NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:667
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringatan

Beberapa menit kemudian. 

"Turun..." Ucap Zian seraya membuka pintu mobilnya.

Mirra membuka kedua matanya dengan sedikit berat, lalu dia melihat ke arah sekitar. "Ini di mana?" Tanyanya yang tidak mengenali tempat yang saat ini di datangi nya.

"Udah turun aja, nggak usah banyak nanya."

"Nggak ah...lo katanya mau anter gue pulang, ini mah bukan rumah gue kak."

"Ini rumah gue..."

"Ngapain lo bawa gue ke rumah lo? Jangan-jangan lo mau macem-macem ya?" Selidik Mirra.

"Dih, nggak usah kepedean, ngelakuin satu macem sama lo aja gue ogah, apalagi macem-macem. Gue ngajak lo ke rumah gue tuh ada alasannya, mama lo kan ngelarang lo pacaran, ntar kalo pas gue nganter lo ada mama lo gimana? Udah, mending di rumah gue aja dulu, gue juga ada kok baju cewek, baju nya sepupu gue, ntar lo pake aja dulu, buat sementara aja, di rumah gue juga ada perawat yang biasa ngerawat nenek gue, biar sekalian lo diperiksa, takut aja gitu nanti lo demam. " Jelas Zian panjang lebar.

Mirra masih sedikit ragu-ragu, lalu Zian yang geram melihat keragu-raguan Mirra pun langsung membuka seat belt yang masih Mirra kenakan." Udah nggak usah lama-lama mikirnya, gue bukan cowok mesum, dan lo juga bukan tipe gue." Ucapnya lalu Zian mulai menarik lengan tangan Mirra untuk keluar dari mobilnya. "Kan, tangan lo aja udah anget." Lanjutnya saat merasakan jika Mirra seperti sedikit demam.

Mirra pun hanya diam dan dengan perlahan mengikuti langkah kaki Zian untuk masuk ke dalam rumahnya.

"Sus, tolong anter temen saya ke kamar Nisa ya, cariin baju ganti juga buat dia, abis itu tolong periksa dia, kalau dia demam kasih obat demam."

" Iya den Zian, mari non..." Suster itu menyapa Mirra dengan ramah, dan dia juga sesekali memegangi bahu Mirra dan membantu Mirra berjalan menuju kamar sepupu Zian.

"Non, tunggu sebentar ya, saya carikan baju buat non dulu."

"Iya sus, makasih ya sus."

"Iya non, sama-sama..."

Dan tidak lama kemudian suster itu membawa setelan baju dan juga celana, diberikannya setelan itu pada Mirra." Ini non di pake ya, itu kamar mandinya, saya tunggu disini, setelah selesai ganti baju saya periksa non nanti."

Mirra pun mengangguk lalu dia langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan setelah mendapatkan baju ganti, Mirra pun langsung mengganti pakaiannya, lalu Mirra kembali keluar, dan suster itu masih menunggunya.

"Sini non tiduran dulu."

"Iya sus."

Mirra berbaring di ranjang, suster itu memeriksa suhu tubuh serta detak jantung Mirra." Non sedikit demam, saya buatkan bubur dan minuman hangat ya non, habis itu non harus minum obat."

"Iya sus."

Suster itupun langsung keluar dari kamar, dan ternyata saat suster itu keluar, Zian sudah berada di luar kamar sepupunya itu, dan dia memang sedang menunggu suster.

"Gimana sus? Dia demam?" Tanyanya yang memang memiliki sedikit rasa khawatir dan juga rasa bersalah pada Mirra.

"Iya den, ini saya mau buatkan bubur sama minuman hangat, abis itu saya mau kasih obat demam."

"Oh, yaudah...nanti kalau demam nya udah turun kasih tau aja ya sus."

"Iya den. "

Zian pun mulai berjalan menuruni anak tangga, dia juga langsung meraih ponselnya dan dengan segera mengirim pesan pada Jeje.

Zian

Mirra sama gue, dia nggak apa-apa, bilang sama temen-temen lo yang lain juga, nggak usah khawatir.

Pesan terkirim, namun Jeje belum sempat membacanya karena saat ini dia sedang mengikuti mata pelajaran di sekolah.

*****

Jam istirahat.

Jeje membaca pesan dari Zian, dan dia sedikit mengernyitkan dahinya merasa heran.

"Tadi katanya nggak tau, sekarang dia bilang Mirra sama dia, gimana sih ini si bang Zian." Gumamnya.

"Kenapa Je? Mirra bales chat lo?" Tanya Raya yang langsung menghampiri Jeje begitu guru keluar dari kelasnya.

