam.

Bagi Evander, manusia hanyalah makhluk lemah yang pantas dibenci. Tetapi kehangatan sederhana dari seorang gadis hutan perlahan menghancurkan dinding dingin yang telah ia bangun selama ratusan tahun.

Sampai suatu hari Evelyn menghilang. Dan malam itu, seluruh dunia akhirnya mengetahui satu hal mengerikan. Raja Vampir telah murka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Dibalik Simbol

“Maaf...”

Suara Evelyn terdengar pelan. Perlahan cahaya di mata kiri dan kanannya mulai menghilang.

Aura hitam dan merah yang mengelilingi tubuhnya juga lenyap sedikit demi sedikit.

Tubuhnya langsung terasa lemas. Beruntung Evander dengan cepat menahannya sebelum ia terjatuh.

“Evelyn.”

“Aku tidak apa-apa” jawab Evelyn pelan.

Lalu ia menatap satu per satu wajah di dalam ruangan.

“Maaf, aku hanya bisa sampai di sana saja.”

Deg.

Valerius langsung mengernyitkan dahinya.

“Maksudmu?”

Evelyn menghela napas pelan.

“Karena tiba-tiba saja auranya menghilang.”

Sunyi.

“Aku tidak bisa melihat apa pun lagi setelah itu.”

Tatapannya turun ke simbol di tangan kanannya.

“Seolah seseorang sengaja memutus penglihatanku.”

Deg.

Seketika suasana kamar kembali menjadi tegang.

“Memutusnya?” ulang Ciel.

Evelyn mengangguk.

“Iya.”

“Padahal aku hampir melihat wajahnya.”

“Apa kau melihat sesuatu?” tanya Lucien.

Evelyn berpikir beberapa saat. Lalu perlahan mengangguk.

“Sedikit.”

Semua langsung memperhatikannya.

“Aku hanya melihat...”

Tatapannya mulai menerawang.

“Sebuah simbol.”

Deg.

Aria yang sejak tadi diam langsung menoleh.

“Simbol?”

Evelyn mengangguk.

“Lingkaran hitam.”

“Dan di tengahnya ada mahkota yang retak menjadi dua.”

Sunyi.

Seketika wajah Aria berubah. Begitu juga Valerius.

“Ayah?” tanya Evander.

Namun Valerius tidak menjawab. Karena untuk pertama kalinya. Wajah mantan Raja Vampir itu terlihat sangat pucat.

“Tidak mungkin...” gumamnya.

“Apa Ayah mengenal simbol itu?” tanya Lucien.

Valerius perlahan mengepalkan tangannya.

Lalu mengangguk.

Deg.

“Itu bukan simbol klan vampir.”

“Bukan simbol kerajaan.”

“Dan bukan simbol keluarga Nocturne.”

Suasana kamar menjadi semakin sunyi.

“Lalu simbol apa?” tanya Selena.

Valerius menatap simbol di tangan Evelyn.

Kemudian perlahan menjawab.

“Itu simbol yang pernah muncul ratusan tahun lalu.”

Deg.

“Simbol milik seseorang yang mencoba merebut Kekuasaan Pertama.”

Mata Evelyn langsung membesar.

“Kekuasaan Pertama?”

Valerius mengangguk.

“Legenda kuno menyebutnya sebagai kekuatan yang ada sebelum Raja Vampir pertama lahir.”

Sunyi.

“Dan orang-orang yang mengejarnya"

Tatapannya berubah dingin.

“Selalu membawa kehancuran.”

Deg.

Sementara itu.

Simbol di tangan kanan Evelyn tiba-tiba terasa hangat.

Brummm.

Cahaya hitam kemerahan muncul sesaat.

Membuat Evelyn langsung menunduk.

Dan untuk sepersekian detik.

Ia melihat bayangan seseorang berdiri di belakang pantulannya sendiri.

Sosok tinggi berjubah hitam. Dengan simbol mahkota retak di dadanya.

Deg!

Evelyn langsung membelalak. Namun saat ia menoleh. Tidak ada siapa pun di sana.

“Ada apa?” tanya Evander cepat.

Evelyn terdiam beberapa saat. Lalu perlahan berkata,

“Aku rasa...”

Tatapannya kembali mengarah ke simbol di tangannya.

“Sosok di balik simbol ini mulai menyadari keberadaanku.”

Seketika seluruh ruangan kembali diliputi keheningan yang mencekam.

“Jangan takut, aku tidak akan melukaimu.”

Deg.

Seketika suara itu terdengar di seluruh ruangan.

Suara yang dalam.

Tenang.

Dan jelas bukan milik siapa pun yang berada di sana. Mata Evelyn langsung membelalak.

“E-eh?!”

Refleks ia melompat mundur dari Evander.

“B-bukan aku!”

Tangannya langsung terangkat panik.

“Aku bersumpah bukan aku yang berbicara!”

Sunyi.

Beberapa detik kemudian.

Lyrielle langsung menunjuk Evelyn.

“Yang Mulia Ratu.”

“Aku tahu!”

“Itu keluar dari arah Anda.”

“Aku tahu!” teriak Evelyn semakin panik.

“Tapi bukan aku yang mengatakannya!”

Deg.

Sementara itu.

Simbol di tangan kanan Evelyn kembali bersinar.

Brummm.

Membuat Evelyn langsung menatap tangannya dengan kesal.

“Kau lagi!”

“Evelyn,” panggil Evander.

“Iya?”

“Apa kau mendengar sesuatu?”

Evelyn langsung mengangguk cepat.

“Iya!”

“Apa?”

“Dari tadi ada suara yang mengomentari semuanya.”

Deg.

Semua orang langsung membeku.

“Dan sekarang dia tertawa.”

“Hah?” ucap Lucien.

“Tunggu.”

Evelyn memegang kepalanya. Lalu wajahnya berubah kesal.

“Jangan tertawa!”

Sunyi.

Beberapa detik kemudian.

Evelyn kembali terlihat kesal.

“Lihat kan? Dia tertawa lagi.”

Sementara itu, Aria yang berdiri di sampingnya terlihat memperhatikan simbol tersebut dengan serius.

Untuk pertama kalinya. Ekspresinya tidak tenang.

“Aria?” tanya Valerius.

Tatapan Aria tetap tertuju pada simbol di tangan Evelyn.

“Suara itu”

Deg.

Mata semua orang langsung mengarah kepadanya.

“Kau mengenalnya?” tanya Evander.

Aria terdiam beberapa saat. Lalu perlahan mengangguk. Membuat suasana kamar langsung menegang.

“Siapa dia?” tanya Lucien.

Namun sebelum Aria sempat menjawab.

Suara itu kembali terdengar. Kali ini lebih jelas. Lebih dekat.

“Sudah lama sekali sejak aku bisa berbicara dengan seseorang.”

Deg!!!

Seketika simbol di tangan Evelyn memancarkan cahaya hitam kemerahan yang terang. Dan Evelyn langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Aaaaa!”

“Kenapa?” tanya Selena panik.

“Dia bicara lagi!”

“Apa yang dia katakan?”

Evelyn menurunkan tangannya perlahan.

Lalu dengan wajah setengah panik dan setengah kesal berkata,

“Dia bilang.”

Sunyi.

“Akhirnya ada manusia yang bisa mendengarkanku.”

Deg.

Seketika wajah Aria berubah pucat. Karena dia akhirnya sadar.

Suara itu bukan berasal dari simbol.

Bukan juga berasal dari Evelyn. Melainkan dari sosok yang selama ini bersembunyi di balik Simbol Kekuasaan itu sendiri.

“Jadi apa maumu sekarang?” tanya Evelyn dengan nada kesalnya.

Tangannya menyilang di depan dada.

“Aku bisa membantumu untuk menghidupkan Mantan Yang Mulia Ratu.”

Deg.

Mata Evelyn langsung membelalak.

“Eh?”

Sementara seluruh ruangan langsung menjadi sunyi. Bahkan Aria terlihat terkejut mendengar ucapan itu.

“Kau bisa melakukannya?” tanya Evelyn.

“Tentu saja.”

Suara itu terdengar tenang.

“Namun ada syaratnya.”

Deg.

Evander langsung menyipitkan matanya.

“Dan apa syarat itu?”