Jeje menggeleng." Enggak, bukan Mirra, tapi bang Zian, dia nge chat gue, katanya Mirra sama dia dan nyuruh gue buat nggak nge-khawatirin Mirra. Padahal sebelumnya dia bilang nggak tau Mirra di mana, terus sekarang dia bilang kalo Mirra ama dia, aneh banget deh."

"Syukur deh kalo Mirra nggak kenapa-kenapa, yang penting kita udah tau kabarnya."

Jeje pun mengangguk, lalu Jeje dan Raya menghampiri bangku Angkasa, Angkasa juga terlihat gelisah saat ini, dia menatap layar ponselnya dan terus berharap jika Mirra akan membalas pesan chat darinya.

"Sa, jangan lo pelototin terus tuh hp, ntar layarnya pecah lho..." Tegur Raya sehingga Angkasa pun langsung menoleh ke arahnya.

"Gue lagi nunggu balesan dari Mirra."

"Lo nggak usah khawatir, Mirra nggak kenapa-kenapa, dia sama bang Zian." Sahut Jeje.

"Sama Zian? Ngapain?" Angkasa terlihat terkejut sekaligus heran.

Jeje pun mengangkat kedua bahunya, mengisyaratkan jika dirinya juga tidak tau.

"Yaudah lah Sa biarin, mereka kan pasangan baru, mungkin lagi kasmaran-kasmarannya, yang penting kita tau kalo Mirra nggak apa-apa." Ucap Raya.

Angkasa hanya mengangguk acuh, dia masih saja merasa heran dan Angkasa merasa jika mungkin ada sesuatu atau terjadi sesuatu sehingga Mirra bisa bersama dengan Zian saat ini.

" Udah yuk Sa, ke kantin." Ajak Raya kemudian.

"Kalian berdua aja, gue masih kenyang."

"Serius lo nggak ikut ke kantin? " Tanya Jeje memastikan.

"Iya Je, udah kalian berdua aja."

Jeje dan Raya pun akhirnya pergi ke kantin hanya berdua saja, sementara Angkasa, dia merasa penasaran dan Angkasa pun memutuskan untuk pergi ke kelas Satria.

Dan saat Angkasa ingin masuk ke kelas Satria, di sana terlihat Satria sedang menghampiri seorang wanita yang tak lain adalah Melly, Satria tidak sendirian, melainkan Ajun juga ada di sampingnya, Angkasa pun tidak langsung masuk ke kelas, dia mencoba mengamati terlebih dahulu sambil sedikit mendengarkan percakapan mereka.

"Mell, inget ya, gue, Zian sama Ajun nggak bakal kasih ampun ke lo kalo lo sampe sekali lagi ngerjain Mirra kayak gitu." Ancam Satria

"Iya...iya...kenapa lo pada lebay banget dah...dan si Mirra-Mirra itu juga nggak ada apa-apa nya di bandingin gue."

"Gue saranin ya Mell, mending lo cari cowok lain aja buat lo kejar, jangan Zian, lo nggak akan bisa dan nggak akan mungkin bisa ngedapetin Zian, Zian sampai kapanpun cuma suka dan cinta mati sama satu orang, jadi gue peringatin sama lo!!!" Lanjut Ajun.

"Siapa maksud lo? Si Mirra itu?" Tanya Melly sambil mencibir.

"Nggak sekarang, nanti juga lo bakal tau."

Mendengar apa yang baru saja Ajun katakan, Satria langsung curiga dan bisa menebak jika wanita yang dimaksud Ajun adalah Sandra.

Satria pun dengan segera menarik Ajun dan membawa Ajun pergi dari hadapan Melly, sedangkan Angkasa, dia bersembunyi di balik tembok kelas dan masih terus ingin mendengar apa yang ingin Satria dan Ajun bicarakan.

"Sat, ngapain sih lo narik-narik gue, gue masih mau kasih peringatan buat si Melly." Kesal Ajun.

"Maksud omongan lo tadi apa? "

"Yang mana?"

"Soal cewek yang di sukain Zian, bahkan Zian sampe cinta mati, maksud lo itu Sandra kan?"

Ajun pun tertawa dan tawanya membuat Satria cukup geram." Nggak usah ketawa, lo cukup jelasin sama gue, lo punya rencana apa? "Lanjut Satria geram.

"Lo tebak aja sendiri, dahlah, gue laper, mau ke kantin dulu." Ajun pun tidak mau menjawab pertanyaan Satria, dan dia hanya berlalu pergi begitu saja meninggalkan Satria, sementara Angkasa, setelah melihat Ajun pergi meninggalkan Satria, Angkasa pun langsung menghampiri Satria.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!