Namun suara tersebut tidak menjawab Evander. Melainkan langsung berbicara kepada Evelyn.

“Aku membutuhkan abu Seraphina.”

“Hah?”

Evelyn langsung bingung.

“Untuk apa?”

Suara itu terdengar lebih serius.

“Karena dia yang membunuh Mantan Yang Mulia Ratu.”

Deg!!!

Seketika seluruh ruangan membeku.

“Apa?!” teriak Lucien.

Aura membunuh langsung meledak dari tubuhnya.

“Itu tidak mungkin!”

“Lucien” gumam Aria pelan.

Namun suara itu kembali berbicara.

“Tidak ada kesalahan dalam apa yang kukatakan.”

Sunyi.

“Seraphina memang pelakunya.”

Mata Valerius langsung berubah gelap.

Sementara Evander mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Jelaskan,” ucap Raja Vampir itu dingin.

Suara tersebut terdiam sesaat. Lalu perlahan melanjutkan.

“Seraphina adalah anak angkat keluarga Nocturne.”

“Iya,” jawab Selena pelan.

“Dia masuk ke keluarga ini setelah tragedi itu terjadi.”

“Benar.”

Suasana kamar menjadi semakin tegang.

“Namun sebelum menjadi bagian dari keluarga Nocturne...”

“Dia sudah digunakan oleh seseorang.”

Deg.

Mata Evelyn langsung membesar.

“Digunakan?”

“Iya.”

“Orang yang mengincar kekuasaan Nocturne menemukan Seraphina terlebih dahulu.”

Sunyi.

“Dia memanfaatkan kebencian, ketakutan, dan kelemahannya.”

“Lalu menjadikannya alat.”

Deg.

Aria perlahan memejamkan matanya. Seolah mengingat kembali hari kematiannya.

“Jadi” gumam Valerius. "Orang itu yang memerintahkannya?”

“Iya.”

Suara tersebut terdengar yakin.

“Namun tangan yang melakukan semuanya tetaplah Seraphina.”

Sunyi.

Tidak ada yang membantah. Karena mereka semua tahu satu hal.

Perintah dan pengaruh mungkin datang dari orang lain. Tetapi yang mengakhiri hidup Aria tetaplah Seraphina.

“Lalu kenapa kau membutuhkan abunya?” tanya Evelyn.

Beberapa detik berlalu. Lalu suara itu menjawab.

“Karena abu Seraphina masih menyimpan jejak malam saat Aria dibunuh.”

Deg.

Mata Ciel langsung membesar.

“Jejak ingatan?”

“Tepat sekali.”

“Dan jejak itulah yang bisa membawamu menemukan pelaku sebenarnya.”

Sunyi.

“Orang yang selama ratusan tahun bersembunyi di balik seluruh tragedi keluarga Nocturne.”

Seketika seluruh ruangan kembali diselimuti ketegangan yang mencekam.

“ Tapi, aku hanya bisa melakukannya saat malam purnama tepat malam ini.”

Suara itu kembali terdengar dari simbol di tangan Evelyn.

Seketika seluruh ruangan menjadi serius.

“Aku membutuhkan bantuan Mantan Raja Vampir, Raja Vampir, dan keempat orang Raja Vampir.”

Deg.

Mata Valerius langsung menyipit.

“Kenapa harus begitu?” tanya Evander dingin.

Suara itu menjawab tanpa ragu.

“Karena mereka memiliki kekuatan yang setara dengan dirimu, Evelyn.”

“Hah?!”

Evelyn langsung menunjuk dirinya sendiri.

“Aku?”

“Iya.”

“Tidak mungkin!”

“Aku bahkan tidak bisa bertarung!”

“Tetapi Tahta Kekuasaan milikmu berada di tingkat yang sama dengan mereka.”

Deg.

Ciel langsung terdiam. Sementara Selena dan Lyrielle saling berpandangan.

“Lalu Lucien?” tanya Evelyn bingung.

“Bukankah dia juga kuat?”

Sunyi sesaat. Lalu suara itu kembali menjawab.

“Lucien memang kuat.”

“Tapi dia tidak termasuk.”

Deg.

“Apa?” protes Lucien spontan.

“Aku putra Raja Vampir!”

“Iya.”

“Lalu kenapa aku tidak termasuk?”

Suara itu terdengar sangat tenang.

“Karena ritual ini membutuhkan tujuh pilar kekuatan.”

Semua orang langsung terdiam mendengarkan.

“Mantan Raja Vampir.”

Valerius langsung menyipitkan matanya.

“Raja Vampir.”

Tatapan semua orang beralih kepada Evander.

“Empat Pengawal Utama Raja Vampir.”

Nama Raven, Kaizer, Lucthen, dan Ciel langsung terlintas di benak mereka.

“Dan Pemilik Tahta Kekuasaan.”

Tatapan seluruh ruangan langsung mengarah kepada Evelyn.

Deg.

“Jumlahnya tujuh.”

Suasana kamar kembali sunyi.

“Tunggu,” gumam Evelyn.

Dia mulai menghitung dengan jarinya.

“Valerius satu.”

“Evander dua.”

“Ciel tiga.”

“Raven empat.”

“Kaizer lima.”

“Lucthen enam.”

“Dan aku tujuh.”

“Benar.”

Evelyn langsung menoleh ke arah Lucien.

“Maaf.”

“Hah?”

“Kau tidak masuk hitungan.”

Deg.

Seketika Lyrielle langsung menundukkan kepalanya menahan tawa. Selena memalingkan wajah.

Bahkan Ciel sampai berdeham kecil. Sementara Lucien langsung menunjuk dirinya sendiri.

“Kenapa aku yang terdiskriminasi di sini?!”

“Aku tidak membuat aturannya!” protes Evelyn cepat.

“Ini simbol aneh ini!”

Brummm...

Simbol di tangan Evelyn langsung menyala.

“Jangan marah padaku!”

“Dia sedang berbicara dengan simbol lagi,” gumam Lyrielle.

Sementara itu, suara dari simbol kembali terdengar.

“Lucien masih dibutuhkan.”

Deg.

Mata Lucien langsung berbinar.

“Nah kan!”

“Tugasmu menjaga tubuh Aria saat proses berlangsung.”

Senyum Lucien langsung menghilang.

Sunyi.

Beberapa detik kemudian.

“Jadi aku satpam?”

Membuat Selena dan Lyrielle akhirnya gagal menahan tawa mereka.

1
Samson Tobuali
hahahahhaa aduhh bngekk hahaha lucu banget evelyn semua jdi sasaran dia🤣🤣🤣🤣🤣
Dini
🤣🤣🤣 ratu ngantuuuukkk
Samson Tobuali
lucuuu banget Evelyn 😍😍
Durahman Rahman
cerita ini bagus bagett
SYADZA
ditunggu lanjutannya kak, moga aja ada romantis nya ya 🥰
Samson Tobuali
good
light
saran y kak,jgn terllu banyak ehhh,deg...nya.evelyn jdi kesanny bodoh bukan lugu pa polos.dikit² ehhhh,dikit ²deg,💪
Samson Tobuali
Wah wah wahhhh avvvvmakin sukaaa😍
Samson Tobuali
Ditunggu kelanjutannya thorr semakin menarik dan semakin cinta sama ni novel
Samson Tobuali
Kaaaannnnn benerrr apa kubilang,tahta evelyn lebih tinggi nanti dibandir evander.akhhh makin cintaaa sama cerita ini😍😍😍😍
Samson Tobuali
ditunggu thorr kelanjutannya
Samson Tobuali
yang aku bayangkan,pasti evelyn bakal punya kekuatan melebihi raja vampir deh
Yayuk Yuhanah
evelyn bakal jadi vampir gak yah ???
Anonim
ceritanya tdk membosankan, tdk berputar2 & tdk ada yg tdk masuk akal krn ini cerita fantasy, good job thor..
Anonim
next..............?????💪
Anonim
keren
Samson Tobuali
Akhhh semakin menarikkk😍😍😍😍
Samson Tobuali
ceritanya menarikk,akan kubaca sampe tamatt sukses selalu thorr, semangat yaaa
Anjani Manurung
Lucien vampir kocak
Anjani Manurung
lanjut.seru walau Evelin lemah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!